Thy Than

Thy Than
Bab.16 Rey pulang sendiri,Thy Than pun sama.



Obrolan serius itu telah membuai keduanya untuk berada dalam satu meja,bahkan beberapa jabaran telah diberikan olehnya sudah diterima dengan baik oleh Thy Than,ia sebenarnya mengerti tetapi tidak berhak untuk berubah semuanya karena ia masih belum cukup umur berada dalam bisnis ini.Pada dasarnya ia ingin menjadi bagian dalam kemelut yang pernah dibuat oleh sang ayah.Hanya saja itu belum pantas untuk dijalankan.


Ruangan meeting pun perlahan padam,ia cukup lelah dengan apa yang tengah dibicarakan oleh Rey bersama Reza diruangan tersebut.Tetapi ia masih yakin akan kecerahan dari bisnis ayahnya yang telah kolaps menjadi bangkit kembali.Merapikan semua dokumen yang tepah disepakati secara tidak langsung,ketiganya beranjak untuk pulang meninggalkan kantor milik Radithya Rey tersebut.


"Kamu berani pulang sendiri,atau aku antar aja?"Pertanyaan itu membuat bingung dan tak enak juga dari Thy Than.


"Ga usah Om,juga besok aku sekolah.Nanti malah membuat repot saja.Aku pengen coba mandiri biar tahu gimana susahnya tanpa ada yang mengawasi."Sembari meringis ia berharap Omnya tidak ikut campur dulu dalam hidupnya.


"Kamu yakin,atau dikawal sama Reza gimana?"Terhenti serta menoleh kearah Reza yang juga siap sebagai pengawal pribadinya.


"Iya Than,bahay pulang jam segini.Kalau dijalan ada Apa-apa,siapa yang bertanggung jawab kita berdua lho sama Tuan besar!"Kata Reza dengan mimik serius.


"Kayak aku masih ABG aja deh Om-Om ini.Yang santai aja,ga usah khawatirin aku.Kalau ada apa-apa pasti aku akan kabari kalian berdua,yaaa!"Ujarnya manja manis.


"Haduuuuh!keras kepala!"Keduanya saling menghela nafas dan berkata berbarengan.


Saling menoleh dan tatapan serius keduanya saling mengarah masing-masing membuat Thy Than menahan tawanya.Memang seeh kalau khawatir kayak bawa anak umur 5 tahun aja.Padahal sekarang kan aku udah dewasalah udah 17 tahun,makin cantik,makin imyuuut dan tentunya bikin kangen heheheh.


"Yeeee,,,kompak banget seeh Om dua ini.Udahlah kita pulanh yuk.Kalau debat disini,bisa-bisa aku ga pulang-pulang lho Om!"Suntuk juga lama-lama dihadang dua orang seperti ini.


"Tapi beneran kita akan awasi sampai kamu sampai didepan rumah lho!"


"Iyaaa deh,dari pada ga pulang-pulang akunya!"Meraih tas dan berjalan keluar diikuti oleh mereka berdua.


"Kamu yakin ga nemenin dia?"Bisik Rey kepada Reza.


"Kan tahu sendiri dia kayak gimana Rey.Entar salah lagi gua,engga mau deh!"Suntuk juga.


"Aku pulang sendiri aja lewat jalur biasanya,mendingan kamu aja yang buntutin dia.Kan kamu Omnya sekarang."Kembali meningatkannya.


"Tapi kan kita juga sama pulangnya satu arah dengan dia!"Lanjut Rey masih bersikukuh untuk mengajak Reza pulang bareng.


"Astaga ga mau aku,aku juga ada acara bentar mau selingkuh dulu heheheh!"Bisiknya ketelinga Rey.


Terhenti dan heran mengarah padanya.


"Sejak kapan kamu berani selingkuh?"


"Hehehehe,sejak aku tahu kalau selingkuh itu nikmat!"Lanjutnya membuat Rey heran.


"Setidaknya kamu tidak mengkhianati Alena kan.Awas kalau ada aduan yang membuatku ga bisa tidur dari Alena ya!"Sambil mengacungkan jarinya kearah Reza.


"Ya yang penting ga bocor aja!"Jawabnya ikutan masuk kedalam lift.


"Yaaa,okelah!"Lanjut Rey.


Sambil menutup mulutnya,Reza meminta Rey untuk tidak banyak bicara soal perselingkuhannya didepan Thy Than.Bisa bocor bahaya juga misiku ini.


"Ssstttt,jangan bilang-bilang ya!"Pintanya mengancam.


Tersenyum mendapatkan kartu As baru.Tatapan Rey sungguh membuat Reza tak berkutik lagi,Sedangkan Thy Than heran dari tadi mereka tuh ngobrolin apa seeh sampai ga ada habis-habisnya.Menoleh serta mengernyitkan kening rasanya ingin bertanya kepada mereka.


"Om lagi ngomongin apa seeh?seru deh dari tadi!"


"Sttttt,,,obrolan orang dewasa.Ga boleh tahu ya!"Serang Rey dengan tatapan sok serius.


"Ya bolehlah,asal ada ini nya!heheheh!"Lanjutnya sambil memberikan kode khusus kepada Rey.


Menggelengkan kepala,memang anak satu ini pintar sekali bikin drama,"Heeemmm,,,,ada aja ya!"


Ia malah tertawa lepas menahan gelinya,saat pintu lift terbuka tentunya langkah ketiganya berangsur keluar menuju lobby sesekali mendapat sapa salam ramah dari beberapa karyawannya.


Tuan muda dan chief executive memang pasangan yang kompak dalam menjalankan keramahan masing-masing mengikuti Thy Than keluar menuju mobil masing-masing diparkiran.


"Than,beneran kamu ga mau kita antar?atau setidaknya kamu menginaplah dirumahnya Rey.Untuk keselamatanmu juga.Ini udah malaaaam lho!"Gemes banget Reza sampe jewer telinga Thy Than yang bandel dari tadi sok keras kepala.


"Aduuuuuh,Om Reza.Sakit tahu!"Ujarnya kesal memegang telinganya.


"Ya kamu seeh,ga mau nurut aja sama kita-kita.Kamu nginep aja besok pagi mau pulang atau kabur dari rumah Om Rey terserah kamu.Gimana,ini tawaran terakhir kalau ga mau ya udahlah!"Rey memberikan opsi kepada Thy Than.


Memasang muka memelas serta beberapa kali bertanya kepadanya."Beneran ini,ga boleh pulang sendirian?"Sambil mancung juga bibirnya.


"Ya engga boleh lah sayang,ba-ha-ya!"Lanjut Rey mulai sabar kembali.


"Naaah,tahu kan gimana kalau Om kamu lagi kesel.Ini bisa pindah lho!"Sambil nunjuk mobil Thy Than.


Meringis geli ada takutnya juga seeh,dalam hatinya bener juga kalau aku pulang sendiri pasti ada yang ga beres apalah.Mending kalau ada pak Ben,lha beliau lagi pulang kampung.


"Eeehhh?,,,gimana ya."Lanjutnya masih ga percaya.


"Waaah ini anak uji nyali ama kita-kita neeh Rey."Udah habis kesabaran Reza dengan tatapan bak syetan menyerang Thy Than seorang.


"Heheeheheh,maaf deh Om-Om.Aku mau deh pulang bareng sama Om Rey,mobilnya ga pa-pa kan aku tinggal sendiri disini?"Meringis lagi kearah keduanya.


"Naaah,ga dari tadi deh.Coba kalau kita ga emosi gini mana mau dia nurut kayak gini!"Sangka Rey lega.


"Ya udah,tenang kan kamu sekarang."Menoleh ke Rey dengan lega banget.


Dia mengangguk,Tak lama akhirnya keduanya pun saling berpisah dimana Reza membawa hatinya sendiri kemobil pribadinya.Sedangkan Rey membawa Thy Than pulang kerumahnya,mengantarnya menuju mobil serta membukakan pintu dan mempersilahkan untuk masuk tentu itu membuatnya segera bersiap untuk pulang bersama.


Diperjalanan ada senyum dan memulai obrolan sama Thya Than,tentu itu membuat kedekatan mereka berdua tidak ada batas yang jelas dan semakin akrab saja.


"Oh ya Om,kak Joana udah tidur ga malam jam segini?"Menoleh penasaran.


Mengangkat kedua pundaknya.


"Ga tahu seeh,tadi dia bilang mau ketemu sama temennya.Ga tahu pulang apa engga?"Jawabnya santai.


Tersadar dan bertanya kembali kepada Thy Than.


"Oooh iya,kamu udah makan malam belum?kayaknya kita melewatkan makan malam deh!"Kembali bertanya memastikan kearah raut wajah Thy Than.


"Heheheh,belum Om.Iya lupa ya.Lapeeer jadinya!"Sambil pegangin perutnya beberapa kali.


"Kita cari makan yuk,mau take away atau dine in?"Tawar Rey memberikan ide untuk makan malam.


"Eeehhhmmm take away aja deh Om.Kita makan dirumah aja biar seru gitu!"Lanjutnya melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 20.35 WIB.


"Mau makan apa?"Tawarnya nada lucu serta tatapan konyolnya muncul deh.


"Heeemm,apa ya?"Sambil mikir juga memainkan jarinya beberapa kali pada dagunya.


"Burger mau?atau sea food mungkin?"Kembali membuat rancangan makanan.


"Apa aja deh Om,yang penting laper malam ga mengkhawatirkan heheheh!"Lanjut Thy Than pasrah.


"Oke,kayaknya kalau kamu seeh Burger ya.Sama aja deh ya!"Jawabnya ngasal.


Sambil mengacungkan kedua jempolnya,ada baiknya gitu juga seeh saling bersama menikmati berdua menu special kali ini."Oke deh Om!"Meringis kembali.


Pilihan selanjutnya adalah pemesanan disebuah gerai makanan cepat saji,banyak pilihan sampai keduanya berantem dan membuat si mbaknya geleng-geleng kepala.Ada aja yang dimau sama Om dan Keponakan itu kadang berbeda server sampai akhirnya ada yang mengalah dan mendapatkan apa yang diinginkan oleh Thy Than sendiri.


Makan malam udah dapat,plus minumnya rasanya cukup deh buat malam ini.Menghela nafas,kayaknya kali ini aku berada dalam nuansa yang berbeda dengan Om Rey.Pria yang perhatian dan selalu membuatku penuh tawa bahkan cerita-cerita konyol hadir disitu pula obrolannya.


"Yeee,dapat makanan sebanyak ini.Kenyang deh Om akunyaaa!"Seneng banget Thy Than kayak dapat paketan special aja.


"Kenapa?ga terima!"Lanjutnya masih ngakak.


"Jelek aku Om jadinya,acak-acakan kayak gini!"Bergegas sambil melihat dispion mobilnya.


"Udah,masih cantik kok.Juga udah malem masak mau keluar lagi.Udah capek tahuuu!"Kembali sikap canda Rey membuat Thy Than meringis kembali seraya mengangkat kedua pundaknya.


"Makasih Om udah perhatian sama Thy Than ya,seneng rasanya!"Sambil memainkan jarinya mempersembahkan kode unik untuk Rey.


"Hahahahah,kamu ya.Lucu aja bikin Om ketawa deh."


Perjalanan kali ini memang membuat tawa yang tak pernah hilang.Mereka saling berbagi cerita seru hingga sampai diparkiran apartemen.Sampai juga,suasana memang tebgah sepi membuat Thy Than tengak-tengok bingung dan rasanya merinding juga kalau lihat suasana parkiran sepi banget.


"Om,beneran ini parkirannya?"Masih mencoba memastikan kembali.


"Lha iya,emang kenapa?"Tanya balik sambil melepaskan sabuk pengaman serta mematikan mesin mobilnya.


"Serem amat Om,emang ga bisa ya kita parkir ditempat yang terang dan nyaman gituuu?"Sembari protes kepadanya.


"Ini deket sama lift kita lho.Om kan biasanya lewat lift belakang,jadi lebih cepet.Kalau mau lewat lobby jalan mau!"Tanya Rey menawarkan idenya.


Menampakkan wajah terkejut,aneh banget deh.


"Yaaah,kalau kayak gini mendingan Thy Than turun dilobby tadi Om."Lanjutnya kesal.


Sambil nyubit hidungnya."Dasar kamu tuh ya,penakut!"Tawanya lepas seraya melihat reaksi Thy Than ikutan ngambul.


"Iyalah Om,takuuut aaah!"


"Ngapain harus takut,kan ada Om.Udah biasa lagi!"Beranjak keluar membuka pintu mobil dan menutup kembali.


Berjalan memutar untuk membukakan pintu buat Thy Than


"Ayo turun,apa mau nginep disini?"Sambil membuka pintu dan mengulurkan tangan.


Segera Thy Than meraih tangan Rey dan perlahan turun dengan hati-hati.Mengambil beberapa makanan dan menentengnya keluar,berbalik Rey menutup pintu seraya menggelengkan kepala.Dasara perempuan centil bisa takut juga sama gelap kayak gini.Berjalan merangkulnya serta santai berjalan beriringan menuju pintu Lift serta memencetnya,masuk kedalam berdiri sejajar lalu menoleh menampakkan wajah senyum mengarah kepadanya.


"Apaan seeh Om ini,ngeledek mulu deh!"Sambil mukul pinggulnya.


Sontak dia mengeles dari pukulan sampai ga kena,melotot kaget cepet banget Om Rey menghindarnya.Kesel lagi deh cemberut.


"Mulutnya sok imut banget seeh!"Sambil nyolek dagunya.


"Yaaah Om seeh ga asyik banget."


"Beneran?"Lanjutnya sambil mendongak keatas.


Thy Than pun ikutan juga mendongak keatas,rasa-rasanya pasti ada apa-apanya kalau dia tengah mendongak keatas.


"Ada apa Om diatas?"Pertanyaan itu membuatnya menoleh kebawah dan penasaran sama pertanyaan Thy Than.


"Ga ada,pengen aja Om lihat keatas.Biar kamu ikutan hahahahah!"Tawanya lepas dan memeluk hangat.


Tawa bahagia Thy Than belum usai,ternyata Om Rey baik banget sampai meluk aku dan membuatku nyaman seperti ini.Meringis malu-malu gimana jadinya,apalagi saat pintu Lift terbuka keduanya melangkah keluar dan tentunya Sang perempuan mengikuti langkah Omnya menuju setiap lorong perjalanan menuju kamar pribadinya.


Terhenti dan mengeluarkan kartu kunci kamar pribadinya,menggeseknya dan terbuka lalu memegang serta mendorong pintu kamar,berdiri miring mempersilahkan untuk masuk kedalam.


"Silahkan masuk Nona Thy Than!"Memberinya senyum kepadanya.


"Makasih Om!"Berjalan masuk,masih gelap dan tentunya hanya beberapa lampu yang hidup dibeberapa sudut remang-remang membuat suasana berbeda seperti romantis dan menyentuh hatinya hingga penasaran tengak-tengok melihat setiap sudutnya.


Rey pun menutup pintu dan berjalan meraih makanan yang dipegang sama Thy Than dan membawanya kedapur.Luas juga ya apartemennya Om Rey,bikin betah apalagi suasananya hangat banget bikin betah deh kalau lama-lama disini.Menoleh dan berkata"Kemana Om Kak Joana.Kok ga kelihatan dari tadi?"


Didapur dia pandai menata dengan cermat,lalu menoleh meminta bantuan kepada Thy Than untuk menghidupkan saklar lampu disamping-samping tembok yang tengah ditunjuk oleh pemilik rumahnya.


"Than Tolong hidupin dong lampunya biar kamu kelihatan cantiknya,ga jadi misterius lagi heheheh!"Pintanya.


Terhenti kesal lagi dan memancungkan bibirnya.


"Emangnya Om ga suka suasana kayak gini ya!"Lanjutnya dengan nada kesal.


Terhenti dan menoleh serta menjawabnya.


"Ya udah,yang ujung sana aja kamu hidupin deh.Biar disini aga remang-remang,gitu ya?"Kembali bertanya.


"Naaah kayak gitu Om.Aku suka heheheh!"Lanjutnya menghidupkan lampu depan.Juga ga terlalu terang,senyum Thy Than berjalan mendekati dapur Rey dan ingin membantunya.


"Kamu mandi aja dulu,trus dikamar ada pakaiannya Joana.Kamu pakai mana yang kamu suka,nanti baru balik.udah bersih kita makan.Okey!"Terhenti karena sebuah tunjuk tangan kearahnya.


"Ya udah deh Om,,,aku nurut!"Jawabnya berbalik tanpa menolak lagi,wajah datarnya membuat Rey ketawa kembali.


Seraya melihat langkah Thy Than,saat melangkah masuk kedalam kamar dan itu adalah kamar pribadinya.


"Heeiiii itu kamarnya Om,,,Thy Than!"Serunya.


Terhenti hampir saja menyentuh slot pintu,menoleh menampakkan wajah memerah padam.Malu banget ga nanya gini jadinya.Repot sendiri.


"Haaaah,,,bukan?trus dimana Om!"Masih sok jaim.


"Tuh sebelah sana!"Tunjuknya kearah kamar pojok dengan ornamen khas wanita.


Berbalik mencari keberadaannya,menoleh dengan menahan tawa ia berjalan menuju kamar yang telah ditujukan oleh Rey dengan wajah penuh tawa pula.


"Itu ya Om heheheheh!"Berjalan mendekati pintu kamar milik Joana,membukanya lalu menoleh dengan senyum-senyum geli pasti itu membuat Lelaki sepertinya menggelengkan kepala.


Kembali mempersiapkan makan malam,tersirat sebuah ingatan tentang Joana.Kemana dia ya,apa dia bertemu dengan pria yang diharapkan.Huuuh kalau ketemu dan cocok sudahlah pasti aku akan mundur dengan banyak alasan.Terhenti lagi saat berfikir terlalu cepat menyerah membuatnya semakin gila akan pemikiran strategi untuk mendapatkannya.


Didalam kamar pribadi Joana,Thy Than pun bergegas mencari pakaian yang sesuai untuknya.Keren juga ya kak Joana bisa dapat kamar sebagus ini dan indah banget.Bener-bener seorang wanita berkelas ya.Ckckckck mencari pakaian yang sesuai hingga mencari dengan teliti,lalu ia sadar juga.


"Kan aku mau tidur,bukannya mau jalan-jalan.Ngapain nyari yang seribet ini seeh,heheheheheh!"Geli sendiri jadinya.


Mencoba mencari dan menemukan sebuah piyama berbahan sutra berwarna hitam adem,rasanya cocok deh kalau aku pakai.Mengambilnya lalu memasang dibadannya beberapa kali bergaya merapikan rambutnya cantik dan elegan pastinya.


"Bahannya adem dan cocok deh,mandi dulu aaah!"Bergegas melempar baju piyama ke atas ranjang,Thy Than bergegas mandi dengan nada lagu romantis menikmati setiap guyuran kesegaran hati yang tengah terdalam disetiap nadir hidupnya.


Hening tanpa kehangatan,semuanya berada disetiap nada tanpa makna lagi.Aku bahagia telah bertemu dengan seorang lelaki yang menyanyangiku tanpa dia aku juga bingung harus berfikir tentang apa kedepannya tentang hidupku saat ini.


Keluar dari kamar mandi,Thy Than pun bergegas memakai piyama pilihannnya.Apa aku akan secantik pemiliknya,kak Joana atau aku lebih menggoda ya.Senyum itu saat ia memakai dan menguncir rambutnya.Keluar dan menampakkan wajahnya tengak-tengok melihat apakah om Rey masih menyiapkan makan malam?kok ga ada kemana ya.Berjalan keluar dari dalam kamar,berjalan keluar mengendap-endap memastikan tidak.ada kejutan yang diberikan oleh Om Rey kepadanya.


"Saatnya harus hati-hati,ga mau dong kayak tadi bolak-balik bikin kejutan yang memuakkan."Mendekati dapur dan ternyata makanan dan minuman sudah siap dimeja makan.


"Waah,enak-enak neeh bikin laper aja!"Sambil mendekati kursi masih berdiri serta memegang perutnya.


"Udah laper?"Suara itu cukup jauh tapi terdengar dari atas.


Membalikkan badan,serta mendongak keatas.Oooh Om Rey keren juga ya tampilannya memakai celana katun pendek dan singlet berwarna hitam pula.Waduuuh,tampilannya manly dan atletis.Astaga apa aku mimpi bertemu sama pangeran Yunani kuno dengan tatapan serba tajam senyuman pun membuatku bikin mabuk kepayang.


Rey mendekati dan mengajaknya untuk makan malam,ada hal yang kurang saat ajakan itu datang kepadanya.Ada sosok yang belum terlihat sama sekali bahkan saat aku memakai bajunya.


"Ehhh,Om Rey.Iya heheheh!"Lanjutnya geli.


Dia perlahan mendekati dengan tatapan seorang pria yang beneran membuatnya mabuk kepayang.Apalah om Rey saat ini saat aku benar-benar dibuat mabuk kepayang olehnya.