
Ga nyangka seorang Anjas Mahendra yang notabenenya seorang executive malahan lebih hebat dari seorang wanuta disampingnya saat tengah terpukau melihat masakan yang dibuatnya.Hebat,beneran hebat dan aroma melekat dihidungku seakan benar dia adalah chef handal mengejutkanku.Sampai aku hanya tersenyum dan berusaha menjadi asistannya saat dia tengah membutuhkan sesuatu.
"Apa lagi yang harus saya bantu pak?"
Terhenti serta melirik tajam,kenapa dia balik lagi memanggilku pak?apa dia lupa susah aku katakan bahwa aku harusnya dipanggil mas atau apalah yang tidak membuatku semakin tua saja dihadapannya.
"Kamu tuh ya,,lupa atau gimana?"Sambil memukul pake alat penggorengan sampai ia terkejut mematung,ap ada yang salah sama aku?
"Ada yang salah pak?"Kembali bertanya.
"Ya salah lah.Kan kamu kemarin manggil aku dengan sebutan "Mas"Kok malah sekarang bapak.Emangnya aku atasan kamu ya."Heran seraya menggelengkan kepala.
"Haaah,,,masak seeh pak!"Lagi dia mengatakan panggilan yang tidak disukainya.
"Lagi kamu panggil apa?"
Langsung sadar seraya meringis,ternyata dia kesal kalau aku memanggilnya dengan sebutan "Bapak"Lagi.Bahaya ini kalau diteruskan.
"Maaf mas,,,ada yang bisa dibantu lagi,mungkin?"
"GA ADA!"Jawabnya singkat.
"Oooo,,,saya buat yang lain aja deh hehehe!"Segera mengambil apa disekitarnya dengan wajah bingung.
Berbalik seraya tersenyum melihat kelakuan Dahlia dengan tatapan pas bahwa dia tengah menyiapkan makan malam.Pasti dia udah tahu dong apa aja yang akan dia siapkan saat dimeja makan.
"Jadi aku ga ikut-ikut ya,kamu pasti bisa.Oke!"Mendekati dan membelai pipinya.
Tatapan kaget pun menjerat hatinya lagi,kenapa lagi-lagi dia memberikan perhatian seperti ini kepadaku?apa memang pak Anjas ada sesuatu sama aku ya!.
"Udaaah jangan baper deh.Ntar aku ga bisa ngapa-ngapain kamu lagi ya kan!"Lagi sibuk membuat masakan malam.
Kayaknya aku ga banyak bicara deh kalau udah pak Anjas bersikap seperti itu kepadaku,jadi gimana dong kalau deket terus-terusan sama dia apa ga bahaya ya?kan aku kenal dia baru beberapa antara tamu dan pekerja hotel.
"Oke makan malam udah siap,mau bantuin ga?"Ramahnya kembali tertuang saat tersenyum memainkan kedua alisnya.
"Mau dong pak!"Jawabnya masih ga sadar untuk ikut membantunya.
Menghela nafas panjang,rasanya kalau aku ga ngasih pelajaran buat dia pasti lupa lagi kalau kayak gini.
"Heemm,,,ya udahlah nanti aku kasih kejutan sampai dia bisa sayang sama aku hahhaha."Gumamnya dalam hati.
Makan malam dalam suasana berbeda dirumah baru,rasanya senang banget Anjas berada dalam kehangatan bersama seorang wanita bernama Dahlia.Cantik dan belum sadar kalau perlahan hatinya tengah tertambat dalam cerita selanjutnya.
"Ga nyangka bisa makan malam sama kamu ya.Padahal aku berfikir kalau makan malam kayak gini bisa-bisa bikin aku setress sendiri.Tanpa ada yang menemani!"Mendekatkan wajahnya lalu membisikkan kalimat unik untuknya.
"Makasih sayang!"
Apa?ga salah suara itu menghiasi telingaku.Aku ga salah denger tadi pak Anjas bilang seperti itu kepadaku.Yakin atau engga pasti aku masih bertanya sama dia.
"Apa pak?"Kembali sok budek.
"Heemm,,,udah ga ada,kamu tuh bikin ulah aja kalau sama aku ya!"Memukul keningnya pelan.
"Aoouuuu!sakit pak!"Sambil memegang keningnya.
"Haaah,,,perasaan ga sakit deh!"
"Mau coba?"Tantang Dahlia.
"Boleh!"Makin dekat dan itu membuat Dahlia bergegas agak menjauh dan menyadari apa yang akan dilakukan oleh pria tersebut.
"Engga-engga deh,heheh becanda."Jawabnya menolak.
"Ya udah kita makan sekarang,aku laper.Habis itu kita ngobrolin masa depan kita ya!"Santai sambil duduk.
Antara sadar atau engga,Jelas Dahlia tersenyum dan mengangguk.Saat merunduk untuk siap-siap duduk baru sadar bahwa kalimat itu memang aneh sampai ia tak menyadarinya.
"Haaaah,,,bapak tadi ngomong apa?kok aneh banget!"Serang Dahlia kaget.
"Ngomong apa seeh,,,kita makan aja dulu ya.Biar nanti kita bisa berfikir serius okey!"Sambil menunggu pelayanan special dari Dahlia.
Seraya menompangkan tangan tentu senyum itu ga pernah tertinggal dari seorang Anjas untuk menantikan kehangatan yang diberikan oleh Dahlia.
Tatapan itu terbalaskan saat Dahlia bingung dengan sikap Anjas yang tiba-tiba menunggu sesuatu darinya.
"Ada apa pak?"
Seraya mengangkat kedua alisnya,sebuah kode yang diinginkan oleh pria tersebut pun seketika membuat Dahlia segera melayaninya seraya malu-malu ketika melihat wajahnya lagi.
"Paaak,,,,saya kira ngambil sendiri?malahan minta diambilin!"Ujarnya sesaat menyiapkan untuk Anjas.
"Heeem,,,baru tahu kalau aku butuh sesuatu dari kamu?"Seraya menyindirnya.
"Lagian bapak ga bilang minta diambilin,jadi kan saya santai saja kalau bapak menatap saya."
"Makasih udah respek sama saya ya!"Senyumnya pun tak hilang saat membalas kalimat untuknya.
Sampai juga didepan rumah Thy Than,tetapi kalau tidak mengajaknya masuk kedalam kan ga enak juga.Tapi kalau diajak masuk takutnya aneh-aneh lagi.Duuuh kenapa seeh fikiranmu negative terus Thy than.Ayolah jangan bersikap seperti itu sama pak Radith.
"Pak mampir dulu,,,aku buatkan minum biar ga hauuus gitu?"Ujar Thy Than sambil salah tingkah.
"Ga usahlah udah malam,bapak pulang aja.Pokoknya udah ngantar kamu sampai depan rumah dengan selamat,bapak udah seneng malahan."Sambil menyentuh pundaknya.
"Lhoooo ,,,,masak langsung pulang.Ga masuk dulu pak!"Rengeknya tiba-tiba.
"Ga usah,byeee!"Sambil melambaikan tangan berlalu menuju motornya.
Thy Than pun berlari kecil mendekati pak Radith dan mengantarnya sampai depan gerbang.
"Hati-hati pak!"Sambil melambaikan tangan.
"Byeee!"Sambil berlalu meninggalkanya.
Dari jauh masih saja melihat sosok pria tampan tersebut,yaah udah jauh padahal pengen dicium sama pak Radith malah udah balik.Sayang banget deh,kembali berbalik dan masuk kedalam.
Dalam perjalanan nan jauh Radith pun hanya tersungging melihat tingkah Thy Than yang selalu saja bersikap manja kepadanya.Ya aku tahu kalau dia seorang sebatang kara dan pasti butuh perhatian khusus dari siapa saja termasuk aku.Kalau dia berhasil kan siapa juga yang seneng.
"Yaaah sepi,,Rasya kemana ya dia.Tapi kan aku ga boleh ngerecokin dia.Biarlah dia menikmati hidupnya sendiri dengan santai.Biar aku ga sama dia terus bosen juga seeh hihihihi!"Perlahan menutup pintunya.
Perlahan masuk kedalam,,,lemes banget rasanya ga ada harapan lagi.Tiba-tiba sebuah ketukan pintu dipagar membuatnya menghentikan langkah kakinya.
Tok,,,tok,,,,tok,,,tok,,,
Terhenyak dan ketakutan,seakan mematung da ga tahu lagi harus bilang apa.Aku kan sendirian dirumah bahaya apa itu maling yang mencoba membuatnya tambah ketakutan,kabuuuur.
"Aaaaaa!"Lari masuk kedalam.
Mendengar jeritan itu langsung aja Radith membuka pintu gerbang Thy Than.Saat pintu hampir terbuka,segera ia tutup wajahnya dan tak ingin melihatnya.
"Jangan-jangan culik saya!"Ketakutan pun tengah menghantuinya hingga senyum-senyum geli pun dirasakan oleh Radith mendekati dan memukul keningnya sampai ia terhenti ketakutan dan berhenti teriak-teriak untuk membuka tangannya
"Ngapain kamu teriak-teriak Thaaan!"Menghela nafas seraya kesal melihat rasa takutnya itu menyentuh level penculikan menurut prediksi Thy Than.
"Haaaah,,,pak Radith,,,perasaan udah jauh deh!"
"Gimana bapak mau jauh-jauh.Sekarang malahan bensin motor bapak habis.Gimana dong,mau bantuin gak?"Tanya balik.
"Kok bisa habis?"Tanya Thy Than berubah menjadi senang.
"Ya mana aku tahu,,,terpaksa aku nginep disini bolehkan?sama kamu bilangin teman baikmu buat segera dateng biar ga ada kisah yang ribet gitu antara kita gimana?"
"Ooooh,,,iya pak!trus motor bapak dimana?"
"Bentar aku bawa masuk dulu ya!"Berbalik mengambil motornya dan garuk-garuk kepala,heran bisa aja kehabisan bensin.Lagian jauh,minta tolong Thy Than iya kalau dia tahu dimana pom Bensin kan jauh dari sini.
Membawanya masuk kedalam serta kembali memarkirkan didepan halaman.Ada kegirangan yang tersirat didalam raut wajah seorang Thy Than,ya kali ini ia tidak sendirian dirumah ada yang nemenin jadi ga bakalan sendiri hehehhe.
"Yeee,,,pak Radith nemenin aku malam ini.Aku ga bakalan kesepian deh,ayo pak masuk ajaknnya mendekap lengannya membawa masuk kedalam.
"Kamu tuh seneng banget kalau ada temennya ya!"Tersenyum sambil mengacak-acak rambutnya.
Berjalan masuk kedalam lalu mengobrol didalam dengan cerianya ia pun mengatakan satu hal kepada pak Radith.
"Untung aja motor bapak bensinnya habis,kalau engga kan aku kesepian pak."
"Ya kamu tuh,,,bapak boleh kan mandi sama pinjem pakaian temen kamu itu,ada kan?"Kembali bersedekap dan menatapnya.
"Iya,,makasih ya.Anak manja hehhehe!"Sambil membelai pipinya dan tentunya segera didekap oleh tangan Thy Than.
Keduanya pun berpisah seketika dimana Radith segera mandi untuk menyegarkan fikiran dan badannya yang udah lengket banget.Kalau Thy Than pun bersiap juga untuk mandi secepat kilat lalu menyiapkan makan malam untuk gurunya.Segar dan wangi tampilan seorang perempuan yang lucu tengah tampil dengan pakaian santainya kaos oblong berwarna putih polos serta celana pendek hitam dan menguncirnya.Terlihat leher jenjangnya yang indah terpampang menggoda.
Tidak beda dengan Radith saat ia keluar dari kamar mandi,masih bingung dengan pakaian apa yang akan dia kenakan.Keren juga kalau pake singlet yang oblong serta celana jeans pendek,menampilkan sisi lain seorang guru yang galak dan tampan berubah menjadi seorang lelaki tampan dan wangi segar pula.
Saat keluar dari kamar,ada aroma nikmat yang tengah dibuat oleh Thy Than sampai mengundang pak Radith untuk menyapanya didapur.
"Hemmm,,,harum banget masak apa seeh!"Sambil menyentuh kedua bahunya serta menghirup aroma menggodanya.
Menoleh dan menyapa pak Radith sampai ia membelalakkan matanya.Ga kusangka seseksi itu pak radith.Oooohh kenapa seeh situasi kayak gini tengah aku rasakan,ya ampun wangi lagi parfumnya Rasya dipakai trus pake singlet,lengannya gan nahan pengen sandaran aja dibahunya.
"Haiiii,,,pak Radith!"Sapanya seraya memerah wajahnya.
"Ga usah panggil bapak deh,panggil aja kakak gitu atau abang.Kan lebih akrab!"Pintanya mengangkat kedua alisnya lalu melepaskan dekapan tangannya dan bingung pengen bantuin apa kali ini.
"Hehhehe,,ya mana bisa saya pak!"Jawabnya cengingisan.
"Ya udah panggil abang aja,kan kita udah diluar sekolahan.Jadi ga seru kalau kamu manggil aku tuh bapak.Mana aku bantuin apa yang kurang?"Siap berada disampingnya melihat cara Thy Than memasak.
"Hehehhe,,,,Ya udah deh bang,,,apa aja deh.Mau dicicipin gulai special daging sapi buatan adik hheheh!"Sambil memberikan ruang untuknya.
Sambil memainkan tangannya,aroma itu telah membuatnya percaya diri untuk bisa mencicipinya sembari mengambil sendok kecil.
"Bentar ya,aku cicip dulu!"Mendekat tentu hampir saja mencium pipi Thy Than.
Ia bersyukur tidak mendapatkan ciuman itu.Coba aja kalau kena bisa bahaya malam ini.Mencicipi serasa penuh ekspresi yang pas sambil menatap Thy Than tengah penasaran melihat hasilnya.
"Gimana bang,enak?"
Mengangguk seraya memainkan bibirnya,pilihan yang pas tengah dirasakan oleh Radith sebagai penikmat makan malam special pililhannya.Akhirnya kembali dia mengambil sesuap kuah gulai dan memberikan kepada Thy Than.
"Coba dulu enak kan?"Sambil perlahan meniup-niup sampai bisa dirasakan oleh Thy Than.
"Heeemm,,,enak kok.Ga usah ditambahin apa-apa lagi?"
"Ga usahlah,udah enak mantap dan tentunya bikin abang ketagihan!"Sambil mengekspresikan kenikmatan yang berbeda.
"Hahahahah,bisa aja deh.Kalau Rasya mah ga muji-muji gitu deh kayaknya.Malahan iya aja dia!"Sambil menghela nafas lalu manyunnya tampil lagi.
"Ya mungkin kita kan beda,gimana seeh!"Lanjutnya tertawa lepas.
"Makasih ya bang!"Langsung aja dia berbalik dan memeluk erat,enak banget dan membenamkan wajahnya tuh serasa ada bantal yang mengalaskan kenyamanan.
Mengernyitkan kening lalu berbisik.
"Nanti ya romantisnya,sekarang kan kita mau makan!"Lanjutnya dengan geli.
Sadar juga ngapaian aku meluk pak Radith seeh,malu deh jadinya sampai meringis lebar sambil mendongak.Sambil mendekap keningnya,rasa sadar pun diutarakan oleh Abangnya sambil melepaskan pelukannya.
"Abang ga dingin ya?pake singlet kayak gitu!"Lagi pertanyaan aneh itu menyerangnya dengan heran.
"Engga,,emang kalau dirumah seeh gaya abang seperti ini.Ga suka?"Tanya balik.
"Enggaa!"
"Truusss!"
"Seksinya kelihatan,jadi gemeeees!"Sambil jingkrak-jingkrak masih tetap memeluknya.
"Udah ga usah berharap lebih ya untuk malam ini.Kita makan malam dan nonton film atau apalah terserah?"Pintanya mengajaknya.
"Yuuuuk!"Semangatnya ga ada lawan deh.
Sayu-sayu dalam setiap keheningan cerita seorang Ling-ling ia sangat berharap disaat kesendiriannya ia bisa mendapatkan kasih sayang seperti yang diberikan oleh Papanya.Jadi kangen kan akhirnya.
"Kenapa menatapku seperti itu!"Sambil bersandar miring menompangkan tangan,seraya mengangkat kedua alisnya.
"Aku jadi kangen sama papa,tapi kan ada kamu.Temenin aku ya,nginep gitu!"
Tatapan wajah kaget dari Rasya jelas membuat Ling-ling segera ketawa lepas.
"Hahahaha ,,nginep.Kayaknya angker banget rumahmu, Rasanya aku ga bisa bilang deh!"
"Ayolah sekali ini aja ya,,ya,,ya,,,ya!"Sambil menyentuh kedua tangannya.
"Gimana ya,mama nyari gua ga ya?"
"Ya enggalah Sya.Pleace!"Sambil meringis memohon kepadanya.
Heran deh,,,kenapa dia pengen banget gua temenin seeh,apa ada sesuatu yang dia inginkan?dari tatapannya gya ga tega tapi kayaknya aku ga bilang deh sama mama.Kasihan juga dia butuh temen yang klop seperti yang dia inginkan.
"Ya gimana lagi,okelah."Sambil pasrah menerima keadaan.
"Aaaaa,,,makasih banyaaaak!"Langsung memeluk erat sampai tak sadar sampai tumbang dalam pelukan hingga terlentang diatas sofa.
Tatapan hening seorang lelaki dan perempuan pun terjebak dalam sebuah keheningan.Terdiam mematung tanpa makna seakan terdiam tak ada lagi yang bisa dikatakan lagi.
Mencoba tersenyum serta meniup wajah Ling-ling yang belum bisa sadar begitu saja.Tentu itu membuatnya seketika sadar dan beranjak untuk melepaskan keheningan tersebut.
"Haaaah ,,,maaaf Sya.Aku ga sengaja,maaf ya!"Beranjak bangun dan menarik tangannya untuk kembali bangun dari tatapan kosongnya.
"Ga pa-palah.Lagian kamu cantik kalau lagi polos-polosnya!"Sambil menyubit hidungnya.
Ada rasa malu yang tengah terdera dalam setiap keadaan sunyi menjadi lebih membuatnya malu gimana gitu.
"Huuuh,,,,hampir aja ya kita!"Tiba-tiba menatap keatas langit-langit.
"Hampir apa?"Tanya balik.
"Hampir aja ga ada canda diantara kita.Kamu tahu kan kalau kamu tuh menarik banget sampai gua ga bisa melepaskan itu semua dengan mudah."
"Ooooh,iya mau minum apa?aku buatin sekarang!"Tanya Ling-ling penasaran.
"Apa aja deh yang penting ga terlalu manis dan ga dingin,coba tebak apa?"Malahan memberikan tebakan untuk Ling-ling.
"Aaah gampang itu!"Langsung berbalik dan menyertikkan jarinya beranjak membuatkan minuman untuknya.
Saat melihat langkah Ling-ling tengah kedapur serta telah berfikir untuk membuat minuman untuknya,tersirat bahwa ia akan mendapatkan keindahan dan kenyamanan saat bersama wanita seperti dia.Apakah Thy Than menyadarinya atau tidak yang pasti gua akan menunggunya.
Kedekatan Anjas pun dibuktikan dengan keduanya duduk untuk membicarakan hal lebih penting dari yang dibayangkan oleh Dahlia.Dengan secangkir coffe yang dibuatkan dengan sensasi menggoda,sang wanita itu seakan penasaran tentang apa yang akan dikatakan dengan manis oleh bibirnya saat bersama dalam satu meja.
"Sebenarnya bapak mau bicara tentang apa seeh,sampai saya harus seperti ini?"Bertanya soal obrolan yang dibuat oleh Anjas sejak tadi.
"Okey kita akan bicara yang lebih serius,apa kamu siap?"Sambil meneguk secangkir kopi bersamanya.
"Serius,tentang apa pak?"
"Tentang setelah kamu putus dengan kekasihmu itu?siapa namanya!"Kembali memastikan.
"Jamal!"Sambil membelalakkan matanya.
"Ya dia!"
"Sebenarnya saya ga ingin membahas dia pak,tapi !"
"Ayolah panggil aku mas atau apalah jangan pak?seakan aku lebih tua dari yang kamu bayangkan dong!"
Heran seraya menahan tawanya.
"Maaf ya,saya ga bisa tapi akan saya coba pak ya!"Sambil mengangkat kedua tangannya.
"Okey,aku akan menunggunya."Sambil bersandar lalu menompangkan tanganya dimeja.
"Tentang Jamal adalah saat ini saya benar-benar bingung apakah saya benar-benar putus sama dia.Kalau saya putus jelas saya keluar dari kos-kosan yang dibayarin sama dia selama ini."
"Okey terus.Kalau dia benar-benar menyatakan putus,apa kamu rela keluar dari kos-kosan itu dan memilih tempat yang terbaik buat kamu sekarang?"Seakan mengintrogasinya.
"Ya itu adalah pilihan dan saya harus patuh pada perjanjian itu pak!"
"Masss!"
"Oppzzz,,,maaaf Mas!"Sambil menutup mulutnya.