Thy Than

Thy Than
Bab.25 Damn ini mengejutkan sekali.



Rasanya ga kepikiran aku bisa berantem singkat sama Jamal, tersungging tak percaya tapi gimana lagi.Orang kalau berantem sama Anjas yaaa bakal dilawan sampai tersungkur seperti yanng aku lihat.Tapi kasihan juga Dahlia,kayaknya besok aku harus bicara sama dia deh.Lagian sekarang aku ngomong sama dia percuma saja.Sama aja aku nanti beradu argument dan ga ada hasilnya kalau seperti ini.


"Huuuh,,,sebuah kerjaan aja jadi masalah.Semoga saja dia ga bersedih yang akan menyakiti hatiya.


Benar saja,hati seorang Dahlia ga bisa dibohongi lagi.Cinta yang telah lama dijalin dengan penuh cinta dan sayang harus berakhir begitu saja sampai membuat hatinya benar-benar hancur.Hanya seorang teman datang untuk menenangkan hatinya bahkan membuatnya kembali berfikir tentang siapa itu Jamal.


"Udah jangan nangis dong,udah sepantasnya Jamal mendapatknya tadi.Kamu ga ingat selama ini dia sudah jahat sama kamu.Terlalu cinta kamu sama dia."Ujar Dewi tetangga kosan Dahlia.


"Tapi aku mencintainya Wiii,,,aku ga bisa hidup tanpa dia!"Rengeknya penuh tetesan air mata.


"Ya sekarang malahan dia mutusin kamu.Ini aja belum jelas kamu jalan sama siapa?lagian dia tuh cemburuan tahu.Mending lelaki itu deh,cakep perhatian.Tajiiiir lagi!"Udah muali membuat Dahlia makin gila aja.


"Wiiii,,,aku ga pengen tajirnya dia.Ntar aku dibilang matre lagi.Temen-temenku aja takut kalau aku pulang malam,takut Open BO!"


"Haaaah,,,,yang bener.Hebat banget fikiran mereka ya!"Sambil menahan tawanya.


"Kamuuuu tuuuuh yaa!"Sambil memukul bahunya.


"Hahhahah,,,,maaf deh maaf.Tapi kalau kamu open BO gilaa banget.Dia aja mau sama kamu ga usah open BO.Kok malah susah-susah kayak gitu.Ya ga?"


"Dewiiii,jangan buat aku tambah sedih dong!"Rengeknya lagi


"Oke,,sekarang kamu istrihat besok pasti masuk pagi kan.Mereka ga pengen kan kamu kayak tadi!"


Melirik tajam,,ga terima lagi mendengar kalimat tersebut terulang lagi.


"Dewiiii,!"


"Stop!jangaaaan Dewiiiiii,,,dewiiiii pusing kepalaku lama-lama.Udah kamu istirahat besok aja difikirkan baik-baik.Jangan ampe ga tidur ya,ampe nangis lagi.Heemm didatengin pak Burhan baru tahu rasa kamu!"


"Iyaaa,,,aku tidur dulu deh,byeee!"Sambil masuk kedalam.


Saat mau meninggalkan Dahlia,Dewi melihat ada paper bag besar yang jatuh dilantai,apaan tuh.


"Lia,,,apa itu?"Sambil nunjuk kearah bingkisan itu.


Merunduk lalu mengambilnya.


"Kamu mau?"


"Engga deh.Ntar dicari lagi sama lelaki itu tadi,aku kamu makankan sama dia.Ga maauuuu,byeee!"Langsung cabut aja deh.


"Eeeh ini roti enak lho."Masih aja bisa promosi.


"Noooo,,,,thank's.Selamat mimpi indah Dahliaaaa."Sambil melambaikan tangan berlalu masuk kedalam kosant miliknya.


Ia mengangguk masih saja menitikan air mata,seraya menutup pintunya.


Tengah malam menjadi lebih bermakna tak kala Thy Than diantar kembali oleh Rasya pulang kerumah.Seperti tengah dalam senyumannya setelah berpelukan sama Mama Gina dan Kak Fian,pastinya ia melambaikan tangan.Mama Gina pun membalas dengan lambaian tangan pula.Apalagi sang kakak perempuan itu juga melempar ciuman untuknya.


"Byeee pamit pulang dulu maaa!"Sambil melepas pelukan yang erat untuk kembali pulang.


"Hati-hati,inget jangan ngebut ya.Udah malam lho!"Sang mama berpesan.


"Iyaaa maaa,beres!"Jawabnya sambil merangkul Thy Than yang perlahan udah ngantuk berat.


"Huaaaah,,ngantuk banget hehehehe!"Sambil memeluk erat teman baiknya.


"Sejak kapan ya,Rasya jadi bapaknya Thy Than ya maa!"Tersenyum sambil memeluk sang mama.


"Ga tahu deh nak,biarin aja.Nanti kan mereka menemukan jodoh yang terbaik untuk mereka ya!"Menoleh kepadanya.


"Iya maa,,ayo istirahat.Besok biar kita semangat lagi membuat rejeki buat orang lain!"Rangkulnya masuk kedalam rumah dan menguncinya.


Masih saja Fian melihat dari balik jendela tersenyum melihat kepergian mereka dengan perlahan hilang dari tatapan pandangannya.


Dalam perjalanan menuju rumah Thy Than,tatapan sendu seorang Rasya telah membawa dalam kehangatan.Sampai Dia menarik kepala dan menyandarkan kebahu lelaki tersebut.


"Udah sandaran disini,biar kamu ga jatuh lagi ya!"Sambil mendekap kepalanya.


Ia mendongak lalu tersenyum mengangguk,semakin erat saja dekapan Thy Than saat merasakan perhatian itu benar-benar memberikan kenyamanan yang selalu diinginkan oleh sang perempuan seperti dirinya.


"Kamu tahu kan,kalau aku tuh sayang banget sama kamu.Ga bakalan aku ninggalin kamu.Tapi selingan itu lebih indah dari yang dibayangkan Than,kamu setuju itu?"Seraya tersenyum sambil menoleh,dan berubah raut wajahnya menjadi kesal saat tahu ia malahan tengah terlelap dalam mimpi yang sejak tadi tengah ia rasakan sebagai mimpi indahnya.


"Malahan udah tidur,gimana ini.Mau ditowel-towel malahan ntar bangun trus marah lagi.Gimana ini!"Manyun lagi.


Saat melihat Jam digital dimobil,waktu sudah menunjukkan pukul 22.15 cukup malam juga aku bersama dia.Seakan aku punya dua rumah yang berbeda ya.Satu bersama mama eeh ada satu lagi sama Thy Than.Semoga saja dia ga ngambekan lagi kayak biasanya.Bisa-bisa bahaya juga seeh kalau dilihat model kayak gitu.


Sama halnya Anjas saat ini,kembali dalam keadaan yang cukup lelah serta tak mengerti.Apa aku besok masih bisa ketemu dengan Dahlia,apa dia akan tetep marah dan bersikap tak baik sama aku.Sampai didepan parkiran hotel,perlahan masuk dan menyapa beberapa orang yang tengah berjaga dilobby.


Sampai menaiki lift menuju kamar VIP miliknya,perlahan mengeluarkan card untuk membukanya.Kembali menghidupkan lampu ruangan kamarnya serta merebahkan sejenak tubuhnya dalam hempasan nafas yang begitu dalam.


Membayangkan senyum Dahlia bahkan sayang yang perlahan cepat sekali tumbuh dalam hatinya seakan benar aku mulai memiliki dia dengan cara baik.Lalu bagaimana dengan Anne ya,apa dia akan memiliku atau mencoba melupakanku?


"Udahlah jangan berfikir tentang dia.Pasti Edward akan menjaganya."Seraya membuka pejaman mata,beranjak untuk ganti baju tidur kembali mematikan lampu serta menyisakan dua lampu tempel yang remang-remang dan mulai membuatnya tenggelam dalam mimpi yang sebenarnya.


Rasya tersenyum saat melihat Thy Than tengah terlelap nyenyak dalam pelukannya.Mencoba meraih tangannya dan menggendongnya.Upp,,,lumayan berat kamu sekarang sayang!"Bisiknya sambil tersenyum.


Malahan sepertinya Thy Than mengendarnya sampai ia respek tersenyum dalam lingkaran mimpi yang sangat intim dengan nuansa hatinya.Menggendongnya lalu membawanya masuk serta merebahkan dikamar miliknya.


"Mimpi indah ya,maaf udah membuatmu selalu capek dalam kerjaanku.Goodnigth!"Mendekap keningnya lalu menciumnya.


Ia kembali tersenyum dan mendekap bantal guling, tersungging geli melihat perempuan manis tengah tenggelam dalam mimpi.Beranjak bangun serta merentangkan kedua tangannya,ngantuk juga deh.Berjalan keluar dari kamar Thy Than kembali menutupnya.


Menghela nafas panjang sambil menuruni anak tangga,tapi kayaknya rebahan disofa lebih enak deh.Perlahan duduk dan merebahkan tubuhnya serta memeluk bantal,ga kuat rasanya untuk masuk kedalam kamar gua sendiri.


Pagi sudah mulai menyapa,Suara didapur udah mulai membuat Rasya terbangun seraya mengangkat kepalanya melihat apa yang terjadi disana.Kayaknya udah pagi lagi,huuuh gimana lagi seraya merentangkan kedua tangannya serta masih enak menguap dia pun melihat Thy Than udah siap dengan apron miliknya berwarna polkadot serta rambutnya yang tengah dikuncir.


"Kayaknya seru tuh,dia masaka apa pagi ini?"Perlahan menghampiri dengan wajah masih ngantuk untuk menyapanya.


Menompangkan dagunya dipundak Thy Than,dia menyapa hangat seorang chef muda penuh senyuman.


"Pagiiii cheefff,rajin banget udah bangun!"Sambil tangannya mulai mendekap dirinya.


"Iiiiih ,,bauuu.Mandi dulu dong.Ntar bau lho seragamku Sayaaang!"Lagi mengecup pipinya.


Senyum meringisnya membuat mata sipit Rasya pun terlihat.


"Udah berani cium-cium ya!"Sambil sesekali menggodanya mencubit hidungnya.


"Hehehe,,,dari pada nganggur ga ada yang nyium.Ya aku duluan dong ya kaaan!"


"Iya deh,,,yang penting masakannya enak,dan kita makan bareng ya.Aku mandi dulu Miuuaaaacchhh!"Langsung mengecup pipi Thy Than.


"Aaaaa,,,Rasyaaa!"Protesnya.


"Hahahhah,,,mandi dulu yaaa!"Melepaskan dekapannya lalu berbalik sambil gontai ia berjalan masuk kedalam kamarnya.


"Belum jadi suamiku aja manjanya kayak gitu.Gimana kalau udah beneran ya.Jadi apa aku tiap hari dibuatnya sama dia."Tersenyum sambil mengangkat kedua pundaknya lalu kembali menyiapkan makanan untuk sarapan pagi kali ini.


Sembari berbalut handuk Rasya masih saja mengatur rambutnya yang perlahan udah memanjang,apa enakan gini ya lebih macho apa rapi lebih disukai sama Thy Than.Aaah tanya aja dulu deh biar dia ngasih solusi buat tampilanku.


Ga sadar seeh ia masih memakai handuk dengan pedenya keluar dari kamar serta menghampiri Thy Than yang masih sibuk diruang dapur.


"Than,,,gimana ini rambutku.Udah waktunya dipotong apa ga?"Sambil bergaya merapikan rambutnya.


"Heeeh,,,!"Saat berbalik,ia mematung sejenak dan menjatuhkan alat penggorengannya shock melihat telanjang dada Rasya yang menggoda banget.


"Haaaah,,,,seksinya!"Matanya tak bosan melihat bentuk tubuh Rasya yang benar-benar proposional dan menarik hatinya sampai ia mengigit Bibir bawahnya dan mulai genit deh jadinya.


"Haaah,,,seksi gimana?"Tanya Rasya kebingungan.


Sadar deh akhirnya sambil menggelengkan kepala melihat pesona seorang lelaki jantan dan tampan.


"I Love you Rasya!"Seakan terpana oleh pesona seorang lelaki penggoda seperti dirinya.


"Byeee!"Berbalik dan masuk kedalam penuh kekesalan.


Bisa-bisanya dia terpesona sebegitunya sama gua,bukannya teriak atau gimana gitu.Malahan seneng banget,pasti udah mikir yang jauh deh dia!"Masuk kedalam kamarnya lagi segera ia memakai kemeja bernuansa hawaii dengan tampilan yang segar serta celana jeans berwarna biru tua.Kayaknya dengan gaya seperti ini gua bisa membuat Thy Than senang dan ga bayangin yang lebih deh.Kan gua masih berharap sama Mba Ashila hehehe.


Keluar dengan parfum elegan serta aroma yang tak terlalu mencolok tetapi tetap segar memberikan senyuman manis seorang perempuan yang menatap dengan nakal lalu menggigit jarinya.


"Heiiii,,,,udaaah,,,udah ga usah bayangin yang aneh-aneh deh!"Membasuh mukanya dengan tawa gelinya.


"Rasyaaa,,,padahal aku udah bayangin yang indah-indah sama kamu!"Genitnya kumat sambil menyenggolnya.


"Ga usah,kita makan dan ngantar kamu sekolah.Trus aku bantuin mama.Kamu bisa kan jaga diri!"Sambil menarik kursi lalu duduk menunggu Thy Than ikutan duduk dikursi utama.


"Aku siapan ya!"Sambil perhatian menyiapkan makanan untuk Rasya.


"Jangan banyak-banyak nanti gua gendut lagi!"


"Kan seksi,hehhehe!"


"Apaan seeh.Itu bukan seksi lagi,over.Gua pengennya tuh kotak-kotak kayak biraga tuh diluar sana."


"Ga usah deh,kamu tuh buncit dikit bikin aku gemes lho!"Sambil senyum-senyum menggoda.


"Bisaaa aja kamu tuh ya!"Sambil nyubit dagunya.


"Kok dagu aja seeh yang lain napa?"Lagi protes sama Rasya.


"Trus apa dong?"Tanya balik.


Sambil melambangkan hatinya seraya menyatukan kedua tangannya,dirinya pun berujar.


"Ini,sentuh dong!"Pintanya becanda.


"Heeem,,,gua kira apaan?"Melengos heran.


Suasana kamar hotel VIP tempat Anjas menginap,serasa dalam kedamaian saat ia belum beranjak bangun dari mimpinya.Malahan kembali tengkurap seraya mengikuti langkah mimpinya tanpa terbangun dari mimpinya.


Benar kali ini hati Dahlia tengah ga karuan karena sikap remperamental seorang Jamal kepada dirinya.Padahal dia sangat mencintainya,sambil membuka kulkas dia tersentak melihat kue tart yang sisa dimakan oleh atasanya,Sedih rasanya pengen nangis aja ngeliatnya.


"Gara-gara kue ini,aku harus putus sama Jamal.Haaaaahhh,,,,,Jamaaaal kenapa seeh kamu masih menganggu hidupkuuu!"Rengeknya sambil mengelap air matanya.


Seraya terisak-isak ga bisa nahan rasa sakitnya,kenapa seeh aku bucin sama kamu.Padahal kamu tuh selalu saja membuat hatiku terlena bahkan selalu membuatku kesal.Kembali menutup kulkasnya berlalu beranjak berangkat kerja saat ia melihat jam kerjanya udah mulai menunjukkan waktu segera datang dan menyapa teman-temannya.


Saat keluar dari kamar kosannya,tentu dengan mata sebam sampai Dewi melihatnya dan menyipitkan mata melihat dirinya tengah sedih pun segera dihampiri untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.


"Liaaa,,,kamu ga pa-pa?"Bergegas untuk menghampiri dan menyentuh kedua tangannya,lalu melihat wajah sebamnya.


"Haaaah ,,,,Dewiiii."Berjalan lalu memeluknya dengan erat,,,pasti ia akan tenang dengan bisa memeluk sebentar teman kosannya tersebut.


"Kamu kok malahan sedih seeh,yang kuat ya.Jangan gampang runtuh karena tuh cowok.Nanti juga ada kok pengganti yang lebih baik dari dia.Kuat yaaa!"Sambil memeluk dan mengelus punggungnya.


Ia hanya mengangguk dan memang harus kuat untuk saat ini,tanpa Jamal tanpa cinta yang terlalu menyita hati dam fikirannya.Saatnya aku harus kuat untuk diriku sendiri tanpa siapapun yang ada dalam benakku ini.


"Aku berangkat ya!"Sambil mendekap tangan Dewi,,,rasanya berat.Tapi akan lebih berat kalau aku lama-lama dirumah serta menangisi rasa sedih ini.


Sampai dilobby hotel ia kembali mencoba kuat dan ramah seperti biasanya.Mungkin dengan cara itu aku bisa kembali tenang menjalani pekerjaanku ini.


"Dahlia,,,!"Panggil salah satu reception yang senyumnya manis ga ketulungan.


Menoleh dengan menjawab hangat pula.


"Iya,ada apa mba!"Sembari menghampirinya.


Tiba-tiba dia menitipkan pesan yang memang semalam tidak sempat dikatakan oleh seorang pria.Dia ingin bertemu lagi dan mengatakan satu hal untuk Dahlia.


"Ini ada pesan dari tamu hotel,buat kamu ya!"Sambil memberikan kertas amplop untuknya.


"Apa ini mba?"


"Mana aku tahuu,,,bawa aja baca dan resapi.Jangan lupa ikutin petunjuknya.Biar ga dicomplain lagi sama Costomer kita ya!"


Mengangguk pasti,diapun pamit untuk kembali masuk dan mencoba untuk bekerja kembali.


"Kalau begitu saya masuk deh mba,sambil aku baca dulu pesannya diloker!makasih mba ya."Ujarnya segera berlalu meninggalkan Reception kali ini.


"Iya sama-sama."Jawabnya kembali sibuk menjalankan tugasnya kali ini.


Entah siapa yang menitipkan surat ga jelas ini,polos lagi ga ada nama yang tertera didepan atau belakang.Beberapa kali sambil jalan ia bolak-balikkan sama saja ga ada kode atau apalah yang bisa membuatnya semakin bingung.


Saat tangannya memengang slot pintu loker ada panggilan yang memang membuatnya terhenti sejenak.


"Dahlia!"Panggilnya lantang.


Segera ia mendongak dan tersenyum,ada aja dia tuh mengejar langkahku kali ya.


"Iyaaa,buruan dong!"Terhenti masih menunggu seseorang menghampirinya.


Berlari kecil menghampirinya,lalu memegang pundaknya seraya mendorongnya masuk kedalam loker.


"Tumben kita satu skejul!"Ujarnya heran.


"Bisaaa dong,kan aku.Bukan kamu yeeee!"Ledeknya dengan menjulurkan lidahnya.


Merilik melihat tangan Dahlia memegang sebuah surat mungkin kali ya.Sampai ia penasaran untuk bertanya.


"Apaan tuh?kok aneh bawa-bawa amplop seeh!"Pengen ngambil ntar dia marah lagi.


"Engga tahu neeh,belum aku buka lho.Ga ada namanya sama sekali!"


"Heeem,,,,pasti pengagum rahasia lho,hati-hati bisa jatuh cinta sejatuh-jatuhnyaaaa!"Ujarnya ketawa.


"Kamu tuh bisa aja.Yuk kita mulai kerja!"Ajak Dahlia untuk segera menjalankan tugasnya.


"Iyaaa!"


Sambil tersenyum kembali,Dahlia mencoba membuka lemari loker miliknya serta menaruh didalam.Saat ia menaruh amplop itu.Rasanya penasaran deh kalau ga dilihat.Coba deh siapa seeh repot-repot membuat goresan tulisan yang membuatku aja penasaran,gimana seeh isinya.


Perlahan ia membuka dengan wajah santai,tapi ketika membukanya malahan sebuah pesan singkat menunjukkan kamar VIP 335.


"Tolong datang kekamar saya,okey!"Sebuah emoji senyum serta menunjukkan sebuah kamar VIP yang mungkin membuatnya mengingat serta mengernyitkan kening.


"Siapa ya?kamar VIP 335.Kayakya kenal deh!"


Coba deh kesana,mungkin ada yang tengah membutuhkan bantuanku.Juga ini kan bagian dari kerjaanku untuk bertemu dengan costomer hotel,Siap untuk menutup pintu loker dan menguncinya sesegera mungkin Dahlia untuk menemui sosok orang yang menurutnya misterius.


Melenggang dengan harapan tidak ada lagi yang menggodaku sebagai salah satu orang menarik dimata para pengunjung.Saat hampir sampai dilorong yang akan ia tuju sempat juga berpapasan dengan teman-temannya.Aneh juga melihat wajahnya yang kelihatannya lagi sedih.Apa mungkin dia ada masalah ya.


"Eeittt,,,bentar kamu ga pa-pa kan Lia?"Sapa temannya menatap serius.


"Engga,kenapa emangnya?Berkilah seperti tak ada masalah tengah menderanya.


"Ada yang aneh,tapi lupain deh.Byeee!"Sambil berlalu melambaikan tangan.


Menoleh dengan wajah heran,pastinya dia ingin bertanya lebih jauh lagi.Tapi kan kita sama-sama kerja.Biarin deh,lanjut lagi sampai akhirnya ia berhenti disebuah pintu,menghela nafas lagi.


"Ternyata mas Anjas yang pengen ketemu sama aku!"Malas banget tapi gimana lagi nanti malahan aku kena tegur lagi sama managerku.


Perlahan mengetuk pintu beberapa kali.


Tok,,,tok,,,tok.,,tok,,,tok.


Terbangun dari mimpinya,rasanya ada yang mengetuk pintu ya.Tapi siapa?segera ia menjawabnya.


"Masuuuuk!"Pintanya seraya berbalik badan terlentang sambil meregangkan tubuhnya.Penasaran juga siapa ya dia?