
Ga tahu deh,saat ini performaku lumayan turun.Apa mungkin aku terlalu bucin sama Rasya atau khawatir sama dia sola kedekatannya dengan wanita-wanita yang dekat sama dia akhir-akhir ini.Tapi yang mencuri perhatian adalah kak Ashila yang menurutku dia itu sempurna sebagai seorang wanita sampai-sampai Rasya aja jatuh hati sama dia.Waah ga bisa dibiarin seeh.
Tapi kayaknya aku juga kena omel deh sama pak Radith,secara sebagai guru olah raga dia paling menginginkan aku untuk bisa tampil maksimal juga tampil lebih natural dalam bermain sampai pada titik akhir yang sesuai.
Berdiri menunggu Thy Than yang berjalan santai juga ga terlalu ribet juga kalau pak Radith tuh nungguin jalanku.Kan dia ada sesuatu yang menarik dariku sampai akhirnya aku menjadi bagian yang special buatnya.
"Kenapa pak?"Tanya Thy Than langsung duduk,capek banget dari tadi lempar bola mulu,dan adu otot juga sama Raisa dan Anna kan capek sama mereka berdua.
Berdiri didepan dinding sekolah kelas 2,Radith pun menoleh sambil menanyakan kesiapannya untuk tanding lain waktu.
"Kamu kok lain sekarang,performamu udah mulai turun deh.Tolong tingkatkan ya,kamu harus kuat dan bisa menjalankan tugas kamu,ingat kamu sekarang satu team sama mereka berdua.Bisa kan kerja sama?"Merundukkan kepala menunggu jawaban dari Thy Than.
"Yaaa ,,,kok sama mereka seeh pak.Kan aku pengen sama team yang lain!"Ujarnya manyun.
"Kamu jangan gitu dong,kan satu sekolah juga sama mereka.Kita harus bisa kompak walau tengah dalam persaingan yang biasa kalian lakukan itu hheheheh!"Ledek sang guru.
Memercingkan hidungnya,,,rasanya ga bisa deh kalau aku harus mengalah sama mereka berdua.Lagian kalau aku udah baik malahan mereka meledek aku.Biarin aja deh,pokoknya sekarang aku harus bisa mengalahkan mereka berdua dan kembali deh performaku hehehhe!.
"Iyaaa pak,demi bapak apa seeh yang engga!"Ujar Thy Than melengos kesal.
"Nanti pulang bareng aku ga?bapak ngobrol sama kamu pas pulang sekolah!"Sambil menawarkan diri.
"Liat nanti deh pak,kalau Rasya jemput ya engga.Kalau dia lupa bareng deh hehehe!"
Tersenyum sambil mendekap serta mengacak-acak rambutnya,aneh banget anak satu ini.
"Kamu tuh bisa aja jawabnya.Nanti ya kita ketemu lagi,inget kalau tampil lagi yang bagus.Bapak ga ingin kamu kena degradasi lagi ya!"pak Radith memberikan pesan kepadanya.
"Beres pak!"Sambil beranjak pergi meninggalkan keheranan khas Radith sampai ia tersenyum melihat kelakuan kesayangannya itu.
Entah kenapa ya,lama-lama aku tertarik juga sama Thy Than.Cantik iya,gesit dan tentunya seksi kalau dilihat-lihat,berlalu sambil berjalan masuk kedalam seraya menggelengkan kepala.Masih ada yang menarik buat Thy Than saat melihat dirinya begitu lincah.Sama halnya itu adalah sikap menarik seorang perempuan saat melihat gagahnya lelaki yang telah membuatnya tak berdaya dengan beberapa kalimat bahkan perhatian itu selalu datang saat ia menginginkannya.
"Tadi pak Radith ngomongin apa?"Saat yang tak diduga suara bisikan itu membuat Thy Than sedikit kaget melihat kehadirannya.
"Apa seeh,biasa aja.Tahu kan tadi gimana aku mainnnya jelek sampai ditegur sama pak Radith,hehehhe!"Menoleh seraya berjalan santai aja diikuti sama Jerry.
Kali ini ada yang dekat versi sekolahan lho untuk Thy Than,entahlah pesona apa yang ada dalam diri seorang perempuan seperti dia sampai dua orang special disekolahan menjadi orang yang perhatian sama dia.Yang pertama adalah Radithya seorang guru olah raga perlahan mulai menaruh hati kepadanya,dan ada lagi yang lebih gila lagi si Jerry tengah mencari seorang Tom yang akan menjadi partnernya.
"Wastagaaaa!"Kaget sampai ia melompat kaget.
Lengan Jerry langsung mendekap leher Thy Than sampai ia ga bisa bergerak kemana-mana sampai kedua tangannya meronta-ronta tak karuan.Tambah gemes aja lihatnya.
"Jerry lepassssiiiin!"Teriaknya ga terima sama dekapan cukup keras.
"Enggaa akan,dapetin kamu aja susah.Ngelepasin kayak gini.Engga akan hahhahah!"Terbahak-bahak bangga mendapatkan mangsa barunya.
"Jerry lepasin,apa aku injek kakimu haaa!"Ancam Thy Than mulai emosi.
"Okeeey,tapi awas jangan kabur.Kita ada yang harus diobrolin okey!"Ujarnya memberikan kelonggaran dengan mengangkat kedua alisnya.
"Engga akan,,emangnya kita bicarain tentang apa?"Mengernyitkan kening.
Melepaskan dekapannya,lalu menoleh dan menariknya pergi dari depan kelas menuju sebuah tempat mengejutkan yang sama sekali ga dibayangkan sama Thy Than.
"Kemana seeh kok buru-buru amat!"Gerutunya membawanya kesebuah perpustakaan untuk mengatakan sesuatu yang rahasia.
Dari jauh mata Raisa pun tak ketinggalan untuk mengawasi gerak seorang Jerry tengah membawa Thy Than entah kemana,sampai mengangkat dagunya sambil towel-towel Anna yang sibuk dengan teman disebelahnya.
"Eeeh,,Naaa.Lihat tuh Thy Than mau dibawa kemana sama Jerry!"Masih aja ga percaya.
"Haaaah,apaan?"Langsung konsent sama omongan yang dibuat oleh Raisa.
"Itu tuh,Thy Than mau dibawa kemana sama Jerry.Kayaknya ga beres deh tuh anak!"Beranjak untuk mengejarnya tetapi cepat tanggap pula tangan Anna untuk menariknya supaya ga ikutan nyusul mereka berdua.
Menoleh heran,tumben banget Anna ga ngijinin gue untuk ngikutin mereka berdua.Kenapa ya?"
"Kok tumben seeh ku ga ikutan ngejar mereka?"Tanya balik.
"Udah,,,Jerry buat apa?emang elu naksir sama dia,engga kan?biarin aja deh.Ntar juga kita tahu kok masalahnya mereka!"Ujarnya membenarkan hati Raisa.
"Iya juga seeh!"Langsung duduk,hatinya masih resah.Harusnya kan gua lanjut buntutin mereka,kok malahan gue nurut amat sama Anna seeh,bete banget.
Sampai diperpustakaan,terhenti sejenak Thy Than pun dibuat bingung saat melihat Jerry yang menatapnya penuh senyuman melihat perubahan teman baiknya.
"Ngapain seeh kita kesini?emang kamu mau nyewa buku?"Tanya Thy Than kebingungan sambil lihat dalam perpust sepi banget.Ada apa seeh sebenarnya dia?
"Ya kita ngobrol tuh disini aja.Dijamin rahasia kita tuh aman kalau ngobrol disini yaaah!"Ajaknya masuk kedalam,duluan lagi ga narik tangannya.
Kan itu membingungkan buat aku setelah ditarik-tarik kayak anak belia ga tahu apa-apa.Baru sampai tempat tujuan dicuekin iyaa.Lagian kalau ga masuk,kan udah sampai sini kabur pun dikejar lagi sama Jerry.Emang sialan tuh anak,bisa-bisanya bikin acara disini.
Terhenti menoleh serta mengernyitkan kening.
"Jadi ikutan gaaa?"
Segera aja dia buru-buru masuk dan mengikuti langkah Jerry yang menurutnya ga masuk akal sama sekali,tentu itu jelas membuat senang sang teman baik untuk bisa dekat lagi sama dia.Melewati beberapa lorong pastinya membuat dia tengak-tengok bingung lagi,emangnya dia mau nyewa buku kali ya.
"Jerry,kamu mau nyari apa disini?"Sambil masih ngintilin Jerry.
"Ya ada aja yang mau gua cari,males sendirian nyari buku tuh.Harus ada temennya dan dapet deh sama kamu!"Terhenti dan merangkulnya.
"Iiiiih,,,bilang aja penakut sama cari pawang kan?"Ledeknya dengan pasti.
"Engga gitu juga kali.Kan gua lagi cari buku yang romantis.Tapi kan gua ga tahu buku romansa yang bisa membawa kita dalam satu karakter yang sebenarnya itu kayak gimana coba?"
"Aaah,,,alesan.Padahal kamu tuh ga suka baca kan?kok bisa-bisanya nyari buku romansa!"Masih saja heran.
"Biar bisa ngedate sama cewek dan bisa romantis gitu sama dia,atau sama kamu aja?"Tanya Jerry memberikan opsi bagus untuk temannya.
"Enak aja,aku kan udah sama Rasya,,,Jerrrryyyyy!"Sambil memukul lengannya.
"Aduuuuh,,,niat banget mukul gua!"Kesakitan sambil dilihatnya apakah ada luka tengah tergores dengan sempurna.
"Lagian seeh,kita ini udah muter-muter lho.Mana buku yang mau kamu cari?"Terhenti akhir disebuah lorong terakhir paling pojok.
Sadar pula Jerry,sambil tengak-tengok terus meringis kepadanya.
"Iya juga ya,kok gua ga sadar seeh?"Sambil garuk-garuk kepala.
"Lagian kalau nyari buku tuh yang serius bukannya ga jelas kayak gini!"Thy Than pun memperhatikan suasan perpustakaan kok horor ya,sampai merinding rasanya.Ia bersedekap serta menggosok-gosokkan lengannya beberapa kali.
"Kenapa lu,merinding?takut!"Tanya balik.
"Iyaaa serem banget deh!"Jawabnya sambil tengak-tengok bingung lagi.
Terhenti disebuah rak buku yang membuatnya pasti tersungging serta menyegarkan matanya,dirak agak atas segera ia ambil dan memberikan kepada Thy Than.Lirikan Jerry pun telah mendapatkan sebuah novel yang hampir membuat sang cewek terbelalak dan ga yakin deh kalau dia akan baca tuh novel.
"Ini bagus kan?"Memperlihatkan kepada Thy Than.
"Haaah ,,,beneran mau baca novel ini?"Sambil mengambil novel itu lalu membaca judulnya,aneh neeh anak.Bahaya kayaknya kenapa sama dia ya?
"Yaaaa buat kamu lah,masak ya buat aku.Ini kamu baca dan besok kamu kasih tahu sama gua gimana si cowoknya harus bertindak,gimana mau ga?"
"Astagas,sengsara banget hidupku?padahal kan kamu yang ngambil kok aku yang baca ya?"menoleh masih ga percaya.
"Ya udah kita duduk aja disana mau ga?"Tanya Jerry menunjuk kearah tempat baca paling pojok.
Menoleh mengikuti arah jarinya,lagi dia menghela nafas kembali mendongak serta mempertanyakan.
"Udah ayo ikut,!"Rangkulnya sampai membuat Thy Than hampir jatuh aja dalam pelukan seorang Jerry.
"Jeerryyyy,,,mau jatuh neeeh.Nafsu amat narik-narik aku kayak gini!"Kesal juga seeh,ada aja kelakuannya anak satu ini.
"Eluu seh lama gerakin kaki.Gini deh jadinya!"Malahan nyolot dia sampai bikin kesal pengen mukul perutnya,takutnya malahan aku dilempar lagi sama dia.
"Iyaaa,,iya maaap!"Jawabnya masih kesal dan jalan menuju meja kosong pojokan yang diinginkan sama Jerry.
Menaruh bukunya dimeja,keduanya pun duduk.Tapi malahan Jerry yang ga bener duduknya sandaran kayak mau jatuh aja dia selonjorin kakinya sambil menompangkan tangannya disandaran kursi panjang.
Heran juga Thy Than ngeliatnya sampai membelalakkan matanya melihat gayanya yang ga karuan itu.Tangannya pun menampol bahunya.
"Woiiii,,,,,yang bener dong kalau duduk!"
"Salah gua duduknya."
"Ya salah banget!"Sambil gemes pengen nampol lagi.
"Ribet banget,,,gya udah biasa kali duduk model ginian.Santai dan lebih seru aja."
"Terserah,,,!"Memalingkan wajahnya.
Perlahan senyum Jerry pun mengintip wajah kesal sang cewek gemesin itu,tiba-tiba jarinya membelai pipinya yang cabby dan kenyal.
"Eeeh,,,ngapain?"Langsung menoleh kaget.
"Gemes tahuu,,,gua lihat elu.Pengen banget nyium pipi sama bibir elu enak kali ya."Candanya geli.
"Enak aja,Rasya aja ga aku kasih cium bibir aku.Malahan kamu yang pengen nyosor,ga boleh kali."
"Ooooh ga boleh,trus kalau ga boleh kapan dong.Kayaknya bibir elu tuh menarik banget merah-merah gimana gitu,kenyal lagi!"Malahan jarinya menyentuh bibir Thy Than penuh kelembutan.
"Jangan Jerryyyyy,udah dibilangin susah amaaaat seeh?"Sambil jarinya menyingkirkan bibirnya yang mulai rakus pengen nyerang.
Ngakak sampai mendongak keatas langit-langit,ada aja yang bisa dilakukan sama Jerry.Tapi lagi malahan dia menyandarkan dagunya dipundak Thy Than.
"Baca dong,,,biar gua tuh punya perasaan sama cewek.Masa sama kamu aja gua ga ada rasa deh.Heran!"Lagi menatapnya dengan wajah teduh.
"Masa seeh kamu ga ada perasaan sama aku,memangnya aku kurang menarik ya?"Mikir serasa heran,lha terus tadi minta dicium bibirku tuh apaan coba?
"Lha trus tadi minta nyium bibirku,apa itu ga ada perasaan sama aku?apaan seeh kamu tuh,ga jelas!"Lagi menampol pipinya sampai memalingkan wajahnya.
"Hahahahha,,,,geemeeesss deh sama eluuu!"Malahan pipinya kembali ia mainkan dengan penuh makna.
"Heeeh,,,kita balik yuk,udah waktunya masuk.Ntar deh kalau udah aku baca.Aku kasih deh penjelasannya biar ga penasaran kamu gimana?"
Mikir lalu agak menjauh,sambil meliriknya jelas itu pilihan kadang-kadang membuatnya pusing.
"Balik kemana?"
"Ya masuk kelas lah,masak masuk kegudang.Ga mungkinlah!"Beranjak berdiri langsung mengulurkan tangan ke Jerry.
"Males gua,gurunya ga seru banget ntar ketiduran lagi gua dikelas."Jawabnya menolak.
"Ayoookkkk,,,dari pada ga aku kasih gimana akhir cerita sang cowok,mau kamu?"Tanya balik.
"Iyaa deh!"Jawabnya meraih tangan Thy Than lalu ditariknya sambil jalan gantian malah Jerry ngintilin dari belakang.
Ga banget deh,kirain mau ngomongin apa?eeeh ternyata garing banget ga ada special-specialnya,mencoba melirik kebelakang melihat Jerry santai banget sampai akhirnya dia mengatakan satu hal kepada Teman baiknya.
"Kirain kamu tuh ngomongin apa seeh,sampai aku tuh penasaran eeeh malahan garing banget.Masalah cuman novel dan karakter cowoknya doang kiraiiiin apaan bikin sebel aja!"Ga seru kalau ga nampol bahunya Jerry yang masih senyum sok konyol dihadapannya.
Dilorong sekolah masih aja kelakuan jahil Jerry beberapa kali mendorong Thy Than kesamping.Tentu juga membuatnya menatap polos,neeh anak ga pa-pa atau gimana kok aku makin ga jelas sama dia seeh.
"Trus entar kalau pulang sekolah sama siapa?"Tanya balik.
Sambil nunjuk kearah wajahnya.
"Aku?"
"Iyalah,,sama siapa lagi.Emang nanya ama tembok tuh!"Nunjuk penuh kekesalan.
"Heheheheheh,,,lucu.Bisa becanda juga kamu!"Sambil tengak-tengok anak-anak juga pada ganti baju.
Menunduk kaget melihat pakaian olah raga aja masih nempel dibadannya,kenapa aku bisa ga sadar kayak gini ya.Mendingan kabur duluan deh dari pada pas ganti pelajaran kena omel guru lain kan bahaya.
Wuuuusss,,,,suara itu membuat Jerry terhenti,ngapaian tuh dia kok ngambil langkah seribu?apa telat ya,padahal seeh engga juga!baru lima menit mau masuk.
"Heiii ngapain luu kabur?"Panggilnya lantang.
Berbalik menjawabnya.
"Aku belum ganti baju seragam Jerr,,,,gara-gara kamu seeh aku lupa."Jawabnya masuk kedalam kelas.
Tersungging nyatanya dia,bisa ketawa melihat Thy Than panik.
"Salah sendiri ga bilang dari tadi,kan gua ga sadar juga ngeliatnya.Huuuuhhhh,,,,emang kalau udah terjerat cintaku pasti ada aja yang lupa.Kayak Raisa waktu itu hahhahahh!"Menahan tawanya tanpa kata.
Sampai didalam kelas,melihat Thy Than tengah terburu-buru mengambil baju seragamnya.Tentu membuat Raisa beranjak berdir dan bertanya.
"Ngapain lu buru-buru?"Ketus banget pertanyaannya.
Terhenti lalu menjawabnya,
"Lupa aku belum ganti baju.Kan kalian udah,bentar yaaa!"Masih aja sok perhatian padahal keduanya bencinya setengah mati karena apa?sebagian kepopulernya nyasar ke dia yaitu Thy Than Tiffany.Cewek ceria yang mendapat tempat special dihati Dua orang yang ga bisa disangka oleh Raisa bahkan anak-anak disekolahan ini.Lagian ga berubah juga sikapnya sama siapa aja,itulah dia kabuuur.
Berlari keruang ganti cewek,pastinya ga ngantri juga seeh tapi masih aja pada gibah,pas lewat depan mereka pasti ada aja obrolan yang seru untuk diulas sampai akhirnya panggilan itu membuat Thy Than terhenti sejenak.
"Thy Than!"Panggil salah satu teman yang ngeliatnya mau masuk kedalam ruang ganti.
Terhenti menoleh pun ia tersenyum menjawabnya.
"Iya ada apa?"
"Kamu tadi kabur kemana habis olah raga,kok ga kelihatan?"
"Oooh tuh Jerry ngajak ngobrol eeeh garing jadinya.!"Sambil masuk kedalam.
"Trus gimana ngobrolin apa?"Kembali penasaran.
"Ga ada yang diobrolin.Ga penting banget kalau ngobrol ama dia.Males jadinya lho!"Jawabnya sambil ganti baju dan menyempatkan untuk mandi dengan segar.
"Terus dia ngomong apa?"Terus aja penasaran
Malah ga ada jawaban sama sekali,dan suara showernya sungguh deras sampai Thy Than pun tak mendengar pertanyaan tengah mengelayuti dirinya didalam.
"Haduuuh,,,ga denger deh dia!"Sambil menggelengkan kepala.
Udah pada balik semuanya kekelas masing-masing,Thy Than benar-benar menikmati siraman Shower tengah membuatnya kembali segar.Udah deh ntar tambah ga selesai-selesai lagi,mematikan shower membalut tubuhnya dengan handuk lalu keluar untuk segera ganti baju sampai kembali tampil segar dan mempesona.
"Cantik yang ga terelakkan heheheh!"Gumamnya dalam hatinya yang semakin gila aja dirinya.
Segar dan wangi adalah pilihan utama dirinya untuk bisa meneriman kembali dunia nyata bukan khayalan yang tak pernah ada ujungnya,Berjalan keluar santai melihat suasana lorong sekolah sepi,bergegas ia menyadari bahwa dirinya telat masuk 5 menit deh.