Thy Than

Thy Than
Bab.32 Thy Than tenang,Ganindra galau



Menjalani mata pelajaran yang terlalu serius membuat Thy Than ga bisa serius selain menatap kearah bangku kosong disampingnya.Ia meminta Mega untuk duduk bersamanya hanya untuk menenangkan rasa hatinya yang galau saat ditinggal ayahnya dan berusaha kuat atas support telah menjadi bagian Mega menyentuh kesedihan menjadi kesenangan dan lebih menjadi lebih kompak.


Mau gimana lagi,ia mencoba mengikuti mata pelajaran dengan santui seraya beberapa kali melihat jam tangan dimana beberapa menit lagi menuju bell istirahat.Ia ingat untuk membuat beberapa pertanyaan untuk seorang sahabatnya yaitu Mega.Apa mungkin ada yang masih disembunyikan sama Ganindra ya,heran gitu aja dirahasiakan?sampai kapan coba!


Menompangkan tangan dengan beberapa kali memainkan rambutnya yang tengah menganggu keningnya,seru juga sampai beberapa kali terbang.Membuat sang guru heran dengan kelakuan anak didiknya.


"Thy Than,kamu kenapa?"Tanya Sang guru heran.


Masih saja dia aktif untuk meniupi rambutnya terbang beberapa kali dan senang rasanya tanpa menyadari ada panggilan datang kepadanya.


"Thy Than,heiii kamu kenapa?"Panggilnya lagi.


Teman dibelakang Thy Than mencoba menyadarkan seraya mendorong punggungnya untuk membuatnya menjawab pertanyaan sang Guru.


"Heiiii,,,Than.Dipanggil tuh sama bu ema!"Lanjutnya.


Sadar menoleh kebelakang lalu bertanya lagi kepadanya.


"Ada apa seeh?"Kembali ia bingung.


Lantang suara bu Ema membuatnya kaget bukan main dan tersentak melihat reaksi kesal ala bu guru.


"THY THAN,,,KAMU DENGAR GAAAA!"Suara itu menyakiti telinga seisi kelas.Tentu membuatnya menutupi kedua telinganya.


Meringis sembari membuka kedua tangangnya,ia pun menjawabnya."I-iyaaa bu denger kok hehehehe!"


"Trus ngapain kamu mainin rambut kamu,ga ada kerjaan?"Tanya lagi.


"Engga-engga bu.Maaf ya bu!"Sambil mengangkat tangannya seraya melambaikan tangan dengan manis.


"Okey,serius lagi ya!"Lanjutnya mengarah kembali pada pelajarannya.


Sedangkan Ganindra hampir sama,ia kebanyakan ngelamun dengan tatapan aneh bahkan membuat manipulatif terhadap matapelajarannya.Senyum-senyum membuat hatinya senang tetapi memang tengah galau ha bisa mikir lagi apa yang terjadi nanti.Hingga tak sadar sebuah bell istirahat membuatnya terhenyak dan kebingungan apakah gua akan keluar kelas atau kabur dari kejaran Thy Than ya.


Jelas itu ga mungkin bila aku harus mengatakan sesuatu yang menyakitkan gua juga Thy Than,pasti dia bingung asal-usulnya aku mulai menggodanya dan mencoba mesrah dengannya.Haduuuuh,,,pusing deh kalau kayak gini.


"Heeeh,elu ga keluar kelas?dari tadi nunduk megangin kepala mulu deh.Kenapa lu!"Serang temannya disamping kursinya.


Menoleh meringis malu-malu gitu,tapi jelas susah untuk dikatakan."Ga ada kok bray,biasalah lagi banyak fikiran hehehe!"Lanjutnya bingung.


"Kok bisa seeh,trus mana tuh Mega.Biasanya nyamperin elu dikelas malahan kok dua hari ini ga kelihatan ya!"Bingung juga akhirnya.


"Lagi sakit dia,mangkanya gua aga gimana gitu!"Lanjutnya pening.


"Lagian kalau sakit kan elu bisa jenguk dia,sekarang elu pikirin tuh Thy Than dia pasti nyari-nyari elu!"


Langsung pasang wajah panik saat mendengar nama tersebut ketika tengah galau seperti ini.


"Haaaah,,emangnya dia kesini ya?"Beranjak bingung dan ingin kabur.


"Heeeh,ga usah panik kaliiii.Tuuuuh dia disamping lu dari tadi meringis ga jelas lihat ekspresi luuu!"Sambil nunjuk kearah sampingnya.


Kagetnya natural banget,sampai ga sadar kapan dia dateng kekelas dan bikin gua kelagepan kayak gini.Senyum-senyum ga enak rasanya.


"Kenapa seeh sayaaaang!kok aneh banget!"Sambut Thy Than dengan nada manisnya.


Sontak mata temannya sebelahnya terbelalak mendengar kalimat "sayaaang" menerjangnya.Sambil garuk-garuk kepala ia bingung sambil ngebisik lagi deh.


"Sejak kapan elu dipanggil sayang!"


"Hehehhe,sejak kemarin tuuuhhh!"Jawabnya ga enak.


"Ya udah gua tinggal neeh.Ga pa-pa kan!"Tersenyum beranjak pergi meninggalkan Ganindra dan Thy Than.


"Eehh,,,eeehh elu ngapain pergi.Temenin gua disini!"Panggilnya lagi.


"Ogaaahhh,,,,ga ada kerjaan amat gua.Nungguin kalian pacaran,emang gua kambing congek apa obat nyamuk.Sekate-sekate luuuu!"Protesnya langsung cabut.


Tentu saja Thy Than mendengar kalimat tersebut sampai ngakak dan penasaran kenapa seeh ada perasaan aneh yang ga bisa dijelaskan olehnya.


"Emang kenapa seeh sayaang kamu kok aneh sekarang sejak kita berdua habis dari rumahnya Mega lho."Kembali mempertanyakan hal tersebut.


Ganindra sepertinya belum bisa menjawabnya,lantas ada ide untuk mengambil lagi novel yang sempat ketinggalan diperpust untuk mengambilnya dan kembali mendalami ceritanya,padahal seru kemarin malahan ketiduran.


"Oooo,,,,kita keperpust lagi gimana?kan novel.kita ketinggalan disana.Ambil yuk!"Beranjak berdiri serta menarik tangan Thy Than.


Mendongak heran,kenapa dia bisa ngajak kesana lagi seeh.Kan takut lagi aku ketinggalan,kekunci lagi rasanya ingin menolaknya tapi susah.


"Lhooo,ga mau.Ntar kayak kemarin lagi nginep lama disana!"Sambil begidik,ngeri-ngeri sedap.


"Ga pa-pa,gua ga bakalan tiduran lah.Kan udah ada kamu yang perhatian,,,Yuuuk!"Tariknya udah ga perduli sama penolakan Thy Than.


Keluar dari kelas tentunya dekapan tangan itu adalah menuai pujian dari banyak anak yang seru-seruan menggodanya.Thy Than pasti semakin bingung sama keadaannya saat ini.Berada dekat bersama Ganindra malahan makin heboh ga ada obatnya dibawa santai tapi hati ga tahu gimana mau kabur pun udah jadi pusat perhatian.


"Elu kan masih nunggu ceritanya Kala part 1 kan sama gua Lost juga butuh inspirasi untuk tidak bisa melupakan mu,heheheheh!"Lanjutnya makin lucu aja tuh Indra.


"Yaaa gimana,,,apa ga diambil lagi sama petugas perpust ya?"Menoleh penasaran.


"Tenang aja kita tanyain aja dari pada balik dan ga bisa nemuin dengan cepat.Akhirnya apa?"Tanya lagi.


"Kekunci heheheheh!"Lanjutnya seru.


Ternyata kepekaan Raisa dan Lala telah menjadi momok terburuk buat mereka untuk bisa mendapatkan Ganindra lagi.Kenapa bisa seeh ada penganggu yang beneran menganggu kedekatan kami berdua.Kayak apa Specialnya Thy Than sampai bikin kita berdua panas.


"Lihat,makin go publik aja mereka berdua!"Lanjut Lala menatap seraya bersedekap heran.


"Ga bakalan gua biarin mereka jadi sepasang kekasih.Kan tahu Mega udah ga kelihatan lagi,jadi ada peluang buat aku deketin Ganindra!"


"Iya,kita harus bisa singkirin Thy Than biar ga ada lagi penghalang kita buat bikin keadaan lebih baik!"Meringis membuat rencana buruk.


"Ga ada ampun buat dia,gua ga bakalan bisa maafin tuh dia!"Lanjut Raisa kesalnya kembali tampil.


Dari jauh pun datang Adam dengan menghela nafas melihat mereka dengan obrolan yang aneh-aneh sampai ia berniat untuk mendekati dan menompangkan kedua tangannya dipundak mereka berdua.


"Heeiiii,,,kalian kenapa?"Sontak keduanya keberatan sekejab menghindar karena kedatangan tamu tak diundang disamping mereka.


"Iiiiihhh,,,siapa ini lagi datang ga bilang-bilang.Cabut aja bikin rusuh aja deh!"Tarik Lala dari hadapan Adam.


Mengangkat kedua pundak serta heran melihat tingkah dua penganggu tersebut telah hilang dari pandangan Adam.


"Heran kalau udah ketemu sama mereka tuh ga ada yang bener-bener bikin hati damai.Malahan bikin runyam aja,bisa aja kalau mereka ga suka tuh ya!"Sembari menompangkan tangan dipinggangnya seraya menggelengkan kepala.


"Awas aja kalau ketemu lagi ma mereka,gua ajakin ngapain ya biar kapok ga gangguin tuh Thy Than."Berlalu meninggalkan mereka.


Lanjut dalam langkah keduanya menuju sebuah perpustakaan penuh harapan untuk menemukan apakah buku tersebut masih ada.Soalnya dalam gumam hatinya pasti takutnya Ganindra adalah dia mengusik sebuah nama kekasihnya yang perlahan ingin ia jaga privasinya dengan baik.Tapi ga tahu juga gimana akhirnya ini.


"Kamu beneran pengen nerusin cerita itu?"Antara bingung dan penasaran kenapa sama Ganindra.Dia udah beda lagi kayaknya.


Menoleh dengan senyum lebar memastikan itu adalah pilihannya untuk menjelaskan.


"Iyalah,apalagi ceritanya kalau gua jelasin dengan baik.Akan ada hasil yang menggigah selera kita lho sebagai pemain cerita itu.Beneran,baru gua sadar.Mangkanya segera aja gua balik lagi biar ga penasaran aja!"


Mengangkat kedua tangannya,menoleh penuh semangat buat Thy Than.Akhirnya ia mau ikutan keperpust dengan wajah sumringah,tentu itu juga membuat Ganindra yakin itu akan melupakan sebuah pembahasan yang jelas.


Saat ini Adam pun bingung,kayaknya dua hari ini gua ga ketemu sama Mega deh.Dimana ya dia,apa dia baik-baik saja.Coba deh gua hubungin dia.Kok bisa kangen kayak gini lho,tengak-tengok menemukan sebuah tempat duduk seraya merebahkan dengan tenang,perlahan mencoba untuk menghubunginya


"Semoga saja dia masih mau bicara sama gua hehehehe!"Mencoba menghubungi nomor ponselnya.


Dikamar pribadinya,Mega tengah berbaring setelah meminum obat setelah ia sarapan pagi hari ditemani sang Ibunya.Perlahan perhatian itu selalu diberikan penuh natural untuk membuatnya selalu nyaman.


"Gimana Ga,udah mendingan belum?"Tanya sang ibu.


Tersungging manis,ia menjawabnya.


Tiba-tiba sebuah panggilan dari seseorang teman,aneh tumben banget dia menghubungiku.Kangen pastiny hehehehe."Bentar bu ya,temenku nelpon!"Tunjuknya kepada sang ibunya.


"Iya nak,ibu tinggal dulu deh.Biar kamu bisa ngobrol sama temen kamu hehehe!"Lanjutnya beranjak memberikan waktu terbaik untuk anaknya.


Tatapan Mega pun penuh lambain tangan kepada sang ibunya.Lalu ia menatap hingga sang ibu hilang menutup pintunya.Mengangkat telpon tentu dengan pertanyaan anehnya."Kenapa Dam,tumbeeen!"Lanjutnya senyum-senyum geli.


"Hehehehe,elu kemana aja seeh.Kok ga kelihatan dua hari ini.Gua main kerumah lu ya.Boleh?"Lanjutnya nyerocos bikin ngakak Mega.


"Udaaah deh,kalau kangen ga usah gitu ya.Kayak anak kecil aja."Lanjutnya geli.


"Ya gimana kamu kan ga kelihatan.Males dong gua jadi gangguin mereka.Elu tahu kan siapa?"Lanjut Adam kesal.


Ketawa renyah Mega menjadi awal obrolan yang biasa aja menjadi luar biasa."Iya,emangnya kenapa?kan mereka juga cocok kan.Masih muda dan penuh karakter saling mendukung lagi!"


"Wiiiiih,,,tumben elu punya kata-kata bijak,biasanya to depoint deh.Emangnya ada masalah apa seeh kamu sama Ganindra,heeeh!"Tanya Adama penasaran.


"Engga seeh,cuman privasi.Nanti kamu juga tahu sendiri kan.Kan.kamu suka namanya misteri yang menjanjikan heheheh!"Becanda mendekap bibirnya.


"Misteri emangnya gua nyari harta karun digame gua.Engga,serius deh ada apa seeh elu.Sampai Raisa sama Lala berebut mendapatkan mahkota Ganindra.Gila sok populer banget seeh dia!"Kesal juga kalau cerita seperti itu.


"Haaah,masaaak?Raisa sama Lala masih demen sama Ganindra ya.Hebat,kenapa Lala ga naksir elu ya.Emangnya ada apa sama elu.Hahahahah!"Lagi ngeledek.


"Hadeeeh,malah ngeledek gua lagi.Kan gua nanya elu sama Ganindra ada apa malahan nyerempetin ke Lala sama gua.Kagak nyambung Ga!"


"Itu seeh sekedar intermezo aja,hubungan mereka ga special seperti yang kamu bilang kok.Mereka hanya menfisualisasikan dengan benar bahwa sahabat kan bisa lebih dari itu dengan cara apa.Saling bersama,jalan bareng dan tentunya bisa membuat cemistry meteka itu pas dan ga kurang lagi!"Lanjutnya.


"Kalau kurang emang dikasih gula ya?"Sok polos banget.


"Haaaahhh,,,engga juga Dam.Gila luuuu!"Lanjutnya ngakak.


"Beneran,ntar gua main kerumah lu dan elu harus cerita.Karena ini aneh gitu lhoooo!"Pepetnya ingin tahu.


"Udah deh emak ku galak lho,,,ntar diusir kamu.Mau?"Mencoba menakut-nakutin dia.


"Emang emak gua ga galak.Mangkanya ngeyelan kayak gini Megaaaa.Pokoknya gua kesana,minta oleh-oleh apa hayoooo????sama gua!"Kembali menggodanya.


"Jangan deh,kan aku lagi diluar kota!"Sambil meringis.


"Heleeeh,sakit kok diluar kota.Pokoknya ntar gua bawain oleh-oleh ya.Byeee!"Sambil nutup telponnya.


Haduh bisa bahaya ini kalau Adam dateng kesini dan tahu sebenarnya tentang aku.Apa aku harus hubungi Ganindra ya biar dia bisa mencegah Adam biar ga kesini,aku belum siap untuk mengatakan sebenarnya kepada mereka.Dan mereka harus tahu itu adalah privasi yang ga bisa ditolak lagi atau ditolerir.


Segera Mega menghubungi Ganindra yang perlahan sampai dimulut pintu perpustakaan.Dia terhenti sejenak seraya mengangkat ponselnya.Terlihat dilayar ponsel ada wajah Mega membuatnya mengernyitkan kening bingung.


Thy Than yang duluan masuk,ikutan menoleh dan penasaran sama siapa dia telpon kok langsung diangkat dan pergi dari perpust.


"Halooo ,,bentar ya!"Sambil menyentuh bahu Thy Than.Langsung cabut bentar.


" Heeeh,mau kemana!"Panggilnya lantang.


Menoleh dengan mengangkat jempolnya ia memberikan senyuman dan memainkan mata.


"Hiiiiih,,,,beneran gila lama-lama tuh dia.Kenapa seeh cepet banget kalau namanya berubah!"Berjalan masuk dan bertemu dengan pengurus perpustakaan.


"Permisi mbaa,!"


"Iya mba,mau cari apa?"Dengan ramah ia menjawab kalimat Thy Than.


"Heheheh,mau cari buku yang kemarin.Sempet ketinggalan disini masih ada aga ya!"Tanya Thy Than ragu-ragu.


"Buku yang mana ya?"Kembali mempertanyakan lagi.


Sambil garuk-garuk kepala,ia mencoba mengingatnya.


"Itu,,,buku novel judulnya Kala part 1 sama Lost.Masih ada?"Tanya Thy Than lagi.


Mikir deh mbaknya,kayaknya udah diberesin tapi dimana ya.Mencoba mengingatnya kembali.


"Itu buku yang tergeletak dimeja itu ya.Yang dimeja panjang kemarin.Yang pas mba sama mas itu kekunci ya,heheheh!"Masih ada tawa ngeledek sampai malu-malu juga Thy Than.


"Hehehhe,iya mba.Ada?"


"Bentar saya cariin dulu.Kalau ada beruntung mbaknya!"Sambil mencari dirak reception kayaknya ada yang laporan naruh dirak sebelah kanan,tumpukan peminjam buku.


Thy Than nungguin sambil bingung santai sambil memainkan tangannya seraya menunggu Ganindra datang kembali keruang perpust,tengak-tengok pula melihat situasi yang lebih kondusif."Kemana lagi tuh anak?"Tengak-tengok kembali.


Diluar pun Ganindra mencoba mengangkatnya dengan suara pelannya.Perlahan mengawasi sekitar apakah Thy Than mencoba mengikutinya atau engga,syukur deh ga ada tanda-tanda dia mendekatiku.


"Halllooo,,,sayang.Ada apa?"Sapanya ramah dan pelan.


Diujung telpon malahan terdengar Mega malahan ketawa geli mendengar panggilan itu.


"Kenapa?kamu ketawa!"Mengernyitkan kening bingung.


"Heheheh,kamu tuh.Udah ada Thy Than masih aja bilang sayang sama aku.Ayolah move on pleace!"Pintanya.


"Ga mungkin lah aku secepat itu move on,ini juga karena permintaanmu kan gua harus suka sama Thy Than dan menjalankan tugas ini kan!"


"Iya jangan banyak berfikir dong relaxkan hati dan fikiran supaya selalu bahagia gitu Ndra!"Lanjutnya menanggalkan kalimat "Sayang" kepadanya.


"Ooooh,ngapain telpon.Kangen ma gua?"Lanjutnya penasaran.


"Ooooh iya.Hampir aja,ini Adam tadi kok tiba-tiba telpon dsn kangen sama aku"


"Waaaah bagus kan kalau kayak gitu.Kita sama-sama move on dong!"Lanjutnya semangat.


"Bukan itu masalahnya Ndraaa,gini lho.Kan kamu tahu Adam itu kayak gimana?aku takut kalau dia nyebarin berita yang engga-engga.Jadi ga enak kan!"


"Bisa jadi seeh!"Lanjutnya.


"Naaah disitulah aku jadi ga enak nantinya sama Thy Than.Sedih lagi dia!"Lanjutnya.


"Trus mau kamu gimana?apa gua bilang sama Adam biar ga kesana aja ya.Juga Adam orangnya gitu kritis,main game aja kalau ga game over mana bisa dia cabut!"


Meringis juga mendapat jawaban seperti itu.


"Hehehe,lucu juga seeh kalau kayak gitu.Terserah kamu deh kalau aku belum sembuh jangan deh kasih orang lain dateng kerumah.Bilang aja kemana gitu ya,nanti kalau udah mendingan pasti deh aku masuk lagi.Bu Dira tahu kok jadi ga usah khawatir!"


"Beres deh,makasih ya!"


"Byeee!"Menutupnya.


Setelah menutup ponselnya,lega juga menghela nafas dan tak bisa lagi diungkapkan kesedihannya.Eeeh malahan Thy Than menepuk punggung Ganindra pake bukunya.


BUUUUUKKKKK ,,,,,,,


"Aduuuuh!"Kesakitan sambil menoleh memegang pundaknya.


"Kamu tuh tadi kemana?ngilang aja.Untung aku masih ada rasa sama kamu.Jadi ga ngilang kayak kamu heheheh!"Berdiri disampingnya.


"Biasa,ada tawaran bisnis!"Jawabnya sambil bergaya manis.


"Bo'ong.Bisnis apaan?"Gemes banget jadinya kalau dilihat-lihat.


"Ada deeeh,heheheh.Emangnya udah dapet bukunya?"Sambil melirik sebuah buku yang tengah dipegang oleh Thy Than.


"Neeeh,mau baca ga?kalau ga mau aku aja yang baca ya kaaaan.Serruuu lho ternyata!"Lanjutnya memainkan bukunya serta memainkan lentik jarinya berdendang dicover book.


"Kita baca dimana?"Penasaran tempat yang baik tuh dimana.


"Ya diperpust lagi dong.Kan nanti kita dikabarin sama petugasnya,,,ayo masuk lagi!"Tariknya berjalan masuk kedalam perpust.