Thy Than

Thy Than
Bab.35 Week end sesuatu yang seru.



Obrolan akhiran dari sebuah meeting yang telah disepakati oleh Joana Reza dan Delisa memang ide buah pikir cemerlang dari Rey untuk menyatukan satu pekerjaan menjadi lebih flexibel.Tak terasa ketika Rey menghela nafas panjangnya bahwa meeting santai dan serasa serius buat Delisa berakhir dengan baik-baik saja.Apalagi saat ia melihat jam tangan waktu sore sudah menyapa dengan Luapan kelelahan yang dirasakan oleh Reza yang tertangkap wajah mereka tak sengaja melihat reaksinya.


Ada tawa memang diantara mereka saat sebuah keputusan telah ditentukan dengan beberapa bagan special yang sudah ditata kembali oleh Joana sebagai wakilnya.Juga Delisa yang siap mengemban tugas baru bersama Reza.


"Hahahaha,capek kamu ya?"Canda Rey geli melihat kelelahan yang ditampilkan oleh Reza.


"Maaf Bos,kelepasan!"Lanjutnya santai pula.


"Gimana,ada acara lagi?"Tanya Joana menatap mereka bertiga.


Menggelengkan kepala,rasanya kita udah selesai dengan tugas yang tengah aku rancang tadi secara sempurna.Tidak ada lagi yang harus dipertanyakan setelah pembagian tugas untuk project lama kembali dihidupkan.Ide-ide yang ditampilkan juga mempengaruhi kinerja mereka sebagai team baru untuk bekerja sama dengan partner mereka yaitu Morgan.Pilihan sesuai untuk Joana adalah menjadi teman sekaligus rekan kerja buat tuan Morgan hingga dia memberikan sebuah tepuk tangan untuknya.


"Dan untuk Joana,kamu akan berpartner dengan Morgan ya.Ingat jangan banyak gaya didepannya oke.Aku tahu itu menarik buat kamu ya!"Memberikan peringatan untuknya.


"Okeee Tuan muda,trus gimana dengan Delisa!"Melirik tajam kearah Delisa,sontak aja dia ga terima sekali dengan serangannya lalu menyela.


"Enak ajaaaa,baru aja aku menghela nafas lega.Udah kritis lagi!"Seraya bergerutuk giginya menahan kesal dari serangan Joana.


Reza pun ngakak menahan tawanya hingga merunduk geli merasakan serangan yang memang mengejutkan sekali bila harus dirasakan oleh Delisa.Karena dia mulai membuat perubahan dalam kerjaannya.


"Santai aja,kalian boleh serang-serangan selagi itu seru untuk kalian.Jadi Reza dan Delisa menangani proses project yang fiktif itu dari om Arman.Kalian aku tunggu satu minggu untuk menyelesaikannya dan bisa laporannya langsung dimeja kerjaku ya."Sambil memberikan kode untuk mereka.


"Siap Tuan,tugas baru menyapa kita ya kan Delisa!"Ikutan melirik kearah Delisa.


"Yaaa,bisa diatur pak Reza,dan terima kasih untuk kepercayaannya lho!'Mengumbar senyum kaku.


"Boleh juga,sekarang kita bubar ya.Waktu juga sudah mau sore aja!"Menarik kemeja panjangnya,melihat jam tangan waktu hampir jam 15.00."Waooow,,,selamat week end teman-teman kita ketemu besok lusa ya!"Sembari merapikan beberapa berkasnya.


Perlahan tapi pasti langkah pemain meeting pun telah usai dan meninggalkan ruangan.Seperti yang tengah dirasakan oleh Rey adalah bisa mengajaknya ngedate nanti malam,apa itu membuatnya seru atau malahan sebuah keindahan.Seraya berjalan menuju ruangan kerjanya ada segelintir kalimat tengah dibuat oleh Rey untuk merayunya sejenak.


"Heiii,nanti kita ngedate ya.Mau kan!"Bisiknya sambil mendekap pinggulnya.


"Tuan jaga sikap anda.Nanti banyak yang membicarakan kita lho!'Lagi Joana menimpalinya.


Sekejab ia kembali bersikap dan melepaskan dekapannya,tentu itu membuatnya sedikit kecewa atas permintaannya.Mencoba bertahan untuk sampai diruangan pribadinya beberapa orang pun menyapa pemimpin perusahaan tersebut penuh keramahan tanpa ada rasa curiga sama sekali.Sama halnya Joana,ia pun juga memberikan sapa hangat kepada team perusahaan tengah menyapa mereka pula.


Hampir saja aku membuat kesalahan fatal,tapi sekarang tidak saat tanganku meraih sebuah slot pintu serta membukakan pintu untuk Joana."Silahkan Nona cantik!"Ujarnya memberikan senyuman manis banget.


Joana terhenti berbalik,senyum itu terbuka dengan hadirnya sebuah jawaban unik darinya."Terima kasih sayaaang!"Sembari masuk kedalam.


Rey terhenti juga heran,tumben dia menyapaku seperti itu.Berarti dia udah mulai ada rasa sama aku dong.Bisa aja dia,heheheh.Keduanya masuk kedalam,Rey bersiap untuk merebahkan tubuhnya sejenak penuh kelelahan lemas tak berdaya.Sedangkan Joana membereskan beberapa berkas yang sudah ia terima untuk kembali ia pelajari dimeja kerjanya juga.Tak jauh dari Tuan muda.


"Heeeiii,,,kamu masih sibuk aja.Ini mau week end lho,kamu mau kan aku ajak makan malam!"Tersenyum melirik kearah Joana saat ia mendongak masih santai dengan jawaban tersendiri.


"Tuan,saya tengah mempersiapkan untuk acara bertemu dengan Tuan Morgan.Jadi maaf saya belum bisa menjawabnya nanti."Ujarnya mengembangkan senyuman untuk sang Tuan muda.


Sambil merentangkan tangan serta menyentuh tulang hidungnya,capek sekali rasanya.Tapi aku akan menunggunya.


"Oke,kalau kamu belum selesai.Nanti setengah jam kita pulang."Sesaat teringat dengan keponakannya.


"Oh iya,aku kan punya ponakan ya.Thy Than,astaga bisa lupa begitu saja!"Kembali mengingatnya,lalu mencoba untuk menghubunginya.


"Yaaah untung ga beneran lupa.Kalau udah lewat bahaya juga Tuan muda ya,heheheh!"Sembari ia ketawa menggelengkan kepala.


Suasana sore itu membawa cerita lain tentang Thy Than dan Ganindra,entah sekarang mereka lebih suka membahas suasana sore dan melupakan apa yang sudah tertancap dikepalanya untuk bisa mengintrogasinya sebagai pertanda ingin tahu kecurigaan model apa tengah disembunyikan olehnya.Beberapa kali keduanya saling mereview dengan kata-kata tanpa makna tetapi seru untuk dinikmati dengan tepat.


"Jadi cover dan isinya memang keren.Kenapa aku ga bisa mendapatkan cemistrynya ya?"Menompangkan tangan sambil menatap bingung Ganindra.


Saat dia melihat kebingungan diraut wajah Thy Than,segera ia mengambil sesendok cake dan menyuapi sang kekasih lalu menjawabnya.


"Haaaap!"Langsung membuka mulut serta mengunyahnya.


Sembari mengusapnya"Heemm,enak juga ya.Hehehe.Ga fokus deh jadinya!"Sambil menguyahnya.


"Enak?"Tanya Ganindra santai.


Mengangguknya,"Kamu mau sayaaang?"Kembali mengambil sesendok cake mencoba menyuapi kemulut Ganindra.


"Bayar hutang?"Tanya lagi.


Mengangguknya,"Biar sama-sama kali!"Mencoba memberikan kepadanya.


Tak usang oleh candaan dan kedekatan natural dari dua sahabat tersebut,sebuah panggilan ponsel milik Thy Than pun berdering membuatnya segera mengambil dari dalam tas."Bentar ya,hapeku bunyi heheheh!"Sambil mengumbar senyum imutnya.


"Heeeh,siapa tuh?"Sambil menompangkan tangannya.


Melihat layar ponsel,sembari menutup mulutnya sampai membuat heran Ganindra.Emang siapa tengah menghubunginya.


"Siapa?"Sambil mengangkat dagunya.


"Om ku!"Jawabnya pelan,lalu mengangkatnya.


"Halooo Om,Apa kabar!"Sapanya bingung pula,mau ngomong apa jadinya kayak gini.


"Hehehehe,kabar Om baik.Gimana kamu pulang sama siapa?kok santai aja ga ngabarin om.Pasti ngedate ya,udah berani nyuri start ternyata!"Candanya menggoda.


"engg-gga om.Eng-ngga cuman ngopi doang kok.Kan ngedate nya malem hehehe!"Belanya sambil salah tingkah.


"Hehehe,ngedate katanya!"Lanjut Ganindra pelan.


"Maaf Om,kan Thy Than ga enak ganggu Om Rey kerja.Ya ga ngabarin deh.Eeeh keblabasan ga ngabarin terus!"Mulai membuat drama.


"Truuuuss,kamu ga inget juga.Om aja baru inget,maklum.habis meeting penting.Sekarang diruangan ada kak Joana lho.Sok sibuk!"Lanjutnya pelan sambil menatap Joana.


"Yang pasti cantik dong kak Joana,pasti juga naksir berat om ya heheheh!"


"Iyaaa,dia memang special buat Om.Kamu juga seeh kalau masih om ingat hahahahah!"Tawanya lepas,candanya pun keluar.


"Kamu sekarang dimana?mau pulang cepet atau nanti aja?"Tanya lagi penasaran.


"Ga tahu seeh om,tergantung sama Ganindra.Mau pulang cepet atau ga!"


Saat ia mulai memasukkan spaggetinya,,segera ia mengangguk dan berkata."Bentar lagi,aku habisin ini dulu yaaa!"Sambil menikmatinya lalu sempat-sempatnya membelai pipi Thy Than sampai ia menunjukkan wajah serius.


Meringis geli melihat tatapan balasan tak suka,tapi seru juga dia.


"Yaaa bentar lagi deh Om,pulangnya bolehkan aga telat?"Tawar Thy Than meringis.


"Boleh,kan kita berdua ngedatenya malem.Jam 12.00,heheheh!"Candanya kembali lanjut.


Seketika mulut Thy Than menganga mendengar jam ngedate yang terlalu malam.Bahkan bisa membuatnya tidur seketika.


"Haaaaah,jam 12.00 malam.Trus aku gimana dong om!"Bingung juga sama candaannya.


"Hahaha,santai aja.Pokoknya kamu pulang pasti deh Om sambut ya!lanjutkan ngedatenya nanti malah keganggu ga seru kan!"


"Makasih deh om,pengertian banget seeh!"Thy Than senang sama jawaban Rey.


"Ya itu kan karena Joana memberikan pencerahan saat ini.Kalau engga kamu aku makan heheheh.Lanjutkan yah,semangat Thy Than!"Menutup ponselnya.


"Makasih Om,byeee.Sampai ketemu dirumah ya!"Menutup ponselnya.


"AASSSSTTAAAGGGGAA!"Sambil tersentak hampir jatuh,cekatan pula untuk sang lelaki untuk melindunginya tanpa ada tragedi jatuh bangun penuh malu.


"Kenapaaa?kamu kaget!"Tanya Ganindra sok polos tak tahu apa-apa.


"Sereeemmm amat tahuuu!"Sambil meremas wajahnya penuh gemasss.


"Hahahaha,lepasin-lepasin.Geliii tahu!"Pintanya mencoba melepaskannya.


Jengkel juga sama jahilnya,menompangkan tangan serta memancungkan bibirnya.Aneh banget bisa bikin aku jadi ngeri-ngeri gimana gitu.Sama-sama ketawa sambil menikmati kembali makannya hingga tetes terakhir.


Selesai menelpon tatapan Rey kembali cair dan berubah sumringah ketika Joana datang menghampirinya dan duduk memberikan minuman ringan untuk menyegarkan fikiran sang Tuan muda.


"Silahkan Tuan,menyegarkan hati anda!"Sambil membukakan minuman kaleng untuknya.


Cuuuuzzzz,terbuka dengan sempurna.


"Waaaow,,,kamu tuh pilihan yang tak pernah mengecewakan sayang!"Mengambil minuman kaleng itu dari tangan Joana.


"Yaaa,pilihan yang lebih menarik adalah menikmatinya disaat senja seperti ini Tuan muda.Lebih segar dan nikmat."


Tersenyum sambil menompangkan tangan,mengedipkan matanya.


Saat menegukpun ia hampir aja tersedak atas godaan tiba-tibanya seorang wanita seperti malaikat menggoda dalam cintanya.


"Uhuuuk,,,jangan buatku seperti ini sayang,,,heeemm!" Menggelengkan kepala.


Ia hanya meringis aja melihatnya,perlahan perhatian mengelap bibirnya dan tatapan kosong Rey adalah tatapan yang dirasakan sebagai sebuah kekaguman atas perhatian kecil telah membuatnya bahagai.Meraih tangan Joana serta mengecup dan menempelkan dipipinya.


"Perhatian sekecil apapun kalau kamu berikan kepadaku.Aku pasti bahagia,ya seperti ini.Makasih ya udah merubah hidupku menjadi berarti!"Kembalinmengecupnya.


Joana mengangguk dan kembali tersenyum,ia menyadari selama ini dirinya telah menjadi seorang berbeda tanpa sepengetahuan Rey.Berada dibalik project fiktif dan mencoba untuk mencerahkan lagi untuk membantunya bangkit.Joana sadar dibalik masa bodohnya Rey dan tak selalu bertanggung jawab masih ada keterbukaan yang diberikan olehnya untuk bisa kembali hidup.


Seperti kata Tuan besar Juan Radithya saat tengah dalam kesulitan keuangan bahkan sama sekali tak ada yang membantunya.Datanglah beliau dengan tatapan sedih ingin membangun kembali perusahaannya yang hampir bangkrut.


Banyak kesulitan yang dihadapi oleh pak Juan sampai dengan kebesaran hatinya dia meminta bantuan kepada Joana.


"Joe,om mau minta bantuan sama kamu bisa kan?"Sebuah awalan obrolan tentang kesedihannya.


"Kenapa om,memangnya ada apa!"Keduanya duduk dengan santai diruang kerja milik Joana dengan penuh rasa penasaran.


"Om mengalami pailit dan tak bisa membayar utang perusahaan.Itu disebabkan anak om yang selalu hidupnya ingin bahagia terus.Om ga bisa lagi mengontrolnya sampai-sampai om dihadapkan pada sebuah kenyataan perusahaan tidak bisa berjalan karena kelalaian anak om,yaitu Radithya Rey.Kamu bisa bantu om kan!"Sambil menyentuh tangannya.


"Hanya kamu dipikiran om untuk bisa membuat ini kembali.Dan om ingin kamu berada dalam bisnis ini agar Rey sadar siapa yang membutuhkan hidup adalah dia bukan om lagi ya."Pintanya berharap.


"Iya om,Joana pasti akan bantu.Tetapi apa karena satu hal saja dia sampai lalai seperti itu?"Kembali bertanya.


"Sebenarnya tidak.Itu karena ulah kekasihnya Alexa yang ingin sekali mendapatkan harta dari Rey.Sampai dia melakulan hal-hal diluar kewajaran sebagai seorang pemimpin perusahaan."Yakinnya.


"Alexa!"Lemes sekali mendengar nama itu.


Jelas Alexa adalah salah satu seorang wanita karier yang hanya berkedok untuk menarik apapun dari apa yang dipunyai seorang pengusaha seperti halnya Rey.Ia terjebak dan berada dalam situasi buruk hingga ia tak menyangka ini bisa terjadi.Untung saja aku tidak pernah bertemu dengan Rey dalam masalah kerjaan yang lain,semuanya aku percayakan kepada Morgan.


Demi mengembalikan semua yang telah diabaikan oleh Rey,Joana pun bersedia menggelontorkan dana besar untuk memulihkan semuanya dengan baik.Tetapi ada syarat yang mungkin membuat om Juan heran bahkan tak bisa diyakini itu adalah kebenarannya.


"Tapi om,Joe punya permintaan yang mungkin membuat om menjadi menolak atau setuju dalam syarat ini!"


Mengernyitkan kening,heran dia meminta sebuah syarat.Apakah itu sangat memberatkan?


"Sayarat apa Joe!"Kembali bertanya.


"Om nanti kan Rey jelas belum menerima tentang keadaan perusahaan om yang tengah goyang.Sebagai gantinya om bisa menempatkan Rey diapartemen yang joe beli secara rahasia.Dan om menyuruhnya tinggal disana sebagai pelajaran hidupnya.Ia harus belajar kembali menjalani hidupnya secara mandiri dan terpisah dengan om nanti saya akan melamar sebagai asistan Rumah tangga diapartemennya Rey.Dan seolah-olah saya sebagai pembantu yang bersikap polos padahal mengawasinya.Apa Om setuju,tawaran yang bagus kan?"


Berfikir pun tak terlalu lama,sebuah persetujuan itu menjadi lebih seru buat Joana untuk mendapatkan hati Rey.Sebuah tawaran menggiurkan dan tak terfikirkan oleh om Juan bahwa itu adalah kesepakatan mengejutkan bahkan membuatnya tersenyum kembali untuk menyetujuinya.


"Tawaran yang menggiurkan,om setuju.Nanti semuanya akan Om jalankan apa yang kamu inginkan.Terima kasih banyak ya atas apa yang kamu berikan kepada Om.Om akan bersikap baik terhadap Rey dan membuatnya tahu bagaimana hidup itu berat ya nak!"Sambil menyentuh pipi Joana.


Rasanya sentuhan itu mengingatkan tentang ayahnya yang sangat perhatian kepada anak semata wayangnya.Rasanya ia tak ingin melepaskan dekapan itu,romantis layaknya sang ayah kepada anaknya.Hubungan baik itupun terpancar dalam kebaikan om Juan untuk anaknya yaitu Rey.


Mengingat hal tersebut menjadikan Joana semakin tahu semakin kesini hubungan yang selama ini hanya sebagai asistan rumah tangga kadang membuatnya geli juga sampai menahan tawanya dihadapan Rey dan itu membuatnya penasaran.


"Kenapa kamu ketawa gitu?ada yang aneh!"Mengernyitkan keningnya.


Melepaskan dekapannya,menghela nafas setelah ia menyelesaikan tugasnya sebagai asistan Rey.Beranjak pula mereka untuk pulang kerumah.Canda itu membawa dalam langkah pulang melewati banyak arah yang lebih baik.


Tapi kebahagiaan itu juga bagian senyuman seorang Reza yang melihatnya dari kaca ruangan kerjanya.Dia pun tak sengaja berdiri dan membiarkan mereka jalan bareng,sesekali tatapan dan senyuman Reza sangat bahagia melihatnya.Sejenak melirik kearah ruangan Reza,Joana pun melambaikan tangan dan menyapa jauh dalam senyuman.


"Hati-hati ya.Jaga pria yang akan menjadi bagian hidupmu!"Seraya menghela nafas panjang lega.


Perjuangan Ganindra memang berakhir lega,ia tak menyadarai bahwa Thy Than sudah melupakan sebuah introgasi telah ia siapkan dalam perjalanannya untuk mengetahui sebenarnya apa yang tengah terjadi dengan Sahabatnya tersebut.Usai juga sampai kenyang lega khas sang lelaki seraya mengelus-elus perutnya.


"Huuuuhhhh,,,,,kenyang banget sayaaang.Makasih ya telah menemaniku!"Ucap Ganindra sambil mengeluarkan asap tak sedap dimulutnya sampai membuat Thy Than langsung bereaksi.


"Heemmm,bauuuuu!"Sambil menutup mulutnya.


"Bau apa?"Tanya lagi masih dalam dekapan Thy Than.


"Bau mulut,,,buruan minum neeh!"Sambil membukakan penutup air mineralnya.Serta memberikannya."Ini dihabisin biar segera lagi.


"Ooooh,,,habisin?"Mengankat dagunya sambil menatap botol air.


"Iyalah biar ga bauuuu!"Memancungkan bibirnya.


"Iyaaa gemeeesss!"Langsung aja dicaplok bibirnya sama tangan Ganindra.


"Hiiiiih,jahilnya ga ilang-ilang!"Sambernya tangan Thy Than membuat tawa Sang lelaki lebih seru aja.


Tiba-tiba Thy Than ingat pulang lalu berkata.


"Pulang yuk!"Ajaknya.


"Pulang kemana?rumah orang tuaku!"Meringis geli.


"Mauuunya!"Beranjak turun dari kursi meja.


"Ya kali-kali kamu mau ketemu sama ibuku,trus abangku."Lanjutnya dengan merangkulnya lagi.


"Ya ga segampang itu kali.Kan sekarang aku punya keluarga baru yaitu om Rey sama kak Joana.Jadi kamu harus ijin sama mereka yaaa!"Sambil jalan keluar menuju kasir dan membayarnya.


"Berapa mba!"Sambil mengeluarkan dompet didalam tasnya.


"Banyak duit juga neeh ayang!"Mesem-mesem melihat dia mengeluarkan kartu ATM didalam dompetnya.


Menoleh"Mau?"Sambil memberikan kepada kasirnya.


Ia mengangguk lagi.


"Sun dulu!"Pintanya sambil menyentuh pipinya.


Tawa geli pun ditunjukkan oleh sang kasir sambil melakukan pembayaran.Ada-ada aja mereka kalau udah menjalin cinta dengan kasih sayang seorang pencinta anak muda jadi tambah gimana gitu.Gemesin banget sampai pengen nyolek keduanya.