Thy Than

Thy Than
Bab.44 Email untuk Morgan.



Monalisa pun mendekati serta duduk memberikan sebuah jawaban atas obrolan yang saat itu membuat Adiknya bahkan dirinya ikutan penasaran.Penuh perhatian bagaikan seorang berlian yang ia jaga dengan sangat baik,kekasih yang telah menjerat hatinya pun berkata.


"Tuan,apa anda memperbolehkan saya untuk melakukan shooting diluar negri,karena saya sudah mendapatkan kontrak untuk melakukan pekerjaan keluar negri dengan Team Fashion."Menoleh rasanya ragu-ragu ketika harus mengatakan kalimat tersebut.


Morgan pun memperbaiki duduknya berbaring miring menatapnya seraya membelai rambutnya bahkan memberikan ciuman pada pundaknya.Jawaban yang membuatnya sungguh mengejutkan adalah hal wajar dilakukan olehnya.


"Kenapa kamu ragu-ragu ya kalau aku menolaknya?"Menatap dengan tersenyum geli.


"Tidak juga Tuan,apakah tugas yang anda berikan sudah selesai atau masih berlanjut?"Tanya Mona lisa penasaran.


"Kalau belum,kamu mau membatalkan pekerjaan yang kamu senangi dan terpaksa mengikuti permintaanku?"Membuat sebuah dilema untuknya.


"Tetapi kalau itu membuat Tuan senang dan tidak banyak memikirkan saya.kenapa tidak,saya bisa membatalkannya."


Sambil menyentuh bahunya,ia pun berusaha tidak egois untuk satu pekerjaan untuk Kekasihnya,tak mungkin dia membatalkan pekerjaannya hanya karena satu hal.Itu sangat membuatnya kasihan.


"Tidak,buat apa aku harus meminta kamu menjalani pekerjaan itu lagi.Sepertinya Nona Joana sudah melupakan siapa itu Yoshi dan tentunya kamu bebas atas pekerjaanmu saat ini.Mau keluar negri kenapa tidak!"Tersenyum menyentuh dagunya Monalisa.


Hatinya benar-benar bahagia setelah mendapatkan sebuah ijin tentang keberangkatannya.Ini adalah sebuah moment yang benar-benar diinginkan oleh Seorang model dengan kapasitas pekerjaan yang membuatnya sangat terpesona.


"Terima kasih Tuan,anda memang baik!"Seraya memeluk dan mendekap erat bahkan memberinya ciuman untuknya.


"Heiiii,,,jangan seperti itu dong sayang kamu benar-benar bahagia mendengarnya!"Sambil menggelengkan kepala dan ikutan berada dalam kebahagiaan milik berdua.


"Sangat bahagia Tuan,maaf ya.Aku benar-benar bahagia mendengar ucapan Tuan.Apa memang Tuan beneran mengijinkan saya untuk pekerjaan ini?"


"Iya buat apa aku membohongimu,itu adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan.Kalau pun aku ada waktu pasti aku akan ikut, tapi sayang.Aku ga bisa!"Sambil merunduk dan menyentuh tangannya.


Segera Monalisa mencium tangan Morgan,mengatakan satu hal untuknya."Saya sangat bahagia,sangat menginginkan perjalanan ini dan anda memberikan waktu untuk saya.Saya sangat berterima kasih Tuan Morgan!"Tatapnya dengan tawa lepasnya.


Membelai wajahnya dan mengatakan satu hal pula.


"Bagiku kamu adalah wanita special yang tak bisa aku lepaskan begitu saja.Membuat hatimu senang pasti.aku juga akan bahagia ya kan!"


"Oke Tuan,saya akan menghubungi Darren dan team untuk mempersiapkan semuanya."Ia bergegas untuk menghubungi Darren.


Tersenyum seraya bersandar,aku melihat hal lain dalam dirimu tetapi tidak saat kamu bertemu dengan orang yang selalu bersikap profesional.Aku yakin kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan disana,bersenang-senang dan mengatakan bahwa keberhasilan adalah bagian hidupmu.


Darren pun tengah sibuk disebuah ruang kerja dengan sibuk ia membuat beberapa pertemuan dengan para rekannya untuk misi selanjutnya.


"Halooo,,,gimana acaranya kamu.Apa berhasil dibuat?"Sembari duduk santai menunggu jawaban dari teamnya.


Tak lama juga sebuah panggilan masuk diponselnya membuat konsetrasinya sedikit bunyar karena sebuah nama tengah menunggunya.


"Oooh ya bentar,aku terima telpon dulu ya."Sambil mengakhiri panggilan pertama dan melihat sepertunya ia tersungging dengan sosok wanita tersebut.


Melihat sebuah layar ponselnya ia tersungging senang karena siapa yang menelponnya adalah wanita menarik seperti yang ia harapkan.


"Haiii,cantik.Gimana kamu bisa menerima kerjaan ini?"Terdengar sangat bersemangat dengan sinisnya.


"Haiii,Darren.Iya aku bisa.Kapan kita akan berangkat kesana!"Tanya Monalisa dengan wajah gelisah saat tatapan penuh misteri dari seorang Morgan.


"Besok pagi kamu akan aku jemput,apa kamu sudah mendapatkan ijin dari kekasihmu?"Mencoba menguliknya penuh penasaran.


Mengangguk menyakini bahwa kerjaan ini telah mendapatkan persetujuan dari Tuan Morgan."Iya kekasihku menyetujuinya.Trus aku aja kesana ya jangan kamu jemput okey.Nanti malah kerjaan kamu berantakan lagi ga selesai-selesai lagi!"Ujarnya meyakinkan.


"Yaaaa,kalau menurutmu lebih baik begitu kenapa engga.Yang penting kan kamu sudah mendapatkan ijin dan kita bisa menjalankan pekerjaan kita kan!"Tersenyum bangga perlahan telah mendapatkan sebuah tanda kemenangan.


"Oke,itu aja kok aku konfirmasinya.Besok.aku akan berangkat langsung kekantormu ya."Tersenyum kaku saat melihat tatapan penuh lelucon Morgan,tetapi mengandung banyak syarat yang tak bisa ia tebak lagi.


"Baik,aku tunggu besok.Dan selamat ya kita akan menjalankan pekerjaan dengan sangat baik.Ini adalah kontrak terbaik yang akan kamu terima,bye!"Sambil menutup ponselnya.


Menutup ponselnya ia menoleh dan mengabari akan berangkat esok,dan itu ga masalah buatnya karena ia perlahan akan membuat sebuah perjanjian perjalanan dengan Monalisa kekasihnya sendiri.


"Gimana?kapan berangkat!"Pertanyaan kaku itu menjawab keraguan yang jelas-jelas membuat hati Monalisa kalut.


"Besok,saya akan kekantornya Darren dan berangkat langsung ke Prancis!"


"Okeey,aku harap kamu menjaga diri disana!"Sambil mendekap kedua bahunya."Aku sama sekali tidak ingin orang lain menyentuhmu melebihi sentuhan yang aku berikan.Bila tidak kamu tahu sendiri siapa yang akan celaka.Karena kamu adalah berlian yang sangat aku jaga oke,kamu janji!"


Mengangguk dengan wajah ketakutan,tetapi itu tak berlansung lama karena ia tahu.Seberapa cintanya Tuan Morgan kepadanya.Itu adalah sikap perhatiannya kepada sang kekasih.


"I-iya iya Tuan,saya akan menjaga diri saya dengan sangat baik."


"Kalau sampai Darren bersikap kurang ajar bahkan membuatmu menikmati liburan dengan romantisme bahkan hasrat yang tak terkendali.Siap-siap hanya dia yang akan menerima resikonya.Kamu hanya sebuah obyek yang akan dipermaiankan olehnya.Kamu tahu kan!"Memberinya senyum dan menyandarkan kepalanya dibahu Monalisa.


Sungguh aku sangat takut dengan ancaman halus tetapo mematikan dari Tuan Morgan.Kenapa dia sangat terobsesi denganku,apa dia tidak memilih dengan Nona Joana saja dan melepaskan aku sebagai tawanan tak terlihat seperti ini.


"Baik Tuan,saya akan beritahu dia.Karena dia juga terobsesi dengan saya.Saya juga tidak ingin membuatnya dalam keadaan bahaya."


"Terima kasih,karena bila dia seperti Yoshi yang penuh dengan intrik.Bakalan aku singkirkan dengan caraku sendiri.Kamu ingat itu ya!"


Sebuah jawaban dan mengangguk dari seorang Monalisa telah menyentuh Morgan untuk memeluk dan mencium pipi sang kekasih,perlahan ia beranjak berdiri serta berucap dengannya.


"Aku keluar dulu ya.Ada urusan yang akan aku kerjakan."Tersenyum beranjak berdiri melepaskan pelukan hangat untuk Monalisa.


Sontak ia mendongak dengan wajah penasaran untuk mempertanyakan keberadaannya saat keluar meninggalkan dirinya.


"Tuan memangnya mau kemana?"


"Kamu tenang aja,aku tidak akan bersikap gegabah untuk Darren.Karena dia bagiku masalah kecil,aku hanya butuh sendiri sebelum kamu meninggalkan aku ya!"Merunduk dan mencium rambut kepalanya dan beranjak kekamar serta berganti pakaian dan keluar memakai pakaian serba hitam dan keluar membawa sebuah helm sport.


Sangat mengherankan buat Tuan Morgan,sebenarnya dia mau kemana?tidak biasanya dia keluar menggunakan pakaian seperti itu.Segera ia berdiri dan menghampirinya dengan wajah cemas.


"Sebenarnya Tuan mau kemana?"Menghentikan langkahnya seraya mendekap lengannya.


Menoleh dan berkata"Aku ingin bertemu Yoshi.Sepertinya dia butuh sesuatu untuk aku kerjakan!kamu hati-hati dirumah ya."Melepaskan dekapan Monalisa dan berjalan keluar serta menuju motor sportnya,suaranya memang gagah seperti penunggang kuda besi melaju dengan kecepatan tinggi dan mencari keberadaan Yoshi.


Suara ponselnya membuatnya seketika terhenyak dan melihat dengan cepat sebuah pesan telah masuk."Sebentar ya,ada yang menghubungiku!"


"Keren kak Joana tumben siapa seeh,ada yang cemburu ga?"Sindir Thy Than melirik kearah Rey.


"Haduuuh,,,dia tuh ga usah dicemburui.Bikin capek Than,yang penting aku bisa dekat dengan dia kan kamu senang apalagi aku hahahah!"Candanya lepas.


"Haaah,,,om Rey bisa aja deh!"Selidiknya geli.


Beranjak berdiri serta sinis mendapatkan serangan seperti yang dibuat olehnya sampai ia kesal."Tuan mudaaa,selalu saja membuatku kesal deh!"


"Ooopps maaaf!"Sambil mengangkat kedua tangannya.


Perlahan Joana pergi ijin untuk keluar dan menerima telepon dari seseorang yang dipastikan adalah Morgan.Sosok kepercayaanya yang loyal banget tentang keluarga Joana serta memberitahukan sebuah pesan kepadanya.Perlahan sampai diluar halaman,ia mencoba melihat apakah keadaan aman untuk mendengar pesan suara yang dikirimkan oleh Kepercayaannya.


"Nona,saya sudah mendapatkan bisnis Yoshi dan itu terindikasi adalah penggelapan,dan ternyata dia selama ini memakai nama perusahaan fiktif untuk menipu kita.Dan saya akan bereskan dia segera."Ujarnya sebelum menaiki sebuah tunggangan besi yang saat itu terparkir didalam garasi bawah tanah.


Matanya pun terbelalak mendengar kalimat suara yang dikirimkan oleh Morgan sehingga dia berharap Morgan bisa membuatnya tertangkap dan melakukan introgasi terhadap dirinya selama ini.Bahkan Monalisa pun tak menyadari hal tersebut karena dia hanyalah seorang pemain cinta tanpa sebuah operasi rahasia dibawah pimpinannya.


"Oke segera kamu tangkap dia,besok aku akan melakukan perjanjian kerja denganmu.Supaya Tuan muda tidak curiga dan aku bisa bertemu dengannya.Terima kasih Morgan!"Seraya mengirimkan pesan suara keponselnya.


Menghela nafas panjang,ternyata selama ini dia yang telah membuat keadaan kami semakin ga jelas bahkan hampir saja kehilangan apa yang aku miliki selama ini.Oooh iya aku segera masuk,nanti malahan curiga lagi Tuan muda tidak melihat aku masuk dengan cepat dan tenang.Memasukkan ponselnya kedalam sakunya,berusaha tenang untuk masuk kedalam menemui mereka berdua.


"Haiiii,,,kalian ngobrolin apa?"Bergegas gabung disamping Thy Than.


Keduanya mendongak,ada yang penasaran tetapi masih bisa untuk ditahan,tapi Thy Than lebih penasaran sampai ingin kejelasan berarti dalam kepergian sejenak Joana.


"Kenapa seeh kak sampai keluar segala.Emangnya penting banget ya?"Tanya Thy Than makin penasaran aja.


"Ya kamu ga tahu kalau seseorang lagi kasmaran kan gitu.Ga mau deh kedengeran sama kita.Biar privasi gitu,kayak ga tahu aja kayak apa dia!"Sambil mukul bahunya dengan gemas.


Gaya banget sambil beberapa kali menghindari pukulan yang diberikan oleh Rey.Ada aja tawa yang diberikan oleh Thy Than saat mendapati kelucuan itu.


"Hahaha,kasmarannya tuh cocok banget sama om Rey lho.Jangan sama yang lain ga enak!"Selanya nggemesin.


Menoleh kaget sejak kapan dia mengatakan hal tersebut,padahal juga ga pernah ngelakuin yang aneh-aneh sama Tuan muda.


"Hiiiii,kok bisa bilang kayak gitu seeh kamu.Kamu tuh dimana nyobain om Rey kamu,,,bisa-bisanya bilang kayak gitu.Kan bikin geli sendiri tahu!"Ngakak dan mepetin Thy Than yang tergeser terus.


"Kaaak,jangan geser gitu dong.Kan aku bilang yang sesungguhnya,kali-kali bisa membelot keseseorang disamping kakak dan aku dapat poin hahahahah!"Makin ga ada akal becandanya,bikin keduanya saling melirik dan bersiap untuk menggelitik sang Ponakan sampai ngakak ga karuan.


Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menaklukan bisnis Yoshi dari keangkuhan yang dia buat.Ga ada lagi yang bisa dia lakukan sekarang selain melihat sebenarnya apa yang akan terjadi bila kejadian ini dapat dipastikan kebenarannya oleh Morgan.Aku pasti akan buat Yoshi menyesal telah berada dalam lingkaran yang salah dan aku bisa mengembalikan semuanya yang selama ini diambil olehnya.


Dermaga kembali sibuk dan selalu sibuk dengan kontainer besar yang perlahan mulai diturunkan dipelabuhan,beberapa orang sibuk dengan mengatur kedatangannya disetiap lokasi-lokasi menjadi tempat pengaturan barang.Dari jauh pun Morgan telah menjelma menjadi seorang pria misterius tanpa ada bisa mengenalinya.Dia telah memasang sebuah topeng mirip orang lain tanpa ada yang mengetahui bahwa itu adalah sosok mata-mata berada diantara kesibukan orang disekitar.


"Heeiii ,,kamu siapa?"Panggil salah satu operator lapangan saat melihat langkah dan gerak-gerik yang menurutnya mencurigakan.


Ia terhenti dan menoleh serta mencoba sok tak mengerti dengan apa yang akan dia lakukan.Mendekati dan mencoba mengelabuhi dengan sebutan berbeda.


"Aku,aku tengah melihat-lihat.Mungkin ada yang cocok mana barang yang aku suka!"Jawabnya bergaya.


Beberapa orang pun tertawa mendengar kalimat yang diutarakan olehnya,apa dia orang ga waras yang tiba-tiba membuat tawa semua orang disini?beneran tawanya pula membuat beberapa karyawan yang berada disitu pun menggelengkan kepala dan tak percaya sama jawaban dari Morgan.


"Kamu ada kepentingan apa datang kesini!"Seseorang datang menghampiri serta bertanya pelan kepadanya.


"Ooooh,hanya melihat-lihat saja.Apa tidak boleh?"Kembali bertanya.


"Tidak-tidak,ini bukan areamu.Silahkan pergi atau kami akan mengusirmu!"Dorongnya dengan kasar.


"Oke-oke aku akan pergi!"Sambil mengangkat kedua tangannya.


"Sekarang kamu pergi!"Usir salah satunya lagi.


Dengan berat hati,Morgan mencoba menuruti permintaan beberapa pegawai yang muak melihat tingkahnya yang sungguh membuat mereka ingin menghajarnya.Mencibirkan bibirnya,perlahan dia pun cabut dari tempat yang disinyalir adalah barang-barang yang dipesan oleh Yoshi untuk keperluan bisnisnya.Pergi dengan hati-hati sembari mengawasi sekitar untuk melihat pergerakan lagi dari beberapa orang.


Tanpa sadar Morgan berjalan tanpa melihat depan,seketika ia bertabrakan dengan orang yang disinyalir adalah Yoshi merupakan salah satu targetnya.


Bruuuuk ,,,agak terpental juga Yoshi saat tengah berhadapan dengannya.Keduanya saling bertapan dan ada rasa bersalah yang dirasakan oleh Morgan saat itulah dia mencoba meminta maaf.Malahan sebuah penolakan itu adalah jawaban untuk bisa membuatnya menderita sesaat.


"Oooooh,maaf Tuan.Maaf saya tidak tahu anda ada didepan saya."Sambil kebingunguan melihat dia hanya menatap dengan tajam bahkan ingin menghardiknya seketika.


"Hehhh,,,,kamu tuh kalau jalan yang bener,gunakan mata kamu dengan baik.Ini tempat ramai ngapain bisa menabrak aku haaah.Minggir kamu,bikin keributan aja disini!"Berbalik dan meminta salah satu pengawalnya untuk menyingkirkannya.


"Tolong bawa orang ini pergi dari sini.Jangan sampai aku ketemu sama dia lagi!"Pintanya kepada pengawalnya.


"Baik Tuan,saya akan bawa dia!"Sambil mendekapnya dan membawa pergi.sontak saja kolase Morgan mencoba untuk melepaskan dirinya sangat susah bahkan bisa dibilang "mencoba tidak kuat" untuk mengkondisikan keadaan yang lebih baik.


Tatapan seorang pembunuh tengah melekat dalam diri Morgan,bahkan tatapan itu sempat membuat Yoshi tak percaya bahwa ketajaman matanya telah membuatnya hampir celaka.Sempat berbalik dan melihat sosok pria tengah dibawa oleh beberapa pengawalnya untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,ada keraguan terdalam dari firasat Yoshi akan ada sesuatu yang akan menghadangnya.


Tak jauh dari langkah pandangan Yoshi,Morgan pun dilepaskan serta sempat terlempar hingga tersungkur kelantai.


"Jangan pernah anda memperlihatkan batang hidung anda disini mengerti."Hardiknya kepada Morgan yang berusaha untuk bangun.


Sambil mengangkat tanganya beberapa kali ia mencoba membuat siasat selanjutnya untuk bisa menculik Yoshi serta menghilangkan dirinya sejenak.Tersungging kalimat apa yang pantas untuk pengecut seperti dia.


"Tunggu saja,sebentar lagi akan banyak orang mencarimu Yoshi."


Beranjak menghilang dan membuat strategi kembali untuk menghilangkan sosok pengecut tersebut,mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu pengawalnya untuk datang dan menculik siapa sebenarnya pengganggu tersebut.


"Halo Bos,ada yang bisa kami bantu?"Jawabnya dengan wajah serius.


"Kamu datang kedermaga pelabuhan kita ada target yang akan aku singkirkan.Segera ya!"


Sembari mengangguk sebuah jawaban pasti,akan segera datang bersama dua orang mengendarai sebuah mobil jeep hitam bersiap untuk menculik seseorang yang akan menjadi target Tuan Morgan.


Berdiri tegap dan tersenyum sadis seperti seorang tengah siap menjadi pembunuh bayaran.Tinggal tunggu waktu aja kamu akan menjadi bagian terburuk dalam bisnis ini,selamat menunggu sebuah kejutan dariku Tuan Yoshi tertawa layaknya tengah mendapatkan mangsa terbaiknya.