
Perlahan terbangun dari mimpi malamnya,Thy Than pun merasakan hawa segar tengah menyelimuti hatinya.Seakan bahagia merentangkan tangan seraya menguap cantik ia pun segera melihat jam weker masih menunjukkan pukul.05.15 pagi.Membuatnya ingin bangun dan menyapa pagi yang belum ada tanda-tanda mentari tengah menyapa.
"Huuuuaaahhh.,,,udah pagi juga ini!"Sambil melempar selimutnya,ia beranjak turun serta berjalan kekamar mandi.
Masih belum ngumpul nyawanya,tak sadar pula ia menabrak pinggiran pintu.GUBRAAAAKKKK.....
"Aduuuuh!"Seraya terpental agak jauh,ia menggosok-gosok kepalanya tengah terbentur.
"Ngapain seeh berdiri disini,udah tahu Thy Than belum bener jalannya.Jangan dong ganggu aku!"Rengeknya berjalan masuk kedalam.
Sepuluh menit kemudian iapun kembali segar setelah mandi seraya merapikan rambutnya juga membalut tubuhnya dengan handuk berjalan keluar serta mencoba melihat dikaca,apakah aku udah berkilau ya.Huuh udah cantik serta ganti baju memakai kaos oblong berwarna hitam dan celana putih.Mengeringkan sejenak lalu menyisir hingga kembali cantik dengan make up natural.
"Nanti kalau pake make up yang ngejreng dikatain menor lagi,ga sesuai umurlah.Kalau gini kan enak dipandang."Seraya memoles wajahnya dengan segar serta memakai lipstik berwarna pastel.
Tampil udah cantik dan wangi segera Thy Than keluar dari kamar,berjalan melewati kamar om Rey.Ia sempat terhenti dan mengintip pintunya menempelkan telinganya serta menunggu apakah ada kehidupan atau engga.Eeh,,,ga ada juga ya udah santai aja jalan kebawah menuju dapur untuk membuat sarapan pagi.
Mondar-mandir ia pun sambil mikir menu apa yang akan dia masak kali ini.Apa ya?apa soup buntut apa tongseng atau bikin nasi goreng hehehehe.Kenapa aku ga mikir yang bikin western ya.Tapi susah banget sambil membuka kulkas,apa yaaa.Pokoknya apa yang ada aku buatin deh.Sambil menyertikkan jarinya dia pun membuat nasi goreng aja deh sama telur ceplok dan ayam kecap.Seru kali ya,bikin aah.
Thy Than sempat mendongak keatas dan memperhatikan apakah om Rey udah bangun apa belum ya?semoga aja belum.Kalau belum okelah santai aja,kalau udah bangun udah deh takut sama jahilnya yang kumat buat aku jadi IlL Fiil sama dia.Hobby nya suka godain aku dan kak Joana sontak bikin kesal dan ingin membalasnya.Tapi kali ini aman karena aku masaknya ga berisik dan tentu seru deh selesainya.
"Heeemm,,,aroma sedap banget!"Puji Thy Than sambil menghirup ayam kecapnya dengan legaaa.Sesekali ia memainkan tangannya seraya kembali menghirup dengan menata dipiring saji.
Sibuk juga kali ini,pagi juga mulai menampakkan mentari yang mengintip hangat perlahan-lahan.Menoleh merasakan ada yang hangat-hangat ia pun segera mempersiapkan semuanya dengan menata kembali hingga cantik.
"Waah,,,udah cantik,tinggal nunggu masak nasi aja!"Puas banget kali ini bisa masak dengan tampilan menggoda juga lebih memberikan senyum hangat.
Gimana ya om Rey udah bangun apa belum ya?sembari bersedekap menantinya.Apa dia puas udah membuatku kalah semalam,sampai mimpinya indah banget ya.Apa aku bangunin aja ya.Seru kali kalau menyapa om Rey saat ia belum kumpul nyawanya,gimana reaksinya.
"Gangguin om Rey aaah!"Bergegas semangat membangunkannya.
Berlari kecil menaiki anak tangga,iapun sampai didepan pintu kamarnya.Beberapa kali ia mengetuk pintunya.
Tok,,,tok,,,tok,,,
"Pagi om Rey,,banguuuun!'Sambil mengetuk pintunya beberap kali.
Heemn,,,enak banget kalau udah mimpi ya?bikin kesal aja deh.Langsung membuka pintunya perlahan membuka pintunya perlahan-lahan serta menampakkan wajahnya.
Mengernyitkan kening,,,kok gelap banget.Masuk deh layaknya seorang pencuri ia pun mengendap-endap dan melihat hanya dua lampu tempel versi industrial tengah menyala berwarna orange.Tapi tetep saja ga bangun,apa.aku buka aja tirainya ya he'em pasti deh bangun heheheh.
"Om-om bisa aja ga bangun-bangun sok nyenyak banget tidurnya!"Sambil berjalan menuju tirai jendela dan membuka perlahan tetapi cahaya mentari juga belum terlalu cerah menyapa dunia.Pastinya belum bakalan bangun.
Udahlah aku bangunin deh,biar ga kesiangan.Kasihan juga kan makanannya cepet dingin ga anget lagi.Berbalik lalu mendekati ranjang dan duduk memandangi om Rey cakep juga ya kalau om lagi tidur.Polos banget hehehe.
"Om,,,om Rey bangun dong.Udah siang lho!"Bisiknya ditelinganya.
Mendengar panggilan itu,bukannya bangun malahan berbaring miring membelakangi dirinya,sampai membuat Thy Than kesal bersedekap menatap serta memancungkan bibirnya.
"Om Reeeeyyy,,,bangun dong."Panggilnya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Ia terkejut serta menoleh dengan wajah masih ngantuk banget,ngapain seeh ganggu-ganggu segala.
"Apaan seeh Than?Om masih ngantuk neeh!"Jawabnya berbalik terlentang dan terlihat tubuhnya terlihat atletis kedua bahunya serta sebagian dadanya terlihat bidang sampai membuat Thy Than menahan nafasnya.
"Haaah,,,seksinyaaaa!"Gumamnya terpana mematung.
"Kenapa?ada yang aneh!"Pertanyaan dilayangkan dengan penuh penasaran.
"Hehehe,ga ada Om.Buruan bangun aku udah buatin sarapan pagi lho.Ayo Oooommm,banguuun!"Tariknya dari kemalasannya.
Ia terpaksa bangun berat banget sambil melempar selimutnya pula,langsung aja Thy Than langsung menutupi wajahnya karena kaget cuman melihat boxer tengah menutupi keindahan tubuhnya.
"AAAAAAAA,,,,,OM GILAAAA!"Ia pun berlari keluar sambil menutupi wajahnya.Kapok banget kalau udah bangunin Om paling jahilnya itu,menutup pintu dengan keras.
BRUUUUKKK,,,,Sontak membuatnya terkejut kedua kalinya sampai heran melihat kelakuan keponakannya yang tiba-tiba kabur meninggalkannya.
"Ngapain tuh kabur gitu aja ya?"Sembari garuk-garuk kepala.
Turun dari ranjang,ia pun saat menunduk kebawah heran dan baru sadar kalau Rey hanya memakai boxer sampai menghela nafas geli dan ketawa heran.
"Ya ampun.Lupa aku,pantesan dia kabur begitu saja.Biarin deh biar ga lama-lama dikamarku heheheh!"Tertawa geli serta berjalan keluar membuka jendela kamar.
Menghirup hawa segar tak kala mentari tengah perlahan telah memberinya cahaya terang dalam senyuman seorang Rey.Apakah kali ini aku akan merasakan kesegaran ya,mandi dulu deh biar Thy Than ga berfikir aneh-aneh lagi.
"Astaga om Rey kok bisa seeh sampai pake kolor doang. Bikin malu aja,untung aja aku kabur duluan coba kalau ga?bisa jadi apa nantinya."Sambil berjalan kedapur membuat minuman juice sehat untuk Om terhangat dan tercinta.
Menggelengkan kepala dan heran,kenapa juga aku hampir shock melihat tubuhnya om Rey yang menggodanya sampai ia tersenyum geli membayangkannya.Untung aja aku ga memeluknya,kan malu juga kalau diingat-ingat.
Belum sempat berbalik,Tiba-tiba Rey berdiri serta bersandar disampingnya dengan memakan sebuah apel kesukaannya.
"Haiiii,"Sapanya membuat Thy Than benar-benar terkejut sampai tak menyangka,bisa tiba-tiba disampingku seeh.
"HAAAAAHHH,,,,OM REYYY BIKIN AKU KAGET AJA!"Beberapa kali memukul bahunya sampai dia ketawa lepas dan ngakak ga kuat lihatnya.
"Hahahahahaha,,,mangkanya fokus dong.Kan kamu ga tahu emangnya kalau Om ada disampingmu?"
Menggelengkan kepala.
"Engga,emangnya ngapain seeh Om ga nyapa yang biasa aja.Ga udah dideket baru nyapa,kan kaget akunya!" Selorohnya dengan wajah serius.
"Ya udah maaf ya!"Sambil mengigit apel lalu mendekap pipinya dengan keras sampai moyong bibirnya.
"Ooom,,,ga usah gini deh.Geliii tahuuu!"Mencoba melepaskan kedua tangannya.
"Ya udah,kita makan yuk!"Rangkulnya dengan manis membawanya kemeja makan.
"Uuuuuh,,,gilaaaa!"Selorohnya kesal.
"Makin manja ajaaa kamuuu!"Sambil nyubit pipinya.
Sarapan pagi menjadi pilihan keduanya serta senyum manis tersemat dalam obrolan pagi,Tak kala pujian hangat kembali dituangkan oleh seorang Rey saat mencicipi makanan yang telah ditata oleh Thy Than saat melayani Om tersayangnya.
"Silahkan Om,,mau nambah apa lagi?"Sambil memberikan porsi pas untuknya.
"Heeemmm,,enak banget seeh.Belajar dimana seeh?"Sambil membelai pipinya.
"Special aku langganan channel Youtube seorang Chef Om,jadi ya bisa aja aku buatnya.Tapi malah tambah enak,om suka kan?"Kembali bertanya tentang rasa masakannya.
"Hemm,,,suka banget lho.Kalo kayak gini seeh Om ga pernah deh makan diluar?Kamu hebat juga ya!"Tersenyum memujinya.
"Hehehe,om Rey bisa ajaaa kalau muji aku.Oooh ya Om sekarang kan tanggal merah Om libur juga ga?"Tanya Thy Than penasaran.
"Ya liburlah,,,apa kamu mau ketemu mas Krisna yaaa.Tanya-tanya Om gitu!"Ledeknya menggoda.
"Iiihhh om Rey apaan seeh.Mana aku sama mas Krisna,sama Ganindra aja entahlah!"Jawabnya kesal.
Tawa lepasnya membuat suasana meja makan seakan menjadi semarak karena tawa Rey yang telah memberikan kehangatan segala dalam hidupnya.
Menghela nafas panjang,,,iapun tersungging melihat penampilan seorang perempuan yang beranjak dewasa.
"Ooh ya kapan kamu ulang tahun sayang,,om Rey lupa lho!"Tiba-tiba bertanya soal hari specialnya.
"Haaaah,,,tumben Om tanya itu."Kesal lagi deh dijawab.
"UDAAAAHHHH LEWAAAAAAT BULAN KEMARIN OOOOOM!"Menumpahkan kekesalannya.
"Astaga kenapa kamu ga bilang,kalau kamu bilang kan kita rayain sama Joana.Kamu seeh ga bilang!"Sambil tak percaya mendengarnya.
"Hik,,,hik ,,hik ,,hik Om jahat.Awas ya aku bilangin sama almarhum papa,biar dituntut nantinya sama papa!"Lanjutnya sok sedih.
"Waduuuh serem amat ya,kalau gitu pas banget sekarang kita kan libur bareng.Ini hari special buat kamu gimana.Tertarik ga?"Kembali menawarkan sebuah hadiah.
"Hari special nya Thy Than,,maksudnya gimana?"Tanya lagi.
"Kamu kan lewat tuh ultahnya,,,gimana kalau Om traktir belanja baju mau ga ataua sepatu atau apalah yang kamu inginkan.Boleeeh buat kamu!"
Bahagianya kali ini mendapat kejutan yang sangat-sangat berbeda hingga kegirangan mendengarnya sampai ia jingkrak-jingkrak kayak anak kecil baru dapat hadiah dari orang specialnya.Berlari serta memeluk om Rey dan mencium pipinya dengan gemas serta mengucapkan kalimat untuknya.
"Makasih banyak Om,,,Om memang penyelemat sejatiku.Love you oooommm!"Lagi menciumnya.
"Udah deh nyiumnya.Ntar pipi Om beda sebelah lho!"Kesal juga sambil bersungut-sungut.
"Hahaha,,bisa marah juga kalau dicium sama ponakannya yang cantik ini!"Sambil melepaskan dekapannya,lalu berpindah mendekap pipinya.
"Makasih banyaaak Om!"Balik lagi dan mengatur nafasnya hingga kembali tenang lalu senyum-senyum kembali.
"Kita habiskan sarapan paginya lalu,,,kita main game lagi.Siapa yang menang dapat privillage gimana?"Tawaran menarik tengah dibuatnya.
"Tapi kalau Thy Than kalah,tetep dapat hadiah yang Om janjikan kan?"Kembali dipertanyakan.
"Iyaaaa sayaaang,itu bedaaa.Kalau kamu bisa ngalahin Om lagi.Om tambah hadiahnya gimana?"Makin menggoda aja hadiahnya.
"Beneran Om,,ga boong kan?"
Kesal juga dapat gunjingan macam itu,dasar emang belum pernah dapat hadiah special neeh dia.Mengangguk dan mengacungkan kedua jempolnya.
"YEESSSSS,,,,SENENG BANGEEET.MAKASIH TUHAN,,,ENGKAU TELAH KIRIMKAN SOSOK PENGGANTI PAPA YANG BAIK HATI DAN TIDAK SOMBONG!"Sambil membasuh wajahnya.
"Amiiin,,,,"
"Dan aku sekarang bahagai,ga kesepian lagi.Terima kasih Tuhan."
"Amiiin"
Ia kembali tersenyum serta menawarkan tambahan makanan untuk menikmati suasana yang lebih privillage lagi.
"Om mau nambah lagi,,,nasi gorengnya?"
"Beneran nawarin lagi?"Seneng banget,udah enak pasti lebih membuatnya bertenaga.
"Bolehlah!"Tersenyum sambil menyodorkan piringnya.
"Hehehhe,,,Om gemesin kalau kayak gitu?"Ujarnya ikutan meringis sok imut.
"Trus kamu ga sedih kan dihari ulang tahun kamu,kami lupa dan ga tahu sama sekali tentang hari specialmu?"Menompangkan tangan.
"Ya enggalah Om,,kan aku yang salah ga bilang.Juga ga enak bilang-bilang sama Om.Kayak apa aja aku ini,anak kecil lagi?"Tanya balik.
"Lhaaah yang tadi ga ingat jingkrak-jingkrak ampe Om shock lihatnya.Untung aja ga jebol tuh ubinnya hehehehe!"Candanya membuat sensi lagi Thy Than.
"Ooomm Rey bisa aja deh bikin aku kesel.Tapi seru Om tuh hehehe!"Memberikan menu pagi kedua kalinya.
Tak disangka setelah memperhatikan Om Rey,senyum tak biasa seorang Thy Than adalah sebuah kekaguman seorang rekan relasi papa yang sangat baik dan bisa menjagaku dengan melindungiku dari apapun itu gunjingan yang menerpaku dia berhasil menumbangkannya.Makasih Om baik,aku cinta deh sama om Rey heheheh.Inilah ungkapan kekagumanku padamu.
Setelah sarapan pagi selesai,Thy Than pun sibuk untuk merapikan semuanya sambil cuci piring,Melihat keuletan seorang perempuan yang berjuang dengan tanpa seorang ayah membuatnya terharu.Secepat itu dia berubah dan membuat hatinya semakin dekat dengannya.Apalah arti sebuah kedekatan ini kalau aku hanya menganggapnya sebagai keponakan sendiri.Lebih dewasa dan ga nyangka bisa melihat perubahan yang berarti disetiap kehidupan selanjutnya.
Berdiri disamping Thy Than dan ikut membantunya, membuat obrolan makin seru aja.
"Kamu ga capek kalau ngerjain tugas sendirian?apa Om cari pembantu?"Kembali menawarkan bantuan untuk Thy Than.
"Aku rasa engga deh Om,,biarian aku yang ngerjain tugas rumah.Juga ga sebesar rumahku dulu kan butuh banyak pembantu.Sekarang aku udah biasa lagi ngerjain tugas kayak gini.Biar nanti ga manja kalau udah nikah heheheh!"Bisiknya dengan geli.
"Oooh,,,gitu.Okey,,tiap bulan minta gaji berapa?"Tiba-tiba menawarkan gaji untuknya.
Menoleh kaget dengan ucapannya yang mengejutkan.
"Haaaahhhh,,,,,Om nawarin gaji sama aku heheheh,bisa aja Om ini!"Sambil menyenggol bahunya.
"Lha kan Om udah ga nyari pembantu.Trus kamu ngerjain semuanya sendirian,jadi Om ngasih uang prestasi bukan gaji lho ya.Om salah ngomong!"Sambil ketawa menompangkan kedua tanganya dibahu serta merunduk membenturkan dibahu Thy Than.
Mikir panjang lalu seraya mendongak,lalu menemukam nominal yang menggiurkan.
"Seratus juta Om,heheheh!"Jawabnya membuat Rey kaget serta menampakkan wajah Konyolnya.
"Haaaah,Seratus juta.Ga salah,kamu ga demam kan?"Sambil mendekap keningnya.
"Engga,aku sehat-sehat aja kok.Kan Om yang nawarin tadi ya aku seeh yes aja."Jawabnya langsung meringis.
"Becanda Om,,,mana ada segitu.Pokoknya aku akan setia sama Om.Kan nanti katanya Om Rey kalau aku udah cukup umur pasti pegang jabatan bagus ditempat kerja Om ya ga?"Kembali membuatnya senyum-senyum sendiri.
"Oke deh Om kasih kamu separuhnya ya.Biar kamu ga kepikiran sama uang kamu.Jangan boros-boros jangan buat aneh-aneh.Cukup buat yang wajar-wajar aja gimana?"Kembali memberikan sebuah solusi untuk keponakannya.
"Oke Om,aku terima kok apa yang Om berikan sama Thy Than.Hidup yang layak dan tentunya kasih sayang yang berlimpah buat Thy Than.Aku sangat berterima kasih Om!"Sambil memeluknya dengan erat.
"Enak ya kalau dipeluk terus gini.Anget!"Bisiknya ketawa.
Langsung aja melepaskan pelukannya dan memukul-mukul dadanya.
"Ommm kok jahil banget seeh,bikin geeeemeess tahuuu!"Lagi dia mencubit pipinya dengan tanganya yang masih banyak sabun busanya.
"Emang kamu kira Om ini cucian piring juga ya!"Sambil menampakkan wajah polos plus konyol.
"Hehehehe,Om kan yang mulai maaf ya."Mengambil tissue dan mengelapnya.
"Udah kok,,,udah cakep hehehehe!"Ujarnya kembali mendekap pergelangan tangannya.
"Udah beres semua kan?"Tanya Rey dengan berjalan seraya melihat-lihat semuanya dengab bersih tanpa ada yang tersisa.
Berbalik sambil memberinya hormat.
"Sudah bersih Tuan,,semuanya sudah saya bersihkan semuanya.Tinggal saya dapat poin berapa!"Sambil ketawa akhirnya.
Ketawa pula dan menggelengkan kepala,rasanya hari ini adalah hari kita berdua berkomedi romantis ria ya.Ga nyangka dia humble dan memberikan semuanya dengan baik juga aku bisa merasakan bagaiaman cinta itu datang dengan kasih sayang untuk Thy Than.Pagi yang cerah memberikan sebuah senggang waktu baik untuk bersantai ria.
"Om aku buat camilan dulu ya,buat kita main game lagi!"Kata Thy Than membuat ide inspirasi.
"Boleh juga.Jangan yang aneh-aneh ya Om ga suka lho!"
Sambil membulatkan jarinya.
"Okey Om!"Thy Than membalsnya.
Pilihan kali ini telah membuat hari-harindan waktu semakin membaik,Thy Than yang telah menyelesaikan membuat camilan mewah satu box tentu membuat Rey semangat untuk menikmatinya dengan lahap.