Thy Than

Thy Than
Bab.24 Rey kembali teringat seseorang.



Diruang kerja pribadinya,ia masih sibuk menyusun beberapa kalimat untuk berbicara dengan Joana nantinya.Apa mungkin dia mau menajdi asistan pribadiku dikantor dan siap bertempur denganku ya.Mungkin aku harus bicara dengan santai tidak memaksakan kehendakku.Mengangkat dia seperti itu membutuhkan waktu dan apakah ayah setuju atas pilihanku.Keren juga seeh pas aku lihat dia datang dengan pakaian kerja formal membuat mataku ga bisa berkedip dan mengatakan satu hal.Perfecto!


Trus gimana dengan wanita yang sempat menelponku,apa benar itu alexa?kenapa aku ga kroscek sekarang seeh.Langsung aja dia mengambil ponselnya beranjal berdiri dan berjalan menuju sebuah kaca besar dimana pemandangan dapat ia lihat tentang kesibukan kota jakarta yang telah membuatnya terbuai begitu saja oleh semua hal tentang kehidupan dan keindahan tengah berubah menajadi sibuk.


"Apa masih aktif ya nomor handphonenya?"Kembali scroll mencari keberadaannya,hingga beberapa menit dia menemukan sebuah nama sama sekali tidak bisa ia lupakan dengan sebuah panggilan lucunya.


"Ini dia!"Tersenyum dan mencoba menghubunginya.


Suara ponselnya pun tersambung kesebuah tempat dimana Kesibukan Alexa tengah mendesain sebuah gambar untuk hasil desain grafisnya.Mempelajari dengan tenang tetapi terhenti sejenak ketika panggilan itu membuatnya segera untuk melihatnya siapa yang mengganggunya.


Heran,tumben dia menghubungiku?ada apa ya.Pasti dia kangen sama aku heheheh,langsung mengangkat serta menyapa hangat bahkan penuh keramahan.


"Haiiii,sayang apa kabar kamu?kangen sama aku!"Kembali mempertanyakan sebuah harapan itu ada saat suara Rey menjadi pengobat rindunya.


"Kamu yang menghubungi apartemenku kemarin?"Kembali mempertanyakan kembali.


"Iyaaa,,karena aku sayang dan kangen banget sama kamu.Kamu juga kan,buktinya kamu nelpon aku hehhehe!"Sumringah merasakan suara kakunya,pasti akan hangat nantinya.


"Untuk apa panggil aku sayang lagi,emang kamu udah bosan sama lelaki yang telah membuatku berpaling dariku?"Sensitif sekali buat Rey ketika harus mengatakan hal tersebut.Tetapi itu adalah sebuah pembuktian tak biasa buatnya untuk menjatuhkan kepada Alexa siapa yang salah dan tidak.


"Sayaaang,aku tuh masih berharap sama kamu.Ga ada fikiranku untuk berbuat macam-macam.Itu hanya Klienku yang,,,,"Belum selesai bicara segera Rey memotongnya.


"SPECIAL?"Tandasnya membuat Alexa terbata-bata.


"E-eeng-a gi-tu saya-ng!"


"Itu kenapa terbata-bata?itu bukti lho kalau kamu mencoba membela tetapi ga tahu arahnya kemana.Aku tahu dengan apa yang kamu punyai dan kekuasaanmu adalah andilmu untuk mendapatkan dia kan?"Serasa perdebatan ini adalah awal aku menjadi kekasih tanpa bayangan apapun.


"Sayaaang,ga mungkin dong aku menjelaskan ditelpon.Atau kita ketemu aja dirumahku nanti malam.aku akan menjelaskan semuanya dengan baik dan tidak akan ada yang aku tutup-tutupi sama sekali.Kamu datang ya pleace!"Pintanya memohon.


"Kalau aku menolak?"Kembali mengancam.


"Aku akan terus menganggumu dan siapa itu asistan kamu yang sok kecantikan dan sok banget pokoknya!"


Tersungging"Kenapa juga kamu bawa-bawa dia.Aku kan hanya mepertanyakan sebuah kepercayaan buat kamu.Tetapi malah kamu membuatnya semakin ga jelas!"


"Karena dia yang mengangkat dan mengatakan tentang kamu.Jadi aku cemburu sama kamu.Kamu itu langsung menduakan aku gitu?setelah tahu kabar perselingkuhanku."


"Oooh ternyata selama ini kamu selingkuh,ckckckck.Hebat nanti kita bicara lagi aku pengen tahu seperti apa pembelaanmu tentang kesalahanmu."


"Beneran kamu akan datang nanti?"


"Yaaa,,,dan kupastikan semuanya adalah benar okey.Byeee!"Langsung menutup ponselnya.


"Rey,,,sayang.Reyyyyy!"Kesal juga setelah mendapat intimidasi dari mantan kekasihnya.


"Siaaaal,,,kenapa seeh dia bisa cerita kalau aku menghubunginya.Apa dia tengah mencari perhatian dari Rey dan mencoba merebutnya dariku.Lihat aja."Tersungging miring penuh emosi.


Ia kembali menyusun strategi untuk membuat pria specialnya kembali dalam pelukannya lagi.Setelah ia mendapat kabar baik bahwa dia akan menjadi salah satu pemilik perusahaan yang telah ia ambil alih untuk sebuah proyek barunya.Ini adalah kesempatan tak bisa ia lewatkan begitu saja,mendapatkan apa yang dia inginkan sebagai gaya hidup hedon miliknya.


Berapa kali dia berfikir untuk menyatukan lagi cinta yang selama ini hilang tanpa arah dan seakan ingin mengembalikan dalam perebutan yang tak biasa dia lakukan.Aku harus memberi pelajaran buat wanita yang mencoba menghalangiku.Lihat aja,kamu ga akan bisa bernafas dengan tenang dikehidupamu Joana.


"Oooh iya,Thy Than gimana kabarnya.Dia pulang sama siapa?"Teringat pula pada sosok keponakannya yang sempat ia antar tadi pagi,langsung Rey menghubunginya saat ia tengah berada satu mobil dengan Ganindra.


"Kamu mau makan dulu atau langsung pulang?"Menoleh dengan tatapan manis.


"Langsung pulang aja Ndra,aku capek masih takut lagi."Ujarnya mesem-mesem geli.


"Gua antar kemana neeh?kerumahmu atau kerumah yang lain!"


"Bentar ya,aku mikir dulu!"


"Yaaaa,terserah.Lebih baik dan senang lagi kalau kamu kerumah gua.Lebih seru dan santai!"Jawabnya tertawa lepas.


Saat tawa itu menjadi lengkap dalam pandangan keduanya,ternyata sebuah panggilan penting tengah mengarah kepadanya.


"Lhoo,om Rey.Tumben!"Mengangkatnya.


"Halooo,Om.Selamat sore!"Sapanya ramah.


"Than kamu pulang sama siapa?"Pertanyaan itu mengarah kepadanya penuh tanya


"Heheheheh,Om maaf ya.Kalau Thy Than ga ngabarin,maunya WA aja biar ga ganggu kerjaan om.Sekarang Thy Than pulang bareng temen trus masih bingung mau kemana gitu Om!"


"Oh ga usah bingung kamu kerumahnya Om aja.Nanti atau besok kan mobil kamu masih dikantor Om.Jadi mau gimana?"


Sambil menepuk keningnya,ia ingat sama benda yang sudah ia tinggalkan dua hari yang lalu."Astaga,lupa Om mobilnya Thy Than masih disana ya.Hehehe,kalau gitu besok deh aku ambil!"


Tatapan mata terbelalak khas Ganindra pun juga mengarah kepadanya."Kok bisa lupa?"Suara itu membuat Rey penasaran dengan sosok suara pria tersebut.


"Suara siapa itu Than?"Mencoba mempertanyakan.


"Ohhh,temennya Thy Than om.Sekarang lagi dijalan."


"Oke deh,kalau sudah ada yang jemput.Nanti kita bicara lagi ya kalau sampai dirumahnya Om.Hati-hati ya!"Sambil menutup ponselnya.


"Iya Om,makasih banyak!"Sambil menutup ponselnya.


Menghela nafas panjang,lalu menoleh kearah Ganindra saat senyuman itu menjadi teman baiknya.


"Kenapa?"Sambil mengangkat dagunya heran melihat sikapnya.


"Itu tadi Om kamu?"Tanya Ganindra lagi.


Mengangguk"Iya Om aku,sempet nanya seeh mau pulang kemana.Tapi ada yang ketinggalan jadi ya pulang keapartemennya.Kamu mau ngantar kesana kan,hehehe!"Sambil meringis geli kearahnya.


"Buat kamu mau diantar kemana mau aja.Asal ada lagi ciuman yang seperti tadi.Pengen banget diulang lagi hehehee!"Tawanya menggoda.


"Iiiiiiih,seneng banget kamu ya!"Sebal seraya memukul-mukul bahunya.


"Hahahahahaha,kamu mau lagi juga kan?"Candanya makin membuat Thy Than memerah pipinya seraya memalingkan wajahnya.


Menatap dengan wajah konyol,pasti itu membuat hati Ganindra senang.Heeem kayaknya bahagia banget ya ganindra bisa sama aku,trus ada kejadian kayak gitu bikin makin berjaya dia dekat sama aku.


"Jangan lagi cium aku ya.Aku jadi baper lho,malu lagi sama kamu!"Pinta Thy Than polos.


"Ya kalau ga sengaja lagi ga pa-pa.Mendingan kita jadian aja biar ga malu-malu gitu juga kamu udah tahu sifatku gimana,suka menganggu yang tak suka diganggu kan?"Tersenyum memainkan kedua alisnya.


"Ya jangan gitu dong,kita kan sahabat mana bisa!"Keluhnya cemberut.


"Sahabat kan bisa juga jadian trus nikah kayak yang biasanya mereka lakukan.Ga sadar ternyata selama bersahabat itu ada benih-benih yang ga bisa kita ketahui dimana asalnya kan?"Kembali mengingatkan.


Tatapan kesal serta memercingkan hidungnya menjadi tawa kembali tentang kelakuan Thy Than,kenapa bisa selucu itu dia.Cantik tentunya,cabby,sedikit berisi dan sedap banget gitu kalau dipandang.Apalagi tingginya sesuai dengan tipe yang gua inginkan.Ga pa-palah kalau berharap seperti itu,mananya sebuah harapan.Kenapa engga?


Batin Thy Than pula berkata juga,Ganindra itu keren paling seneng jaga tubuhnya,atletis,suka basket perhatian,kalau udah mengenai namanya romantis seneng banget kalau dipeluk.Mantep banget badannya.Malahan ia senyum-senyum lagi menatap keatas,malu-malu gimana gitu.Bikin ILL FELL Ganindra aja.


"Wooiiii kenapa?"Sambil nyubit hidung mancungnya.


Kaget juga mendapat kejutan dari sahabatnya sampai menoleh dan memasang wajah lugu mesem-mesem malu gitu."Apaan seeh.Kaget tahu!"


"Kamu tuh kenapa,nengok keatas sambil senyum-senyum.Gua takutnya kalau ga ngaku bisa-bisa RSJ penuh lho kamu isi!"Candanya geli.


"Indraaa,aku ga gilaaa!"Belanya lagi.


"Trus apa dong,tergila-gila kah sama gua yang kece ini!"Sambil mengangkat kerahnya sembari bergaya.


Sambil nampol bahunya,ia menahan tawanya.


"Apaan seeh,suka-suka aku dong.Mau ketawa sendiri atau ajak-ajak kan ga masalah."Lanjutnya.


"Hehehehe,iya deh kesayangan.Makin imyuuut aja deh!"Sambil menyentuh dagunya.


"Aduuuuh,,,tangannya kreatif amat seeh!"Berontaknya geli.


Terhenti didepan lampu merah,rasanya ada yang mau dikatakan sama Thy Than tapi apa ya,lupa lagi.Tadi udah inget kok malah ga bisa diingat lagi.Tentunya itu membuat Ganindra penasaran pula.


"Elu kenapa seeh,kayaknya pun beban segede lapangan bola sepak deh.Ada apa,cerita dong!"Sambil nusuk pipinya yang cabby.Gemes banget jadinya.


Lagi tangannya membela pipinya yang telah teraniyaya.


"Kamu kenapa?mikir apa!"Sambil mengangkat dagunya.


"Ini tadi udah jelas mau bilang sama kamu!"Belum selesai ngomong disahut sama Ganindra.


"Sayaaaang!"Lanjutnya melihat reaksinya.


"Iiiiiih,kok genit banget seeh kamu lama-lama sayaaang!"Sambil mukul bahunya,,,ehhh sadar bilang sayang sama Ganindra.Sontak aja dia ketawa ngakak.


"Hahahahah,yesss SAYAAAAANG!"Sambil mendekap pipinnya sampai mancung lucu bagaikan ikan koi.


"Eeeh lepasin,,,,ntar aku tampol lagi lho!"Sambil ngangkat tangannya.


"Tampol aja,penting kamu ga nakal lagi sama aku."Jawabnya ngakak.


"Lepasiiiiiin Ndraaa.Sakit tahuuuu!"Ngomongnya pun belepotan sambil masih belum dilepasin sama Ganindra.


Berapa kali dia menampol dengan kedua tangannya pinter banget buat ngeles ga kena-kena.Akhirnya saat lampu hijau berbunyi,langsung suara klakson berbunyi nyaring mengagetkan keduanya seraya menoleh kebelakang,kaget udah pada protes dibelakang.


"Busyeeettt,,,,pada demo ntar ini!"Melepaskan dekapannya,membuat Thy Than lega.Gemas juga sampai nyubit pipinya sampai ia kesakitan.


"Adoooihhhhh,,,,gua jalan dulu.Jangan dicubit gini kaliiii sayaaaang,hahahahah!"


Lagi ditampol dan kembali keposisi duduk penuh kekesalan lagi.Lagi melirik tajam rasanya ingin berperang,tapi tawanya kembali menyapanya."Hahahaha,kesel.Kesel aja kan gua ga dikasih tahu kenapa tadi.Ya gua godainlah."


Sontak setelah ngambek ia ingat buat jenguk Mega yang ga masuk sekolah tadi.Tentunya ia ingat kembali,mencoba bertanya soal sakit yang dialami oleh Mega.


"Oooh,inget deh aku sekarang Ndra!"


"Sayaaaang,panggil gitu aja!"Masih aja ngeyel Ganindra minta dipanggil sayang.


"Hadeeh,iya sayang!"Sambil bete lagi.


"Hahahahaha,ga ikhlas banget.Mau nanya apa seeh?"Menoleh penasaran pula.


"Itu tadi kamu kok keruangannya bu Dira,emang Mega sakit apa?"


"Ooooh,dia!!!!!"Menoleh kayaknya ga usah bilang dulu deh sakitnya apa,gua bilang aja dia kena demam kan ga buat khawatir.Neeh anak kalau tahu sakitnya Mega beneran,bisa nangis seminggu semalam ini.Bahaya gua harus boongin dia dulu biar ada waktu yang tepat baru dia yang cerita.


"KENAPAAAA DIAAAA!"Lantang bertanya.


"Wiiiihhh ngegas banget dia.Pengen tahu banget ya!"Lanjutnya tersenyum kembali.


"Iyaa!"Singkat banget dengan tatapan aneh lagi.


"Dia kena demam,semalam dia kabarin aku kalau dia besok ga masuk.Minta aku yang ijinin gitu!"


"Kok ga bilang ke aku seeh.Kan aku sahabatnya!"Sontak Thy Than ga Terima.


"Iiiiih ngambek,,ya tahu elu tuh sahabatan sama dia sayaaang,tapi ga semuanya dititipin ma elu.Kan gua lelaki,ya pantesnya nitip ke gua gitu!"


"Udah ga percaya dia sama aku?"Kembali tatapan penuh sinis mengarah padanya.


"Bukannya ga percaya seeh,dia itu membagi sebuah tugas penting buat gua.Kalau sama elu yang bahagia-bahagia aja.Kan elu lagi berduka sayang!"Lagi membelai pipinya.


Ya dia noleh sambil pasang wajah polos dan ga ada fikiran lainnya selain itu."Ooooh,gitu ya."


"Iyaaa,kita kesana.Jenguk dia?"Tanya Ganindra pasti.


Mengangguk dengan senyum beratnya,tapi ketika gua lihat Thy Than ya sedihnya ada seeh.Tapi belum waktunya drama ini dipenuhi oleh bawang yang membuat aku ikut mewek,,,Sudahlah gua belokin aja ketempat jual kue biar ada teman untuk membawa sesuatu yang lebih pantas sebagai seorang sahabat baiknya.


Sampai diparkiran,tiba-tiba Thy Than menoleh heran serta membenarkan duduknya,ngapain seeh kesini.Kan lagi ga pengen roti malahan dimangkir dari tugasnya kerumah sahabatnya,kan barusan udah ngomong.


"Lho-lho kok kesini Ndraaa!"


Kembali menoleh dan membenarkan kalimatnya.


"Saayaaang,,,kok ga ingat-ingat seeh!"Cemberut menatapnya semakin dekat dan nyubit hidungnya.


"Heheheheh,maaf lupa!"Meringis geli.


"Naaah gitu dong sadar kalau salah,gemeeees!"Sambil mendekap pipinya sampai mancung.


"Lagi deh,jangan kayak gini doooong!"Protesnya belepotan kalau ngomong.


"Bilang sayang lagi,,,gua lepasin ini monyong bibirmu!"Memberi ancaman untuknya.


"Iya sayaaang maaaf!"


Melepaskan dekapannya,senyum bahagia.Seneng banget kalau buat dia tambah lucu.Gemesnya ga ketulungan.Cabby banget sampai dia bilang."Eh sayang,pertahanin ya cabby mu itu.Gua tuh seeeneng banget kalau liat cewek cabby tahu.Pengen nyubit,pengen nyium,pokoknya pengen apa aja bisa yaaa!"Sambil nyium keningnya.


Lagi dibuat mematung dan tak berdaya sama sikap romantis dan perhatiannya,sungguh ya Ganindra bener-bener mepetin aku sampai detik ini buat apa coba?sampai aku berfikir dua kali lho,udah tampan perhatian,badannya empuk juga.Seneng deh paket komplit,tentunya membuatnya meringis menunjukkan gigi cantiknya berjajar indah,masih saja betah Indra buat ngelus-ngelus pipinya.


"Iyaaa,iya emang kamu suka,,,,,,sama pipiku?"


"Sayaaaang,!"Lagi dia ga bosan-bosannya mengingatkan panggilan itu kepadanya.


"Hiiii,lupa lagi!"Sambil menutup mulutnya,lalu ketawa lepasnya membuat Ganindra tambah gemas.


"Kamu tuh bikin gemes lagi yaaaa!"Makin gemes aja nyubit pipinya.


Sesaat keduanya keluar dari mobil dan bergegas ketoko roti untuk membelikan Mega oleh-oleh,mungkin dengan ini ia bisa seneng banget kedatangan sahabatnya membawakan makanan empuk buatnya.Perlahan Ganindra pun perhatian dengan membukakan pintu untuk Thy Than,seaka menoleh dengan senyum girang plus malu-malu masuk kedalam.


Mulai bingung deh mau cari roti model apa,beberapa kali ngambil ditroli dan memasukkannya.Tanpa melihat pun ternyata ga sadar Ganindra pun mengambil banyak ketika terpesona dengan uniknya roti-roti yang dibelinya,sampai wajah sahabatnya pun heran melihat kelakuan asal ngambil sampai pertanyaan itu muncul.


"Haaah,,sebanyak ini.Ga salah!"Sambil nunjukkin ke Ganindra.


"Enggaaa,udahlah.Ntar kita bagi tuh paper bagnya masaknya Mega doang yang makan.Gua juga pengen!"Lanjutnya sewot.


"Oooooh,demen banget ya sama roti,heheh baru tahu deh.Kalau sandwich suka juga?"Kembali mempertanyakan kesukaannya.


"Kalau elu yang bikinin ya maulah,secara buat kesayangannya kan ga pa-pa banget hehehh!"Sambil nyenggol bahunya.


"Hehehehe!"Mendongak menatap Ganindra.


Setelah puas dengan aneka macam roti tentunya ga ketinggalan buat Ganindra untuk mengambil minuman kaleng,lalu memperlihatkan kepada Thy Than,ia lebih suka sama black coffe.Tentunya itu adalah nilai plus buat Dirinya yang suka juga dengan Cappucino.Tapi kalau ga sama mineral water ga seru juga.Lagi deh ngambil.


Thy Than yang menoleh menunggu kedatangan Sahabatnya heran banyak sekali minuman yang dia ambil,sembari menggelengkan kepala.


"Astaga,beli apa aja seeh?"Heran mengintrogasi sahabatanya.


"Ini sayang,ga mungkin dong kita minum kopi ga ada air mineral,kayak ada yang kurang gitu!"


"Ya deh,ngalah aja.Males debat!"Sambil mengeluarkan Atm dari dompetnya.


"Berapa semuanya mba!"Setelah mulai pembayaran dia mengambil Atm didalam dompet dan memberikan kepada kasir.


"Totalnya 215.000 mba!"


"Eiiitttss,pake uangku aja.Ini mba totalnya segitu ya!"Bergegas Ganindra mengeluarkan uang Tunai didalam dompetnya.


"Ndra,,,biar aku aja yang bayar!"


"Ga usah sayaaaang,aku aja.Tuh simpen aja buat koleksi,aman pokoknya kalau sama gua.Simpen-simpen!"Pintanya dengan telaten memasukkan Atmnya kembali kedalam dompetnya.


"Yaaah,terserah deh!"Sambil melengos lega melihat kasirnya cuman mesem-mesem doang liat tingkah mereka berdua.


Sambil memberikan kembalian dan struk pembayaran,nyeletuk pertanyaan."Mas sama mba baru jadian ya.Sayang-sayangan segala.Yang satu malu-malu hehehee!"


"Enggaa,kita kan!"Belum selesai ngomong langsung dipoting sama Ganindra.


"Kekasih belum kelar mba!"Jawabnya santai membuat tawa keduanya tampak menggoda.


"Yaaah pada ketawa."Kesel juga seeh.


Memang ya kalau sok kompak jadinya kayak gini jadi bahan ketawa yang semakin membuat sayang itu muncul perlahan dengan tepat.Berbalik sembari membantu membawakan barangnya,terlihat senyum sayang itu muncul pada Thy Than yang menggandengnya.Dasar anak sekolahan,kalau mabuk asmara gua ngontrak aja disini,celetuk sang kasir sambil senyum-senyum lihat kelakuan mereka.