
Ga nyangka deh bisa satu perjalanan sama Biyan,tapi ga tahy juga dia baik apa engga mana aku tahu yang penting dia mencoba baik kepadaku saat ini dengan mengantarkanku pulang,sesekali aku arahin jalannya dan beberapa kali obrolan ringan sudah menjadi tawa keduanya.Pasrti itu tidak bisa dikatakan lagi kalau memang konyol itu milik Biyan,kalau romantis kadang ga ada hati tuh Jerry.
"Elu emang tiap hari diantar sama Rasya ya?"Tanya Biyan bingung.
"Iyaaa,,dia itu udah kayak malaikat yang selalu melindungiku dengan segenap jiwanya.Tapi kadang playboynya itu ga ketulungan pokoknya."
"Kok bisa,elu kan udah masuk kriteria sempurna dimata lelaki pilihan seperti Jerry,trus kemarin Edward kok dia malahan santai aja ya?"Tanya balik.
"Ya mana aku tahu.dia udah kayak gitu dari orok.Mungkin kelakuannya papanya turun kali keanaknya."Kata Thy Than jelas.
"Hahahah,tapi ya keren juga Rasya.Aku jadi pengen kenal sama dia deh.Seru kayaknya orangnya!"
Kaget serta mengernyitkan kening saat itu juga,Karena kesal pun dia nampol bahunya Biyan dengan kerasnya sampai ia tak tahu apa kesalahan dirinya.
PLAAAKKKKKZZZ,,,,pukulan yang mantap dan membuat Biyan kaget seketika.
"Aduuuh,,,,ngapain mukul-mukul gua Than?"Sambil tengak-tengok bingung.
"Pengen kenal apa pengen apa kamu sama Rasya ku?"Bentaknya kesal.
"Astagaaa,,,lu kira gua suka sama Rasya.Ama Jerry aja gua ga suka.Gimana serh luuu!"Jawabnya layaknya tengah kesal dengan pernyataannya tadi.
"Oooo ,,gitu ya.Awas aja kalau kamu naksir sama Rasya,ga bakalan diam aku Biyan sama kamu!"
"Iya,,,iya ga usah khawatir kali.Trus kemana lagi ini,,,rumahmu tuh dimana seeh ga ketemu dari tadi!"Kata Biyan heran udah masuk perumahan malahan ga ada bentukannya.
"Lhooooo ngapain sampai sini seeh,,berhenti dong!"Pintanya minta Biyan stop dan terhenti sejenak ia menurunkan kakinya.
"Emang dimana?"Sambil noleh.
"Dibelakang sanaaa tuh.Kamu seeh asyik ngajak gua ngobrol jadi kelepasan kan.Jauh jadinya."
"Muter neeh?"Tanya balik.
"Ya iyalah,,,baliiiik!"Jawab Thy Than dengan tayapan kekesalannya.
Ya ampun hari ini kok aku penuh dengan emosi seeh?apa yang terjadi sama aku ya.Apa dia memang menguji kesabaranku yang setipis kertas sampai aku ga bisa menahannya.Tapi kalau ga diantar sama dia,pasti aku ga bakalan pulang deh.
Terhenti pun disebuah rumah megah minimalis dan asri,naaah senyuman seorang Thy Than pun sampai juga didepan rumahnya.Dengan semangat ia berkata.
"Naaah,ini baru rumahku.Bentar ya aku bukain gerbangnya!"Sambil turun dari motornya.
"Lho ga ada satpam atau pembantu dirumahmu?"Biyan penasaran.
"Ga adalaaah,,,aku kan mandiri orangnya!"Sambil menatap penuh senyuman lalu membuka pintu gerbangnya.
"Ayo masuk,!"Pintanya nunggu Biyan memasukkan motornya kedalam.
Menutup pintu gerbangnya,alangkah heran dan takjubnya Biyan melihat rumah mewah khas Teman baiknya.Entah teman baik atau mencoba baik untuk beberapa saat juga ga tahu.Tapi saat Thy Than mengajaknya masuk,masih saja dia melihat-lihat bagian taman yang asri dan mengintip digarasi mobilnya.
"Wiiiih keren juga rumahmu ya,udah asri mewah dan mantap kayak yang punya!"Pujinya sambil jalan senyum-senyum ditarik sama Thy Than masuk kedalam.
Terhenti dipintu depan,Ia mengeluarkan kunci dan membuka pintunya.Mempersilahkan untuk Biyan masuk kedalam.
"Silahkan masuk Biyan,,,selamat datang dirumah Thy Than!"
Sembari mengangguk dia masih terpukau oleh beberapa sudut rumah yang memang terkesan mewah tersebut dan terlihat minimalis dan nyaman.
"Nyaman banget deh,,,boleh gua duduk!"Tanya Biyan sambil melempar tasnya disofa.
"Ya bolehlah,,,mau minum apa aku buatin sekarang!"Mengumbar senyum.
"Apa aja deh,yang penting ga kering aja tenggorokanku yaaa!"Sambil mengangkat dagunya.
"Siiiip,ditunggu ya.Apa ikutan kedapur?"Sambil mengacungkan jempolnya.
"Ya enggalah,gua rebahan bolehkan!"Tanya Biyan lagi.
"Boleeeehhh,,,rebahan dulu deh.!"Sambil Thy Than membuatkan minuman untuk Biyan.
Merebahkan tubuhnya sejenak dikursi sofa,malahan dia menikmatinya sampai ketiduran seketika dalam dekapan memeluk bantal.
Naah udah selesai,pasti dia bakalan ga kehausan deh,sambil membawanya keruang tengah.Saat itulah ia kaget melihat Biyan udah ketiduran dan bikin Thy Than ga bisa menahan tawanya.
"Astagaaa,,,kecapean dia ya.Huuuuh,,,kasihan banget deh!"Menaruh minumannya dimeja.
"Aku tinggal ganti baju aja deh,,,kan ga ganas juga dia.Kan lagi tidur hehhehe!"Bergegas pergi kekamar untuk ganti baju.
Sampai dikamar pribadinya,ia pun ingat ada janji sama oak Radith dilapangan basket.Aduuuh,,,kenapa juga seeh aku tadi ga konsent sampai akhirnya dia mengambil jam terbaikku untuk bermain basket.Rasanya bete deh!Langsung dia menghempaskan tubuhnya diranjang miliknya dan tak disangka ikut ketiduran juga dia.
Rasya pun ga enak juga kalau ga lihat Thy Than sehari aja.Bahkan sedetik ga tahu kabarnya rasanya gimana gitu ada yang beda dan ga bisa dikatakan dengan pasti.Sesaat ia menelpon sang mama yang tengah santai sejenak diruang tengah sambil mengatur nafasnya.
"Hallloooo.,,,kenapa nak?"Tanya Mama penasaran.
"Maaa,,,aku kerumahnya Thy Than ya.Katanya dia dianter tadi sama temennya."
"Lho kok bisa,kan kamu yang biasanya jemput dia."
"Iya katanya diantar sama temennya gitu,mangkanya aku mau ngecek dia apa udah sampai rumah pa belum gitu maaa!"Ujar Rasya yakin.
"Oooh ya udah kesana aja.Pastiin kalau dia belum nyampek rumah telpon dia ya."
"Oke deh maa,,,jam berapa lagi ada delivery maa?"Tanya Rasya lagi.
"Eeehnmm,,,,ga ada seeh.Besok baru banyak,kamu ga kuliah!"Tanya balik.
"Engga,,,dosennya ga ada lagi sakit!"
"Ooooh ya udah kamu segera kesana dan pastiin kalau dia ada dirumah atau engga yaaa!"
"Beres maaa,byeee!"Sambil menutup ponselnya.
"Byeee,,hati-hati nak"Sambil menutup ponselnya juga.
Menutup ponselnya,segera Rasya membuat perjalanan singkat menuju rumah Thy Than dengan mampir kesebuah restoran dan membelikan makanan untuknya.Bahkan sampai sana pun matanya ga pernah lepas saat melihat seorang perempuan cantik dan terlihat manis dan menggoda
"Selamat siang mas,mau pesana apa?"Sang kasir pun menyapanya dengan manis sampai Rasya pun membalas senyuman itu.
"Pesan apa ya,apa yang populer disini?"Tanya Rasya mencuri-curi pandang sembari memandang perempuan tersebut.
"Mau sop buntut ada juga tongseng kambing mas.Atau soto betawi!"
Sambil mengangkat dagunya,akhirnya dia memilih dua menu untuk Thy Than.
"Tongseng kambing sama sop buntut deh,dibungkus mba ya!"
"Oke totalnya 125 rb,mau bayar cash atau debit kak?"Tanya balik.
"Pake cash aja!"Jawabnya sambil mengeluarkan dompetnya lalu membayarnya.
"Uangnya 150.000,untuk kembaliannya mas!"Sambil melakukan pembayaran dan kembalian segera diberikan kepada Rasya.
"Makasih!"Sambil menunggu santai didepannya.
Santai sambil mencuri-curi pandang,ga habis fikir sampai ada lagi yang menggoda dengan caranya sendiri.Mencoba menunggu orderan,bukannya duduk nyari inspirasi malahan memandang sang perempuan dengan mode senyap yang kadang membuat sang kasir ga ngeh tengah ditatap olehnya.
Emang Rasya kalau lihat cewek cantik ga ada obatnya,selalu hatinya tergoda dengan segala pandangan mata turun kehati padahal hatinya tengah berderu dalam dua wanita satu perempuan.Eeeh mau nambah lagi,entahlah siapa yang akan menjadi bagian terbaik dihidupnya.
"Masss,,,pesanannya udah siap!"Sapa Sang kasir sambil mengumbar senyum.
Ia kaget,rasanya baru aku menunggy beberapa menit,malahan udah jadi makanannya.Aaah cepet banget seeh kehidupan ini,sampai gua aja ga ngerass dengan tatapan yang penuh berdebar seketika kepadanya.
"Oooh ya!"Perlahan mendekati.
"Pesanannya sob buntut,,,dan tongseng kambing mas ya!"
Masih aja senyuman bahkan lirikan dan tatapan seorang Rasya bikin bingung sang perempuan.
"Ada apa mas ya,kok tatapannya gitu amat!"
Kembali tersenyum ia menjawabnya.
"Kamu telah menggoda hatiku sejak tatapan kita satu,,,makasih ya!"Sembari berlalu dan membawa pesanannya.
Sang perempuan itu benar-benar terkejut bahkan tak menyangka sejak tadi dia menatapku dengan tajam ya,tertawa geli seraya menutup mulutnya.Kenapa dia bisa bersikap seperti itu kepadaku ya?
"Ada-ada aja mas tadi tuh!"Sambil menggelengkan kepalanya.
Saat mau berbalik malahan dia melihat sebuah no. Telpon yang tertinggal,punya siapa ya?mikir lalu coba ia simpan untuk yaa mengetahui no siapa itu.
Keluar dari resto,langkah Rasya sungguh cepat dan berharap bisa ketemu sama Thy Thya,bukan masalah kangen atau apa.Dia kalau ga ketemu sama gua sehari bahkan semenit aja hebohnya bukan main.Ga tahu kenapa dia sangat merindukanku,padahal gidaan diluar itu sangat memukau diriku yang berharap tentang kedekatan itu.
Tak sampai setengah jam Rasya sampai dengan lega,perlahan keluar dan membuka pintu gerbang.Saat itu juga dia melihat ada sebuah motor tengah terparkir dengan rapi dan menarik juga motornya.
"Siapa ya?"Perlahan mendekati mobilnya dan memasukkannya kedalam.
Mencoba tenang dan santai,mungkin temannya kali ya?atau ya siapa lagi kalau bukan yang mengantarnya pulang, sembari tersungging ia perlahan masuk dan membuka slot pintu,tidak terkunci.Berarti ga bahaya juga,masuk aja deh sambil lihat siapa yang bersama Thy Than.Melangkah masuk dengan hati-hati menuju ruang tengah.
Terkejut mendapati seorang lelaki tengah terlelap dikursi sofa,membuat Rasya heran.Pasti lelah deh ngantar tuan putri satu ini sampai ia ketiduran pulas lagi.Tertawa geli sambil membawa makanannya kedapur dan tentunya menuangkan air mineral kedalam gelas.Kembali berjalan kedepan serta duduk menunggu temannya bangun,ia meneguk beberapa kali lalu menaruhnya dimeja.
"Kemana Thy Than ya?"Masih mikir,apa dia molor lagi dikamarnya,pasti belum ganti baju.Aduuh,,,buruan deh gua lihat apa bener dia belum ganti baju.
Bergegas keatas menaiki anak tangga,sempat suara berisik itu membuat Biyan terkejut dan sempat bangun menoleh melihat langkah seorang lelaki tengah menuju kamar Thy Than.
"Siapa ya dia,apa itu yang dimaksud sama Thy Than ya?"Mikir jauh sampai akhirnya mencoba tenang sambil merebahkan kembali tubuhnya dengan tenang.
Sampai didepan pintu kamar,beberapa kali ia ngetuk pintunya.Kemana dia ya?apa molornya keterlaluan sampai ga sadar kalau aku yang ngetuk pintu ya.Coba lagi deh!
Beberapa kali ketukan pun ga direspon sama Thy Than, kemana seeh dia itu.Langsung membuka pintunya,melengos heran melihat tidurnya yang beneran dugaan awalnya ga gantu baju dulu.Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu,perlahan mendekati langsung menghempaskan duduknya diranjang sampai Teman baiknya terkejut melihat kehadirannya disamping persis.
"HAAAAAAHHH,,,,RASYAAAAA!"Ia terbangun langsung menutupi dua hal penting dalam hidupnya.
"Ngapain tidur ga ganti baju?kan kotor tuh bajunya."Ujarnya perhatian.
"Capek aku,,,dari perjalan naik motor ternyata ga seru yaaa."Ujarnya turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi.Sudah tertutup malahan dia membuka kembali.
"Keluar ga?"Pintany manja.
"Iya-iya gua keluar!"Sambil cabut dari kamarnya.
"Byeee!"Sambil melambaikan tangan lalu tersenyum hangat kepadanya.
"Dasar gilaaa"Sambil berlalu keluar dari kamarnya.
"Weeeeek!"Masih aja dia menjulurkan lidahnya sambil ngeledeknya.
Menutup kembali pintu kamar Thy Than,rasanya aku belum kenalan sama temennya deh.Kali-kali dia udah bangun, berjalan turun dari tangga menuju ruang tengah dan menyapa temannya yang udah bangun beneran.
"Heeeiii,,,,pa kabar.Udah bangun ya!"Sambil ia mengangkat tangannya langsung dibalas tos sama Biyan.
"Udah bang,,,,maaaf ya.Saya ketiduran tadi!"
"Iya ga pa-pa,ngomong-ngomong kamu temen sekolahnya Thy Than ya."Duduk disebrangnya.
"Iya bang,,,tadinya mau dianter sama Jerry eeh mobilnya harus masuk bengkel jadi ya saya antar dia."
"Baguslah,tapi kelihatannya kalian berdua capek banget.Seru perjalanannya?"Tanya balik.
"Ya engga juga seeh,kayaknya Thy Than tuh baru yang naik motir bang,kok langsung gercap keatas dan ga balik-balik.Pas banget aku juga ngantuk hehehhe!"
"Ya emang dia kayak gitu seeh,,,bentar lagi dia turun kok!"Jawabnya santai
"Iya neeh bang,aku juga mau pamit pulang deh!"
"Lho kok cepet banget,kan gua bawa makan siang.Kita makan bareng!"Ajaknya semangat.
"Mama dirumah masak bang,,,ga pulang-pulang dikirain minggat ga balik-balik ntar.Bahaya itu!"
"Lho anak mama ya,,hahaahahah,,bahaya emang kalau udah mama yang bilang ya."lanjut Rasya ketawa lepas.
"Ya gimana lagi bang!"
Thy Than pun turun dengan pakaian santainya,menyapa keduanya dan deket banget sama Rasya,duduk pun fa mau jauh-jauh darinya.Kayak anak asuhnya aja deh kalau dilihat-lihat sampai ia menahan tawanya.
"Ngapain ketawa ditutup-tutupin gitu?"Thy Than ngegas.
"Kayak anaknya aja deh!"Jawabnya dengan ketawa lagi.
"Hahahhaha ,,,,elu anak gua!"Rasya dengan tawanya meledek Thy Than.
"Aaaaah,,,,kamu tuh ngapain seeh bilang-bilang gitu?"Rengeknya kembali kesal.
"Ya salah sendiri!"Sadar melihat jam dinding,ia pun segera pamitan pulang.
"Oooh ya gua pulang ya,entar ditelpon lagi sama mama.Bahaya tuh!"Sambil meraih tasnya dan pamitan sama Rasya.
"Ga makan dulu!"Tanya lagi.
"Engga deh bang,,,bahaya kan kalau mama dilawan!"Lanjutnya bikin Rasya ketawa.
"Ya ampun kejam banget mama kamu,sampai pulang ga boleh telat!"Lanjut Thy Than memberikan ruang untuk Biyan pulang kerumahnya.
"Byeee!"Berlalu diikuti sama Thy Than keluar pintu.
Rasya hanya menggelengkan kepala heran melihat tingkah temennya dengan lucunya.Apalagi sekarang kan Thy Than seneng juga da temennya yang main kerumahnya.Saatnya sekarang menyiapkan makan siang sama Teman baiknya.Saat ia balik dan bergaya santai mendekati Rasya lalu memeluknya dari belakang.
"Selamat siang abangku?"Sambil berucap manis membuatnya heran mendengar panggilan tak biasa dari Thy Than.
Menoleh seketika lalu bertanya dengan herannya kenapa dia berubah seperti itu kepadaku ya?
"Kok tumben panggil gua abang?biasanya kan enggaaa!"
"Heheheh,,,aku sadar sejak Biyan manggil kamu Abang.Jadi yaaa sepantasnya kali ya aku panggil abang,hehehe!"Melepaskan pelukannya,masih menggandeng pinggul Rasya.Ia belum mau melepaskannya.
"Tumben kok deket banget sama aku,ada apa?"Berbalik dan mendekap kedua pipinya.
"Ga tahu neeeh,,,aku selalu saja cemburu sama Abang.Hatiku kadang sesak kalau abang sama cewek lain!"Lagi memeluknya.
Tawa lepasnya sambil memeluk kembali dan mencium rambutnya serta melepaskan ******* panjangnya,ia berkata dengan manis.
"Setidaknya aku masih normal.kan menyukai seorang wanita atau cewek,ya kan!"
"Tapi kan aku berharap untuk dicintai sama abang!"
"Aku tuh udah cinta dari dulu kali,cuman kita beda usia dan kamu masih ya ABG tengil lah!"Jawabnya ketawa lepas.
"Haaaah.,,ABG tengil,,,abang malahan playboy gilaaa.Apa-apa diembat ya kan!"Ga terima dengan sebutan itu,ia menyerang.
"Udah deh maaf ,,,kita makan yuk.Udah abang siapin kok okey!"Sambil menata dimangkuk sayur.
"Oooh,,,bentar.Nasinya belum aku siapin bang!"
Tersipu malu,rasanya dia mulai ada perasaan yang aneh deh.Nanti deh ceritanya akan berlanjut.
"Ya udah ambil,aku bawa kedepan dulu!"
Sambil membulatkan kedua jarinya ia berujar.
"Oke bang!"Sambil berbalik ia menyiapkan nasinya.
Meja makan kali ini lebih seru karena kedekatan yang dirasakan oleh seorang Thy Than memang tengah berbeda dengan biasanya.Karena sesuatu hal ia pun cerita.
"Bang,,,!"
"Aneh banget seeh elu panggil gua Bang,,,hahhaha!"
"Heeemm,,,aneh gimana?"
"Seumur-umur kita akrab dengan panggilan nama masing-masing,malahan kamu sekarang beda ga tanggung-tangung 100% berubahnya!"
"Apaan seeh?"Kembali malu pula karena serangan yang diberikan sama Rasya.
"Pokoknya engga banget,,,aku ga mau kamu manggil aku "Bang"Okey.Jangan terprovokasi sama temanmu tadi siapa namanya?"
"Biyaaan,hehheh!"
"Naaah.,,kamu harus jadi diri sendiri,jangan ngikut sama orang lain.Kalau kamu nyaman kenapa engga,kalau ga nyaman jangan buat hal itu lagi.Ngeri dengernya!"Sambil membelai pipinya.
"Heeem,,,seneng deh digituin.Kamu kok pinter banget seeh bikin perempuan senyaman itu."
"Tahu kenapa?"Kembali bertanya penuh senyuman.
Ia mengelengkan kepala.
"Karena ilmu papa mengalir deras dalam diri anak lelakinya.Tampan dan menggoda trus bisa membuat nyaman lagi,gimana coba?"
"Oooohh so sweet banget dong.Jadi saat papa nemenin mama Gina sampai sekarang dong.Terus nantinya kamu deh yang nemenin aku sampai aku menjadi bagian hidup kamu hehheh!"
Memang ya kalau udah ngomong tuh,pasti dia punya firasat aku mau mendekati satu wanita lagi.Jadi dia berubah seperti ini.Peka banget hatinya Thy Than sampai aku harus bersikap baik-baik saja sama dia.