
Entah setelah obrolan yang semakin kesini semakin romantis dan membuat hati seorang perempuan lebih nyaman adalah kehangatan yang dirasakan saat keduanya memutuskan menonton film netflix yang bagus,sebuah drama kerajaan kesukaan Thy Than lalu ia duduk disampingnya dengen memeluk Rasya,kadang bingung juga.Aku ini teman baik atau pacarnya seeh.Lagian tiap kali aku memeluk Rasya itu ada sebuah kedekatan yang ga bisa dikatakan sebagai teman saja melainkan saat aku mendongak melihat dia serius akupun tersenyum kepadanya.
"Kamu kenapa?senyum-senyum sendiri!"Tanya Rasya seketika saat merunduk melihat kebahagiaan tengah merasuki jiwanya.
"Ga tahu seneng aja sama kamu!"Lagi membenamkan kepalanya didada Rasya.
"Trus ini aja aku yang nonton.Kita ga nonton film horor lho,kok manjanya makin ggemesin seeh!"Sambil nyubit pipinya.
"Aduuuh,,,aku tuh nyaman banget lho kalau meluk kamu Sya,kayak meluk bantal empuk lembut dan lucu!"Sambil perutnya ia teken-teken.
"Seneng banget seeh,,,kayanyak aku harus diet biar perutku kotak-kotak ga buncit kayak gini!"
Lagi dia mukul,,,Pluuuukkk....
"Aduuuh sakit aaah,ngapain pake mukul segala!"Lanjutnya kesal.
"Ga usah deh,gini lho udah seksi.Aku suka kok cowok perut buncit.Seksi heheh!"
"Haaaah sejak kapan seksinya gua dari perut buncit?"Mikir sambil garuk-garuk kepala.
"Dari cara kamu makan dan senyum!"Mendongak sambil mendekap pipinya,,langsung aja dia cubit gemas.
"Aduuuh,,,,gemes banget sama aku!"Lanjutnya dengan tawa lepasnya.
Ooih iya aku ingat kan ntar sore diajak latihan sama pak Radith,gimana ya.Apa aku minta temenin sama dia apa engga ya.Tanya deh biar ga salah lagi aku.
"Syaaa,,,aku boleh ga mau ngomong sama kamu!"
"Ngomong aja,apa yang mau diomongin?"Masih saja mengelus rambutmya.
"Kan aku nanti sore diajak latihan tuh sama pak Radith!"Katanya dengan wajah sedih.
"Lha emang kenapa kan latihan doang,itu kan nanti bisa menambah skill kamu untuk semakin bisa maju!"
"Tapi dia bilangnya sama dia aja,gimana dong!"
"Lha terus gimana ceritanya.Itu kan latihan aja kamu ya harus ikutin dong,gimana seeh!"Gemes banget sama hidungnya lagi dicubitnya.
Langsung tangannya nabok perutnya sampai ia kaget dan ketawa lepas.
"Hahhaha,,,kaget gua.Kirain mau diapain!"
"Lagian seeh,,,pak Radith tuh ganteng,masih muda,banyak yang suka.Terus kalau aku cinta lokasi gimana?"Tanya lagi.
"Ya terserah kamu.Kalau kuat iman ga usah.Kalau ga kuat jalanin aja heheheh!"Ketawanya tepat ditelinga dan tengah mengejeknya.
"Aduuuh,,,trus kalau aku cinta lokasi sama Dia gimana dong.Kan aku bucinnya sama kamu!"
Melepaskan pelukan dan segera ia menatap sedih melihat reaksi Rasya yang biasa-biasa aja,kayaknya ada yang salah deh kalau gua ngomong tadi.Apa ya?
"Ada yang salah sama omonganku?"Mengernyitkan kening.
Ia mengangguk.
"Apanya?"
"Kan kamu ga tahu gimana menariknya pak Radith dimata para siswa yang lainnya."
"Ga masalah kamu mengidolakannya.Tapi kan kalau didunia nyata kamu hanya temenan aja.Ga lebih gitu lho!"
"Kalau kelebihan gimana?"Sambil manyun.
"Ya dikurangin!"Lanjutnya.
"Apanya yang dikurangin?"Lagi bertanya.
Ia pun tersenyum melihat kepolosannya,sambil mendekap kedua pipinya Rasya pun berucap.
"Kalau kamu cinta sama aku pasti kamu ga bakalan tertarik dengan pria manapun.Kalau teman itu seeh baik.Berteman,juga berapa seeh usianya kok kamu ngefans banget sama dia!"
"Ya sekitar 35 anlah!"
Rasya mikir jauh,,,eeeh juga cepet banget ketemunya.
"Ya ga beda jauh sama aku.Jelas dia dewasa,disitulah kamu tertarik sama dia karena dia Dewasa.Kalau sama gua kan beda lagi,!"Mendekatkan hidungnya kehidung Thy Than lagi dia menggoyang-goyangkanya sampai ia ketawa lepas dan terbawa suasana romantis.
"Aaahhh,,,,kamu nakal yaaa!"Tersenyum manis kepadanya.
Tanpa ciuman dan tanpa menampol khas Thy Than saat ia mendapatkan kehangatan sejenak dari Rasya.Kembali ia bertanya tentang kegiatannya saat ini?apakah dia mau nemenin atau ga,itu aja seeh?
"Ooooh ya kamu mau ga nemenin aku nanti sore kelapangan sekolah.Aku mau latihan sama pak Radith!"
"Eeemm,,,,ga deh.Nemenin kamu sama aja buat kamu cengeng.Ya kamu hadapin sendiri dong latihan itu.Kalau gua ikut,palingan nganter doang dan kenalan sama dia.Habis itu gua tinggallah!"Jawabnya santai.
"Trus kalau kamu tinggal,trus pak Radith melakukan hal-hal yang ga semestinya gimana dong?"Tanya Thy Than penasaran.
"Ya udah,,,tampol aja dia.Mana ada guru seburuk itu,pasti dia akan memperlakukan muridnya itu dengan baik.Bukan yang aneh-aneh dikepala kamu!"Sambil nowel keningnya.
Hampir aja jatuh,emang kalau ga cepat tanggap pasti akan membuatnya jatuh seketika.
"Aaaaaa,,,,;!"Teriaknya langsung dipegang sama Rasya dengan tawa dan keterkejutan yang hakiki.
"Hahahahha,,,,elu seeh sok pake ilmu meregangkan jiwa.Kan jatuh jadinya!"Lanjutnya dengan tawa lepasnya.
"Aaaaa,,,Rasyaaa.Bikin aku jantungan aja deh.Kan aku kaget sama kejahilan kamu!"Bete jadinya.
"Ya udah maaf deh,sini gua peluk biar ga panas lagi.Biar anget!"Sambil merentangkan tangan.
Langsung deh tatapan nakal sambil gigit jarinya seakan membuat Rasya heran sama sikapnya,aneh deh.
"Aaah,,,mau dong!"Langsung memeluknya.
Entah sampai kapan hubungan sehangat ini akan tampil terus.Setelah kehidupan yang akan datang pastinya membuat Rasya semakin penasaran sama kisah cinta Thy Than yang tersembunyi.
"Syaaa!"Panggilnya manja lagi.
"Heeem,,,apa!"Tanya lagi.
"Seandainya kalau aku jodoh kamu,gimana ya?"Tanya pensaran.
"Ya bagiku seeh,ga pa-pa kalau kamu jodohku.Tapi beneran itu?kamu mau tinggal sama aku,ngontrak trus pake mobil klassik pemberian papahku dan tinggal jauh dari mama Gina,mau kamu!"
"Ya ampuuun,,,trus rumah ini gimana dong.Ga ada yang urus?"Thy Than kaget.
"Setidaknya kan aku tidak mengharapkan harta kamu.Apalagi kamu tuh terlahir kaya dan bisa meneruskan usaha papa kamu yang selama ini dipegang orang lain.Kamu ya harus memberikan aku kesempatan untuk bisa membahagiakan kamu dengan caraku sendiri.Bukan pake harta kedua orang tuamu kan!"
"Yaaaa,,,,trus aku tinggal sendiri kamu juga tinggal sendiri dong.Gimana mau nikah kalau kayak gitu?"
"Mungkin ya,kalau kamu mau dan tinggal sama dia.Maksudnya bukan aku,jelas itu bukan masalah yang besar kok.Tinggal kebiasaan aja yang kita lakukan dengan baik.Kamu juga bisa tinggal disini,kadang juga bisa tinggal dirumahku.Kalau kamu jodohku yaaa"Sambil towel hidungnya.
"Aaaaahhhaa,,,aku pengen jodohmu tuh akuuuu syaaa.Ga ada yang lain."
"Eissttts ga boleh egois,kalau kita gini aja bisa jalanin bersama dan pasti akan membuat hati kita senang,mau gimana.Jelas itu kita punya passion sendiri-sendiri lho."kata Rasya dengan jelasnya.
"Yaaah aku pengennya gitu!"
Sambil ngakak sampai mendongak keatas pastinya akan membuat hati sang Thy Than menjadi galau.
"Terus atas dasar apa kamu bertanya soal itu.Kamu kan masih muda.Gua aja yang mencoba untuk muda ga mikir kayak gitu kok kamu yang repot milih masa depan dengan cara kamu sendiri.Itu seeh ga bikin kita seneng,malahan bikin kita ga karuan gitu."
"Aku khawatir ga ada stok orang kayak kamu Sya.Maunya sama kamu!"Lagi memeluk erat.
"Huuuuh,dasar emang kamu tuh bikin aku makin bingung aja.Sekarang aja kamu kalau ketemu masalah kecil,jangan dibuat banyak fikiran dong.Apalagi nanti tanding sama pak Radith,,anggap aja dia orang tuamu atau kakak kamu yang tampan.Kayak aku,heheheh!"Mendekap rambutnya.
Hehehehe,,,kok tahu seeh kalau aku lagi ga mood sama dia.Malahan kamu bikin aku nyaman lagi heheh!"
Heran dimananya aku bikin dia nyaman,kan gua cuman ngasih saran yang bagus sama dia.Heran deh udah ngelag kayaknya neeh otak dia hahhah.
"Trus kamu ga nyari temen buat nemenu kamu.Siapa aja seeh temenmu itu Than,penasaran gua!"Sambil mulai menghitung sesuai permintaan Rasya.
"Ada Jerry,trus tadi Biyaaan!"
"Oke Biyan,tapi kayaknya dia ga mau deh.Daringaya dia cuman aneh aja kalau dia ikut!"
"Dia pandai lho main basketnya,sama deh Jerry jyga bagus banget yaaa mereka 2:1 deh kekuatannya."
"Oke jerry satu,,,Biyan pun dua.Trus ada lagi?"
"Ada seeh tapi malahan mereka berdua itu sainganku,saingan berat."
"Siapa emangnya mau nyaingin kamu,hahahha!"
Sambil bersedekap,Rasya pun penasaran sama Mereka berdua.Salahnya apa sampai menjadi saingan kayak gitu?emangnya dia ngapain Thy Than seeh!
"Apa bedanya,emang kenapa dia menjadi saingan kamu?apa ada yang perlu di perbaiki kwualitas pertemanan kalian?"
"Ya ngga gitu seeh,lagian mereka tuh kadang baik sama aku,kadang pun berubah moody jadi ga salah dong kalau mereka tuh saingan bahkan yaa bisa dibilang musuh bebuyutan!"
"Okeeyy kalau itu masalahmu,segera kamu selesaikan dan menjadi team hebat itu juga butuh perjuangan.Antara kalian dan Raisa juga Anna memang selalu berantem?"Tanya lagi.
Menggelengkan kepala.
"Ya ga selalu seeh!"
"Naaah mangkanya jangan buat hal yang lebih sulit kalau sama mereka.Akan ada tantangan tersendiri buat kamu bila ga bisa menyelesaikan semuanya dengan biasa aja.Dan akhirnya masih saja berantem."
Haduuuh,,,tumben kenapa dia menjadi menyebalkan kayak gini seeh sampai aku saja ga biasa menghadapi situasi kayak biasanya.Apa aku harus kuat seperti namaku Thy Than?hehehhe harus kuat.
"Trus sekarang kamu ga istirahat,nanti gua antar aja ya.Tapi balikknya naek taxi atau bawa motor sendiri?"Tawar Rasya.
"Apa boleh pake mobil?"Sambil memohon dengan menyatukan kedua tangan seraya meringis.
"Ga boleh lah,kamu belum bisa mengendarai mobil dengan baik lho.Ingat kan tempo waktu itu apa yang hancur?"Tanya lagi.
"Ayolah pleace,bawa mobil yaaa!"Rengeknya lagi.
"Engga,kamu harus naik motor!"Lagi sambil membelalakkan kedua matanya.
Langsung aja dia melempar tangannya kearah tangan Rasya dan mulai ngambek memalingkan wajahnya.
"Heeem sampai segitunya kalau ngambek sama gua,Oke pilihan yang terakhir.Kamu istirahat atau engga?"
"Temenin!"Pintanya manja.
"Apa????tidur aja minta ditemenin!ga salah?"Pertanyaan itu seakan kembali dalam drama buatannya.
Mengangguk lagi.
"Astagaaa,,,ga mau tidur sendirian?"Masih ga percaya sama kalimat yang dituangkan olehnya.
Mengangguk lagi.
"Huuuuh,,,emang ya.Manjaaa banget!"Sambil nyubit kedua pipinya.
"Ayooooo!"Tariknya segera turun dari kursi sofa.
Mau gimana lagi,nemenin tidur kayak nemenin adik kecil yang minta dibobokin.Astaga Thy Than,Kenapa bisa kayak gitu kamu ya.Selalu saja membuat gua jadi ga enak.Pokoknya ntar ada dua pilihan yang akan gua berikan lagi sama dia.Sekarang ia tidur-tidur pulas deh.
Setelah tersenyum melihat Thy Than istirahat pulas,serasa ingin mencium pipinya kembali,Sebuah kecupan mendarat dengan tepat dan membuatnya tersenyum dalam balutan kehangatan selimut yang telah memberinya sebuah mimpi indah saat ia mendapatkan apa yang diinginkan.
Suara panggilan telpon miliknya pun tengah berbunyi,siapa ya menelponku?mengangkatnya dan menjauh dalam keheningan kamar.Berjalan keluar serta menutup pintunya.
"Halooo,,,,selamat sore dengan siapa ya?"
"Haiiii,,udah lupa neeh sama kemesrahan yang kamu berikan tadi,haaah!"Sapa Ling-ling dengan nada hangatnya ia tersenyum untuk bisa dekat lagi sama dia.
"Astagaa,,,kamu Ling.Aku kira siapa?"Kata Rasya dengan menepuk keningnya.
"Hehehe,jadi ga kita ketemuan ntar malam.Aku lagi sendiri neeh dirumah bosen!"Pintanya merengek.
"Eemmm,,,gimana ya.Nanti deh kalau ada waktu gua coba datang.kalau engga ga pa-pa ya sendirian dirumah."
"Ya maunya kamu deh yang nemenin aku.Padahal aku berharap sehari aja sama kamu.Eeeh semalam pun ga pa-pa kok!"Lanjutnya kembali berharap.
"Nanti deh ya,gua bilang sama Thy Than ya.Manja bener dia sekarang sama gua!"Ujarnya masih ga percaya.
"Ooooh,,,berarti dia ada firasat dong kalau kita mau berduaan.Gimana dong,kamu ajak aja dia biar ada temennya aku ngobrol dan berbagi cerita."Kembali meminta.
"Ga bisalah,ini kan urusan kita berdua kan.Ngapain ngajak dia?"
Sambil mikir,terlalu cepat juga aku berharap sama Rasya.Kenapa seeh dia menarik seperti itu.Padahal aku kan pengen berteman sama dia aja.Tapi kok malahan jatuh hati sama dia.Gimana seeh kalau dia tengah bersamaku apa mungkin dia akan kembali mengatakan kemesrahannya selama ini sama aku?
"Okey deh aku tunggu kabar selanjutnya ya,nanti aku malah susah nungguinnya.Kan kamu tahu sendiri aku berharap sama kamu lho!"
"Iya pastinya,aku akan kabari ya.!"
"Ya udah lanjutin kisah kamu sama Thy Than,apa dia akan menjadi bagian kita nantinya!"Lanjut Ling-ling tersenyum.
"Byeee!"
"Byeee!"
Sambil menutup ponselnya,ada lagi fikiran tentang Ling-ling yang udah membuatku tertarik sama dia.Sebuah kedekatan dimana gua harus memilih sebenarnya dengan siapa gua nyaman sama seseorang.
Berbalik dan menatap pintu kamar Thy Than,lagian acara dia kan masih panjang.Apa aku tinggal aja dulu ya ketemu sama mama.Kayaknya tinggal dua jam lagi,tapi setidaknya dia bisa mimpi indah saat bersama khayalanku.Pastinya.
Kembali ponselnya berbunyi,kayaknya ada panggilan lagi.Siapa mencoba menghubungiku?
"Hallo,,,selamat siang ada yang bisa dibantu?"Tanya Rasya dengan nada penasaran.
"Heiiii,,,ini aku mba Fian!"Ujarnya kesal.
"Eeeh,mba ada apa?"
"Bisa ga jemput mba dicampus.Mba ga dapat angkot dari tadi!"Ujarnya panik.
"Astaga kan ada taxi mba!"
"Ga mau neeh jemput mba?"Tanya lagi.
"Ya maulah,,,!"
"Mangkanya jemput sekarang yaaa,adikku yang bertanggung jawab!"Tersenyum menutup ponselnya.
"Oke ditunggu deh,gua sekarang meluncur kesana!"
Huuuh,,,ada aja yang gangguin aku.Bentar gua cek dulu apa dia bangun apa belum ya.Kembali masuk membuka pintu dan mendapati Thy Than pulas banget kalau tidur.Tinggal aja deh,juga siapa mau culik dia.Ribet banget kalau nyulik anak kayak gitu biki sayembara pasti pada kena penculiknya.
Dua jam perlahan berlalu,Thy Than dengan segarnya udah bangun dari mimpinya.Saat tengak-tengok malahan Rasya ga ada.Kemana dia ya,yaaah pasti kabur lagi kemana gitu.Biarin deh kan dia bukan suamiku santai aja sambil meraih jam wekernya ia melihat jam menunjukkan waktu hampir sore dan ia ingat untuk ikutan latihan sama pak Radith.
"Haduuuh,,hampir lupa.Sekarang kan aku harus ikut latihan sama pak Radith.Bisa bahaya kalau ga dateng.Kena target lagi aku sama dia."Bergegas untuk mandi dan menjalankan tugasnya sendiri,meraih tas jinjing dan berisukan sepatu dan berdandan sporty hanya untuk bertemu dengan guru olah raga yang telah membuatnya sebal banget,kenapa bisa aku ga konsent kayak gitu seeh.
Keluar serta menutup pintu,ia terhenti sejenak dan ingat untuk mengabari Rasya untuk berangkat naik motor sendiri.
"Oh iya ntar dia nyariin aku lagi kemana."Kembali membuat pesan untuk Rasya.
"Sore Sya,,aku berangkat naik motor ya.Ga usah khawatirin aku.Ntar kalau pulang aku berani kok sendiri tinggal dirumah okey,!aku bukan anak kecil lagi ya byeee😊!"Emoji senyum pun dikirimkan oleh Thy Than.
Sebuah pesan masuk keponsel milik Rasya,saat itu ia tengah sibuk pula dirumahnya untuk bertemu dengan mama dan Mba Fian.Jelas kedekatan itu tengah mereka lakukan dalam bincang sore saat keduanya berada dalam satu meja.
"Gimana kalian,apa ga ada yang menarik selama ini?"Tanya mama Gina dengan tatapan plus senyuman untuk kedua anaknya.
"Menarik?"Menoleh sambil mengangkat dagu melempar rasa penasarannya saat itu juga sama mba Fian.
Ia malah mengangkat dua pundaknya,mana tahu apa yang tengah difikirkan sama mama Gina itu misteri banget.
"Menarik gimana ya maa?"Tanya balik.
"Ya selama ini kalian ga kecapean kan kalau bantuin mama?"Tanya lagi.
"Oooooh masalah itu,ya enggalah ma.Ini kan sudah tanggyng jawab kita punya mama seperti wonder women hehehe!"Lanjut Fian dengan bangganya.
"Iya ma,mana ada kata itu.Yang jelas aku puas jadi bagian delivery order hehehe!"
Langsung tatapan Fian dan Mama seakan mengintimidasi dirinya seketika.
"Pasti kamu deket kan sama wanita-wanita cantik dan menggoda diluar sana?"Imbuh Fian.
"Ya gimana dong,ga bisa nolak mba!"
"Naaah,,,bibitnya papa ga pernah hilang dari kamu ya.Kalau ga genit,ya play boy trus apa lagi?"
"Seru itu maaa,lagian kan aku butuh juga referensi untuk mendapatkan siapa yang cocok buat aku temani hehheh!"
"Naaah ngaco deh,trus Thy Than ga kamu urusin ya.Mikirin yang lain ajaa."Serang mba Fian.
"Ya gimana selagi menggoda kenapa engga!"
"RASYAAAAAA!"Keduanya gemas banget sama kalimat yang bolak balik membuat mereka jadi tambah emosi dengan segala bentuk elakan yang dikatakannya itu.