
setelah kalah main game dari Omnya,Thy Than pun kembali bangun dengan segar seraya merentangkan tanganya menyambut pagi yang belum sempat mentari pagi datang menyapa ia sudah bangun duluan.Ingat juga saat membuka selimutnya,apa aku udah ganti baju?mengintip langsung lega melihatnya.
"Huuuhh,,,ternyata aku masih ingat ganti baju.Sayang banget pakaian itu aku buat tidur kan kesayangan hehehe!"Ujarnya senang.
Lalu melihat sekitar masih gelap,menoleh dan mengambil ponselnya tengah berdering lebih lambat dari yang ia inginkan."Heheheh,tumben duluan aku daripada alarmnya."
Menyibakkan selimutnya,turun dari ranjang bergegas ia membuka pintu jendela kaca dan merasakan hawa dingin yang masih gelap.Tentu sekarang masih jam 04.55 yang pastinya aku bisa menyapa pagi tanpa harus keduluan sama Om Rey.Bersiap deh mandi dan membuat sarapan pagi,apa dia masih tidur ya.Biarin deh kalau udah bangun kan pasti kaget lihat aku sudah menyiapkan semuanya dengan beres dan menyayangi aku lagi heheheh.Bangganya hatiku saat ini,,,bisa bangun dan menyapa dengan hangat.
Sama halnya pula dengan Rey,ia masih menikmati mimpinya dalam balutan selimut tebal dan lebar sehingga tubuhnya pun tak terlihat sedikitpun hanyalah kembali terbaring miring seraya nyenyak dalam mimpinya.
"Aku masak apa ya?sepertinya ribet sekali pagi ini!"Ujarnya kebingungan saat didapur.
Lama-lama juga inspirasi datang menemaniku lagi dengan segala hal yang jelas membuatku semakin tahu bagaimana ribetnya menjalani sebagai seorang ibu rumah tangga.Hahahah,,,aku secepat itu menjadi ibu rumah tangga buat Om ku sendiri.Oooh ya ngomong-ngomong om Rey itu tampan juga ya,apa boleh aku mencintainya sembunyi-sembunyi ya.Haduuuh,,,nanti gimana sama kak Joana pasti dia ga terima kan dengan kelancanganku mencoba cinta baru sampai aku bisa bersamanya lagi.
Karena kegigigahannya dalam membuat inspirasi masak kali ini telah membuat Thy Than menjadi seorang ibu rumah tangga dadakan serta berhasil membuat nasi goreng special dengan telur ceplok dengan aroma menggoda.Trus sama apalagi ya,apa aku goreng ayam juga ya.
"Naah udah selesai dan siap untuk dihidangkan!"Tersenyum bahagia telah menyelesaikan masakan dimeja makan.
Berniat untuk membangunkan om Rey yang masih terlelap,Thy Than pun semangat pagi kali ini.Bergegas untuk berjalan kelantai atas serta mengetuk pintu kamar pribadinya Radithya Rey yang masih menikmati mimpi indahnya.
"Selamat pagi Om,,,sarapan sudah siap!"Panggilnya seraya mengetuk pintu beberapa kali.
"Ooommm,,,bangun Om!"Panggilnya lagi.
Kemana ya om Rey harusnya masih didalam kamar seeh sekarang juga masih pagi.Gimana kalau aku masuk aja sambil membuka slot pintunya,KLIIIKKKK.Heemm terbuka perlahan menampakkan wajahnya kedalam kamar Rey.
"Astaga gelap banget,cuman lampu tempel aja yang hidup ckckckckckck.Apa bisa tidur seeh Om Rey neeh!"Perlahan berjalan pelan-pelan menuju kamarnya.Mencibirkan bibirnya seraya mengendap-endap dan mendapati pemilik kamar tengah terlelap begitu nyenyak.
Ia tertawa geli saat Rey tengah merasakan sebuah tiupan angin mengenai beberapa wajahnya,sesekali ia terkejut berbaring miring kearah kanan lalu menutupi wajahnya dengan selimut.
"Heeemmm,,,mimpi apa seeh sampai kayak gitu ga bangun-bangun om Rey!"Sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Apa aku buka aja tirai jendelanya ya,biar cepet bangun aja.Ya ide yang cemerlang bisa membuat om Rey bangun dan segera beraktifitas kekantor.Membuka tirai jendela yang tengah tertutup rapat.Lumayan besar dan panjang tirainya sampai ia kesusahan untuk membukanya.
"Seneng banget kalu gelap-gelapan neeh om Rey.Bisanya nyenyaaaak aja tidurnya."Berbalik setelah membuka semuanya.Heran belum bangun juga,tapi bener seeh masih pagi jadi ya gimana lagi berjalan kembali dan duduk disamping ranjangnya,Thy Than melihat jam weker masih menunjukkan pkl.05.20 ya cukuplah kalau aku bisa membangunkannya untuk olah raga kecil-kecilan gitu.
"Pagiiii om,,,!"Bisiknya mendekati telinganya.
Suara bisikan itu membuatnya terperanjat dari mimpinya saat terkejut melihat sosok keponakannya tengah disamping sok senyu-senyum menyapa.
"HAAAAAAH ,,,,,THY THAN!"Hampir aja jatuh dari ranjang.
"Hahahaha,,,Om seeh ga bangun-bangun.Tuuuh udah pagi,mau Thy Than bantuin?"Sambil mengulurkan tangan.
Konyol juga kalau aku marah sama dia,apalagi Thy Than kan mencoba untuk membangunkanku.Gimana kalau dia lupa membangunkanku bisa-bisa aku telat deh ngantornya.
Meraih uluran tangannya,rasanya aku harus ngerjain dia juga kali.
"Haiiii,,,cantik!"Mendekap tangannya dengan erat.
"Maksudnya Om?"Heran mengernyitkan kening bingung.
Sekejab Rey menarik tangan Thy Than hingga ia tersungkur langsung diatas badannya,matanya terbelalak tak berdaya melihat adegan ini.Thy Than