Thy Than

Thy Than
Bab.25 Rey kembali teringat seseorang.



Diruang kerja pribadinya,ia masih sibuk menyusun beberapa kalimat untuk berbicara dengan Joana nantinya.Apa mungkin dia mau menajdi asistan pribadiku dikantor dan siap bertempur denganku ya.Mungkin aku harus bicara dengan santai tidak memaksakan kehendakku.Mengangkat dia seperti itu membutuhkan waktu dan apakah ayah setuju atas pilihanku.Keren juga seeh pas aku lihat dia datang dengan pakaian kerja formal membuat mataku ga bisa berkedip dan mengatakan satu hal.Perfecto!


Trus gimana dengan wanita yang sempat menelponku,apa benar itu alexa?kenapa aku ga kroscek sekarang seeh.Langsung aja dia mengambil ponselnya beranjal berdiri dan berjalan menuju sebuah kaca besar dimana pemandangan dapat ia lihat tentang kesibukan kota jakarta yang telah membuatnya terbuai begitu saja oleh semua hal tentang kehidupan dan keindahan tengah berubah menajadi sibuk.


"Apa masih aktif ya nomor handphonenya?"Kembali scroll mencari keberadaannya,hingga beberapa menit dia menemukan sebuah nama sama sekali tidak bisa ia lupakan dengan sebuah panggilan lucunya.


"Ini dia!"Tersenyum dan mencoba menghubunginya.


Suara ponselnya pun tersambung kesebuah tempat dimana Kesibukan Alexa tengah mendesain sebuah gambar untuk hasil desain grafisnya.Mempelajari dengan tenang tetapi terhenti sejenak ketika panggilan itu membuatnya segera untuk melihatnya siapa yang mengganggunya.


Heran,tumben dia menghubungiku?ada apa ya.Pasti dia kangen sama aku heheheh,langsung mengangkat serta menyapa hangat bahkan penuh keramahan.


"Haiiii,sayang apa kabar kamu?kangen sama aku!"Kembali mempertanyakan sebuah harapan itu ada saat suara Rey menjadi pengobat rindunya.


"Kamu yang menghubungi apartemenku kemarin?"Kembali mempertanyakan kembali.


"Iyaaa,,karena aku sayang dan kangen banget sama kamu.Kamu juga kan,buktinya kamu nelpon aku hehhehe!"Sumringah merasakan suara kakunya,pasti akan hangat nantinya.


"Untuk apa panggil aku sayang lagi,emang kamu udah bosan sama lelaki yang telah membuatku berpaling dariku?"Sensitif sekali buat Rey ketika harus mengatakan hal tersebut.Tetapi itu adalah sebuah pembuktian tak biasa buatnya untuk menjatuhkan kepada Alexa siapa yang salah dan tidak.


"Sayaaang,aku tuh masih berharap sama kamu.Ga ada fikiranku untuk berbuat macam-macam.Itu hanya Klienku yang,,,,"Belum selesai bicara segera Rey memotongnya.


"E-eeng-a gi-tu saya-ng!"


"Itu kenapa terbata-bata?itu bukti lho kalau kamu mencoba membela tetapi ga tahu arahnya kemana.Aku tahu dengan apa yang kamu punyai dan kekuasaanmu adalah andilmu untuk mendapatkan dia kan?"Serasa perdebatan ini adalah awal aku menjadi kekasih tanpa bayangan apapun.


"Sayaaang,ga mungkin dong aku menjelaskan ditelpon.Atau kita ketemu aja dirumahku nanti malam.aku akan menjelaskan semuanya dengan baik dan tidak akan ada yang aku tutup-tutupi sama sekali.Kamu datang ya pleace!"Pintanya memohon.


"Kalau aku menolak?"Kembali mengancam.


"Aku akan terus menganggumu dan siapa itu asistan kamu yang sok kecantikan dan sok banget pokoknya!"


Tersungging"Kenapa juga kamu bawa-bawa dia.Aku kan hanya mepertanyakan sebuah kepercayaan buat kamu.Tetapi malah kamu membuatnya semakin ga jelas!"


"Karena dia yang mengangkat dan mengatakan tentang kamu.Jadi aku cemburu sama kamu.Kamu itu langsung menduakan aku gitu?setelah tahu kabar perselingkuhanku."


"Oooh ternyata selama ini kamu selingkuh,ckckckck.Hebat nanti kita bicara lagi aku pengen tahu seperti apa pembelaanmu tentang kesalahanmu."


"Beneran kamu akan datang nanti?"


"Yaaa,,,dan kupastikan semuanya adalah benar okey.Byeee!"Langsung menutup ponselnya.