Thy Than

Thy Than
Bab.09 Bersamanya walau sebentar



Anne kembali membuat sebuah kudapan istimewa didapur miliknya saat ini,setelah memakai apron berwarna hitam serta tampilannya masih memberikan Anjas semangat untuk menanti hasil kudapan istimewa yang ditampilkan dalam sebuah masakan khas miliknya.Gemas banget ketika melihat Kekasihya sibuk tanpa memperhatikan kedatangan,main peluk aja bahkan mencium pundaknya serta menyandarkan dagunya penuh manja.


"Kayaknya mimpi deh kalau aku meninggalkanmu secepat ini.Secepat kita bertemu,malahan secepat ini kita berpisah!"Menoleh menatapnya.


Ikutan menatap juga,dilanjutkan tawa lepasnya memang menjadi intisari kehidupan Anne yang tak menyangka bisa mendapatkan sebuah keberuntungan saat ini.


"Saya juga pak,apa mungkin saya rela melepas pak Anjas kembali kerumah anda sendiri,sedangkan saya disini merindukan sosok seperti anda?"Lagi Anne mencium pipinya tanpa malu lagi.


"Entahlah,mungkin kita akan bertemu lain kali setelah masalahku di Indonesia selesai.Pasti aku akan balik lagi kesini untuk bertemu dengan kamu lagi!"Sambil memencet hidungnya.


"Huuuh,jadi penasaran deh seperti apa urusan yang akan pak Anjas lakukan disana.Juga mau meninggalkan saya sendirian.Jadi gimana ya?"Berbalik mengalungkan kedua tangannya dileher Anjas.


Memegang kedua pinggulnya senyuman itu menjadi awal keduanya merasakan cinta perlahan tumbuh dengan sempurna.


"Kapan bapak,,,!"Belum selesai berbicara jari telunjuk Anjas pun membungkam Anne.


"Sudah beberapa kali aku mendengar nama "BAPAK",tolong panggil aku dengan sebutan sayang oke!"Pintanya melepaskan jari telunjuknya.


Bagaikan tersipu malu,rasanya benar juga kenapa aku beberapa kali harus mengatakan hal tersebut.Lagian dia uadha mulai memberikan cintanya kepadaku.Lalu apa lagi.


"Oke,,,Tuan tampan!"Tersenyum menggodanya lagi.


"Astaga ,,,panggilan apa lagi itu sayang!"Gemas banget sampai mencubit dagunya dengan menggoyang-goyangkan penuh arti.


"Hahahahah,,baik sayang.Aku cinta kamu!"Jawabnya memejamkan mata saat ia yakin bahwa Anjas memberikan ciuman hangat,beberapa kali mereka berpagutan cinta terdalam dan sesekali saling memandang nakal hingga ciuman itu sirna sekejab.


"Aku suka bibirmu yang seksi ini,rasanya kalau tidak menyentuhnya,rasanya ada yang kurang!"Jelasnya dengan membelai dengan jarinya.


Tersungging menjawabnya.


"Apa hanya bibirku saja yang menarik hati tuan Tampan ini?"Kembali menggodanya.


"Heiii,,,sayangku.Saatnya kamu berbalik deh gimana dengan makanan yang kamu masak itu!"Pintanya membalikkan badannya sampai Anne kebingungan pula.


Menepuk keningnya,rasanya ada kesalahan teknis yang menyebabkan ia melupakan kudapan buatannya.


"Aduuuuh,,,,lupa jadinya,hehhehe!"Seraya menoleh kearah Anjas.


"Ayolah,,aku menungu masakan apa yang kamu buat okey."


"Tunggu ya!"Sambil tersenyum kembali,ia pun menyelesaikannya dengan cepat hingga akhirnya jadi juga.


Anjas pun membantunya untuk menyelesaikannya dan ikut membawanya kemeja makan,sedangan Anne membuat minuman panas,dan ia yakin kalau kekasihnya adalah penyuka kopi yang halus dan tak terlalu strong untuk dinikmatinya.


"Tuan tampan,apa kamu suka kopi?"Berbalik dan mempertanyakan kepadanya.


"Ya boleh,asal jangan terlalu pahit.Sedikit gula saja okey!"Ujarnya menjawab dengan memberikan kode sedikit kepadanya.


"Okey,ditunggu ya!"Sambil membuatkan secangkir kopi untuk sang kekasihnya.


Menatap kudapan yang pastinya akan membuatnya tertarik untuk memakannya,padahal masih kenyang.Tapi rasanya dari aroma yang ditampilkan sudah menggugah seleranya untuk menikmati segera sambil menompangkan tangan,ia memainkan piringnya,saat Anne melihatnya tawa lepasnya pun datang menyapa sang kekasih.


"Tuan tampan,menunggu minumannya ya?"Candanya menghampirinya.


"Iya dong,,apalagi aromanya itu waooww"Sambil memainkan kedua tangannya menghirupa aroma makanan yang disajikan oleh Anne.


"Special untuk anda Tuan tampan Bitterballen,pasti anda suka kan?"Menata kembali bersama minuman panas seperti kopi yang berjajar bersama kudapan pilihan Anne.


"Hemm,,,boleh aku mencobanya?"


"Boleh Tuan,,,atau aku suapin aja.Biar lebih special gitu?"Menawarkan kepada Anjas.


"Boleh jugaa,Aaaaaa!"Membuka mulutnya lebar-lebar sampai Anne tertawa serta menutupi mulutnya.


Ia perlahan mengunyah beberapa saat lalu mencoba merasakan kalau kudapan yang dibuat oleh Anne mirip sekali dengan makanan yang ada diIndonesia.


"Hemm,,kayaknya aku tahu deh makanan apa ini?"Mencoba menerka-nerka.


"Memang ada nama lain Tuan,selain itu yang saya sebutkan?"Tanya balik.


Mengangguk yakin.


"Ya ini mirip krokret ayam,tapi ini kamu ganti dengan keju dan ,,,,!"Kembali bertanya.


"Kornet juga ada sosisnya,lebih nikmat kan?"Tanya balik.


"Yaa enak,dan rasanya aku harus mencobanya juga nanti saat pulang.Pasti rasanya sama kan!"


"Boleh saja Tuan!"Tersenyum sambil menompangkan tangan.


Kedekatan itu semakin membuat cerita mereka tak pernah habis sampai ujung,setelah menikmati kudapan tersebut.Sebuah panggilan dari ponselnya membuat hati Anne bercampur aduk dalam kesedihan atau kesenangan yang ga mungkin bisa aku dapatkan lagi.Aku benar-benar akan ditinggal oleh sosok pria yang sudah membuat hatiku bahagia seperti ini.


"Halooo,,,iya betul dengan saya Anjas Mahendra!"Jawabnya sambil beranjak berdiri serta berbalik meninggalkan obrolan sesaat itu.


"Sebenarnya apa yang dibicarakan sama Tuan tampan itu ya?hatiku kok semakin berat melepaskannya."


Mungkin beberapa jam lagi dia akan berpisah untuk sementara waktu dan itu pasti akan membuat hati sang kekasihnya menjadi kembali bimbang.


"Oke,,,saya berangkat dari bandara sebentar lagi,oke.Terima kasih!"Jawabnya sambil menutup ponselnya.


Saat berbalik malahan Anjas melihat kesedihan seorang Anne yang akan ditinggalkan untuk sementara waktu disini.Perlahan menghampiri lalu mengatakan sesuatu yang mulai menyentuh hatinya.


"Sayang,,,,!"Ia pun menarik tubuh Anne perlahan dan saling berhadapan.Sebuah senyuman yang berat mungkin menandakan sebuah perpisahan yang tak bisa ia tunda untuk sementara waktu.


"Iya kenapa Tuan tampan?"Tatapan nanar itu jelas diselimuti kesedihan yang mendalam.


"Maaf ya,aku harus segera pulang.Tadi pihak maskapai menelponku dan mengatakan pesawat akan berangkat dua jam lagi.Jadi aku harus siap-siap ya."


Tatapan kosong dan polosnya seorang Anne telah menitikan air matanya.Ia tak bisa menahan air mata itu,keinginannya untuk menahan dan kuat sama sekali tidak bisa ia tahan lagi.Memeluk erat dan tak bisa lagi menahan air matanya,berat juga kalau harus melepaskan semua ini.


"Ooooo,,,udah jangan menangis dong.Aku jadi ga enak meninggalkan kamu sendirian disini!"Pintanya menahan air matanya pula.


"Aku sama sekali tidak ingin moment seperti ini ada lagi.Padahal kita baru saja kenal baik dan tuan tampan telah perlahan mengisi hidup saya.Dan sekarang saya harus melepaskan anda dengan seberat ini!"


"Tidak masalah,nanti setelah urusanku selesai disana aku akan datang lagi dan menjengukmu ya.Atau kamu kalau kangen kamu bisa datang ke Indonesia,supaya kamu bisa merasakan hawa yang berbeda disana gimana?"Melepaskan pelukannya.


"Tapi aku tidak yakin bisa kesana Tuan!"


"Kenapa?"Tanya Anjas heran.


"Jelas itu berat kan,,,mungkin aku akan menunggu kedatangan Tuan dan mungkin juga saya akan membuat kejutan untuk anda.Ya kan!"Jelasnya membuat pernyataan.


"Boleh juga,tapi sekarang aku harus siap-siap dulu.Kamu mau bantu aku?"Memberikan senyuman kepada Anne.


Sepertinya ini adalah moment paling menyenangkan buat Anne setelah ia menemani dalam beberapa latihan dan akhirnya Anjas menjadi seorang pemenang hingga butuh waktu yang lama untuk memastikan semuanya kembali baik.Kedekatan itu juga terkadang membuat Sang kekasih sama sekali tak menyangka bisa merasakan cintanya tumbuh dan seakan tak terkhianati dengan berjalannya waktu.


"Semuanya sudah siap dan tentunnya.Kamu akan tetap berada diapartemen ini ya.Jangan pergi lagi okey!"Pintanya sambil duduk diatas koper dengan mendekap tangan Anne.


Memeluk kembali,dan moment memeluk seorang kekasih adalah hal yang sangat diinginkan oleh Anne saat harus melepaskan Anjas.Keduanya pun selesai,tak ada lagi yang tertinggal saat keduanya keluar meninggalkan apartemen dengan mengandeng tangannya menuju parkiran mobil,perlahan membuka bagasi mobil,ia memasukkan beberapa koper untuk segera dia bawa menggunakan mobil Ranger over hitam metalik bergegas menuju bandara.


Diperjalanan sebuah lagu romantis membawa dalam kedamaian bahkan sayang selama ini belum tersampaikan oleh Anne pun menjadi lebih berarti.Semuanya dalam cerita yang indah, seakan tangisan itu tak ada lagi.Anne pun menyadari kepergiannya Anjas memang untuk menjalankan tugas yang tak bisa ia tunda untuk waktu yang lama.


Ia pun mengangguk dengan senyum khasnya menunggu waktu saat sang kekasih tengah memberikan kepada Vallet parking untuk tempat parkir yang sesuai.Lama juga menunggunya sampai bersedekap menanti kedatangan sang kekasih menghampirinya.


"Lama nunggunya ya,hehhehe!"Sambil merangkulnya.


"Ya lumayan,tapi aku tetap menunggu kedatanganmu kan!"


"Iya aku tahu kamu pasti setia kan!"Jawabnya ketawa lepas.


"Apa aku terlihat songong mungkin?"Pertanyaan itu membuat tawa Anjas semakin jelas ia tengah bahagia melihat lelucon yang jelas membuatnya segera membawanya untuk masuk kedalam bandara.


Diruang tunggu,sepertinya aku akan mencarikan dia minum dan menahan rasa resah yang dialami oleh Anne.Wanita seperti dia sangat membutuhkan perhatian sampai harus bersikap romantis saat akan berpisah denganku.


"Heiii,,,ini kamu pasti haus kan."Sambil memberikan minuman kaleng kepada Anne yang saat itu mendongak dan menerimanya.


"Terima kasih ya!"Mengambilnya serta membukanya.


Anjas pun duduk disampingnya sambil membuka pula kaleng minumannya.Lalu meneguknnya,


"Apa nanti aku akan ketemu dengan teman anda Tuan tampan?"Tanya Anne penasaran.


"Siapa?"


Mengernyitkan kening bingung,siapa yang dia maksud ya?


"Astaga baru tadi bilang,malahan sekarang lupa.Kalau ga salah Tuan Henry cavil pierce?benar itu namanya!"Kembali menjelaskan.


"Ooooo,,,iya aku lupa.Dia nanti yang akan menemanimu beberapa hari mungkin untuk menjelaskan beberapa hal tentang apa yang ada diberkas perjanjian kita.Kamu boleh berteman dengannya.Hanya berteman ya!"Ujarnya memberikan ultimatum kepadanya.


"Iya Tuan tampan,pasti anda tidak percaya ya?apa yang aku rasakan pada anda itu lebih dari teman anda!"


"Yaaayyayay,,aku mengerti tapi akan ada waktu kita saling mengenal lebih dan yakin itu adalah pilihan kita!"


"Setuju!"Jawab Anne membalikkan punggung tangannya,langsung disambut oleh Tos dari Anjas saat ia membalasnya dengan tawa geli.


Tak sangka obrolan mereka pun segera berakhir dengan sebuah panggilan dari sebuah maskapai penerbangan untuk segera boarding dan masuk kedalam pesawat.Jelas itu membuat kesedihan Anne kembali tumpah dan memeluknya kembali.


"Perhatian-perhatian,penerbangan Qantas airlans menuju Indonesia akan segera berangkat,diharapkan semua penumpang untuk seegera boarding kedalam pesawat."


Kalimat itu membuat Anne pun rasanya tak ingin melepaskan pelukan ini.Tapi tawa renyah dari Anjas memang membuat suasana kembali lebih cair dan saling beriringan untuk menuju boarding pas bandara.Lambaian tangan perpisahan sementara antara Anjas dan Anne telah menjadi cerita terbaik yang dirasakan oleh keduanya.


Pertemuan yang tak sengaja hingga berteman baik dan ketika menjadi seorang kekasih,hubungan mereka pun break sebentar demi menjalankan tugasnya dinegaranya.Setelah tak terlilhat lagi,Anjas pun segera masuk kedalam bandara dan memasuki pesawat terbang.Sedangkan Anne yang berada diluar pun harus merelakan kekasihnya untuk pergi sejenak dan memberikan semua yang dimilikinya.


"Rasanya aku mimpi mendapatkan apa yang bukan milikku,tetapi milik calon buah hati kita.Aku terima sayang Tuan tampan memang bijak.Aku mencintaimu!"Berbalik menuju mobil yang sempat diparking oleh Anjas sedari tadi.


Membuka pintu mobil,kali ini ia bahagia sekaligus sedih ketika memiliki apa yang ia inginkan selama ini bersama kekasih malahan sendirian menikmati ini.Apa itu sangat membuatku kesepian,jelas itu membuatku dalam dilema.


"Apa nanti aku akan bertemu dengan temannya Tuan tampan ya?setidaknya dia akan memiliki seorang istri supaya dia tidak menggodaku nantinya."


Lalu bagaimana dengan kekasihku,apa dia akan mencariku lagi atau malah ingin bersamaku saat tahu aku sekarang sudah berubah seperti ini.Semoga saja dia berpaling dariku dan mencari wanita lain.Atau aku akan bersembunyi dulu sampai Tuan Henry datang keapartemennya tuan tampan dan memperkenalkan diri sebagai teman dan pelindung diriku seoga saja.


Penerbangan dari Serbia menuju Belanda akan segera berangkat,seorang pria tampan dengan sikap ketegasan telah menjadi daya tarik banyak wanita.Wajah tampan dan sukses dengan title seorang pengusaha sekaligus teman baik Anjas akan datang mengantikan sebentar saja.


"Tuan semoga anda menyukai acara kami,dan jangan sungkan-sungkan untuk datang lagi ya!"Kata seorang lelaki paruh baya tengah melepas kepergian seorang pria yang tengah memakai jas berwarna hitam dan kemeja putih dengan dasi berwarna biru.Sepatu pantofel berwarna hitam pula serta tengah membawa sebuah koper untuk dia bawa pulang.


"Terima kasih juga,anda telah menerima kedatangan saya.Lain kali saya akan datang lagi!"Sambil berjabat tangan.


"Hati-hati ya.Nanti kalau sampai rumah anda kabarin saya ya.Supaya kita tidak khawatir lagi!"Ujarnya berpesan.


"Pasti saya akan memberikan kabar untuk anda!"Melepaskan jabatan tangan.


"Sampai jumpa lagi ya!"Sambil melambaikan tangan.


"Byeee!"Jawab Pria paruh baya tersebut sambil menunggu kepergiannya sampai tak terlihat lagi.


Keberangkatan seorang pria tampan itu perlahan mendekati ruang tunggu keberangkatan.Sembari menunggu beberapa waktu dia mencoba menghubungi seorang temannya.Apakah dia akan menjawab ya?aah aku coba saja,mungkin dia akan mengangkatnya.


Panggilan pertama pun dilayangkan keponsel milik Anjas yang saat itu tengah selesai menata koper dan tengah duduk menunggu keberangkatannya.


"Halooo,,,Henry apa kabar?"


"Baik Anjas,bagaimana kamu akan segera pulang atau kita bertemu nanti malam?"


"Oooh sayang sekali,kita tidak akan bertemu dalam waktu yang cukup lama."


"Apa?kenapa,mungkin ada sesuatu yang harus kamu kerjakan?"Tanya Henry penasaran.


"Iya aku harus balik ke Indonesia,ada hal yang harus dikerjakan disana.Ooh ya,nanti tolong kalau kamu sudah sampai Belanda segera temui seseorang diapartemenku ya.Dia adalah kekasih baruku!"


"Oooh iya,Kamu ada kemajuan ya sekarang.Udah punya kekasih,trsu aku harus gimana?"


"Kamu tahu kan berkas yang aku simpan diruang kerjaku.Nanti kekasihku akan menjelaskan semuanya,dan kamu harus mengikuti berkas yang aku buat dan menjadi saksi saja serta melindunginya ya.Aku harap kamu tidak mencintai dia oke!"


"Ya kalau dia memikat,kenapa engga hahhahaha!"Ujarnya berkelakar.


"Kamu bisa saja ya.Nanti aku hubungin kamu deh kalau udah sampai diIndonesia okey!"Pintanya.


"Okey,aku jadi penasaran siapa yang kamu anggap kekasih sejati kamu!aku akan pastikan dia tidak akan macam-macam sama dia."


"Ingat ya,jangan membuat dia jatuh cinta sama kamu.Karena aku sudah melakukan sesuatu yang special kepadanya!"


"Waooow secepat itu kamu melakukan itu.Apa mungkin kamu akan berpaling dari sosok wanita itu.Pasti kamu akan tergoda dengan wanita Indonesia bahaya ini,hahhaha!"Candanya makin gila.


"Kamu juga sama.Kita kan satu server Henry!"Skatmat sang teman baiknya.


"Okeeey,kalau begitu kita urusi masalah kita nantinya!"


"Siap,,,aku aka menjadi seorang pelindung untuk kekasihmu ya.Semoga kamu bisa menjaga diri disana ya."


"Kamu udah balik dari Siberia?"Tanya balik.


"Sudah sekarang aku berada diruang tunggu keberangkatan.Bentar lagi kayaknya akan berangkat!"Sambil melihat jam tangan.


"Baiklah,sekarang selamat menikmati perjalanan dan menjadi orang baik buat kekasihku ya.Aku segera take off!"Kata Anjas dengan semangat.


"Semoga perjalananmu menyenangkan kawan!"


"Kamu juga ya,byeee!"


"Byeee!"Langsung menutup ponselnya.


Tidak disangka Anjas memiliki ketertarikan terhadap seorang wanita pilihannya.Cepat sekali dia mendapatkannya,apa rahasianya?apa mungkin karena dia seorang pegolf sampai harus menjadi bagian dari wanita-wanita cantik disekelilingnya ya?waah aku ga boleh kalah sama dia.Aku pasti akan mendapatkan apa yang aku inginkan.


Sampai diApartemen,saat ia membuka pintu pertama kali dan menikmati apa yang diberikan oleh kekasihnya,rasanya ia tengah bermimpi atau bagaimana ini ya.Sampai bisa mendapatkan sebagian harta kekayaan yang dimiliki oleh Anjas Mahendra.Tidak mungkin juga dia akan memberikan kekayaannya kepadaku secara cuma-cuma.Kalau tidak aku akan berhadapan dengannya.


"Anne kamu memang beruntung telah mendapatkan kejutan yang tak bisa kamu bayangkan.Lelaki yang telah menjadi atasamu sekarang ia menjadi kekasihmu,sehebat apa kamu sampai membuatnya jatuh hati dengan cepat seperti ini heheheh!"Tak disangka seraya menikmati sebuah pemberian yang menakjubkan serta melihat sebuah kunci mobil digenggaman tangannya sangat membutnya tak percaya.


"kayaknya aku harus tahu dimana letak-letak barang berharga tuan Tampan.Dan aku harus menjaganya supaya nanti saat dia kembali aku bisa menjelaskan dengan baik-baik dan tidak akan berubah sejauh mungkin.Tuan tampan aku sangat bahagia saat ini"