
Setelah obrolan yang hakiki terjadi dimeja makan,ada tantangan lagi yang harus dilalui oleh Thy Than untuk mendapatkan privillage dari om Rey.Entah apa itu,tapi jelas membuatnya semangat untuk menyiapkan semuanya dengan baik.Rey kali ini santai dan ga ada kerjaan dikantor dan libur sama halnya Thy Than merasakan hari libur ditanggal merah membuatnya menerima tantangan special darinya.
Menghidupkan layar televisi serta memasang peralatan Game,Rey pun kembali tersungging saat menata seraya menoleh kearah Thy Than.
"Hehehehe,,kita akan memulai pertarungan yang hebat pagi ini.Siapa yang menang?"
"Ya kita lihat aja Om,aku kan udah punya strategi buat ngalahin Om Rey!"Sambil menjulurkan lidahnya seakan meledeknya.
"Oke siapa yang menang siap menerima resikonya kan?"Berjalan mendekati Thy Than seraya duduk dilantai karpet dan memberikan stik Ps yang siap untuk dimainkan.
Langsung menyahutnya,wajah tengilnya pun nampak membuat Rey geleng-geleng kepala.Memang kalau udah mau tanding selalu saja pecaya diri untuk menang.
"Ga tahu neeh siapa jawara paling kece disini!"Rey pun tak mau kalah dengan taktiknya pula.
"Oke Om kita buktikan yaaa!"Seakan percaya diri,padahal fikirannya juga bingung seeh,,ah bodo amat deh.
Permainan pun dimulai dengan sangat apik bahkan beberapa kali Thy Than menunjukkan kekuatannya dan strategi yang lebih mumpuni dibanding Rey.Ia pun perlahan mengalahkan dengan beberapa tehniknya.
"Yeeeeh aku menang dilevel satu Om"Sambil selebrasi bak anak metal.
"Okeyy,,bentar lagi gantian Om yang menang!"
"Siapa takut!"Serangnya pede.
Kembali Level 2 cukup sengit bila dihadapkan dalam keseriusan seorang Rey lawan Thy Than dengan skor yang mengejutkan.Hebat juga sampai keponakannya melongo melihat permainan dibabat habis oleh Pemain lama sampai ia menoleh dan kesal seraya merengek.
"Oooomm,,,kok bisa kalah seeh aku.Kan aku udah bener tadi,,huuuuh."Ujarnya mulai kesal.
Menoleh hanya menjulurkan lidahnya,dengan bangga dia telah membuat status skor menjadi Seri.Kayaknya im Rey udah pandai banget dilevel ini.Aku harus hati-hati dan bisa membuatnya kalah.Biar privillage aku nambaahhh yeeeeh.
"Ayo Om,aku ga mau kalah sama Om.Om harus kalah sama anak muda dan cantik sepertiku Om."
"Ohhh ya,kamu mengalahkan Om.Jangan harap ya kalau mengalahkan suhu yang udah melalang buana kayak gini,hehhehe.Tunggu kekalahanmu."Sinis juga meliriknya.
Banyak strategi pun kalah dibuat Thy Than,bahkan ia tak menyadari bahwa memang suhu yang dilawan mana bisa.Apalagi aku jarang banget main game.Malahan Om Rey paling jago banget mengalahkan aku.
Tuing,,,tuing Level 3 udah selesai dan pemenangnya kembali dipengang oleh Rey sebagai pemain mengejutkan.Jelas itu membuat Thy Than terkejut hingga tak menyangka bisa kalah darinya.Menoleh dengan keterkejutan tak biasa,bisa-bisa kalah lagi aku ini.
"Haaaah,,,,kalah lagi.Aduuuuh,,,salah strategi lagi!"Hampir aja ia membanting stiknya.
"Eitttssa ga boleh maraaaah!"Serang Rey dengan tawanya serta menunjuk kearah wajahnya,,,saking jahilnya dilanjutkan dengan menoel,noleh pipinya yang cabby banget.
"Ooomm,,,geliiiii.Tahu kok bisa seeh aku kalaaaah!"Emosinya pun tampil tiba-tiba.
"Hahahha,,,keberuntungan Om ga akan hilang kalau main game.Harus bisa mengalahkan siapa lawan Om dengan baik dengan startegi yang bagus!"Memainkan kedua alisnya lalu menggodanya.
"Gausah marah lagi.Kita masih ada Level selanjutnya hehheheh!"Jawabnya sambil memenangkan Game selanjutnya.
"Huuuh,,,bete kalah lagi!"Menoleh dengan bersungut-sungut.
"Om ngalah dong,,,satu Level aja."Pintanya mengalah.
"Enak aja,,,ini permaian pertandingan antara Radithya Rey dengan Thy Than,harus ga ada yang mengalah.Yang ada tuh kalah hahahhah!"Lanjutnya kembali meledek.
Menyimpan emosinya diLevel tinggi,ia bersiap untuk membuat tantangan lagi dalam mengalahkan sang Rey suhu yang tak tahu malu.Sudah mengalahkan beberapa season dengan cepat beberapa Level memang ada kemenangan sedikit dari Thy Than.Berada diLevel 5 ia brhasil mengalahkan om Rey dengan skor jauh.
"Yeeeaaahhh ,,,aku menang.Akhirnya Om!"Seraya jingkrak-jingkrak menari-nari sembari masih bersila.
Menoleh dengan tatapan sensi,tapi yang menarik adalah sebuah pemandangan indah saat dia menoleh.Ada yang goyang-goyang sedap.Membuatnya tak berdaya untuk menatap dan melamun membayangkan kenikmatan itu.
"Waoow gilaaa!"Tatapan itu hampir saja diketahui oleh pemiliknya.
"Ommm,,,,kok kalah seeh.Kena omongan sendiri yaaaa,hahhahahah!"Ledeknya lagi.
"Haaaah,,,,omongan sendiri.Ya enggalah."Lanjutnya masih ga terima.
Penyerangan yang dilakukan oleh Thy Than tidak berbuat banyak untuk Rey diLevel 8.Tapi lambat laun kemenangan diLevel 9 sampai akhir adalah millik Rey.Karena ia berhasil memenangkan beberapa chalenge dengan teman-temannya seperti Reza bahkan Delisa sempat dibuat keok oleh Rey yang berhasil mengalahkan dipermainan game ini.
"Yeeeess,,,aku menaaaang!"Selebrasi terbaiknya khas Rey pun tertuang seru sampai membuat Thy Than merengek sedih seakan ingin menangisi kekalahannya.
"Haaaaaahhhh,,,,aku kaaalaaaah!"Rengeknya ga berhenti-berhenti.
"Haaaahhaaa,kalah kan sekarang lawan aku.Mangkanya jangan macam-macam sama Mr.Rey mistery gammer kece."Sambil meledeknya ia mendenguskan hidung seraya menyoleknya.
"Aaaahhh,aku ga terima sama Om Rey deh.Pasti om Rey udah pernah kan main ini dan mengakali aku dengam strategi aneh om Rey kaaaan!"Ngambek deh akhirnya.
"Yang kalah ya sudah kalah.Jangan memenangkan hati yang sudah menang.Makin bahagia dong aku hahhahah!"Sembari selebrasi lagi.
Udah deh akhirnya Thy Than kalah dan menerima apapun itu konsekwensinya dari kekalahan tersebut.Bebas dan bisa diambil kapan saja poin yang akan diberikan oleh sang keponakan kepada Om tersayangnya.
Bersandar dikursi seraya selonjoran dan merentangkan tangan,kembali ia senyum memenangkan permainan ini dengan sangat terbuka dan lugas.
"Minta hadiah apa ya sama yang kalah,hahahhah!"Kembali meledeknya.
"Terserah,,,aku kalah aku ya harus berlapang dada Om,haaaaahhh!Kalaaaah!"Lagi ia merengek nangis seraya mengusap air matanya yang palsu.
"Udah ga usah nangis,ntar juga Om ajak jalan-jalan.Mau kan?"Kembali mengelus punggungnya,tiba-tiba langsung mencubit pundaknya sampai ia kaget bukan maen.
"Aduuuuhhh ,,,,,Om sakiiiitttt.Kok pake acara cubit-cubit segala seeh."Kesal lagi dibuatnya.
Mengambil camilannya dan mencicipinya dengan khas kenikmatan menatap ratapan kekalahan sang ponakan.
"Harusnya Om tuh ngalah sama aku,bukannya aku yang kalah sama Om,gimana seeh?"
"Yaaah,,,lagi ngambek kena poin lagi!"Ancamnya.
"Haaaah,,,poin apa lagi?"Heran sambil memastikan wajah seriusnya kembali tampil.
"Ada deh ,,,,yang penting nanti aku minta hadiah sama kamu ya.Ntar malam."Sambil memainkan jari telunjuknya.
"Hadiah sama aku,entar malam.Apa itu Om?"Bingung ga mikir deh apa yang diinginkan sama om Rey ini.Pasti aneh-aneh deh langsung aja buat dia begidik.
"Ngapain kamu begidik kayak gitu?kayak ketemu temen tak kasat mata aja!"Sambil menompangkan tangan,mengambil remote tv dan menggantinya menjadi siaran biasa.
"Aneeeh.Awas ya kalau minta yang aneh-aneh Thy Than laporin sama papahnya om Rey."
"Hehheheh,aneh gimana ga lah.Ntar malam tunggu aja hehehe!"Sambil menahan tawanya.
"Trus kemana Om,masak main game lagi.Udah kalah,males Thy Than!"Ujarnya kesal beranjak pergi entah kemana.
"Ya udahlah."Sambil bersandar seraya menatap langit-langit.
Lain halnya dirumah milik Morgan,Ganindra terbangun karena sebuah ketukan pintu dari luar.Ada rasa khawatir saat Mitha mencoba membangunkan Tuan muda satu ini.Berasa dalam mimpi indah sampai ia sama sekali ga sadar kalau udah mau siang aja.
"Mas Ganindra,,,bangun mas udah siang!"Panggilnya dari bilik pintu.
Tok,,,tok ,,tok,,,tok,,,Suara itu mengejutkan dirinya hingga terperanjat kaget.Mencoba menyadarkan dirinya tengah dalam mengumpulkan nyawa.
"Iya mba,Gua udah bangun kok!"Jawabnya suaranya parau.
Cekleekkk,,suara slot pintu terbuka.Mitha pun melihat suasana kamar masih remang-remang.Apa aman ya kalau aku masuk kedalam.Semoga saja ga ada apa-apa,niatnya pun perlahan masuk dengan hati-hati.Saking hati-hatinya ia tersandung sebuah pakaian yang tercecer dilantai.
GEDUBYAAAKKKKK,,,,ADUUUUUUHHHHH.
Suara kesakitan itu membuat Ganindra kembali sadar serta kebingungan.
"Lho kenapa mba!"Panggilnya segera turun kebawah dan menghidupkan lampunya.
Ketika lampu kembali hidup,alangkah terkejutnya ia melihat Ganindra hanya menggunakan boxer berwarna merah ketat sampai ia menutup wajahnya.
"Maaass,,,kenapa mas telanjang lagi seeh!"Ujarnya ga sangka untuk kedua kalinya ia melihat pemandangan yang menggoda tapi ia sadar ini adalah ujian matanya.
Langsung aja dia menutupi area terlarangnya dan bergegas mengambil celananya dan memakainya.Huuuh,,,,untung ga dilihat lagi sama dia.Gila,udah mau bangun lagi pagi-pagi apa butuh vitamin ya,gumamnya heran.
"Udah mba,udah aku pake celana kok.Hehehehe!"Seraya malu juga melihat Mitha yang masih menutup wajahnya.
"Beneran mas?"Tanya lagi.
"Iya lihat aja!"Jawabnya sambil merentangkan tangannya.
Membuka bilik jari-jarinya,apa benar mas Ganindra ga bohong sama aku.Takut dikerjai lagi."Ooo,,,udah bener ternyata."Melepaskan dekapannya.
Beranjak berdiri pun dibantu oleh Ganindra,seraya meringis geli.Ia pun meminta maaf atas kelalaiannya lagi.
"Maaf mba,udah bikin mba malu lagi."Sambil garuk-garuk kepala.
"Hehehehe,udah kebiasaan mba.Mana mungkin aku bisa pake celana.Kenapa mba?naksir atau malu!"Kembali menggodanya.
PLAAAAKKKK,,,pukulan telak mengenai bahunya sampai Ganindra terkejut.
"Aduuuuh,,,,sakit mba."Jawabnya sambil ketawa lepas.
"Saya udah siapin sarapan pagi.Mas Ganindra segera mandi dan saya tunggu diruang makan ya.Permisi!"Segera berlalu meninggalkan Ganindra yang mematung sejenak.
"Mbaaaa,,,!"Panggilnya lagi.
Sampai bibir pintu,Mitha pun menoleh mendengar panggilan tersebut.
"Iya mas,ada apa lagi?"Sungguh ramah jawaban mba Mitha.
"Mau ikut mandi ga?"Sambil senyum-senyum garuk-garuk kepala.
Membelalakkan matanya,"Mas,,,,ada-ada aja deh.Saya tunggu lho.Jangan lama-lama ya!"
"Iya deh mba!"Jawabnya lemas berbalik menuju kamar mandi.
Mitha hanya menahan tawa dan berbalik untuk segera turun menyiapkan sarapan pagi.Saat turun kebawah,ternyata ada kekasihnya Tuan Morgan yaitu Nona Monalisa yang ramah mulai datang dan menyapa Mitha.
"Haiii,Mitha apa kabar!"Sapanya hangat sambil membawa koper habis fashion show di Italy waktu itu.
"Lho Non,udah balik aja."Sapanya segera menghampirinya dan saling berpelukan.
"Gimana kamu betah disini?"Tanya Monalisa sambil melepaskan pelukannya.
"Betah dong Non.Apalagi sekarang ada temennya lho saya!"Jawabnya senang.
Mengernyitkan kening heran mendengar kata itu.
"Itu mas Ganindra kan tingga disini."Jawabnya penuh senyuman.
"Ohhh ya,,jadi Ganindra tinggal disini selama saya ga ada?"Tanya Monalisa kaget.
"Ga pa-pa kan Non?"Kembali bertanya.
"Ya ga pa-pa juga.Rumah kan jadi ga sepi kayak kuburan hehehhe!"Lanjutnya bercanda.
"Oooh ya Non,,mari.sarapan.Kopernya biar saya bawakan kekamarnya Non Mona.Gimana?"Sambil menyahut koper Monalisa.
"Ga usah kok,,,aku dikamar itu aja.Nanti kamar atas biar ditempati sama Tuan Morgan sama Ganindra aja."
"Ooohh,,,gitu.Ya udah mari saya antar!"
"Ya udah ayo!"Jawabnya ga bisa menolaknya lagi.
Dikamar atas,Ganindra pun keluar dengan pakaian sekolah.Rasanya ia ga ingat kalau sekarang adalah tanggal merah.Dengan santai ia bergaya serta memakai pakaian seragam ganteng dan rupawan meraih tas sekolahnya berjalan menuju kursi dekat rak sepatu ia pun memakainya dengan pas.Beranjak keluar dari kamar dan turun dengan santainya.
Sambil menuruni anak tangga,kok sepi kemana mba Mitha.Katanya mau nungguin aku kok malah ngilang gitu aja?"Sambil garuk-garuk kepala lagi.
Belum sampai dilantai bawah,,ia melihat Mitha keluar dari kamar lantai bawah dan Monalisa pula dari belakang mengikutinya.
"Lhooo,,,Mba Mona udah dateng!"Sapanya hangat.
Ada yang aneh ketika mereka melihat penampilan Ganindra yang memakai seragam sekolah.Perasaan sekarang kan tanggal merah.Ga ada kegiatan sekolah pastinya.Sampai Mona saja mengernyitkan kening heran melihat penampilannya aneh banget saat menoleh pun Mitha hanya merunduk menahan tawanya.
"Iya Mba baru pulang tadi pagi.Kamu mau kemana?"Tanya Mona menahan tawanya.
"Ya Sekolah mba,ini kan hari senin."Dengan pedenya dia berjalan menuju meja makan dan mulai mendekati tempat duduk sang kakak.
"Coba kamu ingat-ingat dong sekarang hari apa?"Sambil bersedekap menunggu jawaban pasti dari Ganindra.
"Lupa kali mba!"Jawab Mitha sambil menahan tawanya.
"Kenapa seeh,kok pada aneh.Sekarang hari senin,weekday ya kan?"kembali bingung.
"Iya betul weekday.Tapi kamu ada yang salah lho hari ini!"Jelas Monalisa.
"Apaan Mba?ga salah kok gua kan mau sekolah ya gini lan seragamnya?"Jawab Ganindra masih tengilnya keluar.
Ga habis fikir sampai keduanya menahan tawa,dan tak bisa lagi diungkapkan lagi.
"Hahahhah,,,udah mba.Jangan tanya lagi,Mitha udah capel ketawa ini!"Sambil mendekap lengan Mona dan menyembunyikan rasa lucunya itu ketawa tanpa henti.
"Pada kenapa seeh kalian,aneh deh!"Sambil melihat tawa mereka yang tak biasa.
"Ckckckckck,,,,ga ingat sekarang moment apa?"Kembali bertanya.
"Engga,Emang kenapa seeg mba?" Ganindra makin bingung.
"SEKOLAH LIBUR SAYANG,,,,INI TANGGAL MERAAAHHHH.GA ADA YANG SEKOLAH.TITIK!"Ujarnya lantang membuat Ganindra bingung.
"Haaah,masak seeh mba?"
Ketawa masih sambil mengangguk.
"Beneran mba Mitha,ketawa itu ngetawain aku?"
"Iya mas,,,sekarang itu tanggal merah.Jadi libur,,,lupa atau gimana?"
Sambil menepuk keningnya,terlihat wajah polosnya benar-benar membuatnya malu benar dihadapan mereka berdua.
"Astagaaaa.Kenapa mba Mitha ga bilang seeh dari awal.Padahal udah wangi kayak gini.Eeeh libuur,kok bisa lupa ya?"Kembali mikir.
"Ya udah sekarang kamu ganti baju,kita sarapan bareng ya.Mba tunggu okey!"Pintanya masih ketawa lepas melihat kelakuan Ganindra.
"Yaaah,ganti baju deh!"Berlalu sambil menaiki anak tangga lemas deh seraya kembali lagi mengambil tasnya yang terselip diantara kursi meja.
Keduanya ga habis fikir bisa lupa segitunya dia kalau ada tanggal merah.Kenapa ga lihat-lihat dulu seeh dia hahahhah.Memang deh dasar Ganindra pelupa.
"Hahahahah,,,bisa lupa juga dia."Heran seraya menoleh kearah Mitha.
"Iya lucu juga mba dia.Huuuuh,,,bikin sakit peruuut!"Ujarnya sambil menggelengkan kepala bingung.
Thy Than kemana ya?kok setelah itu ga kelihatan lagi.Apa dikamarnya.Mungkin dia meratapi kekalahannya ya,atau dia juga mikir minta kejutan apa sama aku kali ya.Biarin deh,atau aku datengin dia aja ya.Boleh juga sambil lihat dia yang mungkin lagi capek juga.
"Okey,aku akan menemuinya."Berjalan menaiki anak tangga dan mencari keberadaannya.
Belum melangkah beberapa saat,,sebuah bel pintu membuatnya terhenti dan berbalik heran.Ada tamu kali ya.siapa ?apa Joana udah pulang,cepet banget.Coba deh aku lihat Seraya berjalan santai menuju pintu depan.
Melihat dilubang kaca kecil,ga salah siapa ini yang dateng?mau apa dia!Membuka pintu dengan herannya sebuah senyuman dan segera menyapa Rey yang tengah heran melihat kedatangannya.
"Haiiii ,,,Rey.Apa kabar!"Langsung aja sebuah pelukan pun mendekap tubuhnya yang kekar.
Ya Alexa kini mulai kangen dengan moment romantisnya bersama Rey disaat mereka masih menjadi seorang kekasih.Tentu itu membuatnya tak tahu lagi harus gimana.
Melepaskan pelukan,kayaknya aku mengejutkan Pemilik rumah ini sampai dia tidak berkata-kata saat melihat kehadiranku disini.
"Surprise!"Ia tersenyum dan mengangkat tangan.
"Mau kamu apa kesini?"Tatapan ga suka mulai mengarah kepada Alexa.
"Heiiii ,,,kamu lupa.Kamu kan paling suka dipeluk?jadi ya aku kasih dong pelukan yang lebih hangat.Pasti kamu suka."Sambil berjalan masuk.
Segera tangan Rey menghalangi langkah Alexa dimana ia ingin masuk kedalam.Ia terhenti serta merunduk terkejut melihat perlakuan dari kekasihnya.
"Aku ga boleh masuk?"Tatap Alexa mulai emosi.
"Sorry,tidak melayani tamu saat ini.Silahkan pergi!"Pintanya mengusir.
"REYYYY,,AKU INI KEKASIHMU.KASAR BANGET SEEH KAMU!"Bentaknya lantang sampia Thy Than tengah santai dikamar terkejut mendengar suara keras membentak itu.
Terhenti lalu terhenyak sebentar dikamar,suara siapa ya?jelas itu suara wanita bukan perempuan.Kan perempuannya aku disini.Coba deh lihat apa ada tamu tak diundang?Berjalan keluar dari kamar mencoba mengintip sebisanya sampai tahu siapa yang tengah marah-marah sama om Rey.
"Siapa ya?kok bikin penasaran!"Merunduk seraya jongkok,ga berani turun kebawah untuk menemuinya.
"Kamu tuh kenapa seeh,emangnya ada pengganti aku yang lebih baik haaaah.Sampai kamu bersikap seperti ini kepadaku?"
Serangan kalimat itu membuat Tersungging seorang Rey yang sama sekali ga pernah hilang ingatan saat harus berpisah dengan wanita didepannya ini.Ya dia mantan yang membingungkan dan telah membuatku hancur seketika sebagai seorang pria.