
Mikir cukup lama juga waktu udah mulai malam banget, ketika melihat jam tangan menujukkan pukul.00.35 dini hari waduh bahaya gua harus pilih tempat yang lebih deket biar gua bisa sampai rumah mana yang paling deket ya.Terhenti masih mikir arah mana terdekat dari tempat yang dia pijak.
Nyatanya tempat menuju rumah abangnya lebih dekat,pasti gua segera kesana aja deh,nyari aman dan ga bakalan kena begal atau apalah yang membuat hati gua berantakan seketika.
Gimana gua hubungin abang gua dulu deh,dari pada nanti dia malahan marahin gua pulang jam segini kan bahaya juga.Mulai mencari ponselnya dan menghubungi sang kakak,malahan ga nemu tuh ponselnya dimana.
"Aduuuh,,dimana lagi gua naruh hape gua.Apa gua kelupaan pass waktu foto bareng mba Anindya ya."Jadi mikir deh,beberapa saat diingat-ingat kenyakinannya pun tertuju pada obrolan setelah ia foto-foto dan menaruhnya dimeja ruang tengah rumah Adam.
"Astagaaa,gua lupa lagi!"Sambil medekap helmnya dan menyadari bahwa ia ingat kalau ponselnya memang ketinggalan dirumah Adam."Ga pa-pa deh kan besok.pasti tahulah Adama atau mba Anindya kalau ponsel gua ketinggalan.Trus gua ketok pintu rumah bang Morgan,apa nanti gua ga kena damprat ya sama dia.Bodo amat deh dari pada gua ngilang tambah parah lagi!"Menghidupkan motornya kembali dan segera tancap gas menuju rumah kediaman Morgan.
Dan terlihat Adam begitu nyenyak merasakan hangatnya selimut dan tengkurap terlihat wajahnya saja.Biarlah menjadi cerita tersendiri saat Anindya melihat sedikit apakah keponakannya udah terlelap memang lucu juga dia.Menahan tawa dan perlahan menutup kamarnya untuk kembali turun kebawah menuju ruang kamar tamu dan tenggelam dalam mimpi sejenak.
Sampai juga dirumah Kediaman Morgan,rasanya masih ada kehidupan deh.Lampu depan masih menyala dan ia berdiri didepan pintu gerbang melihatnya cukup remang-remang. Gimana ada orang ga seeh,mencoba melihat kedalam terlihat seorang satpam datang menghampirinya dan sempat mengenal siapa orang tengah berdiri diluar pagar.
"Lho mas Indra ya?adiknya pak Morgan!"Sapanya sambil menunjuk kearahnya.
"Iya pak,boleh saya masuk?"
"Ya boleh mas,sebentar saya bukakan pintunya ya."Sambil mengeluarkan kunci dan membuka gembok pintu pagar untuk membukanya dan mempersilahkan untuk masuk kedalam."Silahkan masuk Mas,nanti saya bilangin sama Mitha buat membukakan pintu ya!"
"Makasih pak,maaf ngerepotin malam-malam malah kesini,hehehehe!"Sambil menuntun motornya kedalam.
"Ga pa-pa saya kan kuat kalau malam-malam begadang.Besok kan ada yang gantiin.Silahkan mas ya,saya masuk dulu kepos dan nelpon Mitha."Bergegas meninggalkannya berjalan bersama motor kesayangannya.
Sambil menuntun motornya,heran siapa lagi itu Mitha sama sekali ga lihat dia selama aku kesini.Orang baru kali ya heheeh.Memarkirkan motornya digarasi,serta menaruh helmnya,dia pun bergegas untuk menaiki anak tangga serta menuju pintu utama.Belum mau masuk dan mengetuk pintu, sosok perempuan cantik berdarah pakistan serta senyum dan pesonanya sama sekali seperti ga ada yang ngalahin lagi.Kayaknya mba Anindya perlahan sirna dari ingatanya Ganindra tengah membuka pintunya dengan gaun tidurnya penuh keanggunan dan membuatnya sesak menatapnya.
"Malam mas,mas ini kata pak Aryo adiknya pak Morgan ya?"Sapanya hangat.
"Heheheh,iya.Kamu kok bisa muncul tiba-tiba seeh!"Kebingungan dan salah tingkah melihat penampilannya sungguh menggoda.
"Iya,saya baru disini mas.Silahkan masuk mari!"Ajaknya mempersilahkan untuk masuk kedalam.
Setelah melihat postur tubuh Ganindra,ia hanya tersenyum melihat sosok lelaki gagah dan penuh karisma dengan pakaian khas anak muda banget.
"Mas Ganindra!"Panggilnya lagi sampai ia menoleh kebelakang dan tersenyum pula membalasnya.
"Iya kenapa?"
"Mas tahu kan dimana kamarnya?nanti saya buatin minuman hangat ya.Saya lihat anda kelelahan sepertinya."Berniat untuk membuatkan minuman kedapur.
Ia pun menghentikan langkahnya dengan sopan pula.
"Eehh,jangan.Ga usah repot-repot aku langsung tidur aja.Besok aja minumnya heheheh!"
"Beneran,kayaknya butuh kehangatan tapi bukan yang lain ya.Saya buatkan dulu sebentar saya antar kekamar mas ya."Ia mengumbar senyum dan segera berlalu menuju dapur.
Tatapan heran dan mematung tak berdaya khas Anak muda tengah terpana oleh sosok pendatang baru dihati Ganindra sungguh membuat nya tak mungkin lagi untuk melewatkannya.
"Gilaaa,cantik banget."Sambil menggelengkan kepala.
"Tapi dimana ya kekasihnya bang Morgan?apa udah tidur!"
Gua harus naik keatas dulu dan ganti baju,gila asem banget badan gua.Seharian kemana-mana sampai ga bisa pulang cepet neeh.Berjalan menuju kamarnya dan membukanya, perlahan ia melewati kamar milik abangnya.Apa mungkin udah pada tidur ya.Tangannya pun segera menyentuh slot pintu dan perlahan membukanya.Alangkah kagetnya,ga ada orang sama sekali.Pada kemana ya?
Menutup kembali,,,ah ga usah difikirin deh gua masuk aja kekamar gua sendiri dan mandi.Ga kuat juga ngerasain baunya badan gua asem banget.Week,
Masuk kedalam dan ga perduli lagi ia melepaskan pakaiannya hingga boxernya ikutan tergeletak dilantai membuat segera untuk kekamar mandi serta menghidupkan showernya serta merasakan segarnya air dingin menghujam dirinya.Ia berbalik dan membayangkan ketika ia berada dalam kesendiriannya serta mengambil sabun dan membasuh seluruh tubuhnya hingga tertutup oleh busa sabun.Nyanyian kecil tentang lagu favoritnya menjadi suara emasnya dalam melantukan cerita hidupnya.
Selesai membuatkan minuman hangat,ia tersenyum dan bergegas membawanya segera keatas untuk menghidangkan langsung dikamar milik Ganindra.Setiap langkahnya ia juga berfikir tampan juga adiknya pak Morgan.Sempat juga dia berpesan kepadanya saat perlahan pergi siang tadi untuk menjalankan tugasnya.
"Nanti kalau ada adikku namanya Ganindra datang main kerumah biarkan dia tinggal disini ya.Dia baik kok tidak sejahat yang kamu kira,Okey Mitha!"Pesannya dengan ramah membuatnya siap untuk menanti lelaki yang tengah dikatakan oleh Pak Morgan.
"Baik pak!saya akan laksanakan perintah bapak!"
"Bagus,terima kasih ya!"Saat itulah dia bergegas untuk keluar dari rumahnya menuju garasi bawah tanah dan pergi menggunakan motor sportnya.
Sampai juga dia berada didepan pintu kamarnya,perlahan mengetuk pintu serta masuk kedalam.Kok ga ada jawaban ya.Saat ia perlahan masuk dan melihat suasan kamarnya gelap sekali.Dasar memang lelaki suka suasana yang lebih gelap dari seorang wanita.Melangkah dan sempat menginjak pakaian yang berserakan dilantai.Matanya melotot melihat salah satu celana boxernya terlihat membuat ia mendongak dan menatap kamar mandi,pasti mas Ganindra tengah mandi.Gimana ya?apa aku taruh aja dan pergi,tapi itu sama saja aku tidak sopan sama dia.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka serta Ganindra keluar tanpa menggunakan handuk sama sekali seraya mengeringkan rambutnya,sampai ia tak menyadari ada seseorang berada tepat didepan rajangnya membawa minuman.Mitha pun shock melihatnya dan menjatuhkan nampan yang ia bawa dan segera menutup wajahnya.
Untung saja nampan itu jatuh diatas karpet dengan bulu tebal sehingga tidak membuat suasana mengejutkan.Apalagi teriakannya seketika membuatnya menutup wajahnya dan berkata.
"Mas Ganindra!"Langsung ia berbalik dan membelakanginya.
Heran kenapa dengan perempuan itu ya?kenapa sampai dia ketakutan seperti itu.Memangnya ada yang salah sama gua sampai tak menyadari apa yang tengah ia perbuat didepannya.Memang masih terlihat remang-remang,masij saja dia bingung dengan bertanya kepada Mitha.
"Kenapa seeh,kamu lihat apa?"Sambil merentangkan tangan bingung.
"Mas Ganindra telanjang.Ga pake handuk tuuuh,,,,lihaaat dong!"Jingkrak-jingkrak kesal ga karuan menunjukkan kearahnya.
"Haaah,gua telanjang?mana mungkin!"Seketika merunduk dan benar ia sama sekali tak menyadari hal tersebut dan menutupi pinggulnya dengan handuk dan seketika mukanya memerah meminta maaf kepadanya.
"Ooooh,maaf ya.Aku ga sadar.Tenang bentar jangan berbalik dulu!"Jongkok mengambil boxernya yang tergeletak dilantai segera memakainya dan menutupi dengan handuk kembali.
"Udah-udah,,ga pa-pa gua udah pake handuknya kok.Kamu boleh berbalik sekarang heheheh!"Lanjutnya mencoba menenangkan Mitha.
"Ga percaya lihat aja kesini berbalik dong!"Pintanya dengan percaya diri.
Perlahan tetapi masih bingung apa benar yang dikatakan sama mas Ganindra,apa dia ga bohong sama aku. Pelan-pelan ia berbalik dan melihatnya dengan senyuman dan penampilannya memang seperti lelaki sejati.Tubuhnya atletis terpahat bagai seorang model hot magazine yang sempat ia lihat.Astaga meleleh dibuatnya sampai ia mengigit jarinya seakan ingin dipeluknya seketika.
Hatinya benar-benar meleleh,segera meminta maaf karena telah menjatuhkan minumannya dikarpet."Maaf ya mas,saya menjatuhkan minumannya tadi.Jadi ga jadi minum deh mas Ganindra."Jongkok dan mengambil gelas dan nampan yang tercecer dikarpet.
Sambil garuk-garuk kepala,rasanya ga masalah juga dia menjatuhkan minumannya.Setidaknya itu juga salah gua sendiri terlalu berani keluar tanpa melihat siapa yang datang kekamar gua.
"Ya ga pa-palah.Yang penting kamu ga trauma dengan kejadian ini ya."Jawab Ganindra sambil jongkok membantunya untuk merapikan pula.
"Lebih baik sekarang mas Ganindra segera istirahat ya,saya tinggal sendirian.Besok pagi saya buatkan sarapan special buat mas Ganindra oke!"Sembari menatap penuh senyuman.
"Oke,tapi kamu jangan kapok ya kalau liat aku seperti itu tadi.Yang penting kamu jangan bilang sama Abang atau sama Kekasihnya abang itu ya."Pintanya beranjak berdiri membantu mengangkatkan nampannya.
"Iya mas,juga Nona Monalisa lagi ga dirumah.Dia tengah mempersiapkan kerjaannya untuk show diPrancis besok dengan rekan kerjanya."Jawab Mitha lalu pamit untuk segera keluar dari kamarnya.
"Oooh,jadi Monalisa itu lagi ga ada dirumah ini?pantas saja aku tadi melihat kekamar abang ga ada orang sama sekali."Jawabnya akhirnya menyadarinya.
Tertawa geli meledeknya."Dasar Mas ini,suka banget ya curi-curi kesempatan."Lanjutnya dengan menyubit lengannya.
Kaget juga sama sikap Mitha yang tiba-tiba sok akrab gitu didepannya,tapi ga masalah kok.Dia kan udah melupakan sejenak kejadian memalukan tadi."Permisi mas saya istirahat dulu ya."Perlahan dia pun pamit untuk meninggalkan Ganindra sendirian.
"Ya mimpi yang indah,jangan lupa mimpiin aku heheheh!"Candanya geli.
"Aaah,mas Ganindra ini bisa aja kalau ngomong ya!"Malu-malu beranjak untuk pergi dari kamarnya.
Menggelengkan kepala serta menompangkan tangan.dikedua pinggangnya,rasanya kejadian itu kenapa sampai sebatas itu coba?kenapa gua ga gunain kesempatan itu ya.Aaah dasar lu Ndra,sok polos banget sama perempuan kayak gitu.Gimana lagi,berbalik dan merasakan kekonyolan itu.Memang udah malam kembali ia melempar handuknya dan hanya boxer yang menemani malam ini bersama selimut tebal menghangatkan tubuhnya yang begitu dingin karena hawa malam yang cukup mengigil.
Pagi perlahan datang disaat mentari belum memperlihatkan cahayanya.Masih pagi sekitar pukul 05.05 pagi,Mitha yang telah terbangun karena alarm wekernya adalah system ia mendapatkan kecerahan pagi.Masih malas tetapi ia menyadari kali ini adalah untuk menemani dan melayani seorang lelaki muda yang masih menikmati tidurnya.
"Selamat pagi dunia!"Sambil membuka tirai jendela kamarnya penuh keceriaan,"Oooh,masih pagi belum ada matahari muncul.Tapi sekarang aku harus bangun pagi untuk seorang lelaki muda dan tampan juga!"Sambil mikir terus ketawa geli.
"Tidak,,,tidak jangan bermain kolase saat ini.Aku harus bersiap untuk membuatkan sarapan pagi dan memberikan sebuah kejutan kecil.Sayang Nona Monalisa beranjak pergo sedari sore untuk menuju kantor temannya,huuuh.Jadi tetep semangat Mithaaa!"Sambil bersiap untuk merapikan dirinya untuk membuat sarapan pagi didapur.
Sama halnya dengan seseorang tengah terlelap seakan tak ingin bangun cepat-cepat pun berada dalam kehangatan pun tak perduli segera membuka pejaman mata.Sampai akhirnya sarapan pagi telah siap oleh kesibukan Mitha.Kayaknya harus dibangunkan deh sambil melihat jam dinding perlahan bergerak kearah jam 05.30 membuatnya bergegas menata semuanya dimeja makan.
"Sudah siap nasi goreng dan telur serta ayam goreng dan tentunya dua minuman jus jeruk dan strawberry atau susu protein untuk semangatnya sekolah."Tersenyum girang,mendongak keatas dan melihat keadaan diatas.
"Belum bangun deh sepertinya,kalau aku ga keatas dan membangunkannya."Menghela nafas dan bergegas untuk membangunkannya dikamar pribadinya.
"Semoga saja tidak seperti semalam,dia membuat kekacauan.Untung saja ga ada Nona Monalisa dan Pak Morgan.Bisa bahaya kalau dipikir-pikir seperti itu."Santai saja dia melangkah setiap anak tangga hingga sampai dikamar miliknya.
Perlahan mengetuk pintunya beberapa kali.
Tok.,,,tok.,,,,tok.. tok,,,tok?,,,
Heran kok ga ada jawaban ya,emangnya belum pengen bangun gitu?Perlahan masuk kedalam mengendap-endap serta bingung dimana mas Ganindra.Apa dia masih tidur atau pindah lokasi tidur ya?saat tengak-tengok malahan melihat seorang lelaki tengah tertidur pulas.Hemm,,,,beneran masih menikmati mimpinya.Tersenyum untuk berjalan mendekati tirai jendela dan membukanya perlahan lalu berbalik dan melihat reaksinya.
"Lho kok belum bangun heheheheh!"Berjalan mendekati dan duduk disamping mencoba membangunkannya.
"Mas,mas Ganindra.Bangun nanti telat sekolahnya lho!"Sambil menyentuh bahunya.
"HEEEMMM,,,,MASIH PAGI KAN?"Tanya Ganindra masih malas membuka pejaman mata.
"Masih,tapi kan mas Ganindra harus siap-siap dari pada telat nanti gimana?"Mencoba menjelaskan dengan nada halus dan pelan.
Kok lama-lama suaranya lembut,gua ngomong sama siapa ya.Tersadar dan mendongak melihat seorang perempuan memberinya senyuman hanya untuknya.
"Heeeiiii,selamat pagi mas!"Sapanya hangat.
"Haaaaah!"Langsung bangun dan tentunya selimut yang dia tutupi selama mimpi pun terbuka sampai Mitha langsung menutup wajahnya dan berkata lantang.
"Masss,mas Ganindra ga pake celana lagi?"Beranjak berdiri dan masih menutup wajahny menunggu jawaban dari Ganindra.
"Haaaah,masak ga pake celana lagi?"Heran kok dia nanya itu lagi ya,sambil membuka selimutnya."Mana aku ga pake celana.Ini masih pake!"Ujarnya penuh percaya diri.
"Beneran Mas?"Kembali menegaskan kembali.
"Iyaaa,coba aja lihat!"Pintanya sambil pede.
Seketika Mitha pun membuka bilik jari-jarinya tengah menutupi sebagian wajahnya.Kembali tak percaya ternyata Ganindra bohong serta membuatnya kesal.
"Massss,itu masih pake apa coba."Kembali merengek dan berbalik membelakanginya.
"Maksudnya apa seeh,aku masih pake celana ini.Boxer."Jelasnya makin bingung.
"Ya udah mas Ganindra segera mandi,saya tunggu dimeja makan ya.Dan jangan buat kegilaan lagi!"Pintanya berpesan.
"Ya,,,ya,,ya,,gua akan mandi dulu!"Jawabnya sambil masih bingung.Emangnya apa yang salah sama gua,ga juga gimana lagi.
Sambil Ia turun dari ranjang serta berjalan untuk kekamar mandi untuk kembali menyegarkan jiwanya yang tengah lelah tak berdaya karena semalam.Gila,sampai gua mimpi sama dia lagi haduuuh.Beneran gua ga bisa bayangin mimpi sama perempuan itu.Sedekat itu dia sama gua huuuh menghela nafas masih merasakan guyuran shower yang menyegarkan pagi ini.