
"Apa kamu mau tinggal diapartemen om Rey sayang,kamu kan tahu bentar lagi kakak akan menjalankan bisnis milik Tuan muda dan segera menyelesaikannya dengan partner bisnis Tuan muda.Kamu siap kan menemani Tuan muda?"
Tatapan itu membuat Thy Than tak bisa menolaknya,apalagi pria yang tengah berada duduk disampingnya ini telah menolongnya dari jeratan hukum bahkan hidup suram yang biasanya dialami oleh kebanyakan orang.Senyum bahkan persetujuan tengah dipenuhi olehnya sebagai keponakan yang baik serta memberinya hormat sebagai tanda balas budi.
"Oke siap!"Sambil memberinya hormat.
"Syukur deh,jadi ga bakalan sendirian kan Tuan muda.Ada yang nemenin hehehehe!"
Menoleh dan memberikan sebuah ijin untuk Thy Than saat ia bisa berkunjung lagi datang bersama Ganindra.
"Oh iya,kamu juga bisa kan ngajak sahabat "Special" kamu untul main keapartemen Om.Santai aja palingan Om pulangnya sore juga ya ga Joe!"Menimpali Joana.
"Iya Biar ga bosen aja masak ketemu Tuan muda terus,ntar ikutan tua lho!"Bisiknya sambil melirik Rey.
Matanya pun terbelalak mendapatkan pandangan aneh yang tak jelas gitu.Tapi pada akhirnya dia nanya juga sama sang ahli bisik-bisik.
"Itu ngapain seeh,boleh tahu ga ngomongin apa?"Memainkan kedua alisnya beberapa kali.
Sambil cemberut dan memasang kedua tangannya dipinggang.Penolakan Thy Than membuat Rey tambah geli liatnya."Ga ada,,,enak aja pengen tahu!"
"Uoooofff ****,,,!"Sambil menutupi wajahnya.
"Oooh,ya kamu mau bawa sesuatu mungkin dari rumah kamu.Biar nanti ga kepikiran lho,ntar malahan nyesel ga balik sini lagi!"Joana mengingatkannya.
"Oooh iya kak,untung aja kaka ngingetin.Aku ambil barang dulu dikamar ya!"Beranjak berdiri bergegas untuk menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Rey dan Joana mengamati lamat-lamat langkah Thy Than yang berat.Saling mengernyitkan kening lalu mereka berdua saling berpandangan dan bertanya sama Rey.
"Ga pa-pa dia Tuan?"Mengernyitkan kening.
Sambil mengangkat kedua pundaknya,ada yang ga perlu diketahui"Mana ku tahu,yang penting kamu ada disisiku!"Segera pindah duduk dan mendekap tangan Joana lalu menciumnya penuh romantisme.
"Tuan,tuan.Sebenarnya Tuan itu seperti apa seeh sama saya heeem.Apa ga ada perasaan sama seseorang mungkin,,,atauuu?"Sembari melirik penuh senyuman."Ya waktu itu datang kesini!"
Mengernyitkan kening,heran memang siapa yang datang keapartemenku apa benar itu Alexa?"Siapa!Alexa?"Kembali memastikan.
Ia tersenyum lalu mengangguk,ada perasaan bingung juga kenapa Tuan muda sangat menyukai dia.Padahal ga ada yang istimewa diantara pesona baik pada dirinya,apa yang harus dia lakukan?
"Iya,mungkin dia sangat kaget melihat saya sangat berbeda seperti ekspetasinya sebagai seorang asistan mungkin.Atau mungkin bisa saja dia merasa tersaingi oleh saya Tuan heheheh!"Santai aja ia menjawabnya.
"Yaaaah mau gimana,nanti kita bicarakan hal tersebut ya!"Sambil menyentuh dagunya lalu tersenyum untuk kesekian kalinya saat melihat sosok wanita special menggoda dirinya.
Dikamar masih ribet juga kalau dia berfikir apa yang akan dibawanya,apa mungkin harus bawa ini trus itu?sambil nunjuk beberapa barang kesayangannya atau aku diamkan disini.Sebuah bantal berbentuk love dengan warna merah yang selalu ia dekap dengan kehangatan paling sempurna atau sebuah boneka.Apa ya kembali bingung,tapi kalau aku bawa semuanya ga masalah juga ya.Kan kamarnya om Rey besar sama kok dengan luas kamarku hehehe.
"Ya kalau ga cukup pasti nitip sama kak Joana.Tapi kan kak Joana mau pergi ngurusi kerjaannya.Gimana ya enaknya!"Tanpa pikir panjang dia pun membawa dua benda kesayangannya untuk dibawa keapartemennya.Sama bawa baju koleksinya yang siap ia masukkan kedalam koper.
"Naaah selesai juga.Ga banyak juga bawaanku!"Merapikan koper yang siap untuk ia bawa turun kebawah.
Tapi saat ia turun ada sebuah adegan menakjubkan dalam tatapan mata Thy Than,astaga apa yang mereka lakukan?tersungging menatap kedua tengah merasakan ciuman tak kala mereka begitu menikmati setiap detail ikatan cinta tanpa bisa ditolak oleh Joana.Huuuh aku jadi gimana dong terhenti serta mendongak dan berharap akan segera mengakhirinya.
"Seru juga ya ciuman om Rey sama kak Joana couple banget deh."Tiba-tiba Thy Than membuat kegaduhan dengan berdehem diatas segera membuat mereka buyar dan kaget melihatnya berada diatas.
"EHEEHHHHMMMN,,,,UHUK,,,UHUUK,,,UHUKKK!"
Langsung mereka melepaskan romantisme yang begitu nikmat bahkan keduanya salah tingkah melihat kehadiran Thy Than saat tersenyum melambaikan tangan manis dan tanpa ada beban sekali.Hanya saja pilihan itu membuat Joana ga enak saat ketahuan tengah memadu Cinta.Dan Rey pun garuk-garuk kepala bingung mau jawab apa saat keponakannya perlahan menuruni anak tangga dan menahan tawanya juga malu seeh ngapain aku sampai mengagetkan mereka.Rasanya aku berdosa banget deh,dengan rasa bersalah ia mendekati dua pasangan ini lalu meminta maaf.
"Maaf ya Kak,Om.Aku ga sengaja!"Lalu menjorokkan badan serta menompangkan kedua tangannya disandaran kursi lalu berkata."Tapi seru lho aku lihatnya heheheh!"Seraya ketawa geli.
"Dasar kamu ya,bikin kita malu aja deh!"Sambil nyubit pipinya gemas sampai ia ngikut ketarik.
"Aduuuuuh Om sakiiiiit!"Melepaskan cubitannya,melirik kesal kearah Rey sambil mendekap pipinya.
Trus Joana menyenggolnya dengan wajah malu-malu juga,tentu juga Thy Than terpental agak jauh juga merasakan serangan darinya.
"Aduuuhhh,,,kakak.Ga terima juga aku buyarin cinta kalian?"Sebel banget pada kompak keduanya nyenggol dirinya dengan pas.
"Kamuuuu tuuh yaaa!"Lagi nyubit pipi yang kiri.
"Haaaah!"Langsung ia mendekap pipinya saat Joana melepaskan cubitannya.
"Sakiiiiit?"Tanya Joana menekankan kalimatnya.
"He'emm!"Sambil ngangguk-anguk beberapa kali.
Joana dan Rey saling tos bahagia telah membuatnya sungguh terluka dan akhirnya meringis tajam sambil memberikan cinta manis kepada keduanya kompak untuk melegakan hatinya masing-masing.
"Dasaaaarrr,,,sok ggemesin deh!"Lagi nyubit hidungnya.
Shock kedua kalinya dong setelah mendapatkan cubitan itu lalu menatap kaku,memercingkan hidungnya lalu ia ingat kalau bawaannya cukup ga untuk dibawa.
"Oh ya Om,kak.Bawaanku ga banyak kan?"Sambil menujukkan koper dan dua benda kesayangannya.
Senyum-senyum menunggu jawaban dari Rey saat melirik dengan wajah serius tapi berlanjut dengan wajah keberatan,sampai Sang ponakan melengos panjang.Rasanya ga dikasih bawa barang banyak-banyak deh aku ini.
"Gimana Om,Kak!boleh gaaaa!"Sambil meringis wajahnya menggoda keduanya.
"Ya boleeeehlah.Masak ya enggga sayaaang!"Sambil mendekap pipinya.
"Mau pulang sekarang atau nanti dulu?"Lanjut Joana mempertanyakan.
"Sekarang juga ga pa-pa kok kak.Aku juga udah ikhlas kalau harus melepas rumah ini."Berat juga berkata seperti itu.
"Heiiii,,,bukan itu maksudnya Joana.Maksud kita adalah rumah ini tetep menjadi milik kamu terus kalau keputusannya adalah menunggu kamu diumur yang sesuai gitu.Bukannya kita asal ngejual trus mengabaikan kamu.Engga dong."Jawab Rey menjelaskan.
"Kita berdosa banget dong kalau gitu membuat hati seorang perempuan yang cantik ini dalam masalah sulit sendirian.Ya kita bantulah sayaaaang ya!"Sambil mendekap erat.
"Heheehhe,makasih Om,kak.Kalian luar biasa!"Pujinya senang.
Drama romantis pun terjadi dengan manis,perlahan dengan berat hati Thy Than meninggalkan rumah kediamannya mencoba memulai hidup baru ditempat yang menurutnya akan membuatnya semakin dewasa dan perlahan bisa melupakan masa lalu yang kelam.
Diperjalanan masih saja ia termenung serta menatap jalanan yang perlahan memberinya sebuah memori masa lalu penuh senyuman.Joana yang melihatnya tak bisa menegurnya begitu saja,hanya melihat serta menghela nafas membatin dalam hati.
"Kuat sekali anak ini ya,semoga saja kesuksesanmu mengikutimu seperti almarhum ayahmu ya.Thy Than kamu memang special dimata kita berdua!"Sambil menoleh kearah Rey yang tengah konsentrasi mengemudi.Kayaknya dia menikmati deh lagu yang tengah ia putar untuk menghilangkan keheningan diantara mereka bertiga.
Sadar ada yang menatapnya cukup lama,Rey menoleh sambil mengangkat dagunya penasaran sama sikapnya itu.Ia hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum kembali bersandar hangat.Lalu Rey pun sadar dan mendongk kearah spion depan melihat keponakannya ngapain dia.Biarin aja deh,pasti dia mengkhayalkan sahabatnya heheheh.
Lalu sesaat Joana teringat dengan penyergapan yang dilakukan oleh Morgan.Apakah berhasil ya untuk membekuk pengecut seperti Yoshi.Dia pantas mendapatkan itu,jangan harap kamu bisa menguasai harta keluargaku,ternyata selama ini kamu hidup dalam bisnis keluargaku ya.
"Apa dia mendapatkan Yoshi atau malah membuatnya curiga dan kabur dari Morgan.Semoga saja dia bisa mendapatkan apa yang tengah ia cari selama ini."Wajah gelisahnya pun tak luput dari pandangan sesaat Rey yang tak sengaja melihatnya.
"Kamu ga pa-pa kan?"Tanya Rey bingung.
Mengangkat kedua alisnya lalu menoleh kearah Rey lalu bertanya kepadanya."Memangnya kenapa Tuan muda?"
"Aku lihat kamu tiba-tiba gelisah dan murung.Ga kayak yang dibelakang ini melamun tapi senyum-senyum sendiri.Ngeri jadinya lihat kalian berdua."
Tersadara Ia bertanya kepada Omnya tentang obrolan apa yang diucapkan tadi."Kenapa Om?ada yang aneh ya!"Seraya bingung pula melihatnya.
"Ga ada,kalian berdua perfecto dan lebih menggoda kalau aku tampilkan dengan wajah yang seru-seru gimana gitu."Lanjutnya bergaya.
"Beneran perfecto gitu?ga ada yang aneh lagi untuk dibicarakan!"Tanya Thy Than kembali.
"Udaaah jangan percaya sama Om kamu,dia bermain kata dan cerita yang fiktif.Nanti bisa bahaya lagi kalau diingat lagi!"Lanjut Joana seraya tertawa lepas.
Ga ada yang harus dibicarakan lebih serius lagi ini sampai Ganindra pun harus mengatakan satu hal tentang kesehatan Mega dan memastikan apakah memang ia udah bisa masuk sekolah besok,rasanya berat deh kakau dijelaskan dengan manis.
"Ya bener lah,aku harus kuat untuk sekolah dan membuktikan kepada mereka kalau aku bisa sekolah dan bersahabat lagi sama kamuuuu!"Tangannya pun tak luput dari menyubit hidungnya Ganindra.
"Aduuuuhhh,,,,udaah,udah ga usah nyubit-nyubit deh.Ini bahaya banget kalau kamu terusin bisa copot hidungku!"Sambil melepaskan tangannya.
Tawa lepasnya sungguh menyentuh hati Ganindra sebagai seorang sahabat,baginya sahabat special membuat hatinya kembali yakin bahwa Mega akan kuat seraya melawan penyakit yang terus membuatnya tak berdaya.
"Kamu tuh harus kuat dan yakin,sembuh dan kita akan buat event yang sempat tertunda karena kamu sakit.Kan aku ingin kamu bisa ikut ambil andil sama Thy Than sama Adam pula.Kalau terpaksa yaaa aku libatin tuh Raisa sama Lala.Apa seru atau tambah berantakan?"
"Nooooo,mereka bisa merusak acara saja kalau ikut gabung dengan kita.Ambil aja nama yang lain ga mau aku deket sama mereka.Banyak omong dan berisik tahu Ndra!"Lanjutnya menolak.
"Sayaaang!"
"Heheheh,udah expired kali.Kan udah ganti sama Thy Than ngapain seeh kamu butuh sayaaang dari aku?"Sambil berantakin rambutnya.
"Ini-ini yang ga bisa gua lupain dari kamu.Cuman kamu aja yang berani berantakin rambut gua saaayang!"Sambi nyubit pipinya penuh gemas.
"Hehehehe,kamu emang butuh dua cinta yang bernama backstreet ya?kurang ajar!"Lalu nabok keningnya sampai dia mencoba kuat serta bergaya layaknya tengah kerasukan.
"Aaaaaa,,,,sayaaang.Love you aaaah!"Sambil ketawa langsung menoleh kearah Mega.
"Udah basi Ganindraaaa,hahahah!"Lanjutnya makin ketawa.
"Diminum dong minumannya.Ntar dingin lho!"Pintanya memberikan kepadanya.
"Suapin dong!"Siap untuk memberikan aksinya.
"Iyaaa deh,aku ambilin.Minum ya!"Sembari menggelengkan kepala.Kenapa seeh masih manja aja sama aku heran kan jadinya.
Lalu meminum dari dekapan tangan Mega,kembali menatapnya seraya merasakan kesegarannya.
"Heeemm,,,udah dingin ini hahahah!"Ngakak sama petuah Mega.
"Masak seeh?"Kembali dicobanya.
"Eeeh,kok malah dicobain.Emang boleh minum kopi?"Tanya Ganindra menghentikan hampir mendekati bibir Mega.
Ngambek deh jadinya kalau kayak gini bisa-bisanya dia mengambil mimuman yang menurutnya enak dari aromanya."Kok ga boleeeeh seeh?"
"Ya emang ga boleh.Emang mau terus minum ini langsung ga bisa tidur mikirin aku?gimana coba.Patah hati kan!"Seru Ganindra tersenyum.
"Engga,,,ga bakalan aku patah hati!"Meringis membuat sahabatnya kaget,apa dia punya gandengan lagi selain gua.
"Haaah,apa kamu ada seseorang yang mengisi hatimu saat ini!"
"Ada!"Jawabnya singkat sambil membuat penasaran juga Ganindra,kayaknya ga beres deh dia.
Menompangkan tangan sambil manyun ga terima sama jawaban Sahabatnya,kenapa cepet banget gua dilupain.
"Ngapain seeh gua cepet banget dilupain?emangnya udah ga special ya gua?"Tanya balik.
Menggelengkan kepala kearahnya.
Matanya pun melotot,bingung jawaban macam apa itu sampai membuatnya bikin bingung sendiri!
"Trus apa dong jawabannya?kok sama sekali ga tahu.Kan gua juga butuh kepastian Sayaaang!"Sambil menyentuh dagunya.
"Eeem,ga banyak yang harus diceritakan.Kan aku ga punya cerita special sama kamu.Cuman yaa biasa aja seeh!"
"Iyaaa trus apanya yang biasa aja.Kan aku juga pengen tahu dong."
"Weeeek,,,ga ada.kamu kena tipuuuuu!"Ngakak sambil menutup mulutnya.
Menghela nafas panjang,sialan gua dikerjain sama dia.
"Beneran ga ada?"Tanya balik sambil memegang kedua tangannya.
"Iyaaa bener!"Jawabnya masih ngakak.
"Awas ya kalau bohong,ga bakalan deh cinta gua buat kamu lagi!"
"Hiiii,,,,pede banget.Memangnya cintaku tuh untuk kamu aja.Ya aku bagi-bagi dong!"
"Heemm,buat siapa aja?"Mengintrogasinya.
Mulai berhitung dengan teliti dan penuh senyuman membuatnya makin penasaran.
"Satuuuu buat ibu,dua buat aku sendiri,ketiga buat kamu deh,ntar ngambek deh kalau ga dianggap!"Sambil geli sendiri lagi.
"Heeeeiii,emangnya gua butuh dikasihani?"Sambil menyentuh kedua tangan Mega dan memainkannya.
"Ya kali,kalau ga disebut marah-marah ujung-ujungnya ngambek bikin drama menyakitkan gimana.Ga enak lagi dong aku!"Seru Mega santai
"Trus ada lagi gitu berbagi cintanya?"Kembali bertanya.
"Ada dong,lagi buat Thy Than sahabatku yang lucu tuh sama Adam!"
Bagai disengat listrik,kenapa Adam masuk list yang dicintai sama Mega.Ga salah itu,ketawa geli dan ga henti-hentinya membuat Mega ngakak dibuatnya.
"Lho Adam masuk?kok bisa!"
"Ya dia kan juga sahabatku sayaaang.Jangan egois deh pleace ya!"Sambil memainkan tangan.
"Iya juga seeh,tapi kan masih special gua kan?"Memainkan kedua alisnya berharap ada jawaban dari Mega.
"Ga ada,kamu tuh sama ajaaaa!"Lalu kedua tangannya langsung mendekap kedua pipinya.
PLOOOOOKKKKKK,,,,langsung deh manyun bibirnya Ganindra bikin ngakak pastinya.Gilaaa kali ini gua seneng banget lihat Mega ngakak ga ada berhentinya sama gua.Lalu dia melihat jam tangannya.
"Hahahahaaha,ngapain lihat jam tangan udah bosen disini?"Serangnya membuat Ganindra bingung.
"Engga,engga adaaa itu!"Sambil melambaikan tangan.
"Truus apaaan?"Tanya lagi.
"Bokap gua keluar negri,tinggal sendirian deh gua disini."Jawabnya manyun lagi.
"Waduuuuh,,,,kamu ga diterima ya sama bokap kamu sampai pergi keluar negri.Kasihaaan!"Serunya makin menggelengkan kepala,heran banget dia bisa kayak gitu.
"Ya gua sendirian,kamu mau kan nemenin gua dirumah!"Meringis kearahnya.
"Enak banget kamu,ya jelas dicarilah aku sama ibuku.Mana anak kesayangku yang cantik itu.Siapa yang nyulik coba haaah?"Seraya bergaya layaknya tengah bingung dan galau tingkat 8 deh.
"Bisaaa aja kamu tuh ya,makin sayang aja gua!"
"Iiiiiiih kok sayangnya sama aku seeh,sama itu Thy Than."Sambil nampol keningnya lagi ampe mendongak pasrah.
"Tapi kan sama kamu masih ya,yayayaya!"Mengambil tangan Mega dan menempelkan dipipinya lalu ia memejamkan matanya,meraskan sayang yang begitu dalam.
Dalam hati Mega,kenapa seeh cowok macam dia masih hinggap didunia ini.Masih mencoba sayang sama aku padahal udah aku suruh sama Thy Than biar lebih indah hidupnya masih aja deketin aku lagi,deketin aku lagi.Ga ada kerjaan yang lebih berarti selain menungguku,heran banget.
Senyum itu kembali tertuang dalam bibir Ganindra,bisa ya aku melihat kesempurnaan dalam diri perempuan seperti dia,sangat menyentuh bahkan aku ga rela bila harus melepaskannya.Ga pa-pa cintaku terbagi atas dia dan aku lalu aku dan Dia pula,bikin geli juga mikirnya.Love you Mega sayang tanpa menguraingi apapaun itu aku masih mencintaimu seperti dulu sampai sekarang kan.