
Setelah bunyi bell untuk segera istirahat setelah pelajaran fisika yang membuatnya sedikit drop bahkan males untuk mengulasnya,Thy Than pun merapikan buku dan peralatan sekolah yang berserakan sejak dia mendalami setiap rumus rumit sampai dia belum bisa menerima pelajaran itu kedalam otaknya.Meskipun seperti itu dia masih merasakan kesendirian tanpa batas saat ini.Kehilangan sang ayah serta berada dalam sebatang kara.Dan tentunya kali ini mencoba kuat dan tabah terhadap suasan hatinya saat ini.
Beranjak keluar dari kelas segera Mega menghampirinya serta mendekap dan menghentikan langkahnya.Jelas itu membuat Thy Than bertanya dengan malas.
"Thy Than tu-nguuuu!"Tariknya.
Menoleh dengan ogah banget.
"Kenapa seeh?"
"Kamu tuh harus ditemenin.Ga boleh sendirian kemana-mana.Harus ada yang menemani saat ini ingat ituuu!"Mencoba memperhatikan dan memberikan peringatan ringan kepadanya.
"Iyaaa,,,emangnya kamu mau mengawasiku tiap hari disekolah.Emangnya aku anak kecil apa!"Candanya geli kepadanya.
"Ya ga gitu,itu kan sama aja dengan perasaan kamu yang belum stabil.Aku khawatir kamu kenapa-kenapa lagi sama kamu!"
Menghela nafas dan jalan terus tanpa menghiraukan Mega,tapi namanya orang lagi sedih.Aku harus bisa menjadi bagian hidupnya saat ini.Kasihan sejaka sendirian aku jarang perhatian sama dia.Melangkah dan mengajaknya ngobrol menuju kantin.
"Kamu lapar ga?kita makan yuk!biar kamu sehat terus!"Kata Mega mengingatkan.
"Iyaaa,aku mau makan kok.Makasih kamu perhatian sama aku."Memberikan senyum kecut kepadanya.
Sembari jalan santai,obrolan ringan menjadikan keduanya kembali akrab tanpa ada rasa persaingan yang mana itu adalah pertarungan yang sangat menyentuh hatinya hingga sosok Ganindra memang ada tepat diantara mereka.
"Kamu sekarang tinggal sama siapa?"Pertanyaan itu muncul seraya menoleh kepadanya.
"Masih sendiri sama pembantu dan supirku!"Lanjutnya berjalan santai layaknya tanpa beban.
"Kalau sendiri mending tinggal sama aku deh,gimana ada papa sama mama.Nanti kehidupanmu lengkap kembali gimana?"Tawarnya lebih tajam.
"Engga deh,tapi untungnya ya.Aku sekarang ga berseteru sama om dan tanteku hehehehe!"Ujarnya sampai dikantin dan mereka duduk bareng.
"Beneran,syukur deh.Emangnya kenapa seeh kalian begitu.Kan ga baik lho seperti itu."Lanjut Mega masih penasaran.
"Ya mau gimana,usaha keluarga sekarang hancur.Aku tinggal menunggu kapan dekoleptor datang menyita rumahku dan aku pasrah aja.Karena mereka memiliki apa yang sudah menjadi perjanjian dari ayahku!"Jawabnya yakin.
"Lho kok bisa,tante sama om kamu kan ada.Ga mau bantuin gitu?"Kembali menguliknya dengan rasa penasaran tingginya.
Ia menggelengkan kepala,lalu datang pelayan kantin dan bertanya tentang pesanannya.
"Maaf neng,lupa.Mau pesen apa?"Keramahan khas pelayan kantin membuat mereka mendongak dengan jawaban khas pula.
"kamu mau apa Mega?"Tawar Thy Than menoleh kepadanya.
"Mia ayam jamur deh bang,,,yang lengkap ya!"Pintanya manis.
"Kalau non satunya."Kembali bertanya.
"Samain aja bang,sama dua es jeruk ya!"Sambil memberikan senyum lebarnya.
Mega yang melihat senyuman itu menjadi lebih ceria bahkan tak menyadari bahwa itu adalah masih seperempat kebahagiaan yang masih dilalui cukup panjang.Kembali untuk mengobrol dengannya.
"Truuuus,mereka dapat apa dari ayahmu?"Tanya Mega mengernyitkan kening.
"Rumah dan tanah dijogja,itu juga perjuangan ayah mendapatkan untuk mereka.Sekarang malahan kita yang bingung.Memperjuangkan hak saudara tetapi kita sendiri belum tahu kemana,heheheh!"
Tatapan tak terduga mendengar sebuah kenyataan tanpa hati.Kenapa bisa terjadi seperti itu,padahal apa yang diberikan oleh ayahnya Thy Than adalah sebuah kebaikan.Sungguh ga bisa disayangkan hal tersebut bisa terjadi begitu saja.Sampai mencoba tegar dengan tatapan nanar seorang Mega tanpa ada balasan.
"Astaga,,,seperti itu?trus gimana kamu tinggal.Mending sama aku aja gimana!"Mega mencoba membuat suasana hatinya Thy Than kembali dalam senyum kebaikan.
"Ga usah,kamu ga usah khawatir masalah itu!"Ujar Thy Than menyentuh punggung tangan Mega dan kembali berkata.
"Untung ya,ada orang baik yang perduli denganku.Dia adalah Om Rey.Kolega ayah yang sangat perhatian dan perduli denganku,entah kenapa juga ayah bisa bekerja sama dengan orang seperti om Rey.Dia itu perhatian sama aku,seperti keponakannya sendiri tahuuu!"Ujarnya senang.
"Syukur deh kalau gitu.Aku jadi ga khawatir dengernya.Trus apa hubungannya om Rey dengan kehidupanmu selanjutnya?"Kembali mempertanyakan hal tersebut.
"Iya,,,kalau suatu waktu dekoleptor datang dan menyita rumahku,dia siap untuk menampung aku dan tinggal sama dia.Gitu!"Jelasnya.
"Berdua kamu sama Om Rey?"Penasaran lagi.
"Engga,masih ada asistan pribadinya kok.Kak Joana namanya,dia lebih cantik dan seksi dari aku jadi buat apa aku harus waspada.Lagian kalau ada apa-apa pasti ayahnya om Rey juga tahu hal tersebut!"
"Oooo,gitu ya.Aku harap seeh ga ada cinta segitiga atau lebih.Kan kamu ga tahu juga awalnya sikap seorang pria yang masih orang lain datang memberikan bantuan sama kamu.Belum tentu ia baik dari hatinya.Mungkin ada yang harus dia minta dari kamu,kamu harus waspada kapanpun itu.Ingat itu!"Sambil mengacungkan jarinya kearah Thy Than.
Tersenyum senang dan kembali mengucapkan sesuatu.
"Makasih Mega,kamu perlahan perhatian sama aku.Aku juga butuh teman seperti kamu.Yang selalu memberikan support dalam setiap kesusahanku saat ini."Semakin erat juga hubungan pertemanan mereka.
Tak ayal itu membuat tatapan Ganindra yang dari jauh melihat keakraban mereka sungguh jelas terpancar dengan jelas untuk menghampirinya dan memberikan suport untuk mereka berdua.
"Heiiiii,pada ngapain seeh!?"Sapa Ganindra mengagetkan keduanya sambil memukul meja mereka.
"Indraaa,kamu tuh ya.Bikin aku kaget aja!"Seakan ingin memberikan pukulan khas Mega.
"Eeiiiitssss,ga boleh gitu dong."Candanya siap dengan menangkisnya.
"Hahhahaha,cocok ya kalian kalau berantem.Ada cemistry yang menemani kalian!"Lanjut Thy Than melihatnya.
"Aaah,mana dia mau sama aku.Aku kan levelnya beda!"Seloroh Ganindra bergaya.
"Hemmm,emang kayak gitu ya!"
"Yakin ga ada level yang sebanding sama Mega,apa memang kalian itu dekat tapi belum sempurna tanpa berantem,heheheh!"Canda Thy Than menggoda keduanya.
"Ga tahu juga seeh.Aneh dia,mendingan sama kamu aja.Dia nakal kamu baik.Jadi ada sensasi yang lebih gitu.Kalau sama aku males capek berantem sama Dia,heheheh!"Sambil menjulurkan lidahnya.
"Dasar luuu,kalau kangen aja nanti sok watshapp gua trus ngetik gini"Kita ketemuan yuk,kangen!"ya kan?"Tunjuknya dengan wajah gelinya.
"Apaan seeh,bisanya gitu sama aku.Awas ya!"Tunjuknya lagi dengan wajah kesal
"Udah-udah kita makan dulu,makanannya udah datang!"Kata Thy Than sembari menyambut makanannya terhidang dimeja.
"Yeee,,lapar yang tertunda.Semangat maaakkkaaaan!"Seru Mega semangat.
Ganindra hanya menompangkan kedua tangan seraya melihat keduanya menikmati makanannya.Sungguh surga yang nikmat untuk disaksikan."Enak banget sepertinya,lahap sekali kalian!"Tersungging miring melihat kelakuan mereka berdua.
"Sejak kapan kalian bisa seakur ini ya?"Batinnya bergejolak tak berdaya untuk mengungkapkannya.
Thy Than mendongak dengan pertanyaan khas miliknya.
"Kamu mau?"Sambil mengangkat sumpit berisikan mie ayam.
"Haaaah,mau-mau!"Kegirangan banget.
"Astaga,ya pesen dong.Kan pengen masak ya kita nyuapin kamu!"
"Iya enak dikamunya!"Lanjut Thy Than.
Lemes deh setelah mendapatkan serangan dari keduanya,emang kalau udah klop kayak gini.Ga ada belas kasihan untuk memberikan perhatian dan mencicipi walau cuman sedikit.
"Kalian kalau kayak gini seneng deh lihatnya,akur!"Ujarnya lagi tak bisa memendamnya lama-lama.
"Seneng gimana maksudnya?"Tatapan mencurigakan Mega sungguh menyayat hati Ganindra.
"Eeehhg,,,salah ya kalau gua ngomong?"Kembali mempertanyakan kembali.
"Engga juga seeh,kamu aja yang baperan!"Lanjut Thy Than dengan tawa manisnya.
"Oke deh syukur kalau gitu!"Ujarnya beranjak berdiri dan mencari mangsa buat perutnya.
"Lho-lho mau kemana ndra?"Tanya Thy Than lagi.
Terhenti sembari wajah kusut menjawabnya.
"Ya cari makanlah,emang kalian doang yang makan.Gua engga!"Lanjutnya sebal.
"Hehehehehe,rem-rem jangan ngegas mulu ya!"Pinta Mega menghentikan emosi sesaatnya.
Menggelengkan kepala,bingung juga kalau harus bilang seperti itu!Ganindra pun mulai memesan makanan yang sesuai dengan pilihan matanya bukan hatinya hingga datang dengan pesanan mengejutkan,buat keduanya sampai Thy Than dan Mega melihatnya terkejut hingga tersedak.
"Makaaaan,besaaar!"Lanjutnya membawa kemeja didepan mata keduanya.
"Haaahhh,,uhuk,,,,uhuk ,,uhuk ,,,!"Mega ga bisa nahan kagetnya sama halnya dengan Thy Than yang melongo melihat porsi anak khas kuli bangunan.
"Ini namanya seni lapar lihat dua bidadariku makan,jadi kegirangan!"Meringis geli melihat mereka berdua tanpa makna menatapnya.
"Memang kamu ya,emang harus gitu lengkap ga ada yang disisain?"Menepuk kening seraya menompangkan tangan,beneran ga nyangka bisa lihat Ganindra makan segunung gitu.
Meringis dan mengatakan satu hal kepadanya.
"Pastinya itu akan membuatku kuat menghadapi permintaan kalian.Pasti itu adalah pilihan yang khusus!"
"Memang kalau makan harus gini ya?"Tanya Mega sembari nyerobot salah satu lauk udang yang sudah membuatnya terpana sejak melihat tepat didepannya.
"Hemm,kayaknya aku ga kuat deh kalau lihat kamu makan kayak gitu?"Lanjut Thy Than masih geleng-geleng kepala.
"Santai aja,kita akan berbagi.Kalau kalian mau silahkan mau ambil yang mana?kamu suka yang mana Thy Than ambilll dong.Ga usah malu-malu kayak sebelahmu tuh!"Sambil mengangkat dagunya.
"Heheehe,emang dia naksir banget ama apa yang kamu pesan."Lanjutnya.
"Oooh ya,kapan ada latihan basket lagi?"Tanya Thya Than tiba-tiba.
Lalu mikir juga akhirnya Ganindra,setelah lama ga ada latihan Basket juga harus ada lagi.Ntar takutnya pas ada turnamen malah keok kayak dulu.
"Ohh iya ya.Kok aku baru ingat.Kalau elu ga ngomong Than!"Terselamatkan juga akhirnya.
"Naaah,kan sibuk godain kita berdua seeh.Mangkanya ga usah dirapel,santai aja ga bakalan kabur kok kita berdua!"Kata Mega geli.
"Bentar-bentar kalau kayak gini gua harus konfirm sama Adam seeh soal basket.Mana ya dia?"Mencoba mengeker dengan tatapan bak elang tapi entah dimana dia berada.
"Emangnya ga punya no.telponnya.Hubungin kek dia biar ga jadi dadakan."Pinta Mega seraya masih aja nyemilin makanannya Ganindra.
"Iya juga,kok lupa gua ya."Langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Adam yang tengah sibuk main game.
Saat tengah bermain Game online dengan rekan-rekannya yang mana dia adalah jawara menang,sesaat ada gangguan yang membuatnya membelalakkan matanya.Ga menyangka disaat tengah permainan ada pengganggu dadakan.
"Haaaah,,apaan seeh Indra ganggu-ganggu gua segala.Lagi seru-serunya lagi."Mau ga mau ya diangkat,pasti ada yang ditanyakan sama dia.
"Halooo,ngapain lu gangguin guaaaa."Tanya Adam dengan nada tingginya,emosi tingkat dua dulu deh.
"Hehehe,elu lagi ngapain?sibuk ga!"Tanya Indra cengar-cengir.
"Gua lagi sibuk,lagi turnamen ma anak-anak.Entar aja ya,pleace oke.Ntra gua kabarin ya!"Pintanya langsung mematikan telponnya.
Kaget juga langsung diputus sama Adam.Emang keterlaluan dia kalau udah main,lupa deh sama tanggung jawabnya yang paling penting!"
"Gilaaa,gila.Gini deh kalau kecanduan game.Lupa segalanya!"Menaruh hapenya,cemberut dan menompangkan kedua tangannya.
"Kenapa?mens!"Tanya Mega ngasal aja.
"Enak aja gua mens,elu tuh!"Selorohnya.
"Itu Adam,masak ditanyain gitu eeeh malahan prioritasnya game online.Bikin gua emosi aja ya!"Tapi hatinya juga galau kenapa dia juga baru ingat masalah ini ya.
"Udah kalau dia selesai ngegame kan muncul entah dari mana.Dari bawah bumi bisa kok muncul,hahahah!"Lanjut Thy Than ngakak.
"Elu kir dia ninja assasint,bisa muncul dari mana aja.Haduuuh!"Sambil satu suapan telah membuatnya lupa sejenak dan bisa melupakannya.
"Heran deh ya Ga,masak makannya sebanyak itu tapi badannya tetep lho proposional.Aga berisi juga seksi kok!"Langsung aja pujian itu datang dari Thy Than.
Tersungging geli sambil menutup mulutnya,Mega bener-benar dibawa dalam fantasi yang lucu soal Ganindra.
"Eeeh,emang dia tuh bisa lho mengolah tubuhnya menjadi lebih baik dan keren.Apalagi gua bayangin kalau Ganindra pake baju olahraga basket trus buka bajuuu,uuuuhhhggg gemes.Pengen dipe-luk!"Tandasnya ngarepin.
"Ga usah kebanyakan ngayal yang aneh-aneh deh.Ga ada yang seru kalau kayak gitu.Mending kita berbagi aja!"Lanjut Ganindra.
'Maksudnya berbagi kita berdua sama kamu gitu?"Tanya Mega menegaskan kembali.
Sambil mengangguk dan senyum itu mengarah pada Mega.
"Waduuuuh,seneng bener kalau kita berdua jadi bidadari lho.Trus masak Thy Than harus berbagi hati denganku padamu Sayaaang!"Sok genit membuat Thy Than langsung ILL FEEL sama Mega.
"Iiiih,ngapain pake acara berbagi seeh.Kan kalian berdua itu udah cocok cuman momentnya ga pernah pass hahahahah!"Lanjut Thy Than membela diri.
"Bisa juga elu bela-bela diri sendiri.Ga pa-palah sama gua juga.Anak basket tuh sehat-sehat jasmani dan rohani."Timpalnya bangga.
"Heemmm,habisin dulu deh.Entar ga enak tuh makanannya!"Lanjut Mega kesal lihat Ganindra berseloroh dari tadi tanpa melanjutkan aksi makannya.
"Iya neeh,lapar juga kalau gomong ama kalian berdua ya!"
"Dasar ,,,,plin plan!"Lanjut Mega kesal.
Lama juga obrolan mereka sampai lupa waktu hampir mepet untuk masuk kedalam kelas lagi.Tentunya membuat mereka ga bisa lama-lama juga ngobrol bertiga.Sepertinya mereka berdua pun mendapatkan rejeki nomplok,karena kebaikan Ganindra,dia pun mentraktir keduanya hingga lunas.
Bellll berbunyi deh.
"Yaaah udah bel masuk lagi!"Thy Than menoleh kesal.
"Iya,belum selesai kita dapat kabar dari Adam.Emang tuh anak ya bikin kesel aja!"Sambil ngebrak meja pelan.
"Wooiiii,,,santai-santai ga usah emosi gitu.Gua traktir ya,gua bayarin biar ga ngambek lagi,mau gaaaa?"Tiba-tiba memberikan tawaran special untuknya.
"Yang bener!"Sontak Thy Than yang heboh,kirain Mega.Malahan dia curiga dengan sikapnya.
"Kok tumben traktir kita berdua?"Menompangkan tangan seraya memainkan alisnya bagian kiri.
"Yaaa biar kalian jinak lah,masak iya aku punya kekasih galak semuanya,ya kan Thy Than!"Sambil merayunya menyentuh punggung tangannya.
Tatapan nakal mengarah kepada Mega sehingga dirinya bingung untuk mengatakannya."Kenapa?"
"Kita galak katanya,heheheheeh!"
"Biarin,,,biar dia tahu gimana punya bini galak nantinya.Biar ga takut dari sekarang,ya ga?"Sambil mengangkat tangan dan tos bareng.
PLOOOKKKKK
"Ya udah gua bayar dulu.Habis itu gua minggat nyari tuh tersangka utama yang kabur!"Beranjak berdiri lalu membayarnya dan pergi serta melambaikan tangan.
"Byeee makasih ya!"Lanjut Thy Than.
"Wokaylah!"
Cerita kedekatan ketiganya memang seru untuk dibicarakan lebih jauh,Ganindra pun bertekat mencari dimana keberadaan Adam yang ga tahu dimana dia berada sekarang.Semoga saja ga kabur seperti saat dia mencoba menghubunginya.
"Mana dia biasanya nobgkrong ya?"Bingung juga nyarinya dimana dia sebenarnya.Waktu juga mepet lagi.
Tiba-tiba seorang guru datang dan menepuk pundaknya Ganindra yang tiba-tiba berjalan menjauh dari depan kelasnya.Buuuuukkkkk,,,,
"Mau kemana?"Sambil menghentikan dengan tepat.
Menoleh kaget,kirain Adam malahan seniornya Pak Adam.
"Eeeh,pak Adam.Kok sampe sini hehehehe!"Terkejut dan mulai membuat lelucon anehnya.
"Gimanaga sampe sini Indraaaa,ini kan skejulnya bapak ngajar dikelas kamu.kamu mau kemana haaah!"
"Hehehe,mau kesana bentar."Tunjuknya kearah kelas lain.
"Gaaaa,masuuuk.Ntar aja kalau pulang,emang siapa yang mau kamu temui!"Lanjutnya penasaran.
"Hehehehe,Adam pak!"Jawabnya meringis.
"Lha ini kan bapak,ngapain nyari segala.Kan udah ketemu!"Lanjutnya heran.
"Ya gimana pak,yang saya cari itu adam junior bukan adam yang senior gitu pak!"Jawabnya ngasal dengan tawa lepasnya.
"Dasar kamu ya,ayo masuk.Ntar aja ketemu kembaran bapak ya!"Ajaknya masuk kedalam.
"Yaaah gagal lagi deh!"Keluhnya pasrah masuk kedalam kelas.
Masih ada harapan untuk bertemu sama Adam junior,saat ini memang lebih fokus sama pelajaran akhir dimana akan memuat banyak ide creative untuk mereka dapatkan.Sama halnya pula dengan Thy Than dan Mega yang fokus untuk tetap bersama mengurus pelajaran tentang hidup yang tengah menjadi pilihannya.
"Fokus aja,jangan kabur gitu aja!"Bisiknya dari depan saat sang guru tengah serius mengajar mata pelajaran.
"Iya siap!"Jawabnya mengacungkan jempolnya dengan wajah serius pula.