
Lama juga ketika obrolan itu memang mengasyikkan membuat Joana berfikir untuk segera meninggalkan ruangan tersebut.Tetapi saat ia beranjak untuk berdiri dan meminta ijin pulang.Ada sebuah langkah perlahan datang dengan pelan tapi pasti mendekati ruangan kerja Rey.Sosok itu telah membuat perasaan joana semakin gelisah.
Sama sekali tidak disadari oleh Rey dan Reza bahwa memang ada seseorang datang dengan wajah serius untuk memastikan sebuah perjanjian itu benar dibuat oleh koleganya saat itu.Tepat saat mulai membuka slot pintu,ada senyum sengaja ia berikan saat memasuki ruangan anaknya.
"Pagi semuanya!"Sapa itu membuat ketiganya saling menatap pada sosok pria paruh baya yang berdiri dengan tatapan santai apalagi saat melangkah masuk menghampirinya dengan senyum melihat asistannya berubah drastis melihatnya.
"Lho Joe,kamu berbeda sekali.Pasti ada tugas yang belum diselesaikan sama Rey ya."Mendekati dan menyentuh kedua bahunya.
Ia mengumbar senyum dan mencium tangannya.
"Bukan Tuan besar,saya hanya memberikan berkas kuasa atas nama Thy Than untuk Tuan muda.Takutnya hilang dan ga diurus kan bahaya juga!"Menoleh kearah Rey dengan senyum membanggakan,tetapi tidak dengan Rey.
Dia seakan kelabakan saat itu juga dan hanya terpaksa tersenyum malu seraya menggaruk-garuk kepalanya.
"Heheheh,ayah.Maaf ya!"
"Santai saja,itu tidak masalah buatku.Yang penting ada yang berusaha bertanggung jawab atas kepercayaan dari ayah Thy Than kan!"Jelasnya mengangkat kedua alisnya.
"Pagi Tuan besar,apa kabar!"Sapa hangat Reza yang mulai panik dengan keadaan diruangan Rey.
"Baik Za,oke.Ayah mau bilang kalau nanti ada meeting soal ini.Sama kamu juga Rey dan Reza.Kalian adalah partner yang harus menyelesaikan masalah ini ya.Oke,saya tunggu setengah jam lagi diruang meeting."Menoleh kearah Joana.
"Apa kamu tertarik ikut Joe?"Memberikan tiket khusus untuk meeting bersamanya.
"Sepertinya saya ada urusan lain Tuan besar,boleh kan saya tidak ikut meeting hari ini!"
Wajah heran dan kesal dari Rey pun nampak memberikan sebuah tanda bahwa ia harus ikut.Berjalan mendekati dan menyentuh kedua pundak Joana lalu berkata.
"Jangan kabur,ingat kita satu masalah sama Thy Than.Jangan meninggalkan pekerjaan ini oke!"Bisiknya menghadang keinginan Joana.
Tuan besar pun menahan tawanya saat tatapan kejutan tengah dirasakan oleh Joana,dan itu membuatnya tersenyum seraya pergi meninggalkan keduanya untuk menunggunya nanti apakah mereka jadi dalam satu meja diruang meeting bersama.
"Kalian fikirkan lagi.Kalian bertiga juga merupakan team yang cemerlang kan!"Sembari berlalu meninggalkan tatapan berbeda-beda.
Setelah Tuan besar keluar dari ruangan Rey,tentu akan menjadi pembicaraan yang lebih relevan untuk Dirinya bisa menyakinkan bahwa sesungguhnya Joana sudah terlibat cukup jauh untuk masalah ini.Melangkah pergi sama saja dia merasa tidak enak dengan apa kata tengah diutarakan oleh Tuan besar.
Berdiri disampingnya seraya memasukkan kedua tangannya pada saku celana,tatapan itu membuat Joana semakin ga bisa bergerak untuk tugasnya sendiri.
"Ini adalah keinginan ayah,jadi tidak ada yang bisa menolaknya kan?"Menatap semakin dekat dengan tersungging.
Tentu saja adegan itu membuat Reza menahan tawa pula saat melihat ketidak sukaan Joana dengan sikap Rey tengah memaksanya dalam meeting ini.
"Kenapa juga saya harus ikut Tuan muda.Itu adalah urusan anda dengan pak Reza!"
Langsung aja dia menolak dengan tingkah konyolnya dan mendekati mereka berdua.
"Oooo,,,tidak-tidak.Kalian itu adalah pilihan yang tepat untuk urusan ini.Kalau aku terserah pak Rey apakah saya akan ikut atau tidak!"Jelasnya yakin.
"Rasanya kalian berdua harus ikut dan kita akan selesaikan semuanya dengan baik ya.kalian itu pilihan yang tak tertandingi,gimana cemerlang kan pikiranku heheheh!"
Serasa dalam kegalauan,mau gimana lagi ini adalah tantangan kedua setelah melihat kedekatannya kali ini menjadi boomerang tersendiri bagi Joana.Mau ga mau itu adalah pilihan berada dalam satu meja bersama Tuan besar untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara koleganya yang saat ini hanya tersisa Anaknya saja.
"Bentar,mana berkasnya tadi.Mau aku cocokin sama kepunyaan ayah ya!"Rey meminta berkas tersebut kepada Joana.
"Sebentar Tuan,saya ambilkan!"Melangkah kembali untuk meraih berkas tersebut,kembali menyerahkan dengan tatapan pasti."Ini sudah saya siapkan dari tadi,apa mungkin Tuan cek lagi.Supaya tidak ada yang ketinggalan pass kita meeting nanti!"
"Ooooh,iya kita nunggu setengah jam lagi kan.Kayaknya kita harus mempersiapkan untuk ini semuanya dengan baik ya.Kita pastikan Thy Than mendapat haknya sebagai ahli waris atas perusahaan itu.Kita tahu dia sekarang dalam kebimbangan yang tak menentu kan."Kembali menjelaskan.
Seraya mengangguk,ada pilihan dari Reza untuk membuat suasana kembali tenang bagi Thy Than.Apakah itu akan mendapat persetujuan dari Joana atau tidak.
"Tapi menurutku kalau rumah sudah menjadi bagian dari pertikaian bisnis,dan tentunya akan bahaya bila tidak diselamatkan,lebih baik Thy Than tinggal dengan kamu aja Rey.Supaya dia lebih tenang lagi.Ga mikir yang aneh-aneh gitu kan!"Lanjutnya memberikan ide.
"Itu sudah menjadi keputusan awal kita berdua Zaaa,kita udah mikirin itu.Kamu tahu kan hutang yang dipinjam oleh pak Arman memang ga main-main.Sama halnya juga kita yang bingung bagaimana ceritanya dia tanpa ada pembritahuan kepada kita sebagai partner kerja,tentunya bisa memberikan solusi dan tidak seperti ini kejadiannya."
"Oke,,,tetapi dalam beberapa waktu.Bila kita tidak bisa membayar rumah itu jelas akan hilang dong dari haknya Thy Than?"Kembali Joana berkata.
"Tentu ini menjadi keputusan ayah seeh,apakah memang harus kita membantu membayarkan atau melepaskan itu semua.Karena kalau kita melakukan hal yang sama seperti pak Arman,akan tidak aman perusahaan kita!"Lanjut Rey bimbang.
"Gimana kalau untuk beberapa waktu ini,Joana coba untuk mengajak Thy Than tinggal sama kalian deh.Kalian tahu kan kalau masa-masa anak sekolah seperti Thy Than itu masih kebebasan,bukan mengemban tanggung jawab.Biar kita aja yang menangani itu."
"Benar juga.Kasihan lho dia,masak dia harus bertanggung jawab penuh dengan takaran yang tidak sesuai sama dia coba.Kita harus bisa yakinkan itu bukan masalah besar dimana dia harus menghadapi sendiri kan!"
"Ada banyak pilihan yang akan kita gunakan.Tapi jelas keputusan ada ditangan ayah.Kita tidak bisa mendahului itu kan!"
"Betul juga ya!"Lanjut Reza.
Ruang meeting kali ini menjadi sebuah pertaruhan apakah Tuan muda berhasil menggaet Tuan besar Juan Radithya untuk memberikan modal pinjaman untuk kembalinya semua kepunyaan Thy Than yang sempat simpang siur dalam tekanan bank dan dekoleptor.Apapun itu akan menjadi pembicaraan yang menentukan dimana titik akhir perjuangan Rey demi Thy Than.Jelas itu akan menyentuh seluruh pemikiran yang lebih relevan dan jelas tentunya dalam sikap yang natural antara mereka bertiga dalam satu ruang.
Bell berbunyi dengan nyaring,saatnya Thy Than merasakan kesenangan setelah pelajaran fisika yang membuatnya terus berkonsentrasi menjadi lebih lega."Syukur deh,pulang sekarang!"Ujarnya sambil merapikan buku dan peralatan lainnya dimeja.
Mega menoleh lalu memberikan tawaran untuk jalan-jalan.
"Than,kita jalan-jalan yuk.Banyak lho yang kamu lewatkan selama seminggu ini.Gimana mau kan jalan-jalan!Mencoba menarik hatinya supaya ceria lagi.
Memainkan bibirnya,lalu jawaban itu sungguh membuat hatinya mengangguk dan itu adalah ide jawaban yang cemerlang buatnya.
"Kemana?"Mengangkat dagunya.
"Kemana kek,nyari novel mungkin.Atau hang Out sama Ganindra sama Adam.Kali-kali mereka dapat ide bagus selanjutnya."Jawabnya langsung.
Mikir lagi,dia ingat kalau siang ini pak Ben mau pulang kampung.Jadi dia harus berada dirumah dan memberikan ijin dia untuk pulang bertemu keluarganya.
"Tapi nanti sore aja gimana?aku mau nganterin pak Ben pulang kampung,kasihan sejak ayah masih hidup dia selalu setia mengantar ayah kemana-mana.Sekarang kayaknya dia ingin istirahat sejenak deh biar ga suntuk gitu!"Sanggah Thy Than,tetapi tidak ingin menolaknya.
"Ya udah nanti sore aja.Kamu urusin dulu pak Ben yaaa!ayo pulang!"Ajaknya dengan menarik tangan Thy Than.
"Heheheh,maaf yaaa!"Beranjak berdiri lalu berjalan beriringan.
"Ga pa-palah,itung-itung kan rencana kita.Biar kamu tuh ga murung atau gimana gitu pokoknya ga berfikir negative gitu disaat kamu sendiri.Kan ga enak lhooo!"Lanjut Mega sambil berjalan bersama menuju parkiran.
Keluar dari dari kelas rasanya Ganindra pun berniat untuk mencari Adam yang mana keduanya beda kelas.Entah sejak.kapan dia meninggalkan gua begitu saja dan memilih mandiri untuk menjamin hidupnya supaya aman.Tapi bagi gua,ga bakalan luuu selamat dari target gua.Kan elu berpotensi dibasket dibanding harus gantung sepatu secepat itu dan lebih menyukai game Online.
"Mana yaaa,manusia satu neeh paling susah kalau dicari keberadaaannya!"Sambil mengamati dengan teliti hingga tertuju pada satu orang yang santai ngobrol sama teamnya.
"Naaah tuh dia,,,ketemu juga kalau sabar menunggu mana orang yang aneh sendiri,heheheh!"Berjalan terburu-buru untuk menemukan Adam dengan tepat.
Sampai juga langkahnya dan merangkul dengan menariknya jauh dari gengnya."Woooiiii,brother aku pinjam dulu ya!"Tarikanya dari peredaran mereka.
"Woooi,,,woooiii,,,wooiiii jatuh gua lu tarik-tarik kayak gini!"Ujarnya sambil mencoba lepas dari tangan kekarnya Ganindra.
"Luuu ngapain seeh ngambil gua dari geng gua Ndraaa!"Protes ga terima.
"Gua butuh bantuan lu,mau ga ikutan ambil bagian lagi diturnamen basket.Kan elu juga orang paling beredar disini.Jadi ga bakalan susah deh lihat elu yang kayak gini!"Sambil memukul dadanya.
"Uuuhhhgggg,kurang ajar lu.Sakit tahu,lu kira gua binaraga kayak elu yang kuat gitu!"Protesnya lagi.
"Ya nanti kan kita bicarain,elu ikut ya.Ntar juga gua mau ngajak Thy Than sama Mega buat acara yang lebih keren lagi.Bayangin luuu,Mega yang bohai dan seksi ikutan.Kan kamu naksir ma dia!"Ganindra mencoba merayunya.
Mikir lalu menyentuh dagunya
"Bisa ga ya?"
"Lama banget mikir,gua traktir kok santai aja!"Sambil menompangkan kedua tangannya dipinggang.
Jauh langkah mereka hampir aja melintasi kedua teman lelaki tengah mengobrol santai bahkan seru kelihatannya,sampai Mega datang untuk menghampirinya.
"Naaah,tuh mereka udah ketemu kayaknya!"Tunjuk Thy Than semangat untuk menghampiri keduanya.
"Tumben cepet banget dia dapetin.Kalau udah niat gini deh heheheheh!"Melangkah dan ikutan gabung jadinya.
"Heiiii,udah ketemu targetnya!"Senggol Mega kearah bahunya Indra.
"Neeeh,susah banget kalau dicari.Sok-sok an sibuk mentang-mentang udah gantung sepatu dan Online jual diri sok laku keras!"Timpal Ganindra.
"Apaan seeh luuu,,,lu kira gua apaan."Sebel juga daoat omongan yang mungkin membuat keduanya ngakak.
"Hahahahaha,,,,laku berapa mas?"Canda Thy Than nyubit pinggulnya.
"Aduuuuh,,,sok genit bangeeet deh.Lu udah baikan kan Than takutnya gua ngomong elunya tersinggung?"Lanjut Adam mikir-mikir juga.
"Iya udah baikan kok.Gimana pulang bareng yuk!"Ajaknya jalan bareng berempat.
"Ayooo,dari pada lama-lama jadi penunggu sekolahan kan tambah serem juga ya."Lanjut Ganindra jalan bareng beriringan.
Tatapan seru dari Mega untuk Adam membuatnya salah tingkah,ini permainan dunia nyata benar-benar penuh tantangan.Gua jalana sama Mega sama halnya gua jalan sama primadona sekolahan ini.Mantap dan tak terkalahkan.
"Eluu,ga ikutan jadi model gitu Ga?"Tiba-tiba nyeletuk tuh ide gilanya.
"Model apaan?"Langsung menoleh dengan tatapan mencurigakan.
"Ya model pakaian remajalah.Masak pakaian orang dewasa seeh.Tapi seru juga lho!"Jawabnya terkekeh.
"Emang gua kekurangan duit kayak elu.Gua kan jualan kata-kata aja dibayar lho.Apalagi jual diri,MAHAAAALLL!"Jawabnya ngasal.
Tersungging pula Adam,neeh anak kalau becanda bikin gua demam aja deh.Untung gua ga naksir kejauhan kan bahaya juga."Yaaah gua kan operator game Online.Jadi ya bisalah buat happy fun.Ikutan ga?"
"Kemana!"Nyahut aja Thy Than dari depan jalan bareng sama Ganindra
"Gua ga ngajak eluu.Ngikut aja!"Sambil nyolek pundaknya.
Sambil nabok pundaknya,tentu itu membuat Thy Than jadi sabar dan kuat."Sabar,elu gua bonceng mau ga!"
"Ooiih iya,makasih ya.Kamu baik deh ga kayak tuh songong!"Candanya sambil geli-geli lucu lihat balasan Adam.
"Trus kalau kalian boncengan,gua bawa apaan coba?"Lanjut Adam bingung.
"Santai aja,kan masih ada mobilku.Jadi kita jalan bareng pake mobil aja biar ga masuk angin!"Lanjut Mega semangat.
"Ga ngerasain dekapan tanganmu dong gua.Ga seru mendingan kayak Ganindra lebih seru tuh!"Mencoba membuat suasana tambah ngakak.
"Ya ampun,jangan ngasal deh.Entar kamu seneng lagi aku peluk ga mau nurunin aku!"Lanjut Mega ga terima.
"Ya udah santai aja,yang penting dapat hikmahnya aja sama Mega ya Adaaam!"Lanjut Thy Than ngakak.
"Ooohh,,ya sekarang kita jalan yuk.Gua traktir lagi makan-makan gitu!"Lanjut Ganindra seru.
"Banyak duit juga luu,jual apaan seeh bolak-balik traktir segala!"Tambah Adam heran.
"Aku ga bisa siang ini,siang ini tuh aku mau anter pak Ben kestasiun.Jadi bisanya sore gitu!"Lanjut Thy Than menjelaskan.
"Yaaah,Kalau entar sore seeh,bisa ga ya gua!"Lanjut Adam tiba-tiba membuat ketiganya saling menatapnya.
"Ngapain,mandangin gua gitu.Aneh?"Tanya Adam sambil menunjuk kearahnya.
"Ga juga seeh,pengen aja kita ngeliatin elu.Biar GR,hahahaha!"Lanjut Mega ngakak.
Menghela nafas panjang,rasanya ga bener kalau sama mereka tuh ga ada faedahnya sebenarnya.Tapi sudahlah dari pada gua ga ngikut disangka sombong lagi sama mereka.
Setengah jam tengah berlalu,rasanya persiapan mereka bertiga menuju ruang meeting menjadi polemik selanjutnya.
Apalagi saat ini adalah waktu sebenarnya untuk melakukan investigasi tentang harta kekayaan pak Arman yang lost sejak dia melakukan proyek fiktif dan mengalami kerugian cukup besar.Sampai harus merelakan semua sahamnya rontok.akibat kecerobohannya juga saat itu mereka berdua tidak memberikan banyak ruang untuk perusahaan Juan Radithya memberikan dana segarnya.
"Ayo siap-siap.Kayaknya ayah sudah mulai diruang meetibg deh!"Rey bersiap dengan beberapa dokumen yang mungkin dibutuhkan oleh Juan.Dibantu oleh Joana dalam mepersiapkan semuanya dengan baik.Tentu itu akan membuat mereka semakin tepat dan cepat menyelesaikan tugas dan masalah yang dihadapi mereka juga tentunya.
"Sudah lengkap semua kan Tuan!"Joana mencoba melakukan kroscek kembali untuk meeting kali ini.
"Udah sekarang tinggal kita berangkat saja,yuuuk!"Ajaknya sambil merangkul Joana.
"Hemmm,,,yang ada sesuatu bisa jalan santai banget!"Sindir Reza yang cemburu pula sama sikap Rey kepada Joana.
"Ini namanya proffesional bukan apa-apa Za."Lanjut Rey berjalan keluar bersamaan diiringi oleh Joana pula.
"Hehehe,mas Ngiri ya!"Candanya ngeledek.
"Engga juga!"Jawabnya santai tapi gelisah juga mendengar serangan itu.
Yupz kali ini adalah pertemuan pertama untuk membahas kelanjutan bisnis yang sempat hancur oleh pak Arman untuk diambil alih atau dibiarkan begitu saja tanpa ada solusi yang baik kedepannya.Tentunya akan memberikan nilai beragam saat pemimpin perusahaan untuk bersikap bijak dalam mengambil keputusan selanjutnya.
Sampai didepan pintu ruang meeting mereka pun masuk dengan tatapan wajah yang sumringah ditemani oleh beberapa orang pula untuk ikut terlibat dalam pemecahan dari solusi yang akan mereka dapatkan dengan tepat.
Meski tidak terlalu banyak,hanya saja waktu yang perlahan dimeja meeting menjadi ajang pertukaran fikiran antara Rey dan Joana juga Reza yang dipastikan akan ikut untuk andil mengambil sesuatu berharga dalam zona aman dan membuat kepercayaan publik terhadap satu poros yang benar-benar membuatnya semakin lebih baik.
"Permisi!"Senyum pertama datang dari Rey dimana dia bersiap untuk berada diantara para pengisi kelengkapan bersama-sama orang yang lebih berkompeten untuk menyelesaikan dokumen kepemilikan dari pak Arman tersebut dan menghasilkan kriteria terbaru untuk mengatasi beberapa masalah tersebut.
"Silahkan masuk!"Jawab Juan dengan tatapan khasnya.
Permulaan dalam sebuah meeting telah menjadi tantangan untuk Rey memastikan sebuah kebenaran yang akan didapatkan oleh pemilik sesungguhnya dimana ia akan menjadi pendamping dalam beberapa sesi operasional perusahaan milik koleganya.Beberapa berkas telah disebar oleh Reza dan Joana juga terlibat untuk memainkan idenya dalam meeting tertutup ini.