Thy Than

Thy Than
Bab.38 Malam minggu bersama



Melihat Thy Than telah beranjak untuk mandi dikamar tamu,Sesaat Rey penasaran dengan Joana yang cukup lama tak balik-balik dari depan.Ngapain dia lama sekali ngobrol dengan berondong itu.Tertawa lepas,apalagi Joana kan penggemar lelaki fresh dan stylish banget,gitu-gitu Ganindra menarik juga pantesan keponakanku suka banget sama dia,aaah biarin aja aku mau mandi dan siap-siap untuk makan malam.Tak memperdulikan Asistannya yang masih betah bersama "BERONDONG"nya.


Ya benar kali ini,Joana memang sangat penasaran dengan sosok pria yang bernama Morgan tersebut.Apa mungkin dia salah satu bagian partnernya atau bukan.Itu saja yang memnuatnya penasaran.


"Eemm,,Morgan itu nama lengkapnya siapa ya?"Kembali memastikan.


"Ooooh,kak Joana penasaran ya heheheh!"


"Iya dong!"Jawabnya semangat.


"Morgan Arya Dinata!"Mengumbar senyum.


Ia tersungging,beneran kalau dia ini adiknya.Pantas saja dari sifatnya beda banget tapi kok ngerasa ada yang beda gitu.Pada akhirnya aku tahu juga ga jauh-jauh untuk mengatakan satu hal.


"Oke deh kamu hati-hati pulangnya.Salam buat abangmu ya dari teman baru Joana Alessa Virgo.Okey!"Pintanya berpesan.


"Waoow keren banget namanya kak.Salam kenal deh!"Sambil mengulurkan tangan,dibalas pula olehnya dengan berjabat tangan.


"Byeee!"Lambaian tangan Joana mengiringi langkah Ganindra pulang kerumah.


Menutup pintu,berbalik dengan senyum-senyum malu gimana gitu.Banyak sekali pesona seorang lelaki disekitarku,apa memang aku ditakdirkan dekat dengan banyak lelaki yang telah menyayat hatiku pelan-pelan.Seperti halnya Morgan yang sudah merenggutku sayang hanya sebentar saja.Sampai diruang tengah lho kok sepi pada kemana ya?Tengak-tengok lalu menggelengkan kepala.


"Dasar ga ada yang mau nungguin ya.Ya udah saatnya mandi juga,bentar lagi udah jam makan malam lagi!"Bergegas masuk kedalam kamarnya dan merapikan diri.


Terkuak ketiganya kompak mandi dengan suasana yang berbeda,Thy Than merasakan kesegarannya ketika usai merasakan hempasan air shower yang sudah membuatnya kembali segar dan memakai kimono berwarna putih serta rambut yang tertutup oleh handuk hitam.


Bergaya didepan kaca besar masih saja dia menari-nari seperti tengah merasakan ada hitam dan putih dalam diri seorang perempuan cantik.


Serius dan masih merasakan bahwa hidupnya dalam kesegaran yang hakiki tengah menguyur tubuh atletisnya,Rey sangatlah menikmati kesegaran ini,Berbalik serta memejamkan mata merasakan tubuhnya sesempurna pahatan alamai dengan tekstur indah menyergap bayangan indah akan cinta yang begitu dalam.


Sama halnya dengan Joana,sangat menikmati guyuran hangat shower dan menari-nari indah mengikuti setiap alunan lagu bayangan yang sudah menghipnotisnya tanpa makna tanpa kata hingga tersembunyi dalam embun menutupi sebagian tubuh seksinya.Menikmati dengan hangat tanpa sebuah beban telah membawanya dalam setiap emosi yang mengiurkan tak kala mengingat cintanya dengan Morgan sangat berarti sekali.Pria yang melindunginya sungguh telah membuatnya jatuh hati tanpa tahu hatinya yang sebenarnya telah berada dalam dekapan siapa.


"Cantik dan mempesona?apakah itu aku!"Pertanyaan itu membuatnya seakan tengah berkarakter untuk mendapatkan sebuah aksi lembut dan pakaian elegan tengah ia kenakan.


"Apa aku harus pakai riasan ya?"Setelah memegang lipgloss tetapi itu sangat relevan bila harus memakainya dengan tipis,menarik juga hehehe.Perlahan membuat riasan natural dan lebih sedap dipandang.Penampilan natural pun membawanya dalam kesegaran malam.


Kebingungan juga,mau pake baju model apa aku.Kan aku ga bawa baju ya.Sembari menepuk kening baru sadar deh,gimana kalau aku kekamarnya kak Joana dan pinjam baju kali ya heheheh,sambil menutup bibirnya.Bergegas keluar dari kamarnya setelah menyadari hal tersebut seraya membuka pintu mendapati apakah om Rey belum keluar ya.Kan malu pake kimono kayak gini trus dilihatin lagi.


Menampakkan wajahnya sebentar tengak-tengok bingung.


"Yess,,,om Rey ga ada heheheh!"Sambil menutup mulutnya.


Segera ia kabur dan berlari kecil untuk turun kekamar Joana,belum selesai melangkah menuju anak tangga.Sebuah pintu terbuka dan keluar juga wajah Rey mengintip siapa yang tengah beerlari kecil.


"Than jangan lari-lari Nanti jatuh kelihatan semua lho!"Suara santainya membuatnya terhenti dan menoleh kaget suara itu haduuuh malu deh jadinya.


Meringis menjawabanya.


"Iya Om heheheh!"


"Mau kemana emangnya!"Sambil keluar dari kamarnya dengan pakaian santai tetapi tetap cool.


"Mau pinjem bajunya kak Joana.Kan aku belum punya baju dikamar itu."Jawab Thy Than.


"Ooooh iya,Om lupa!"Sambil menepuk keningnya.


"Kenapa Om?"Mengernyitkan kening bingung pula.


"Om kasih kuncinya ya.Itu kamar sudah Om siapin baju buat kamu lho.Sampai lupa ga bilang,bentar kuncinya Om ambilin dulu.Kamu ga usah repot-repot kebawah pinjem bajunya Joana ya."Beranjak masuk kedalam lagi,tentu penasaran pula Thy Than pingin lihat kamar om Rey yang jelas membuatnya penasaran.


"Aaahhh,lihat bentar deh!"Berjalan santai mendekati kamar Rey dan mengetuk pintu untuk ijin masuk"Permisi Om,boleh masuk kan!"Lanjutnya sambil mengetuk pintu.


Menoleh serta menjawabnya dengan senyuman.


"Ya boleh dong,masuk aja.Mau lihat-lihat!"Jawabnya sambil memberi senyuman manisnya.


Setelah merunduk dan mengambil dilaci sebelah tempat tidur.Rey masih sempat duduk dan menunggu Thy Than melihat-lihat kamar pribadinya.


"Gimana kamar Om,keren kan?"Memberikan sebuah pertanyaan.


Berjalan memutar dan memuji ruangan yang ditampilkan setiap sudut dan ruang memang sangat elegan dan hangat seperti ada perapian yang memang Rey mencoba memasangnya didalam kamar untuk menghangatkan hatinya serta aksen monocrom membuat suasana lebih hangat-hangat gimana gitu.


"Keren Om,aku suka deh!"Lanjunya tertarik untuk melihat-lihat kamar pribadinya.


"Apa kamarmu nanti mau model kayak gini atau yang lain.Kamu bisa kok merubah sesuai keinginanmu!"Lanjut Rey menjelaskan.


Menoleh jelas itu sebuah kode yang sangat berarti buat Thy Than untuk mendapatkan sebuah kenyamana untuknya.


"Ya nanti dulu deh Om,kan aku juga belum tinggal disini kan!"Lanjutnya dengan mengumbar senyum.


"Ini kuncinya,kamu boleh pake kamar itu kok.Dan segera menempati bila kamu suka ya!"Menyerahkan kunci tengah dipegang oleh Rey,rasanya mendapatkan keselamatan selanjutnya setelah menerima kunci tersebut.


"Makasih Om,aku akan pake kamar itu ya!"Berlalu keluar dari kamar Rey segera masuk dan membuka pintu lemari.


"Waooowww ,,,,ternyata koleksi bajunya banyak juga.Sebenarnya kamar ini buat siapa ya?"Kembali berfikir keras seraya menggaruk-garukkan kepala bingung.


Setelah memakai pakaian santai dan ia melihat kembali kedepan kaca,senyum-senyum sendiri setelah pas memakai dan berbalik beberapa kali mendapatkan cemistry dari pakaian yang tengah ia pakai.Berjalan keluar dan seneng banget setelah memakai pakaian koleksi milik Rey.


"Haaiii,Om.Ga turun nemuin kak Joana?"Seraya menampakkan wajahnya lagi dikamar pribadinya.


Mendongak tersenyum,rasanya benar juga apa yang dikatakan oleh Thy Than.Ngapain lama-lama disini kan bahaya juga.Ga ada yang menemani.


"Oke deh,untung kamu ngingetin!"Beranjak berdiri lalu menghampiri Thy Than serta merangkulnya.


Tawa itu membawa keduanya untuk turun dan menemani Joana seorang chef baru tengah sibuk dengan sendirinya.Kedatang Thy Than menambah hangat suasana kali ini apalagi sang keponakan telah siap dengan tampilan menggodanya.


"Malam kak Joana,apa ada yang perlu dibantu?"Thy Than bersiap untuk beraksi.


Menoleh dengan wajah heran."Emang bisa bantuin kakak?"


"Ya bisa seeh,hehhehe.Kalau ga ada komando mana bisa aku kak!"Lanjutnya dengan bingung mencari mana yang belum dikerjakan.


"Apa aku boleh membantu juga?"Dari belakang pun Rey bersiap untuk menolongnya.


"Kayak ga perlu deh Tuan muda.Atau aku buatkan minuman ya,supaya ga boring dan nyaman lihat kita memasak,gimana?"Berbalik dan bersedekap memberikan tawaran untuknya.


"Yaaa boleh juga.Secangkir kopi saja ya.Jangan terlalu pahit sedang dan lebih nikmat ya!"Berbalik lalu menuju ruang tengah menjauh dari sibuknya mereka berdua.


"Beres Om!"Lanjut Thy Than sambil mengacungkan jempolnya.


Diperjalanan pulang Ganindra pun heran dengan pertanyaan yang cukup janggal.Kenapa sampai bertanya seperti itu ya kak Joana?apa ada sesuatu tentang abangku.Apa mungkin mereka saling kenal atau gimana ya.Tapi kali ini gua ga pulang kerumahnya bang Morgan,jadi ga nanya yang lebih banyak tentang Kak Joana.Ya sudahlah mungkin besok gua kesana lagi dan mengajaknya jalan.Oke kita tunggu esok dengan keindahan bersama Thy Than.


"Heemm,,,tapi gimana sama Mega ya.Apa dia ga cemburu kalau gua terlalu dekat dengan Thy Than?"Coba deh gua hubungin dia apa mungkin dia masih belum tidur!


Mencoba menghubunginya lewat handsfee untuk memastikan tidak ada yang mengganggu perjalanan kali ini.


Suara panggilan ponselnya telah membuyarkan lamunan Mega saat ia tengah berbayang kedatangan Adam dengan manis serta perhatiannya sungguh membuatnya tersentuh tanpa merasakan sebenarnya apa dirasakan olehnya saat ini.


"Hehehehe engga juga.Cuman mastiin kamu baik-baik saja disana.Tadi Adam sempet jenguk kamu ga?"Rasa penasaran itu membuat tawa Mega renyah dan hangat.


"Hahahaha,kamu tuh ya.Tahu aja kalau dia jenguk aku emangnya dia bilang mau kesini tadi?"Kembali bertanya.


"Ya kan kamu yang tadi siang bilang kalau Adam mau kesana dan gua kamu suruh cegah dia supaya ga bilang sama siapa-siapa!Lupa ya?"Tersenyum geli.


"Ooooh iya lupa!"Sambil menyentuh keningnya


"Tapi ga udah ga pa-pa kok Ndra,kan dia udah aku kasih jampi-jampi biar ga bilang sama orang-orang tentang kesehatanku!Kamu juga ga usah khawatir,banyak sekali nanti kejutan itu datang saat aku kembali membaik.Besok lusa aku bisa kok kembali sekolah!"


"Beneran?atau aku jemput biar kamu ga capek-capek jalannya?"Khawatir deh.


"Heiii emangnya aku anak kecil?sampai harus dijemput kayak gitu haaa.Jangan terlalu khawatir tentang apa yang akan aku lakukan.Aku baik-baik saja dan kamu harus tenang oke!"Lanjut Mega berpesan.


"Beneran kamu ga pa-pa.Atau gua dateng sekarang buat lihat kesehatan kamu.Gua khawatir banget lho sama kamu!"


"Indraa ga boleh terlalu khawatir deh sama aku.Nanti aku bilangin sama ibu biar kamu dimarahin.Malam-malam keluyuran kerumah cewek,kan ga boleh!"Ujarnya berpesan.


"Oooh,ya apa ini udah malam ya?"Mengangkat tangan serta melihat jarum jam tangannya masih menunjukkan pukul 20.40 malam.


"Ya udah malam seeh,tapi masak gua ga boleh seeh datang jam segini.Juga kan ibu tahu siapa yang datang!"


"Trus kalau kamu kelamaan disini.Ntar nginep dan ibu kamu nyariin gimana.Jelas abang kamu bingung lho nyariin!"


"Emangnya gua anak kecil?"Selanya ga terima.


"Hahahahah,ngambek ya.Maaf deh jangan ngambek lagi dong."Pintanya sabar.


"Trus kamu kalau nyetir gimana?jangan nelpon lagi.Kan besok bisa ketemu lagi,main kesini tapi jangan ajak Thy Than biar kamu senang deket sama aku yaa!"


"Oke pilihan yang bagus,besok gua samperin kamu ya.Awas jangan ngilang-ngilang lagi!"


"Haaah,ngilang kemana coba?ya disini-sini aja.Kan aku ga boleh kemana-mana buat penyembuhan ini!"


"Heheheh ,,,selamat malam deh.Mimpiin aku ya!"


"Heeemm,,,kalau ga mimpi ketemu kamu gimana?"Tanya lagi.


"Yaaa aku paksa aja gimana mau ga?"


"Ya ampun,,,,mimpi aja sampai dipaksa-paksa mana ada kayak gitu,ada-ada aja!"Sembari menahan tawa.


"Kamu hati-hati ya,,,selamat malam!"


Mega menutup teleponnya,menghela nafas masih bisa kangen juga sama aku dia.Apa belum bisa move on dari aku sampai harus protektif terus sama aku.Ga mungkin Ndra,hidupmu jangan engkau sia-siakan demi aku.Coba kalau aku masih kuat menjalani hidup ini kalau engga.Kan menyesal juga kamu,menggelengkan kepala.


Makan malam telah siap,Thy Than dan Joana kompak membawa makanannya dimeja makan dengan tampilan ceria,masakan istimewa dikala malam merupakan kelezatan diantara lirikan seorang Rey telah siap beranjak untuk mendekati siapa tengah membuatnya terpesona oleh menu makan malam bersama dua perempuan dalam satu meja.


"Makan malam udah siap Oooomm!"Semangat sekali Thy Than membawakan makanan untuk Rey yang perlahan menghampirinya.


Mengumbar senyum hangat seorang Rey sangat senang dengan hadirnya Thy Than telah membawa sebuah keberadaan yang berbeda diantara dirinya dan Joana.Tingkah lucu dan menggemaskan seorang keponakan membuatnya semakin yakin bahwa ia telah jauh dari kesedihan selama ini telah menghinggapinya.


Berada dalam obrolan hangat hingga akhirnya ketiganya berada dibalkon atas dengan desiran angin menyapa juga minuman lemon tea hangat menghidupkan sebuah obrolan ringan kembali.Tetep saja Rey mendekap Joana dan tak ingin jauh-jauh darinya beberapa centi pun tak ingin.


"Tuan mau lemon tea hangat?"Tanya Joana seraya menuangkan untuk Thy Than ketika sudah lama memandangi minuman hangat tersebut.


"Boleh juga,itung-itung kita diet ya habis makan banyak terus kena minuman ini bakalan langsing lagi!"Sambil menatap Joana tengah menuangkan minuman dan memberikan kepadanya.


"Hemmm,kak Joana bisa juga ya bikin Tuan muda jadi semakin tampan saja!"Seraya menompangkan tangan memainkan kedua alisnya.


"Yaaa,dia kan juga butuh seorang pendamping yang baik.Mangkanya kak Joe tidak diperbolehkan pindah tempat heheheh!"Candanya manis.


Berbalik keduanya saling bersulang menikmati hangatnya lemon tea dan hawa dingin merasuki setiap senyuman dan obrolan hangat diantara mereka.


"Oooh,iya Than.Apa besok kamu ada rencana keluar mungkin dengan Sahabata "special" kamu?"Tiba-tiba suara itu membuat ia sedikit tersedak dan mulai gagap akan pertanyaan aneh tersebut.


"Ehemmm,kak Joe.Kalau nanya ga ada lampu merahnya deh jadi kaget kan ngerem dadakan!"Ujar Thy Than berdehem.


Rey yang melihat salah tingkah Thy Than hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala.Kenapa juga dia bersikap seperti itu.Apa benar ada yang lebih special dari yang dibayangkan?"


Menoleh melihat Joana tengah tersenyum juga menatap Rey pula.


"Lihat dia aja sampai salah tingkah kayak gitu.Pasti ada apa-apanya itu,heheheh!"Sambil nunjuk kearah sang korban.


"Engga gitu kak,emang Ganindra itu suka aneh-aneh deh.Tiba-tiba deket belum lama udah bilang sayang.Kan aku curiga jadinya!"


"Curiga kenapa?emang dia kalau Om lihat seperti itu ga ada yang aneh.Yang aneh malahan kamu!ya ga Joe?"Mencoba melempar pertanyaannya.


"Iya,kalau cinta ya nanti juga ada jawaban yang sesungguhnya siapa tentang kalian adalah satu hal disetiap perilaku kalian sungguh special dihadapan pasangan masing-masing!"


Menoleh tiba-tiba Joana nyeletuk sebuah nama.


"Seperti Alexa?"Melirik kesal.


"Haaaah,Alexa siapa lagi itu kak?"Sontak pertanyaan itu membuat Rey geleng-geleng kepala.Langsung aja dia mengigit bahu Joana hingga ia teriak.


"AAAAAAA,Sakit Tuan muda!"Menaruh minumannya dan mengusuk bahunya."Hampir aja ga bolong dimakan sama Tuan muda.Jahaaat banget seeh!"Sambil nampol bahunya juga.


"Hahahah,kena ganasnya Om Rey lho. Ga terima kayaknya!"Ikutin memanaskan suasana.


"Dia memang beda,apalagi kamu tambah berbeda lagi!"Sambil mengelus hasil gigitannya penuh hasrat.


"Hemmm,perhatian banget deh.Pengen deh punya pasangan yang perhatian seperti om Rey.Dimana ya?dibelahan dunia mana ya!"Sambil mikir jauh kemana.


"Ga usah jauh-jauh yang tadi gimana!"Serang Rey menatap Joana dengan gelinya.


"Iya udah tampan,seksi juga seperti Tuan muda yang hobby nya fitness itu bagus buat menjaga hati sang perempuan.Ya kan Tuan muda!"


"Iya juga!"Sambil memamerkan lengan kekarnya,bikin Joana geli seribu kali.


Tawa lepas pun menjadi jawara kuat dari seorang Thy Than yang sangat mengagumi mereka berdua sebagai asistan dan atasannya.Tapi kok heran,kan harusnya Tuan muda deket sama orang yang sempat disebutkan oleh Kak Joana malahan dia ngambek,bisa aja kalau bikin acara aneh-aneh.


"Tapi aku lebih suka kalau Kak Joana makin dekat dengan om Rey.Kan tiap hari saling mengisi,walau hanya makin ga jelas aja bikin rame terus!"kesal juga.


"Ya mau gimana lagi,tanpa dia aku bukan apa-apa Than!"Tersenyum menahan tawanya.


"Ohh ya,waaah selamat deh.Jadi ga ada yang perlu dipertimbangkan dong.Jadi papa Juan pasti setuju dong dengan hubungan kalian berdua!"Lanjut Thy Than penasaran.


"Ya itu harus,karena Om Juan pasti meyukainya ya kan!"Sambil melirik kearah Joana.


"Aduuuh,hancur hatiku.Cemburu rasanya!"Goda Thy Than sambil memukul dadany pelan,pertanda sakit hati telah menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.


"Ga usah drama kamu sayang,bikin kesel aja!"Protes Joana beranjak berdiri dan memeluk Thy Than.


Keduanya sangat akrab,aku bahkan tak menyadari hal tersebut.Memiliki sebuah kesamaan sampai aku hanya bisa memandangnya bahwa keluarga ini semakin lengkap atas kehadiran kalian dimata batinku.Beranjak berdiri dan memeluk mereka berdua tengah bercanda tanpa ada jeda.Hangat suasana ini membuatku bahagia seketika.