Thy Than

Thy Than
Bab.33 Menanti seseorang.



Setelah merapikan beberapa pakaiannya didalam koper, segera Anjas mulai cek out dari hotel dirinya menginap selama dua hari.Lagian ia sudah mendapatkan rumah untuk siap ia tinggali untuk beberapa waktu dan bertemu dengan seseorang nantinya.Saat keluar dari lift menuju reception dan melakukan pembayaran melalui black card miliknya.Ia pun segera berganti tempat untuk segera menunggu Dahlia yang katanya akan segera pulang.


"Apa dia masih ingat ya kalau aku mau cek out."Sambil melihat jam tangan,perlahan ia duduk serta mengeluarkan ponselnya untuk menghubunginya.


Sama halnya Dahlia saat ia mulai mendatangi loker tempat ia menaruh barang-barangnya,sebuah panggilan dari seseorang tentunya membuatnya mengernyitkan kening.


"Pak Anjas,ada apa ya?"Langsung mengangkatnya.


"Halooo,,,selamat malam pak,ada yang bisa dibantu?"Sembaru senyum itu kembali datang.


"Aku tunggu dilobby ya!"Sambil menutup ponselnya.


"Tapiiiii,,,pakkk!"Kesal banget belum selesai bicara udah ditutup aja.Apa seeh maunya.


"Semoga dia lekas kesini.Jadi ga lama-lama kita ngobrolnya."Sambil memasukkan kembali ponselnya.


Bersandar serta merebahkan kepalanya yang mulai membuatnya berat,ia menanti dengan sabar siapa yang akan menghampirinya dengan senyuman itu.Dahlia memang menjadi sosok kedua setelah Anne yang telah ia cintai.Setidaknya aku bertanggung jawab atas dirinya.


Tiba-tiba saja Dahlia telah berdiri didepannya dengan tatapan aneh,apa pak Anjas ketiduran ya menunggu aku.


"Permisi pak,,,hallooo!"Sapanya dengan melambaikan tangan.


Tersadar,ternyata aku ketiduran menunggu dia datang.Matanya aga merah dan segera ia memijat dengan pelan serta menyapa wanita yang tengah berdiri ramah tersebut.


"Heiiii,,,kamu.Aku kira kamu kabur lagi dari aku!"Beranjak berdiri dan bertanya kembali.


"Kamu sudah pulang kan?"


"Sudah pak,memangnya bapak mau kemana kok menghubungi saya seeh?"Pertanyaan itu lalu segera dijawabnya dengan berjalan serta membuatnya heran,kok malahan ninggalin aku seeh,bergegas untuk mengikutinya.


"Lhooo kok malahan pergi duluan?ga salah ini!"Segera mengejarnya lalu mendekatinya.


"Pak kok malahan saya ditinggal,kan harusnya bapak nungguin saya!"


"Kamu lama seeh,!"Berjalan menuju taxi yang sudah menunggunya.


Seorang supir keluar membukakan pintu bagasi dan mengangkatnya masuk kedalam,Anjas pun berbalik dan menawarkan untuk ikut pulang bareng bersamanya.


"Kamu ikut ga,sekalian aku antar pulang deh."Tawarnya dengan merentangkan tangannya.


"Ga ngerepotin pak?"


"Ya enggalah,katanya kamu mau tinggal sama aku lagi heheh!"Ujarnya membuat Dahlia salah tingkah bingung mendengarnya.


"Siapa bilang?"


Membuka pintu taxi belakang dan mempersilahkan untuk segera masuk kedalam.


"Mau ikut ga?"Tanya balik.


"Hehhehe iya deh pak!"Meringisnya membuat Anjas hanya menggelengkan kepala saat ia beringsut masuk kedalam mobil.


Sampai didalam keduanya pun ga kompak saat berbicara dengan Supir taxinya.


"Kita kemana pak,Non?"


"Ke kosan!"


"Kerumah saya pak!"


Kaget juga,kompak tapi tak sama tujuannya.Sampai kedua kalinya sang supir kembali bertanya.


"Sebenarnya pada mau kemana seeh?"Tanya supir memastikan.


"Kerumah saya pak!"


"Ke kosan?"


"Haduuuuh,,,mendingan kalian turun aja deh kalau membuat saya bingung kayak gini!"


"Engga-engga pak,,,kita kerumah saya aja.Antar kesana ya.Ini alamatnya!"Sambil mengeluarkan kartu nama dan alamat rumahnya.


"Ooooh ini,saya tahu perumahan ini,segera ya!"Sambil menghidupkan mesin mobil dan siap untuk melaju kerumah tujuan seorang.


Tatapan senang Anjas telah membuat Dahlia kesal dan tak ingin lagi berkata lagi,walaupun sekedar mengobrol bersamanya satu mobil.


"Gimana kamu kalah kan,siapa yang menang sekarang heheheh!"Tawanya seraya menyenggol Dahlia.


Menoleh seakan lirikan tajam mengarah langsung kewajah Anjas hingga ia kembali ingin menyelanya.


"Tapi kan saya mau pulang kerja pak!"


"Kan kamu ikut sama saya jadi ya harus ikuti perjalanan saya dong,ya kan pak!"Sambil melempar pertanyaan itu kepada sang supir.


"Betul pak!Saya setuju itu!"Lanjutnya dengan mengacungkan jempolnya.


"Paaak,,,gimana seeh bukannya belain saya.Malahan belain pak Anjas!"Rengeknya ga terima.


"Sudah waktunya hehheh!"


Oke ini adalah pilihan yang dikatakan aku kalah dalam satu hal sama pak Anjas.Tetapi kali ini aku bisa mengikutinya dengan satu arah yang berbeda tentang kedekatan ini.Aku tahu sebenarnya yang ada dalam fikirannya pak Anjas yaitu menebus kesalahannya sampai aku harus putus dengan Jamal.Tapi kenapa dia bisa setenang itu ketika dekat denganku ya,aku aja dalam kondisi yang bingung dan tertekan saat tahu bahwa perpisahanku dengan Jamal berakhir juga aku tinggal dikosan itu.


"Sudah sampai pak!"Terhenti disebuah rumah mewah yang menarik senyumannya.


"Ayo kita turun!"Ajak Anjas segera keluar dari dalam mobil dan menuju bagasi mobil untuk menunggu dikeluarkan beberapa koper yang tersimpan.


"Okey,,,tapi jangan lama-lama pak ya!"Dahlia pun berpesan.


"Kita lihat nanti!"Ujarnya tersungging kepadanya.


"Huuuuh,,,selalu saja membuatku jadi ill fill deh."Ujarnya keluar dari mobil.


"Makasih pak ya!"Sambil memberikan uang dan tips untuk sang supirnya.


"Sama-sama pak,saya permisi!"Berlalu masuk kedalam mobil dan berlalu pergi.


"Mau bantuin ga?"Senyum itu kembali datang seketika.


"Yaaah deh pak!"Sambil menarik salah satu kopernya dan kesal banget dibuatnya.


"Seneng lho aku lihat kamu kayak gitu cemberutnya.Gemes hahahaha!"Seraya berjalan masuk menaiki anak tangga.


Lirikan itu kembali tertanam dalam tatapan bahkan raut wajah kesal yang tengah dirasakan oleh Dahlia.Kenapa juga tadi aku ikut sama pak Anjas,kayak gini deh jadinya.Pasti ga bakalan selamat deh sampai kosan.


Terhenti didepan pintu,Anjas pun mengeluarkan kunci dan membukanya dengan tatapan aneh.Sampai Dahlia pun ikut bingung melihat tampilan khas Pria yang berada disampingnya ini.


"Bapak,,,ga pa-pa kan?"


"Enggalah,cuman aneh aja."


"Aneh gimana!"Tambah bingung aja dia.


"Aneh aja yang nemenin ga ada senyumnya sama sekali.Lagi capek ya!"Sembari menyentuh dagunya.


"Hiiiihhhh,,,ganjen banget seeh paaak!"Seraya melemparkan tangannya.


"Kan aku pengen pegang dagu kamu yang khas itu!"Jelasnya dengan tatapan manis.


"Ga mauuuu!"Jawabnya kesal,lalu terdiam dengan tatapan yang sinis


"Huuuh,,,kenapa lagi sama kamu ya!"Berjalan masuk kedalam.


"Naaah,,,udah masuk.Aku pergi aja deh kan ga tahu dia hehehe!"Berbalik saat melangkah keluar,tanpa ia sadari sebuah dekapan tangan Anjas melingkar diperutnya langsung ditariknya masuk kedalam.


"Aaaaaaa,,,,,!"Ia terkejut bukan main ternyata pak Anjas lebih cekatan menarik tubuhnya hingga masuk kedalam.


"Kita masuuuuk!"Sambil memutar tubuhnya kedalam dan menguncinya.


Tersenyum merentangkan tangan,rasanya ga bisa lagi kabur secepat itu dari seorang Anjas Mahendra.Sangat mustahil apalagi saat ini dia paling pandai memainkan ritme permainannya.


"Udahlah nyerah.Sekarang kita makan malam ya,special aku yang masak.Kamu mau kan?"Tersenyum merangkulnya dan membawanya kedapur.


"Haaah,,,emangnya bapak bisa masak?"Tanya Dahlia dengan wajah heran.


"Liat aja,nanti juga kamu tahu siapa aku sebenarnya!" Bersiap untuk membuat sesi makan malam.


Rasya terbangun dari mimpinya,Seakan terkejut dan kebingungan berada dimana gua ini.Rasanya tempatnya ga asing banget bagiku.Sembari memegang kepalanya pusing juga saat menyadari bahwa gua berada dikamar pribadi gua sendiri.


Tersenyum malu,tapi ga ada yang ngeliat juga.Santai aja kalau kayak gini.Rebahan lagi deh lagian ga ada kesibukan membebaniku saat ini.


"Rasyaaa kamu ga jenguk Thy Than?gimana kabarnya!"Panggil sang mama mendekati pintu kamarnya dan membuka pintu.


"Lhoooo ,,kok masih tidur?"Panggilnya sambil mengernyitkan kening.


"Masih ngantuk maaa,,,ntar aja deh.Thy Than kan udah gede ga kayak anak kecil lagi jadi ga usah deh diribetin dia,biarin dia sesukanya main atau kemana kek!"Jawabnya sambil terbangun kembali.


"Ya udah,,,kalau itu mau kamu.Kamu ada acara keluar rumah ga?"Tanya mama lagi.


"Ada seeh ma,,ketemu temen!"Jawabnya yakin.


"Aduuuh,,,kepo banget seeh mama.Suka-suka Rasya dong maaa,weeek!"Menjulurkan lidahnya.


"Dasar anak kurang ajar,,,ya udah sana mandi dan siap-siap.Udah mau setengah delapan malam lho!"Kembali mengingatkan.


"Beres maaa!"Sambil membulatkan kedua jarinya.


Menutup kembali kamarnya,Rasya harus siap-siap untuk ketemu sama Ling-ling dirumahnya.Waaah seru neeh ga ada orang tuanya kan jadi bebas dong sama dia.Bisa mesrah-mesrahan dan bikin suasana makin hangat aaauuuu!


Langsung beranjak mandi serta bersiap untuk menikmati sejuknya malam bersama shower yang membasahi tubuhnya hingga wangi.Setengah jam berlalu,entah bertapa atau gimana sampai harus angkat kaki saat waktu yang lebih mengejutkan.Sambil mengeringkan rambutnya ia mencari pakaian kemeja kalem dan celana jeans serta tampilan wangi khas anak muda.Memakai sepatu kets berwarna hitam dan putih serta semangatnya yang ga biasa menyapa sang mama menjadi tanda tanya pula sang kakaknya.


"Malam ma,hai mba."Sambil melambaikan tangannya.


"Kamu mau kemana?jemput Thy Than atau ajak dia jalan?"Mba Fian heran.


"Biasalah mba,,jalan-jalan kan pengen ketemu seseorang yang beda gitu.Ga yang itu-itu aja kan!"Sambil menepuk pundaknya.


"Oke deh sukses ya ketemuannya.Semoga langgeng,hehehhe!"Canda sang Kakak.


"Beres kak!"


"Uang udah mama tranfer ya.Tinggal dicek aja okey!"Sambil mengacungkan jempoonya.


"Makasih maaa,Muaaachhhh!"Sambil menciumnya.


"Dasar kamu kalau dapat uang aja mama disayang.Kalau telat maah santai aja ya kan Fian?"Melemparkam kalimat untuk Rasya.


"Iya tuh kelihatan deh,,kalau cari-cari muka aja hahahah!"


"Ya emba,,,mana tahu muka gua aja kayak gini.Bikin Thy Than Gemes aja ngeliatnya.Sama pengennya meluk aja.Jadi gerah rasanya."Sok bangga mendapatkan sesuatu yang lebih.


"Terserah kamu nak,,,suka-suka kamu ngomong apa.Yang penting tuh kamu jaga anak orang itu.Biar ga nakal yaaa!"Pinta sang mama.


"Beres maaa,pamit dulu deh!"Iapun mencium tangan sang mama dan tos bareng sama Fian.


Pilihan yang bijak saat hatinya tengah bersama seorang wanita yang menarik baginya saat ini.Huuuh,,,ga nyangka bisa ketemuan sama Ling-ling.Wanita yang cantik dan menggoda,siapa lagi coba?tersenyum sambil masuk kedalam mobil.


Sama halnya Thy Than setelah bermanja ria bersama sang suhu pebasket,ia pun melambaikan tangan perpisahan sementara dengan gurunya.


"Byeee pak Radith,,,hati-hati pak!"Ujarnya dengan tingkah lucunya.


"Byeee!"Mulai siap mengendarai motornya keluar dengan tampilan yang gagah dan menawan.


Semangat deh pulang sendirian,saat naik motor pun perasaan baik-baik aja deh neeh motor.Kok bolak-balik distarter ga bisa-bisa ya.Jalan kagak diem iya,apa neeh yang salah sama motorku?Bingung deh sampai turun lagi dan mulai merasakan motornya tengah ngambek setelah lama berjemur dilapangan parkir.


"Haduuuh kenapa neeh motor,,kok ngambek seeh tadi ga pa-pa deh!"Sambil kebingungan melihat keadaan mesin motornya.


"Ga tahu lagi mesinnya kenapa,,,huuuuhhhh.Pak Radith udah jauh lagi!huuuuh!"Sambil bersedekap bersandar menunggu siapa yang akan membantunya.


Apa aku telpon Rasya aja ya,,,tapi ntar ganggu dia lagi.Hadduuuh siapa ya,terlintas difikirannya kalau ga Jerry ya Biyan siapa lagi yang ikutan kolaborasi tadi siang.


"Haaaah,,,mereka berdua?ga mungkin-ga mungkin deh.Masak mereka seeh!"Masih mikir jauh banget sampai ga tahu jalan akhirnya gimana.


Setelah lama menunggu dan berfikir lebih jernih malahan,ada sebuah motor balik lagi masuk kedalam lapangan parkiran.Entah apa yang tertinggal sama sekali ga mengerti deh apa maksud dari pak Radith.


"Lhoooo,,,kok pak Radith balik lagi.Ngapain tuh?"Langsung bingung dan siap-siapa apa yang akan terjadi.


Motornya pun perlahan mendekatinya dan parkir tepat disampingnya.


"Kamu belum pulang Than?"Tatapan kaget menjadikan Thy Than langsung salah tingkah sampai meringis dibuatnya.


"Hehehhehe,,,motornya ngambek pak!"


"Astaga ngapain ga telpon bapak seeh."Sambil turun dan mengecek motornya.


"Lha emang bapak ada yang ketinggalan gitu?"Tanya balik.


"Untung aja belum jauh.Tuuuh tasnya nyangkut sama kamu.Untung ga kamu bawa pulang buat koleksi."Tunjuknya sampai ia kebingungan kok bisa ikutan nempel disitu seeh,malu deh jadinya.


"Haaaa,,,ngapain juga ngikut saya pak neeh tas?"


"Mana ku tahu!"


"Trus gimana pak?aku pulang sama siapa dong!"Tanya Thy Than bersedih.


"Ya udah aku antar pulang aja.Mau kan?"Tawarnya memberikan sebuah kesegaran hatinya.


"Haaaah,,,beneran pak.Mau ngantar saya pulang!"Semangat banget jadinya.


"Iya dari pada kamu jadi penuggu sekolahan ini,mau?"


"Ya enggalah paaak.Yeee naik motor keren neeh!"Siap-siap aja langsung naik.


Kembali memeriksa bawaannya,apa sudah lengkap atau masih ada yang ketinggalan sembari tengak-tengok melihat keadaan sekitar.


"Kenapa pak?ada yang aneh!"


"Ga ada yang tertinggal lagi kan?"


Thy Than pun menggelengkan kepala.


"Okey pegangan yang erat ya!"


"Oke pak!"Girang banget deh hari ini aku sama pak Radith udah kayak bestie yang baru menjalin kisah kasih aja.Heheheh.


Seneng deh sekarang aku dibonceng sama pak Radith pake motor retronya.Dekapan hangat dan senyum menawanku seakan menjadi teman terbaikku untuk menikmati jalanan kota yang melelahkan bersama pak Radith.Sungguh ini mimpi yang bukan aku harapkan dan seakan menjadi kenyataan bahkan tak bisa aku bayangkan bisa sedekat ini deh.Aku dekap erat serta menompangkan dipundaknya,sontak membuat Suhu menoleh dan membelai pipiku sampai wajahku memerah dibuatnya.


"Kamu ga dicari sama temen kamu siapa namanya?"Tanya pak Radith.


"Engga pak,dia lagi ada urusan yang lain kayaknya.Jadi saya harus sendiri deh malam ini.Ga tahu berani apa engga hehehe!"Sambil mesem-mesem sendiri.


"Tumben banget dia seperti itu ya.Apa bapak temenin sampe pulang menemin kamu gitu?"


"Ga usah deh pak,aku kan berani ga kayak dulu-dulu.Ya harus berani deh!"


"Yakin?"Memastikan kembali.


"Aaah,,,bapak malah nakut-nakutin aja deh!"


Rasya pun sebaliknya,dia pun semangat untuk bertemu dengan Ling-ling.Sebuah rumah yang sunyi bahkan seakan ada tatapan dari dalam seorang wanita tengah berharap akan kehadiran seorang lelaki dalam hidupnya tengah sendirian.Berdiri dibalik tirai jendela ia menanti siapa tengah ingin menemaninya malam ini.Padahal aku sangat berharap bahwa dia akan datang.Tapi kayaknya belum datang juga,apa dia lupa atau masih bersama teman baiknya.


"Udahlah pasti dia lupa ketemu sama aku,huuuuh!"Berbalik dan belum melangkah berapa waktu.Ia mendengar sebuah mobil tengah terhenti didepan halaman rumahnya.


Ya lelaki itu datang dengan senyuman saat keluar dari dalam mobil untuk sekedar datang dan menyampaikan sesuatu kepadanya.Ling-ling berbalik dan bahagia bahwa dia mau datang malan ini dengan tampilan seorang pecinta sejatinya.


Ketukan pintu beberapa saat pun segera dibuka oleh pemilik rumah,alangkah senangnya melihat sosok teman baiknya telah datang dan membuat kejutan untuknya.


"Surpriser kan,aku siap datang malam ini hehhehe!"


"Oooooo,,,kamu baik banget seeh Rasya!"Segera memeluk erat dan memejamkan mata sejenak untuk merasakan cintanya tengah datang.


"Kamu kangen atau gimana ini,erat banget pelukannya?"Tersenyum manis kepadanya.


"Ya kangen banget.Temenin aku yaa malam ini!"Pintanya sambil merangkul pinggulnya mengajaknya masuk kedalam.


"Beneran kamu tinggal sendirian,ga sama siapa-siapa gitu?"Rasya heran,berani sekali Ling-ling tinggal seorang diri layaknya Thy Than.


"Iyaaa,,,kan papa sama mama keSingapure,jadi aku ya tinggal sendirian lah."


"Hebat kamu ya.Anak tunggal yang bertanggung jawab!"Pujinya menyubit pipinya.


"Kamu tuh bisa aja deh!"Membalasnya penuh kehangatan.


Membawanya keruang tengah dan mempersilahkan untuk duduk.Dengan santai bahkan serasa ingin mengobrol tentang kesendiriannya.Mungkin ini adalah awal kedekatan menurutnya sungguh dinantikan kembali dalam satu hal bersama diantara kisah senyumanya yang nyaman.


"Hai,,,Ling.Ga ganggu kan gua datang kesini?"Tanya Rasya penasaran.


"Ya enggalah,makasih banget lho mau nemenin aku!"Duduk disampingnya langsung aja nyender kepalannya dipundak Rasya.


"Heeem,,,udah ga usah manja deh.Mau minta apa neeeh!"Sambil tersenyum mendekap pipinya.


"Pengen ditemenin sama kamu lah.Cuman kamu kan yang deket sama papa,jadi papa bilang kalau minta ditemenin tuh sama langganan papa!"


"Trus!"Rasya penasaran dong akhirnya.


"Aku tanya dong,,,langganan papa siapa?"Bingung dan mengernyitkan kening.


"Heheheheh,,,trus siapa dong?"Tanya balik.


"Ya yang aku sandarin hati ini,hehehe!"Sambil menoleh kearahnya.


"Astaga kirain siapa?memang ya papa kamu tuh deket banget sama gua.Kayak udah klop gitu!"


"Jadi apa kita akan klop dalam hubungan biasanya atau yang lebih serius?"Kembali bertanya dengan menompangkan tangannya.


Tersenyum,adalah jawaban yang sarkastik untuk Ling-ling dari Rasya bukan?