Thy Than

Thy Than
46.Taktik Morgan telah berhasil.



Setelah mengelabuhi beberapa orang dengan keributan dipelabuhan,sontak beberapa pegawai tengah terkecoh dengan cara Morgan untuk bisa menarik Yoshi dari kerumunan orang banyak melindunginya.Layaknya seorang pangeran yang tak bisa disentuh oleh siapapun.Tapi ga ada hal yang ga bakalan bisa mereka ketahui bahwa Seorang pembunuh akan bisa mengambil waktu singkat dalam membawa serta mendekapnya tanpa ada satupun menyadari kehadirannya.


"Sialan,susah sekali bawa kamu ya!"Tersungging membekuknya disamping kontainer yang berjajar serta dengan kelihaiannya membungkam mulut dan segera menutupi kedua matanya dengan kain hitam.


"Aaahhh,siapa sebenarnya yang telah berani menangkapku?"Gumamnya tak bisa lagi bergerak,seakan dirinya menjadi tawanan seorang pria misterius.


"Bawa dia,pastikan tidak lepas okey!"Tersenyum menyerahkan Yoshi kepada kedua bodyguard.


"Siap Bos,akan kami amankan dia!"Jawabnya membawa kedalam sebuah kotak lemari hitam.


Tak lupa sang bodyguard menghantam telungkupnya hingga terkejut dan pingsan tanpa bisa melawan kembali.Sama sekali ia gagal untuk mendengar lagi suara siapa yang telah menculiknya.


Suara Morgan pun tak dapat lagi terdeksi karena kepintarannya dalam memainkan nada suara yang berbeda dengan para bodyguard sampai menghilang mendorong lemari hitam.Sontak beberapa orang kecolongan atas hilangnya Bos mereka dengan cepat dan kebingungan mencari keberadaannya.


"Lho,,kemana pak Yoshi?kok hilang!"Salah satu asistannya baru menyadari kehilangannya.


"Cepat cari kemana dia!"Teriak wakilnya dengan ketakutan luar biasa.


"Siap Tuan!"Jawab salah satu penjaganya dan semuanya menyebar untuk mencari dimana keberadaannya.


Semua menjadi sibuk hingga tak menyadari langkah Morgan dengan tampilan lain tenang membawanya pergi menuju sebuah mobil box yang telah disiapkan oleh para bodyguard.


Ternyata aku hebat juga membuat sebuah manipulasi untuk mereka yang sama sekali tak menyadari kehadiranku bagaikan siluman,langkahnya berjalan keluar dari pelabuhan menuju kesebuah motor sport miliknya menaiki kuda besinya serta melepaskan topengnya dan memakai helm siap menghilang kesebuah tempat bersama dengan para bodyguardnya.


Gagal dan ga bisa menemukan Bos Yoshi,rasanya mereka benar-benar tak menyangka bisa kehilangan jejaknya.Sama sekali pun tak dapat menyadari bahwa ada penyusup diantara mereka.


"Cepat cari sekitar dermaga,mungkin mereka belum sampai jauh oke!"Salah satu asistanya pun mulai bergerak mencarinya.


"Siap Bos!"Semuanya pun menyebar mencari keberadaan Bos Yoshi yang menghilang secepat itu.


Dari Jauh rasanya Senyum kebanggaan seorang Morgan patut menjadi sebuah kemenangan baru untuknya,beberapa kali memblayer knalpotnya dan berlalu membuat beberapa orang menoleh dan curiga tentang kedatangannya.Memutar balik motornya dan menoleh kebelakang serta melaju kencang membuat mereka segera menyusulnya.


"Cepat kejar orang itu!"Teriaknya dengan ganas.


Semuanya pun bergegas berlari dan mengejarnya dengan beberapa mobil hingga meluber dijalanan.Waooow ini adalah pekerjaan yang menyenangkan bisa membuat mereka terkecoh sampai tak menyadari siapa mobil yang santai dengan membawa barang tengah dilewati mereka dengan senyum geli kalau pengawalnya sama sekali tak menyadari siapa yang berada didalam mobil box tersebut.


"Hebat Tuan Morgan,bisa mengecoh mereka.Kita santai saja jalannya hahahaha!"Menoleh bercanda dengan temannya.


"Benar juga,jadi kita tidak repot-repot membuat kolase yang membahayakan kita ya!"Lanjutnya sambil dia memberikan anggukan kepala.


"Bagaimana kalau kita menyanyi supaya kita makin bahagia?"Tawarany dengan ide briliannya.


"Kenapa tidak,Take Me Home okey!"


Sambil mengacungkan jempolnya,mereka menyanyikan lagu Take Me Home.Nada yang bagus untuk mereka yang tengah merasakan kebahagiaan bersama melihat tipu muslihat Morgan tengah membuat mereka tak menyangka itu hanyalah tipuan.


Tanpa disangka lagu itu juga didengar oleh Morgan yang terekam melalui hansfree miliknya,tawa lepasnya sambil menggelengkan kepala.Setelah cukup jauh pengejarannya,tiba-tiba ia berbelok dan memasuki sebuah rumah yang dipastikan adalah rumah sewaan untuk menghidari pengejaran mereka.Terhenti digarasi,ia turun dan melepaskan helmnya.


Beberapa mobil yang mengejarnya pun terhenti serta heran melihat rumah minimalis dengan tampilan elegan bahkan tidak mencerminkan rumah pengasingan mungkin hingga mereka tetap untuk mengawasinya apakah ada hal yang mencurigakan.Malahan mereka dikejutkan dengan hadirnya seorang wanita yang keluar dari rumah tersebut dan bahagia berlari mengejar Morgan dan keduanya saling berpelukan bahkan sempat berciuman juga.


"Ayo pergi,kita salah sasaran!"Lanjutnya sambil menjalankan mobilnya.


Perlahan mobil yang lain pun mengikutinya hingga sampai tak terlihat lagi."Gilaaa,kita kehilangan target lagi.Siapa sebenarnya dia.Bisa-bisanya memanipulasi keadaan ini."Rasa kesalnya ia tumpahkan didalam amarah yang sangat tinggi.


Tak lama kemudian,setelah melihat mereka tak terlihat lagi.Tawa geli seorang Morgan melihat kegilaan sahabatnya telah membuat keduanya tak menyangka bisa mendapatkan romantisme ini.


"Kamu benar-benar ya Mel,kenapa sampai menciumku seperti itu!"Sambil salah tingkah tak percaya dengan kelakuannya.


"Heiiii,,,emangnya kamu mau dicurigai oleh mereka haaah!"Sambil tertawa pula serta mendekap kedua pipi Morgan.


"Tapi aku suka dengan ciuman tersebut,panas sekali.Rasanya aku kurang menikmatinya tadi!"Candanya geli.


"Apa?kamu mau lagi ciuman dariku.Gilaaaa!"Candanya sambil memukulnya.


Kesakitan juga mendapat serangan bertubi-tubi dari Melissa sahabatnya.


"Enak aja,trus gimana?tawanan kamu udah kamu bawa kemana?"Tanya Melissa penasaran.


"Boleh kan aku titip ya lama ga pa-pakan?"Sambil menyentuh bahunya.


"Ga pa-pa yang penting dia tampan,dan bisa menggodaku terus!"Jawabnya bersiap menunggu kedatangan mobil yang akan memasuki ruangan garasi.


"Apa ga pa-pa aku taruh dia disini!"Tanya Morgan sembari ragu-ragu kepadanya.


"Kamu ga tahu gimana aku menjaga seseorang dengan baik.Aku punya tempat yang bagus.Bahkan dia tak menyadari telah berada dalam tawanan kita!"Memberinya sebuah ide.


"Jadi dia ga diamankan disini?"Tanya Morgan kembali bingung.


Bersedekap dan melirik tajam kearahnya.


"Kamu itu gimana seeh.Ini adalah rumah pribadiku,jadi aku akan membawanya ketempat yang lebih aman tempat yang indah dimana hanya kita berdua yang tahu,heheheh!"


"Trus dimana tempatnya?"Kembali bertanya.


"Tunggu,mau masuk atau engga.Aku mau ganti baju dulu nanti kita pergi sama-sama okey!"Sambil menyubit dagunya berbalik masuk kedalam untuk berganti pakaian.


"Apaaaa?kamu mau ganti baju dulu!"Kaget seraya mengikutinya masuk kedalam.


"Iya tapi bodyguard kamu pasti akan tahu tempat mana yang aku maksudkan."Berbalik dan berjalan menuju kamarnya.


Terhenti lalu meminta ijin kepada Melissa.


"Apa boleh aku ikut masuk kekamarmu?"Sambil bergaya.


Berjalan belum sampai kamar,berbalik kembali serta mengatakan satu hal.


"Belum saatnya Morgan."Sambil menunjuk kearahnya.


"Oke,tidak masalah!"Kesal juga sambil berbalik lalu bersandar disofa panjangnya,merebahkan sejenak kepalanya lalu menghubungi pengawalnya.


Panggilan itu pun tersambung keponsel salah satu pengawalnya dengan jawaban khas.


"Halo tuan Morgan,ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kamu masih jauh dari lokasi yang aku tujukan?"Mengernyitkan kening.


"Masih Tuan,apa ada perubahan?"Kembali bertanya.


"Ya,sepertinya tidak aman bila berada ditempat semula.Akan lebih baik kalau kita pindah lokasi pengaman tawanan kita."Ujarnya dengan wajah serius.


"Oke segera Tuan kabari keberadaan Tuan,supaya kami bisa mendapatkan lokasi yang Tuan inginkan."


"Baik,tunggu ya!"Sambil menutup ponselnya.


Setelah mendapat informasi baru,rekannya pun bertanya soal pembicaraan keduanya.


"Tuan Morgan bicara apa lagi?"Sembari menoleh kearah rekannya.


"Kita tengah merubah peta tawanan kita.Apa tawanan kita baik-baik saja?"Kembali memastikan.


"Kamu memang sadis kawan!"Pujinya saling tos.


"Kita lanjutkan lagunya!"


"Oke!"Dengan semangat keduanya saling bernyanyi hingga mendapat pembaharuan kembali dari Tuan Morgan.


Benar saja,Yoshi terbangun serta tak menyadari dirinya berada ditempat gelap.Beberapa kali mencoba untuk memberontak tapi sama sekali tidak ada jawaban.Dia pun teriak sekuat tenaga juga sia-sia tidak ada yang menggubrisnya.


"Heemmm,,,,heeewwmmmm,!"Suara erangannya sungguh miris,rasanya ingin keluar tetapi sangat sempit.Beberapa kali membantingkan kepalanya.Tapi tetap saja ga ada respon dari mereka untuk berhenti malahan dengan tawanya membuat lagu semakin semarak.


Beberapa kali mencoba untuk melepaskan diri sangat mustahil,seakan pasrah apa yang akan terjadi dengan dirinya.


Bergegas Melissa turun dari kamarnya dan menghampiri Morgan yang telah lama menunggunya disofa panjang.Langsung aja sebuah ciuman kembali mendarat dipipinya seraya merunduk dan mendekap dadanya.


"Muuuuuacch!"Ciuman itu membuatnya terkejut seraya menoleh."Kenapa?terkejut!"


"Kamu memang ya suka banget mengejutkan aku."Lanjutnya dengan tatapan nakal.


"Kenapa juga,kamu pasti bosan kan menunggu aku."Melepaskan dekapannya langsung melompat duduk disamping Morgan.


"Pasti,apalagi aku bawa tawanan yang siap kamu simpan ditempat yang aman."Tersenyum kearahnya.


"Bagaimana sekarang atau nanti kita berangkat ketempat yang special?"Tanya Melissa dengan menyenggolnya.


"Sekarang saja sebelum kedua pengawalku mempertanyakan ini semua.Ayo kita naik motorku!"Ajaknya menariknya keluar dari rumah Melissa.


"Kayaknya kita tidak usah pake motor kamu deh.Nanti malah ketahuan dari jauh mereka bisa mengontrolnya lho.Kamu harus bisa mengalihkan semuanya ya!"Kata Melissa beranjak masuk kedalam garasi mobilnya dan membuka sebuah kain.


"Wooow mobil keren ini!"Puji Morgan saat melihat mobil Hummer berwarna hitam metalik dengan kegagahan luar biasa.


"Naaah taraaang,mobil yang ga bakalan diintai oleh musuh!"Sambil memperkenalkan mobil andalan kece sang Melissa.


Ia menatap bersedekap dengan tatapan khas miliknya.


"Siapa yang akan mengemudi,siapa yang akan jadi guidenya?"


"Kayaknya kamu guidenya,aku yang nyetir oke!"


"Hahahah,pas banget hatiku membatinnya."Ia bergegas untuk memutar arah dan masuk sebagai penumpang dalam perjalan menuju tempat terpencil dan dipastikan indah untuk ditempati.


Morgan pun tak keberatan membawa mobil keren ini untuk menuju sebuah tempat rahasia milik Melissa,aku ga nyangka bisa memulai rahasia ini dengan wanita lain lagi apa ini sebuah keberuntungan sama dia lagi tersungging geli mengarah kepadanya.


"Gimana kita berangkat sekarang atau nanti?"Mengarah sebuah pandangan dengan lirikan khas milik sang pemain cinta.


Tersenyum untuk menjawab serta melirik pula kearah Morgan"Seru kalau kita jalan sekarang deh.Dimana lokasi keberadaan tawanan kamu?"


"Mungkin bentar lagi,kita tunggu atau kita jalan aja?"Kembali meminta ijin kepada Melissa.


Melihat jam tangan dengan waktu beberapa menit,kayaknya dia harus bersabar untuk menunggi target sebelumnya.


"Mendingan kita tunggu saja.Karena aku juga berharap bisa mengawal dia pergi untuk berada dalam ketenangan nanti!"Seraya tertawa tipis.


"Oke,tapi aku siapin kayaknya aku punya minuman deh yang bisa buatmu segar!"Melissa pun berbalik badan kebelakang dan mencoba meraih dua minuman mineral untuk ua berikan kepada Morgan.


Saat tak terduga adalah Dia sama sekali tak menyangka bisa melihat paha hingga betisnya yang indah saat ia hanya memakai rok setinggi paha,sampai menelan ludah dan tak menyangka semenarik mungkin Melissa bisa menggoda seorang lelaki seperti Morgan.Saat berbalik dan kembali duduk segera memberikan mimuman kepada sahabatnya.


"Ini minuman,supaya kamu bisa melihat dan menahan apa yang kamu lihat barusan,heheheh!"Sambil memberikan minuman itu kepadanya.


"Maksud kamu?"Sambil membuka segel penutup minuman mineral.


Saat meneguk minuman pun tawa Melissa sungguh menggugah Morgan membuatnya hampir tersedak oleh kelakuannya tersebut.


"Ya aku tahu kamu tadi melihat keindahan kakiku kan?"Tersenyum menatap miring kepadanya.


"Ehemmm,,,,!"Segera ia mengelap bibirnya saat mendengar terlalu cepat Melissa membuatnya skatmatt.


"Apa maksudmu?"Terkejut oleh serangan kalimat dari sahabatnya sendiri.


"Udahlah,jangan bermain-main denganku Morgan.Aku tahu apa yang kamu lihat tadi,iya kan!"Tersenyum kembali.


"Ooooh shitt,,,,terlalu cepat kamu mengetahuinya Mel,,,aku saja sampai terpesona olehmu!"Mendekatkan wajahnya dan ingin memberikan sebuah sentuhan tersebut.Sayang itu belum cukup dilakukan olehnya saat ini.


"Belum saatnya,kita belum selesai membuat rencana itu kembali mulus okey!"Pintanya menghentikan dengan jarinya menyentuh Bibir Morgan.


Kedua bola matanya pun menjurus pada satu jarinya sampai tawa geli Melissa melihat tingkah konyol Morgan.Kayaknya dia belum pantas menjadi seorang penculik bahkan pembunuh berdarah dingin.Hanya saja itu adalah ungkapan belum jelas darinya.


"Hahahah,kamu kenapa Morgan sampai harus bersikap konyol seperti itu!"Sama sekali tak menyangka dengan sikap Morgan yang begitu memainkan cintanya.


"Ya maaf aku kira kamu tak tahu,malahan menjatuhkan aku seketika.Aku sama sekali tak menyangka itu!"Bingung juga sambil membasuh mukanya.


"Oooh ya,apa mobil tawananmu lewat depan rumahku atau mereka memilih jalan lain untuk menghindari kejaran lainnya"Lama juga Melissa menunggunya.


"Kita tunggu lima belas menit lagi,baru aku hubungi mereka.Gimana,kamu suka ideku kan!"Mengumbar senyum dan sabar masih dimiliki oleh Melissa dengan mengangguk menunggunya.


"Mau gimana lagi,itu adalah ide kamu.Aku ya menunggu saja disini sama kamu!"Sambil menompangkan tangan menunggu mobil target melewati depan rumahnya.


"Sabar ya!"Sambil membelai pipi Melissa.


"Kamu hanya bisa membelaiku saja ya.Jangan lebih!"Memberinya peringatan.


"Kalau aku minta lebih bisa?"Mengembangkan senyumannya.


"BEL-UM!"Meringis menolaknya.


"Ouuuuhghh,padahal aku berharap lebih soal ini!"Sambil pasrah menunggu jawaban yang jelas.


"Tunggu,ada waktu yang akan kita mainkan nanti!"


"Benarkah?"Semangat untuk menanti hal tersebut.


"Tunggu saja!"Sambil memainkan tangannya yang melambai hangat.


"Menunggu pilihan yang unik untuuuukÄ·kk,,,,,!"Tak terasa mobil yang telah ditunggu perlahan berhenti didepan rumah seorang wanita yang bernama Melissa.Wajah bingung apakah benar ini adalah rumahnya atau bukan ya?Segera ia menghubungi Bos besarnya guna memastikan dimanakah keberadaannya.


Suara panggilan telah tersambung kesebuah ponsel milik Morgan untuk segera ia angkat.


"Oooh,sebentar sepertinya dia telah datang!"Lalu mengangkatnya.


"Halooo,,,kamu sudah sampai mana?"Tanya Morgan mencoba melihat apakah benar itu adalah mobil yang sempat ia lihat tadi.


"Saya sudah sampai dirumah yang anda tujukan.Sekarang saua berada disamping rumah ini.Apakah anda sudah siap Tuan?"


"Oke sebentar lagi,aku keluar kita akan siap berangkat."Jawabnya sambil menghidupkan mesin mobil serta melaju keluar dari rumah milik Melissa.


Tak berlansung lama,sebuah mobil Hummer keluar dari garasi rumahnya,saat sampai dibibir pagar luar.Segera Morgan melaju pelan diikuti oleh mobil box mengikuti perjalanan yang dimulai oleh Melissa sang pemilik sebuah persembunyian yang sangat rahasia.