Thy Than

Thy Than
Bab.16 Pagi sang kenyamanan



"Huuuuaaaahhh!"Rasya pun terbangun merentangkan tangan menyapa entah siapa yang membuka tirai jendela itu.Seakan tertutup tetapi tetlihat angin tengah tertiup oleh angin,apa benar ada orang diluar balkon seeh?


Perlahan dengan masih memakai boxer kebanggannya,Rasya menghampiri sosok seseorang yang tengah membuka jendela pintu kaca itu,seneng sekali dia berada disitu?Saat sampai pun membuka tirai jendela wajahnya tersorot seorang perempuan dengan pakaian seragam tengah meneguk secangkir tea hangat menatap indahnya mentari tengah datang menyapanya.


Tersenyum lalu mendekati serta menompangkan kepalanya dipundak Thy Than dan menyapanya.


"Pagi kesayangan.Ngapain minum disini?"Sambil mengucek kedua matanya menggunakan jarinya.


"Pagi Rasyaaa,,,ternyata kamu seksi juga ya kalau pake boxer doang!"Pujinya sambil tertawa menutup mulutnya.


"Udah deh jangan meledekku,padahal gua pengen fitness aja susah jadi kayak gini deh!"Tiba-tiba memeluknya dan tersenyum kepadanya.


"Mau nganter aku sekolah ga?kalau engga aku naik motor kesayanganku lho!"Menoleh melihat Rasya melepaskan pelukan,ia bersandar dipembatas pagar seraya menjawabnya.


"Emangnya kamu mau gua anter,ntar malahan gua digodain lagi sama temen-temn kamu.Gimana ya?"


"Heemmm,,,katanya tadi nawarin.Malahan sekarang ga mau seeh.Gimana seeh!"Perlahan Thy Than menaruh secangkir tea hangat,terpikat oleh pesona Rasya yang tengah telanjang dada jadi gemes pengen meluk dia,erat lagi kayaknya ga mau ngelepasin.


"Kok malahan meluk gua seeh?lagi pengen !"Bisiknya menahan tawanya.


Ia mengangguk dan berkata satu hal lagi kepadanya.


"Awas ya kalau genit sama perempuan lain,aku ga terima lho!"Pintanya sambil menatapnya lagi lalu mengigit pipinya yang cabby.


"Hahahaha,,,palingan aku say hello sama mba Ashila.Kan dia seru banget Than!"Serunya sambil menggodanya.


"Hiiiiih,,,kok genitnya sama mba Ashila seeh.Ga sama aku lagi,udah males sama aku?"Rengek Thy Than melepaskan pelukan sambil manyun ga terima.


"Heiiii,,,kan kamu masih kecil juga.Apa pesan papa sama mama kamu,inget ga?"Kembali mengingatkan sambil membelai rambutnya.


"Tapi kan aku pengen deket sama cowok,yang dewasa seperti kamu Sya!"Sambil mendekap kedua tangannya.


"Nanti deh kita bicara,gua mandi dulu ya.!"Sambil mencium pipinya dan pergi meninggalkan kesan hangat serta malu-malu ga jelas dari Thy Than.


Berbalik sambil jingkrak-jingkrak genit,ada aja yang dikatakan oleh Thy Than,


"Huuuh,,,selalu saja bikin aku baper!"Berjalan masuk kedalam,eeeh keluar lagi inget minumannya ketinggalan dimeja luar balkon kamar Rasya.


Untung aja didapur aku sering diajak bantuin mama bikin sarapan pagi,jadi yaa ga kaku-kaku amat kalau lagi buat sarapan buat Rasya.Saatnya aku buatin apa ya?Sambil menarik Apron dan memasangnya rapi menutupi seragam sekolahnya.Ia mulai membuat bumbu-bumbu dan menyiapkan telur mata sapi yang siap digoreng setengah matang tanpa garam.Terus kalau Rasya maunya gimana ya,standar aja deh yang penting jadi dan aku segera menyelesaikan menggoreng nasi yang mantap.


"Siiip!"Rasanya udah enak kok,sambil mencicipi rasa unik nasi goreng buatannya.


"Apa Rasya udah siap belum ya?"Kembali membuat hidangan tambahan yang menurutnya akan enak kalau buat bekel nantinya.Sedap rasanya.


Rasya keluar dari kamar mandi,bersiap pula untuk mencari pakaian yang pas untuknya.Kayaknya ada mata kuliah pagi ini deh.Apa itu ya?mikir panjang sambil memakai pakaian kaos oblong berwarna hitam dipadupadankan dengan kemeja berwarna kalem.Lalu celana jeans berwarna hitam pula tengah ia kenakan,memakai minyak rambut serta minyak wangi tengah mengharumkan dirinya,bergegas untuk meraih tas selempang yang ia siapkan sejak kemarin saat akan mengangtar ke Ko Ahong.Dari pada keteter pulang,jelas itu membuat mama Gina pasti akan teriak-teriak untuk segera berangkat.


"Untung aja gua udah bawa semuanya,kalau engga pasti mama udah bikin heboh kedua telingaku ini."Membawany keluar dan menutup pintunya.


Kayaknya ada yang seru didapur,,,sibuk kali ya.Senyum itupun mendekati seorang perempuan yang tengah giat membut sarapan pagi.Langsung aja sok meluk dari belakang sampai kaget pula Thy Than langsung menoleh tersenyum melihat Rasya udah cakep dan wangi.


"Ra-syaaa,bikin kaget aja deh."Sambil menghela nafas panjang.


"Kenapa?kaget gitu aja!"Melepaskan pelukannya.


"Mau dong dipeluk lagi heheheheh!"Pintanya nyengir ketagihan sama kehangatan yang diberikan oleh Rasya.


"Astaga genit banget lama-lama ya!"Sambil gemas menyubit hidungnya.


Memercingkan hidung,geli juga mendapat perhatian model kayak gini jadi baper lama-lama.


"Engga ahhh,,,ntar ga mateng-mateng sarapannya.Kamu telat lagi berangkat sekolahnya!"Mengambil gelas dan menuangkan mineral water dengan penuh lalu meneguknya.


"Ya bentar lagi mateng kok,santai aja."Mengambil mangkok nasi serta memindahkan dengan telaten lalu menoleh meminta bantuan sama Rasya.


"Rasyaa,,bantuin dong yaaa!"Sambil senyum mengangkat mangkok nasinya.


Buru-buru menghabiskan minumannya,lalu mengambil mangkoknya dan membawanya kemeja makan.


"Bentar ya aku goreng telur dulu sama nuggetnya,ditunggu bentar aja oke!"Sambil mengacungkan jempol serta mengedipkan salah satu matanya.


"Siap,,,buat kamu apa seeh yang engga hehehhe!"Jawabnya sambil menompangkan tangan memainkan kedua alisnya.


"Uuuuuhhhh?,,unyu-unyu banget seeh kamuuu!"Entah kerasukan apa Thy Than bisa selebay itu didepan Rasya,ampe dia aja juga heran.Sejak kapan dia berubah kayak gitu?drastis lagi!"


Selesai juga goreng telur dan nuggetnya dengan aroma khas yang wangi.Membawanya kemeja makan,keduanya pun menikmati sarapan pagi dengan suapan pertama dari Thy Than untuk teman baiknya,ggemesin dan membuatnya ga pernah berpaling kalau engga sampai sekolah.


Sama juga dengan Rasya,jiwa lelakinya tuh belum sempurna benar untuk berbagi cinta tidak hanya satu aja melainkan ada juga yang telah membayangi fikirannya saat senyuman itu mengingatkan satu wanita yang sempat membautnya mabuk kepayang yaitu Ashila.


"Ya Ashila memang wanita yang tengah membuat hatiku ga tenang dan bisa bikin aku sesak nafas kalau harus memeluknya dengan hati berbinar-binar,tak hanya mata saja yang berbinar-binar akhirnya ada juga yang membuatku jatuh cinta!"Senyum itu jelas terlihat indah dimata Thy Than.


Thy Than juga berharap ada yang terbaik untuknya nanti,apalagi ia ingat kalau umur 20 dia boleh memulai sebuah pendekatan atas ijin sang mama Gina yang dianggapnya sebagai mama keduanya.


"Aku harus bisa membuat Rasya nyaman dan terus bersamaku,aku yakin kamu tuh pilihan yang ga bisa ditukar tambah deh.Kalau aku tahu itu,pasti aku padamu Rasya."Ujarnya masih membatin.


Sarapan pagi pun usai,Rasya pun segera mengajak Thy Than untuk berangkat sekolah.Tetep saja teman baiknya mengantarkan dengan mobil pilihan yang ga bisa ditolak oleh seorang perempuan cantik seperti dia.Kadang seeh dia juga memintanya untuk membawa mobil mendiang papanya.Dari pada harus dikandangin digarasi mulu.


"Yooook,,berangkat!"Sambil meraih tas sekolahnya,ia pun menarik tangan Thy Than.


"Bentar,aku rapiin dulu ini!"Sambil manyun menatapnya kesal.


"Oooh iya lupa,gua.Kan kita doang yang dirumah ya,aku bantuin deh!"Lanjutnya sadar dan menepuk keningnya lalu membantunya untuk membereskan semuanya dengan rapi dan bersih lagi.


Melihat meja makan dan sudut ruang masih bersih dan rapi,membuat hati Thy Than menjadi lega melihat suasana indah tengah menyergapnya dengan hangat mendekap lengannya.


"Sekarang kita berangkat yuk,udah jam berapa neeh!"Sambil nunjukkin waktu dijam tangan Rasya.


"Ayoook!"Semangat jalan bareng sama teman baikku.


"Neeeh kunci mobilku,udah lama ga dipake.Ntar diderek lagi Sya."Sambil nunjukkin kunci mobil didepan wajahnya.


"Tapiiiii,,,,!!!!"Rasya sepertinya menolak,tapi kalau udah tatapannya aneh dan sikap keras kepalanya tampil lagi,mau gimana mau nolak pun ga bisa.


"Ayolah,,,mau pake yang mana,mobilku aja ya.Panasin bentar biar ga soak kayak kamu,hehheheh!"Candaku apa melukai hatinya?pastinya engga deh.Masa bodo dia kan.


"Waooow,,,pake mobil mewah.Ntar dikira gua dapat bookingan dari tante-tante neeh!"Sambil garuk-garuk kepala.


"Ga pa-pa,kalau ditanya kan tante siapa?jawab aja tante Thy Than,hehehe!"Lagi dia berkelakar.


"Aaah,,,ada-ada aja deh!"Nurut seeh akhirnya buat make mobil Ranger over berwarna hitam metalik tersebut.


Masuk kedalam garasi serta bersiap untuk membuka pintu garasinya,memindahkan mobilnya yang tengah menghalangi jalan dengan rapi.Ia pun mulai serius memanasi mesin Ranger over yang menurutnya terlalu mewah saat memakainya.Gimana lagi,ini adalah amanat seorang anak perempuan yang ga boleh dilanggar,bahaya.


"Yeeee,,,semangat ganteeeng!"Thy Than pun memberikan semangat untuk sang teman baiknya untuk segera mengendarai mobil miliknya.


Perlahan keluar dari garasi mobilnya,hingga keluar sampai pinggiran trotoar depan rumah.Semangat banget kali ini dianter sekolah sama lelaki yang mengutamakan tampilan dan kasih sayangnya.Bergegas untuk menutup pintu gerbangnya,la pun berlari kecil untuk siap diantar sama supir barunya.


"Heemm,,,gantengnya,,,siapa seeh ini!?"Sambil mendekap dagu Rasya yang senyum-senyum bangga juga mengendarai mobil mahal ini.


Menoleh dan berkata konyol kepada Thy Than.


"Sumpah deh,ini acara model apa nanti gua kekampus dengan mobil ginian.Bisa-bisa banyak yanh nempel ama gua Than.Awas tanggung jawab luuu ya!"Sambil nunjuk kearah wajahnya lalu menoel hidungnya sampai ia ketawa geli.


"Aduuuuh?,,,,kirain mau diancam.Hehheheh!"Ketawa sambil bersandar memeluk bahu Rasya yang empuk dan nyaman.


"Kita jalan!"Dengan wajah dan pesona bak seorang pengusaha kaya,masih mencoba percaya diri saat ia membawa mobil kebanggaan sang papa Thy Than.


"Okey sayaaang!"Semangat banget sampai membuat Rasya mengernyitkan keningnya.


Pagi kali ini lebih berbeda dengan Anjas yang telah breakfast dan meneguk secangkir kopi.Tampilan yang benar-benar nantinya membuat Dahlia ga bisa percaya kalau itu adalah orang semalam.Tampilan casual kaos polo berwarna biru tua serta menenteng sebuah jaket dan kaca mata hitam tampilannya semakin membuatnya menjadi lelaki macho berjalan keluar dari Lobby serta menunggangi sebuah moge untuk menjemput wanita yang sama sekali tak menyadari seperti apa sekarang tampilannya.


"Semoga kamu terpana oleh tampilanku Dahlia."Tersenyum memakai helm dan siap untuk menjemput sosok wanita partner jalan-jalannya saat ini.


Diruang kost-kosan,jelas kali ini Dahlia pun tengah menego sebuah pertemuan dengan kekasihnya bernama Jamal.Entahlah seakan dia mau berkhianat atau apalah ga tahu deh yang jelas kali ini dia berada dalam keputusan yang sulit untuk ditolak.


"Jamal,,,maaf ya.Aku sekarang sibuk,ga bisa nemenin kamu jalan-jalan.Ga pa-pa ya,lain kali aja pas aku libur deh beneran aku akan nemenin kamu sampai kamu puas yaa!"Pintanya sambil menelpon dan kebingungan mondar-mandir kemana-mana sampai hampir setress.


"Apa?kan kamu udah janji kita mau nonton,mau jalan kemana yang aku suka.Dan sekarang kan jatah kamu libur?gimana seeh ga sinkron ama perjanjian kita kemarin-kemarin deh!"Sebal juga dia,masak udah janji lama eeh secepat itu batalnya ada apa seeh sebenarnya.


"Ya kamu harus ngerti dong,ini masa depanku ada dikerjaanku.Ada orang yang mengontrak aku untuk nemenin dia menemukan sesuatu yang penting.Jadi aku diajak sama dia buat nyari alamat keluarga itu!"


"Lhoooo,,,kok segampang itu kamu setuju sama dia.Kan aku siapanya kamu dan dia siapanya kamu?"Malah membuatnya tambah mikir lagi.


"Tahuuu aku Jamal.Tapi ini masalahnya dia itu tamu VIP diHotel dan aku harus memberikan pelayanan buat dia.Nanti kalau complain bahaya tahu,urusannya bisa panjang lho.Ngerti dong kalau tamu sekelas dia ga diturutin,bisa-bisa tamat kerjaanku selama ini susah payah aku dapatkan!"


"Oke,,,oke kalau itu mau kamu.Ini sekali aja kamu menolak janjian denganku.Lain kali dipikirkan lagi okey!"Pinta Jamal pasrah dan melepaskan janjian yang sudah ia buat dengan matang akhirnya harus bubar duluan.


"Maaf ya!"Sambil menutup ponselnya.


Berbalik kesal,bisa ya aku berada dalam situasi kayak gini.Pusing dan lebih mikirin orang lain ketimbang teman baikku sendiri.Lagian ini kan cuman sehari harus kuat,,oke harus kuat ya.Sambil mengatur nafasnya yang mencoba untuk kuat dirasakan.


Terhenti disebuah kos-kosan yang semalam ia datangi,ini adalah senyum kesekian kalinya untuk Anjas bisa melihat wanita yang sudah menerima kontrak kerja bersamanya.Turun dari motor,ia berjalan masuk kedalam dan mengetuk pintunya beberapa kali.


Tok,,,,tok ,,,tok,,,tok,,,


Suara itu mengejutkan Dahlia seketika sampai ia membalikkan badannya dengan cepat serta tak berdaya melihat ini semua.Bingung akhirnya,kesal pasti sambil berjalan mendekati pintu,ga ada suara orang.Cuman ketukan aja siapa sebenarnya dia?


Dia berdiri seraya menanti apakah wanita itu telah siap dengan pekerjaannya saat ini.


"Haiiii,,,,pagi.Kamu udah siap?"Sembari melirik kearahnya penuh rasa penasaran.


"Haaah,,,pak Anjas,anda sudah siap?"Tanya balik gelagapan.


"Bolehkan aku masuk atau aku tunggu diluar saja?"Kembali mencoba membuatnya semakin heran dengan permintaan sang Pria.


"Menurutku seeh,anda masuk aja silahlkan masuk!"Pintanya mengajaknya masuk kedalam.


"Okey terima kasih!"


Aneh juga kalau baru masuk kesebuah rumah seorang wanita,keren juga suasananya.Semoga saja ga terlalu lama menunggu dia untuk siap-siap berangkat bersamanya.


"Masih lama ga?"Tanya lagi.


"Bentar aja kok pak,saya tinggal ganti baju aja kok.Permisi sebentar ya!"Bergegas meninggalkan rasa heran seorang Anjas saat menanti kesiapannya.


Terhenti didepan pintu gerbang,Thy Than menoleh langsung mengecup pipi Rasya dengan cepat sampai membuatnya kaget dan senang.


"Makasih Rasya,,,semoga harimu senang hari ini,byeee!"Membuka pintu mobilnya.


"Gilaaa,,,nyium gua segala."Sambil tersenyum geli.


"Ya ga pa-pa dong.Kan gitu kalau aku dianter sama papa heheheh!"


"Tapi kan aku bukan papa kamu,,!"


"Iya deh kamu tuh sayangku yang baik hati,,aku masuk dulu ya!"Langsung aja cabut ninggalin Rasya.


"Eeiiii,,,ntar dijemput apa ga?"Tanya balik.


Terhenti lupa juga ga bilang mau pulang sama siapa ntar,berbalik lalu bilang sesuatu kepadanya.


"Nanti aku kabarin ya,byeee muaaacvhhh!"Sambil melempar ciuman untuk teman baiknya.


Tersungging melihat kelakuan perempuan satu ini,seneng banget deh kayaknya dianter pake mobil papanya.Jadi serasa kalau gua itu papanya,luar biasa deh kamu sayang.Perlahan mundur serta memutar perlahan dan tancap gas menuju campus pilihannya.