Thy Than

Thy Than
Bab.52 Kembali dipelantaran sekolah



Ganindra mencoba melepaskan kehangatan bersama seorang wanita yang telah membiusnya beberapa saat tadi.Gua sama sekali tak menyangka kalau gua juga punya tambatan hati yang berakar dan sangta membuatku bimbang seketika.Dekat dengan mba Mitha itu adalah sesuatu membanggakan dan special untuk gua sendiri.Tapi ada hal lain yang membuat gua senang kembali dan tersenyum kearah pintu gerbang dimana banyaknya anak-anak yang datang masuk sekolah,hadirlah Mega perempuan special dimana dialah sahabat pengertian dan bersikap dewasa untuk satu hubungan ini.Sembari duduk diatas sadel motor gua menatapnya saat ia masuk dengan wajah segar layaknya tak pernah merasakan sakit.


"Datang juga dia,seger bener.Bikin gua baper aja dia!"Beranjak turun dari motor dan menghampirinya saat ia hanya memberikan senyum-senyum tipis setelah diantar oleh supirnya.


Mendekati dan mengulurkan kedua tangan,pasti itu akal-akalan Ganindra saja buat suasana sok romantis,rasany pengen mukul aja dia.Sok-sok an mengggodaku diwaktu yang ga tepat.


"Haiiii,,sahabat special gua.Udah sembuh ternyata."Sapanya seneng banget ngelihatnya.


"Udahhh,ga usah sok romatis gitu!"Mega menolak dan menyingkirkan kedua tangan Ganindra yang sok romantis.


"Wooiiii,,,jangan gitu dong.Gua gini-gini kangen sama elu lho,apa elu udah ga ada harapan lagi buat gua!"Serangnya ketawa geli sambil merangkulnya."Ayo jalan,ntar banyak yang kepo sama kita lagi!"Rangkulnya berjalan beriringan menuju kedalam sekolahan.


Dari jauh Raisa dan Lala sudah mulai menebar racun yang mulai bisa menyengat siapapun dihadapannya.Apalagi melihat sikap perhatiannya Ganindra kepada sahabatnya tersebut membuat mereka membuat siasat untuk menganggu mereka.Tapi gimana ya?


"Rukun banget mereka berdua,tumben bisa ketemu kayak gitu!"Seloroh Lala mengernyitkan kening.


"Ga bisa dibiarin tuh,harus ada selingannya dari kita ya ga!"Ide aneh perlahan datang tiba-tiba.


Menoleh dan tersenyum untuk menjawabnya.


"Boleh juga!"Jawabnya sambil bersiap untuk membuat perhitungan yang lain.


Tak lama kemudian sebuah mobil sedan masuk kedalam halaman pelantaran sekolah dengan pelan.Rasanya ada yang aneh sampai mereka menoleh kebelakang melihat mobil siapa?kayaknya belum pernah lihat deh.


"Mobil siapa tuh?"Tanya Raisa dengan wajah serius bingung.


"Mana gua tahu!"Serang Lala mikir juga.


Tak berselang lama,tiba-tiba sosok perempuan keluar dari dalam mobil dengan senyum manis dan juga tengah melambaikan tangan untuk seseorang didalam kemudi.


"Hati-hati Om ya,makasih udah ngantar aku hehheeh!"Sambil manis menggoda.


"Kamu juga,sekolah yang bener ya.Byeee!"Sambungnya lalu Thy Than menutup pintunya,kemudian mobil tersebut memutar dan pergi meninggalkan senyuman Thy Than saat ia berjalan santai kedalam.


"Bentar-bentar,dia sama siapa ya!"Menghentikan langkah Lala yang ikutan bingung melihat ekspresi Raisa yang bingung terhadapa Thy Than.


"Emang siapa seeh dia,kan beneran itu Thy Than.Bukan orang lain Sa!"Menoleh memastikan kepadanya.


"Bukan masalah ituuuu,La.Dia itu sama siapa?kok kedengarannya akrab deh kalau dilihat-lihat!"


"Ya mana gua tahu.Mending kita samperin dan kita tanya-tanya kali-kali kita langsung tahu!"Lala pun bersua kepada Raisa.


"Boleh juga!"Langsung tancap gas,diikutin oleh wajah heran Lala yang terlalu semangat untuk mencari informasi dari lawan sahabatnya.


Keduanya berlari kecil mengejar langkah Thy Than tengah santai menuju kedalam,beberapa kali panggilan membuatnya tahu siapa itu yang memanggilnya.


"Thy Thaaan,tungguuuu!"Sergapnya langsung membuatnya bete mendapat panggilan tak ramah itu.


Tanpa menoleh dan terhenti serta bersedekap,ia tahu bagaimana alur yang akan dia berikan kepada kedua rivalnya tersebut saat mulai mendekatinya.


"Heiiii,ngapain seeh jalannya cepet-cepet.Kita juga pengen kali jalan bareng sama kamu!"Raisa pun ketus.


"Udah deh ada apa seeh,sebelum moody ku berubah.Kalian mau nanya apa!"Sambil berbalik dan menatap tajam keduanya.


"Elu tuh ga usah nyolot,kita nanya doang!"Dorong Raisa udah ga bisa nahan emosi.


"Tenaaang Sa,kita kan nanya doang.Jangan kasar dulu dong."Pinta Lala menghentikan aksinya.


"Tuuuh,dengerin temen lu ngomong.Sabar doooong!"Belanya dengan nada santai.


Sambil mengacungkan jari kearah muka Thy Than,Raisa memang jawara ga bisa nahan amarah dari dirinya sendiri sampai ingin memberinya pelajaran kepada teman Rivalnya tersebut.


"Ckckckck,,,udah manggil-manggil.Emosi lagi kalau nanya?maunya apa seeh!"Thy Than masih mengatur emosinya.


Berjalan mendekatinya dengan wajah songong serta bersedekap,ia ingin tahu siapa yang mengantarnya tadi.


"Siapa tadi yang nganter elu,emang elu udah laku!"Pertanyaan itu hampir membuatnya bingung dan ga percaya sama apa yang dipertanyakan oleh rivalnya tersebut.


"Heeeh,laku atau engga.Itu urusan aku.Ga ada yang harus tahu tentang kehidupanku emang kamu ya seneng banget nyari-nyari masalah.Males dengernya!"Langsung aja cabut dari tatapan mereka berdua seakan ga ingin lagi ngeladenin dua Rivalnya yang ga tahu diri.


Kaget juga tiba-tiba Thy Than pergi meninggalkan mereka berdua.Apa ada yang salah sama pertanyaan gua sampai dia pergi ninggalin gua.Kurang ajar dia sampai ninggalin kita berdua kayak gini.


"Heeeeh,Thy Than.Ngapain lu kabur dari kita!"Sontak teriakan itu membuat telinga Ganindra yang ga jauh-jauh amat sambil merangkul Mega terhenti.


Saling menoleh dan memainkan dagunya masing-masing,kayaknya ada yang ga beres deh sama teriakan yang memanggil sahabat mereka begitu jelas didengarnya.


"Lho kayak ada yang teriak-teriak?siapa ya!"Pertanyaan itu segera membuat Ganindra bertindak.


"Iya kayaknya ada yang neriakin nama Thy Than deh siapa ya!"Sambil mengernyitkan kening pula.


Berbalik menunggu,sebenarnya apa seeh yang diperdebatkan mereka ya."Gua lihat dulu ya!"Tersenyum Ganindra lalu meminta ijin kepada Mega.


"Gua ikuuut ya!"Menahan pergelangan tangan Sahabatnya.


Mengangguk dan menariknya dari langkah lorong sekolah menuju kedepan,sepertinya ada sesuatu yang harus dilihat olehnya,karena perasaan Ganindra memang lagi ga stabil ketika suara lantang itu menyerang sahabatnya.


Lain halnya sama Thy Than,rasanya ga mikir panjang saat harus pergi meninggalkan umpatan Raisa yang tak membuatnya tertekan malahan santai berjalan masuk kedalam,saat Raisa berusaha untuk mengejar Rivalnya malahan terhenti dan kaget melihat kedatangan Seseorang yang dirasa akan membuat keadaan semakin kacau.


"Astaga,ngapain ada dia seeh!"Terhenti serta berusaha menghindar serta sembunyi dibalik tembok diikuti oleh Lala yang mulai ga ada nyali juga.


Perlahan senyum Thy Than bahagia saat melihat Mega tengah berada diantara Ganindra,sumringah banget melihat keduanya bertemu dan saling berpelukan.Kayak ga pernah ketemu selama sehari aja gitu.


"Meeegaaaa!"


"Thy Than!"


Layaknya tengah bermain drama romansa persahabatan diantara satu lelaki,Sang pemain cinta hanya heran dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.Kayaknya ga pernah ketemu lama gitu,eeeh udah berpelukan cipika-cipiki saling melepas rindu bersama.


"Aku sehat sayang,jangan khawatir.Aku udah sembuh sekarang lihat aku udah bisa sekolah lagi kan?"Sambil menunjukkan aslinya semangat juang tak terkalahkan.


"Syukur dehh,aku seneng dengernya!"Peluknya lagi.


Tapi Sang lelaki masih terdiam dan mikir,ada apa tadi sampai nama sahabat gua diteriakin.Itu akan segera muncul dibibir Ganindra yang tengah penasaran banget.


"Eeeh,Than tadi kita berdua sempet denger kamu diteriakin?sama siapa?"Kebingungan tengak-tengok mencari keberadaan orang tadi.


Raisa dan Lala langsung menghilang dan mencoba tak ingin membuat ulah lagi didepan Ganindra.Siapa yang ga tahu kalau udah dia marah bisa-bisa ga mandang siapa yang akan dia serang,mendingan kabur aja.


"Oooh,udah ga usah ditanyain lagi.Nanti aja kita ngobrol.Masuk yuk!"Ajaknya menggandeng Sahabatnya kembali masuk kedalam.


Sambil jalan bareng ada aja obrolan diurai oleh mereka berdua saat ini,jelas hal tersebut tidak bisa buat seorang Lelaki untuk ikut ambil bagian.Seakan udah ga ada yang diperlukan lagi kehadirannya disisinya.


"Kamu tuh,kalau udah sembuh kayak gini.Jaga kesehatan jangan kemana-mana.Kabur apa lagi!"Sewot juga Thy Than melihat senyuman khas dari Mega.


"Trus gimana tadiiiii?kamu ga bilang sama gua.Tadi ada apaan?"Masih saja Ganindra penasaran.


"Udah ga usah dibahas,nanti aja kita kumpul lagi trus kita bahas sama Adam.Gimana!"Memberinya ide seraya mengangkat kedua alisnya.


"Ya udah,nanti cerita lho.Awas aja kalau ga cerita bakalan aku cari siapa yang meneriaki kamu tadi!"Sambil merangkul Thy Than.


Gerah juga sama sikap Ganindra sampai ia melepaskan pelukannya dan ga enak kalau dilihat sama Mega.


"Jangan gitu aaah,gerah tahuuu Ndra!"Pintanya ga terima.


Menahan tawanya,Mega lucu juga melihat mereka berdua tengah berdebat sampai harus berada diantara dua hal berbeda menyatukan seeh engga.Tapi ada aja kalimat konyol terus datang saling menimpali.


Raisa dan Lala sungguh tak menyangka teriakannya bisa membuat Ganindra tahu sebenarnya siapa yang telah membuat kegaduhan ini.Dengan raut wajah antara marah atau gelisah dan takut,ia mencoba membuat ide aneh lagi yang kembali ditolak oleh sahabatnya sendiri.


"Gilaaa ya,kenapa seeh Ganindra bisa perhatian sama Thy Than?kan aku jadi ga enak sama dia!"


"Udahlah jangan lagi ya main-main didepan dia.Kan kita tahu gimana reaksinya Ganindra kalau sahabatnya diganggu kayak tadi!"Mencoba mencegahnya.


"Tapi gua punya ide buat Thy Than supaya dia ga deket lagi sama Ganindra!"Melancipkan idenya dengan songongnya.


"Emang kamu mau ngelakuin apa sama Thy Than?"Penasaran dibuatnya.


"Lihat aja,bakalan aku bejek-bejek tuh dia sampai ga mau deket-deket lagi sama Ganindra."Sambil mengepal tangan serta memukulkan ketangan kirinya.


Menepuk pundak Raisa,Lala rasanya ga mungkin mau mengikuti gaya emosi tengah merasuki dirinya.


"Engga deh,gua ga mau lagi kalau urusan itu.Bahaya Sa kamy tahu kan sekarang siapa yang berada disampingnya Thy Than.Kalau ga Ganindra ya Adam,mereka tuh sahabat ga akur tapi kalau masalah Thy Than sama Mega,BAHAYA LHO!"Kembali membuatnya mengurungkan niatnya.


Tentu dari jauh Adam yang mendengar obrolan mereka, hanya senyum-senyum sendiri melihat mereka antara takut dan terobsesi untuk membuat ide aneh yang mungkin juga ga mungkin bisa mereka laksanakan niatnya.Palingan nyari beckingan dulu baru mereka diatas tanduk.


"Tanduknya banteng siapa ya hehehehe!"Menahan tawanya lalu jalan santai didepannya seakan ga tahu keberadaan mereka berdua karena saking konsentrasinya mereka tanpa menyadari siapa yang lewat.


"Numpang lewaaaat!"Suaranya lantang membuat mereka yang tengah berbisik kata untuk sebuah rencana jahatnya harus tersentak kaget melihat sosok Adam,diam tapi menyimpan bahaya untuk keduanya.


Tersentak tak menyangka melihat kehadiran Adam yang dipastikan suara mereka benar-benar ketahuan.Memang sial banget kalau tak bisa hati-hati dalam mengambil sebuah ide gila mereka.


"Sialan,,,ada Adam lagi!"Gerutunya kesal.


"Iya ngapain seeh ada dia disekitar sini?"


Dia berbalik dan melambaikan tangan,rasanya akan ada perang besar neeh kalau udah dipegang sama Adam.Bahaya bisa ga aman kehadiranku disini!


"Ayo deh kita masuk.Biarin nanti kita hadepin bareng-bareng ya!"Melirik berharap Lala ikut membantunya.


"Ya bolehlah!"Jawab Lala pasrah ikut aja sama apa yang dibuat oleh Raisa.


Adam pun belum menemukan Ganindra,kemana sebenarnya mereka ya.Sambil melihat jam tangannya perlahan ga berharap banget karena waktu tinggal beberapa menit suara bel sekolah berbunyi untuk membuat hening sejenak didalam kelas.


"Yaaah,ga ada harapan buat ketemu sama Ganindra sama dua permaisurinya.Entar deh!"Langsung cabut ganti arah menuju ruangan kelas IPS miliknya.


Didepan ruang kelas masih saja Ganindra memberikan perhatian teruntuk Mega tentunya.Ada rasa kangen beguti dalam ketika dia sudah beberapa waktu tidak ketemu mereka.Keduanya berbalik dan menunggu sang lelaki itu memainkan kata dan kalimat miliknya.Mungkin akan memberikan pencerahan buat Mega,apa Thy Than ikutan terlibat,entahlah.


"Ya ampun,udah sampai sini ga pergi-pergi seeh sayaaang!"Thy Than berusaha baik kepada Ganindra.


Sontak Mega menahan tawa melihat sikap Thy Than yang perhatian banget sampai ga bisa bilang lainnya,tatapan kaget Sang lelaki melihat kelakuan Mega jelas itu membuatnya diam tanpa kata,lalu menoleh kearah Sahabatanya.


"Ya gua kan jagain kalian berdua biar ga kenapa-napa.Sa-lah?"Mengangkat kedua alisnya.


"Engga seeh,kan kuta berada disekolahan dan itu tandanya aman.Kamu ga usah mikir yang tidak-tidak biar nanti kita juga tenang lihat kamu senyum!"


"Iya,ga usag over protektif sama kita berdua.Emang kita masih bayi?butuh perhatian kamu,hehehehe."Lanjut Mega kembali mengumbar senyum kepadanya.


Thy Than mendongak dan melihat seorang guru tengah berjalan menuju ruangan kelasnya,langsung aja dia mengusirnya.


"Sayaaang,tuh pak Arman udah dateng.Kamu cabut geeh ntar diomelin lagi.Sok mangkal disini!"Ujarnya pasti.


Menoleh dengan wajah terkejut melihat sosok guru garang telah melangkah dengan tatapan aneh melihat Ganindra masih berada didepan kelasnya.Pasti dia mau ngapa-ngapain mereka berdua tuh hehehhe.Sasaran empuk dan harus segera dibasmi tuh anak dari hadapan saya.


"Udah buruan kabur sebelum omelan khasnya tampil merusak pendengaranmu Ndraaa!"Pinta Mega mendorongnya agar segera kabur.


"Iya,iya kalian hati-hati ya.Love youu!"Berlari kecil dan melambaikan tangan kearah mereka berdua.


"Byeeee!"Jawab mereka kompak dan langsung masuk kedalam kelas.


Menghela nafas panjang,terhenti pula melihat mereka udah kabur duluan.Ga jadi pasang urat nadi yang kenceng sama Ganindra.Kangen saya pengen omelin tuh anak heheheh.Berjalan kembali dan masuk keruangan serta menyapa semuanya didalam kelas.


Ganindra mengambil langkah seribu dan hilang dari pandangan sang Guru,terhenti lega sambil mengatur nafasnya untuk kembali jalan santai menuju ruangan kelasnya.Ga ada yang bisa menghentikan langkahku saat aku benar suka sama mereka berdua.Pilihan yang lucu dsn menggemaskan juga buat Thy Than.