Thy Than

Thy Than
Bab.17 Pagi bersama orang lain



Deg-degan dirasakan Dahlia saat ia masuk kembali kekamar untuk mempersiapkan waktu hari ini untuk seorang partner kerja yang menurutnya bikin masalah melulu.Gimana tidak, Dia telah membuat Dahlia sampai harus merelakan waktu bersama kekasihnya dan tak tahu harus melakukan rutinitas apa lagi bersamanya.


Lama juga nunggu wanita satu ini,sampai Anjas pun ga bisa nunggu lama sampai ia berjalan menuju dapurnya serta melihat-lihat apa yang ada tersimpan dikulkasnya.Lama kan lebih baik menikmati apa didalamnya,mungkin ada sesuatu bisa dimakan atau ditenggak hehehe.Bisa juga kalu aku jahil kali ini.Mengeluarkan sebuah kue tart menggoda hatinya.


"Waah enak neeh!"Sambil mengeluarkan dari kulkas,menata dimeja kitchen,ia tak menyadari kalau kue itu adalah kejutan untuk kekasih Dahlia.


Menoleh melihat ada pisau,langsung aja dia potong sebagian lalu menaruhnya dipiring,berbalik mengambil sendok untuk mencicipi kue lembut yang cantik serta menarik matanya untuk mencobanya.


"Heemm,,,enak juga.Pinter banget kalau dia beli!"Lagi mengambil sesuap saat pintu kamar Dahlia terbuka saat itulah mata dan jiwanya terkejut,tercengang bahkan ingin teriak pun ga bisa.


"HAAAAAHHH,,,,,KU-EEE KUUUUU!"Sambil mendekap kedua pipinya,rasanya jantungnya copot dan ga nyangka saat melihat lagi sebagian kuenya udah kepotong dan bopel-bopel.


"Enak Dahlia,beli dimana?"Tanya Anjas santai masih aja sesuap demi sesuap ia nikmati dengan rasa berbeda.


Bergegas mendekati dengan wakah ga karuan kesal,marah bahkan esmosi jiwa sampai menarik kue tengah dinikmati oleh Anjas.


"Kueeekuuuu!"Wuusss,,,tarikannya membuat Anjas pun tak terima,langsung diambil lagi.


"Enaaaak kuenya ini,ngapain kamu ambil seeh!"Lagi mengambil dari tanganya Dahlia.


"Ini kue buat kekasihku paaaak,,,,ngapain diambil dan dimakan seeh.Ga ijin lagi!"Rengeknya ga terima sempat berkaca-kaca pengen nangis.


"Ehhh ngapain diambil lagi,,,aku minta.Enak ini!"Lagi Anjas masih pengen menikmati kuenya.


"Paaaak,,,ini tuh kue yang aku beli buat kekasihku.Ngapain bapak makan seeh.Haduuuuh,mahal ini paaak!"Serunya ga terima.


"Haduuuh,,,kue kayak gini.Ntar aku beliin deh,aku habisin ya hehehhe!"Masih aja pengen nyaplok ampe habis.


Tetesan air matanya seakan ga terima melihat lahapnya Anjas menikmati sampai senyum-senyum sendiri menggodanya.


"Emang kamu mau,,,sini-sini aku suapin yaaa,,,Aaa mangap dong mulutnya!"Pintanya mengmbil sesuap kue.


"Enggaaaa,,,aku ga tegaaaa paaak!"Kembali menggelengkan kepala seraya merengek lagi.


"Ya udah aku habisin dulu,ntar kita jalan okey!"


Ngambek deh sambil berbalik berjalan kedepan lalu menghempaskan tubuhnya dikursi sofa seraya terisak-isak tak menyangka bisa melihat kue hasil nabungnya bisa hancur karena keusilan pak Anjas yang semena-mena memakannya.


"Enak banget,,,!"Menaruhnya diwastafel lalu merapikan kuenya,berjalan beberapa langkah.Ia terhenti ingat kalau kuenya belum dimasukkan kembali.


"Astaga lupa,,,ntar melted kan ga enak."Kembali memasukkan kedalam kulkas.


Sambil mengibaskan kedua tanganya,saatnya berjalan kedepan serta duduk mendekap kedua bahunya Dahlia yang tengah bersedih merasakannya.


"Hik,,,hik,,,hik,,,hik,,,,jahat banget tuh orang.Ga menghargai apa kalau itu kue buat pacarku!"Masih ga terima terisak-isak melihatnya hancur berkeping-keping.


"Ga usah nangis,,ntar aku beliin yang bagusan lagi.Santai aja yaaa!"Sambil duduk disampingnya.


Melirik dengan kesal,memangnya bisa membuat aku senang dalam sekejab.Tahu kan kalau hatiku tengah sakit karena kue yang bermakna ini hancur gara-gara kejahilannya pak Anjas.


"Beneran lho pak,beliin.Ntar itu makan aja aku minta yang baru buat pacarku!"Mulai menuntutnya.


"Okey jangan khawatir.Sekarang ikut aku jalan-jalan kita nyari alamat yang diberikan sama mas William ya."Ujarnya sambil beranjak berdiri serta mengulurkan tangan untuk Dahlia.


"Beneran pak!"


"Iyaaa bener,ayolah jangan ngambek-ngambek.Ntar cepet tua,trus kamu keriput dan ditinggalin sama kekasihmu lalu bubar mau?"Tanya balik.


"Engga!"Sambil menggelengkan kepala.


"Ya udah sekarang ikut,kita nyari breakfast yang enak mau ga?"Tawarnya sambil mengumbar senyum.


"Iya deh!"Jawabnya masih setengah hati untuk menjalankan tugasnya menemani sang Anjas.


Berjalan keluar serta meraih tas miliknya,Dahlia pun segera merapikan make upnya kembali.Iapun mengikuti langkah Anjas yang telah siap untuk membawanya menikmati perjalanan sempurna darinya.


"Ini helmnya!"Sambil duduk diatas bangku motor serta memberikan kepada Dahlia.


Memakai penuh emosi sampai ga bisa memasang pengikat helmnya,beberapa kali pun susah sampai segera Anjas membantunya itupun diiringi oleh tawa geli darinya.


"Sini-sini aku bantuin,kayaknya ga bisa-bisa deh dari tadi.Sini!"Pintanya mulai perhatian sama Dahlia.


Menurunkan tangannya lalu mendekatkan kepalanya yang tertutup oleh helm,Senyum itu saat melihat sang wanita benar-benar ga terima sama apa yang dilakukan oleh Anjas dengan membuatnya semakin kesal.


"Udahkan,,,beres!"Sambil memainkan tangannya.


"Iyaaa!"Langsung aja dia menaiki motor serta duduk dengan beberapa pertimbangannya sampai ia merasa nyaman.


"Udah siap kan?"Menoleh memastikan kembali.


Ia mengangguk dan pastinya mendekap kedua pinggulnya, pasrah aja sama kelakuan Anjas yang membawanya kesebuah alamat tujuannya.Melihat pertama adalah alamat dari Thy Than,apa ini adalah tempat yang sesuai dengan pencarian selanjutnya.


"Sekarang kita kealamat pertama,semoga saja kita mendapatkan jawaban pertama ya!"Sambil memberikan sebuah alamat kepada Dahlia.


"Apa ini pak maksudnya."Tanya balik.


"Arahin aku menuju rumah ini?kamu kan hafal daerah itu kan?"Ujarnya yakin.


"Lho,,,emangnya bapak tahu kelebihanku?"Tanya balik.


"Ya kali-kali kamu tahu dan mengarahkannya dengan baik.Pasti kita sampai dengan selamat.Lalu janjiku untuk membelikan kamu kue tart akan terlaksana.Gimana?"Sambil mengangkat kedua alisnya.


"Bener pak ya,beliin ya!"Pintanya sambil mengangkat jarinya.


"Ya bolehlah."Langsung tancap gas.


Heeem,,,ini adalah pagi yang menyenangkan saat aku bisa dekat dengan seorang wanita yang perlahan hangat dan mulai mencair sama sikap yang sebenarnya.Ga mungkin dong aku membuatnya terus-terussan kesal,melihat tangannya sama sekali ga menyentuh pinggulnya,langsung aja dia menarik dan mendekapkan tangannya kepinggul Anjas.


Rasanya aneh,dia menolak lalu kembali lagi menariknya sampai ia melirik dengan wajah kesal lagi.Saat menoleh pun ada senyum yang diinginkan oleh sang pria untuk lebih dekat dan obrolan hangat pun dibuat olehnya.


"Ayolah jangan ngambek-ngambek.Kan kamu udah janji sama aku.Mending kita cari breakfast ya biar ga marah-marah lagi okey!"Ujarnya sambil mencari restoran yang pas untuknya.


"Terserah bapak,yang penting aku ga ngambek lagi.Gimana caranya bapak membuat aku senyaman itu!"


"Okey,sekarang aku akan buat kamu ga bakalan marah lagi.Kita cari sarapan yang enak dan pastinya akan membuat kita baik lagi yaaa!"Dengan ketelatenan Anjas untuk mencari sarapan pagi pun akhirnya terhenti disebuah restoran nasi padang yang mulai membuatnya kembali bernostalgia dengan hidupnya dimasa lalu.


Terhenti pelan pastinya disebuah restoran mewah nasi padang,wajah senang seorang Anjas pasti menemukan titik makan yang pasti membuatnya semakin semangat saat berada diparkiran.


"Gimana kamu suka kan makan disini?supaya kita nostalgia lagi!"Tariknya masuk kedalam.


Seakan permintaaanya pun segera sirna,ga papalah makan disini.Juga aku udah lama ga makan nasi padang,kan seru juga sambil berjalan masuk kedalam.


Saling tengak-tengok bingung melihat meja makan yang mulai penuh membuat mereka saling memilih yang ga kompak sama sekali dengan menunjuk satu tempat.


"Sebelah sana ya!"Tunjuk Anjas yakin dipojokan adalah tempat yang pas untuk menikmati sarapan paginya.


"Sebelah sana!"Malahan kompak tetapi salah jalur yang berbeda sampai membuat keduanya saling bertatapan dan ga ngerti lagi untuk memilihnya.


"Apaaan seeh pak,sebelah sana kan lebih enak.Nyaman dan ga bakalan bikin kita bosan!"Celetuk Dahlia dengan menghela nafas panjang.


"Engga,sebelah sana aja.Kita tuh lebih memiliki nilai estetika yang lebih baik kalau membuat jalan fikiran kita lebih baik."Jelas Anjas membuatnya mengernyitkan kening heran.


Kenapa seeh makan aja seribet itu dan ga bakalan bisa dibicarakan dengan baik-baik.Kalau aku bakalan menolaknya tapi ini masalah kue yang dihabiskan sama dia.Aku harus bisa minta kembali kueku yang dimakan sama pak Anjas.


"Ya udah deh,terserah bapak mau makan dimana sekarang aki ngikut sama bapak.Yang jelas kueku nanti harus kembali baik lagi."Pintanya masih mengungkitnya lagi.


"Kamu tuh masih aja mikirin kue itu.Tenang aja,Anjas tidak akan mengecewakan seseorang untuk satu hal yang ia lukai.Apalagi kue tart yang aku makan tadi.Maaf ya!"Sambil menyentuh kedua tangannya.


"Ya udah kita makan sekarang,habis kita selesaikan pencarian alamat itu.Kita kemana terserah kamu aku bakalan ikutin yaaa!"


"Haaah,,,beneran?"Tanya balik.


"Iyaaalah,ga mungkin dong aku melanggar janjiku!"


"Bener janji ya!"Sambil mengangkat jari kelingkingnya.


"Janji!"Anjas pun membalasnya dengan menyatukan jari kelinglingnya bersama Dahlia.


Akhirnya senyum itu kembali merekah dalam hati dan keikhlasan pun datang secara tiba-tiba dan membuat Anjas pun lega bisa mengajaknya sarapan pagi bersama tanpa ada perselisihan kembali.


Ga bisa dibayangkan saat gua datang kekampus dengan wajah yang was-was karena membawa mobil yang ga biasanya aku pake.Mobil klasik berwarna silver dengan dua spion yang khas menonjol itu berubah menjadi mobil semewah ranger over berwarna hitam metalik dengan kemewahan yang tak bisa dibayangkan lagi.


Saat keluar dari dalam mobil pun tak mungkin mereka cuek dengan kehadiranku ini.Pastilah menjadi pusat perhatian sampai salah satu teman yang biasanya saling nimbrung pun terperangah dan mendekatiku dengan herannya bertanya.


"Syaaa,,,,kamu dapat mobil dari mana kok mewah banget?pinjem kamu?"Tanya balik sambil ga percaya melihat disampingnya itu sambil mengelus mulusnya sang mobil tersebut.


"Heeeh,,keren kan?ga bakalan deh kamu bisa pinjem mobil sekeren ini ya kaaan!"Candanya ngeledek.


"Emangnya punya siapa seeh itu?"Penasaran sampai bersandar disamping mobil tersebut.


"Ada deh,yuk jalan bareng gua.Kali-kali gua punya firasat dan mau jelasin sama kamu kalau itu punya siapa!"Rangkulnya sambil berjalan masuk kedalam kampus.


"Boleh juga tuh,,,bisa pinjem ga?"Tanya temannya sambil menoleh lagi dan berbalik ingin meminjamnya.


"Ga bakalan deh kamu bisa pinjam itu mobil,mendingan lu pinjem mobil gua yang klasik itu aja biar ga resiko gimana?"Memberinya tawaran menarik.


"Lagian seserem itu kalau pinjem mobil kayak gitu sama elu!kayaknya seru juga kali ya!"Sambil masuk kedalam ruangan kuliah.


Duduk diantara urutan tengah-tengah,Rasya mencoba menyerap ilmu yang tengah berlangsung dalam pandangannya saat ini.Serius kali ini memang harus lebih fokus sampai ia tak bisa membayangkan seseksi itu Ashila dihadapanku saat ini.Astaga gila banget dia bisa membuatku melayang-layang tanpa ada yang bisa menghentikanku dalam melihat pesonamu Sayang.


Tatapan seorang dosen itu pun mencuri perhatian,apalagi Rasya itu adalah salah satu mahasiswa yang terdiam bagai patung seraya tersenyum seperti apa yang bukan biasanya sampai ia memanggilnya.


"RASYAAAA,,,,HEEEIIII.RASYAAAA BISA LIHAT AKU?"Tanya seorang dosen sambil menyadarkan lelaki bernama Rasya.


Jelas semua mengarah langsung kearah tempat duduk Rasya sampai tak menyangka bahwa ia terbawa oleh bayangan khayalan seorang wanita tengah meracuninya.


"Haduuuh,,,dia mikirin siapa lagi?ini kan pelajaran yang penting buat dia!"Sambil menepuk keningnya,tak menyangka dia bisa seperti itu.


Tangannya pun seakan melambaikan untuk menyadarkan lamunan yang tengah mengganggu jalannya sebuah pelajaran penting diruangan itu.


"Syaaa,,,,Rasyaaaa,,bangun wooiiiii!"Bisiknya sampai ia akhirnya sadar dan menoleh kearah Arman yang hanya mengumbar senyum kepadanya.


"Tuuuuh pak Ari nungguin elu dari tadi ga sadar-sadar!"Sambil menepuk pundaknya.


Sadar sampai ia kembali tak sadar lagi seraya bingung khas wajah konyolnya tampil.


"Haaaah,,,apaan?"Kembali tak mengerti.


"Heeiiii,,,Rasya sadar kamu.Dari tadi ngelamun aja,mikirin siapa seeh?"Tanya balik.


Matanya langsung mengarah ke pak Ari,wajah mematung dan tak menyangka ternyata ia kebablasan melamunkan seseorang yang semakin membuatnya terjerat semakin dalam.


"Ooh maaf pak,,saya kebablasan mikirin orang lain hehehhe!"Ujarnya kebingungan.


Bersedekap menatap kesal sembari menghela nafas panjang pasti itu kadang membuat pak Ari ga habis fikir sama Anak didiknya tersebut.


"Ya udah,untung aja kamu mahasiswa berprestasi,kalau engga bapak gantung kamu diujung sana!"Sambil nunjuk kearah jendela ujung.


Langsung pada menoleh dan menatap tajam,tak menyangka bisa sejauh itu fikiran pak Ari untuk menjatuhkan image seorang Rasya sang lelaki playboy.Tapi kadang seplayboy nya dia.Tetep aja ga bisa mempermainkan wanita dengan segala arah berbeda.


"Kita lanjutkan lagi,pelajarannya okey!"


Disekolah pun Thy Than tengah merasakan dirinya berada dalam kebahagiaan saat pelajaran pertama adalah olah raga yang menguras strategi bola saat ia tengah memainkan aksinya bersaing dengan lawan bebuyutannya yaitu Raisa dan Nana yang sudah siap dengan gaya natural mereka.


"Ayo Thy Than lawan kita berdua.kalau kamu menang kita traktir deh,ya ga Naaa!"Lawan Raisa dengan menoleh kearahnya.


"Iya payah banget seeh kamu ga bisa ngalahin kita berdua!"Sambil memainkan bolanya.


"Ya emang ga rejeki kali,,,awas aja kalau aku dapatkan bolanya!"Langsung menyerang dan mengejutkan keduanya sampai keduanya menoleh terpaku sama kelihaiannya merebut bola langsung saja dilempar sama teman lainnya.


"Haaaah,,,,kok bisa seeh?"Sambil mendekap kepalanya heran tak percaya.


"Iya kalah lagi seeh,kena kibul kita.Seraaaang!"Anna pun langsung menyerang dengan strategi barunya.


Ya okelah saat ini Thy Than kalah lagi sama gaya natural Anna dan Raisa.Huuuh,,,terdiam sambil melirik keduanya yang berhasil mengibuli dirinya.Mau marah gimana,apalagi lirikan sang pemain perempuan itu menyimpan dendam untuk bisa mengalahkannya.


"Ayooolah Thy Than,kalahin dong mereka.Masak ga bisa seeh?"Gerutu temannya ikutan kesal pula.


"Iya bentar,lagi mikir neeh!"Kesal juga dari tadi dipojokin melulu sama teamnya.


Dari jaug pak Radithya dengan tampilan bugar serta tengah konsetrasi pula melihat pergerakan murid-muridnya tentu juga ia gemas sama Thy Than saat tengah mendapatkan peluang malahan gagal lagi sama strategi yang dibuat oleh dua sahabat itu.


"Astagaaa,,,kenapa bisa pecah seribu seeh pemikirannya Thy Than!"Sambil menutup wajahnya dengan pasrah.


Padahal dia udah pintar banget memainkan gamenya,malahan kosong seeh saat mulai beraksi.Ada-ada aja deh kalau kayak gini.Ga bakalan bisa ikutan turnamen neeh anak.


"Ayoooo Thy Than,,,semangat doooong!"Teriaknya sambil menyatukan kedua tangannya.


"Haaaah!"Langsung menoleh dengan wajah galau seketika.


Permainan yang selanjutnya berakhir dengan skor yang tak biasa yaitu keduanya pun berhasil sedikit imbang dimana kemenangan kembali dipegang oleh Raisa lagi,Thy Than masih gagal dilevel selanjutnya.


Setelah permainan perlahan usai dengan skor tipis akhirnya Sang idola pun menyerah telak dengan skor masih beda tipis yaitu 33-35.Olah raga kali ini pun usai dengan waktu yang semakin membuat pak Radith kecewa lagi sama Thy Than yang tidak menunjukkan performanya yang baik digame pertama dan terakhirnya.


"Thy Than kok bisa kamu kalah seeh!"Sambil mendekapkan handuk dikepalanya.


Meringis sok imyut dan mengatakan hal konyol kepadanya.


"Maaf deh pak,lain kali aku ga bakalan mikirin senyumannya bapak waktu itu.Bikin baper seeh!"Sambil tak menyadarinya.


Mengambil handuknya dan mengelap wajahnya yang semakin penuh dengan keringat dan terus duduk santai mengambil minumannya.


"Heeem,,,,segernyaaa!"Seraya menuangkan langsung kewajahnya.Membasuhnya dengan segar dan melepas lelahnya.


Raisa dan Anna datang menghampirinya serta duduk disampingnya.


"Ngapain seeh?kangen sama aku lagi!"Mengeluarkan statmen lucu sampai mereka ketawa.


"Hahahahaha,ya enggalah.Kita kan ga dapat tempat duduk aja.Tempat kamu tuh lebar mangkanya kita duduk disamping kamu!"


Sembari mengangkat dagunya.


"Oooooo ,,,gitu ya."Jawaban singkat dan jelas itu membuatnya ga nyangka aja.


Tak lama sebuah panggilan dari pak Raditya pun membuatnya menoleh kebelakang dan mengeryitkan keningnya.


"Thy Than,,sini dulu.Bapak mau bicara!"Panggilnya bikin bete,tapi malahan temannya kayak kebakaran jenggot aja mendengar panggilan itu hanya untuk Thy Than.


"Oke pak,sebentar ya.Jangan berantem kalian berdua aku tinggal!"Thy Than pun berpesan.


"Haaaah,,,,peduli amat sama eluu!"Jawab mereka kompak penuh kekesalan.


"Naaah kan,udah esmosi weeek!"Lanjutnya ngeledek sambil berlari mendekati gurunya.