
Perlahan Morgan mendekati Monalisa yang tengah membereskan makanannya yang masih tertata dimeja makan.Ada tersirat pertanyaan dalam dirinya tentang sosok pria yang akan menjadi bagian hidup dan permainannya. Apakah itu akan membuatnya senang atau tidak ketika sebuah jawaban pasti tengah membuat sang pria berfikir tentang misinya tersebut.
Tatapan penuh makna seorang Morgan telah membuat hati sang kekasih menjadi lebih tenang serta membalasnya dengan dekapan serta menciumnya.
"Kenapa Tuan,ada sesuatu mungkin yang anda sembunyikan?"
"Tidak ada,hanya saja aku masih tidak menyangka kalau kamu melakukan itu hanya untukku.Apakah aku egois?"Kembali mempertanyakan kepadanya.
Berfikir lebih santai dan tertawa geli,Tuan adalah seorang pria yang amat mencintai seorang wanita satu-satunya yang ia perjuangkan.Tetapi dia malahan membuat pernyataan bahwa dirinya seakan tak ingin kekasihnya pergi bersama pria lain.
"Tidak,,,tidak ada kata egois ketika kita sudah mendapatkan apa yang akan kita inginkan Tuan.Saya sangat menyukai pekerjaan ini.Jadi tidak masalah bila harus bersikap seperti itu kepadaku.Saya tahu banyak hal yang akan membuat anda semakin merasa tidak nyaman kan!"
Ia mengangguk dan kembali mengumbar senyum kepadanya."Anda sangat tahu siapa saya.Saya adalah penggoda yang akan membuat hati seorang pria target anda menjadi seorang yang bodoh karena kepintaran saya,heheheh!"Ujarnya dengan senyum khasnya.
"Oke kalau menurutmu itu akan membuat kamu semakin bisa mendekati dan tahu sebenarnya siapa pria itu.Aku akan tetap memberikan waktu dan pekerjaan ini untukmu hingga masalah ini selesai ya!"Ia mengangguk kembali membereskan semuanya dengan baik.
Quality time saat tengah mereka rasakan bersama,memadu cinta tanpa ada yang mengganggunya.Berada diruang tengah keduanya saling berbagi informasi tentang Yoshi yang semakin gila saja dia saat menjadi bagian tengah malam bersamanya.Pastinya dia akan kembali kecewa ketika tengah bangun dan mendapati wanita semalam telah hilang pula seperti yang dilakukan oleh Joana terhadapnya.
Ketika ia perlahan bangun dengan pegalnya seraya merentangkan tangan,ketika menoleh dia sama sekali tidak mendapati sosok wanita yang telah menjadi permaian malamnya tengah hilang tanpa sebuah jejak.
"Haaah,kemana lagi dia.Haduuuuh selalu saja setiap malam seperti ini.Wanita pujaanku selalu menghilang dipagi hari!"Merunduk serta mendekap kepalanya.
Lalu ia beranjak untuk turun dari ranjang memakai celananya kembali.Bergegas untuk kembali menatap pagi tanpa seorang wanita berada disisinya.
"Sebenarnya siapa dia?selalu datang dengan hangat dan pergi seperti pencuri.Meninggalkanku sendirian seperti ini."Berbalik bersandar dipembatas pagar,bersedekap merasakan dan menghayati kenikmatan semalam telah hilang begitu saja.
Beringsut kekamar mandi dan membasahi seluruh tubuhnya,hingga berada didepan cermin dengan pakaian khas seorang pengusaha yang siap dengan permaian hidupnya.Menikmati sarapan pagi dengan santai serta membayangkan sebuah pertemuan kembali dengan sosok bernama Monalisa.Sungguh membuatnya tak berdaya oleh keindahan serta dekapan tak pernah ia dapatkan hanya semalam saja.
Sampai dilobby utama,kedatangan Rey dan Joana menjadi angin segar dipagi hari,tampilan sang asistan semakin membuat pasang mata seakan menjadi incaran dari banyak orang terutama ketika Reza tengah berada tak jauh untuk mendekati pintu Lift.
"Selamat pagi Tuan,,!"Sapa beberapa orang yang melihat pimpinan perusahaan tengah melintasi mereka.
"Pagi!"Jawabnya singkat dan juga senyum menawaan tengah menjadi teman terbaiknya.
"Pagi Tuan dan someone!"Sapanya hangat membuat Joana segera menoleh dan tersenyum menyapa Reza.
"Pak Reza,anda juga baru datang ya!"Ketiganya masuk kedalam lift bersama.
"Iya,nanti ada beberapa obrolan yang akan kita bahas kan Tuan muda.!"Tanya Reza berharap itu benar.
"Obrolan apa ya?"Tersungging penasaran tentang apa yang akan dibicarakan oleh keduanya.
Menoleh menjawab dengan teka-teki
"Nanti kamu juga tahu sendiri Joe!"Lanjutnya santai kembali.
Reza pun menahan tawanya saat tengah berada dibelakang mereka berdua,sontak hal tersebut membuat Joana kesal saja melihatnya.Sadar Joana telah menatapnya sejenak,ia hanya memberikan isapan jempolnya.
Keluar dari keruangan lift,keduanya pun berjalan menuju ruangan executive milik Rey.Sedangkan Reza pun berbalik menuju ruangannya sendiri.Saat kedatangan Rey,Delisa langsung berdiri dan memberikan salam.Tentunya itu mendapat kode terima kasih dari Joana saat keduanya beranjak masuk kedalam.
Duduk dimeja kerjanya,sedangkan Joana pun pula bersiap untuk menyiapkan berkas untuk segera ia pelajari.Dengan telaten menyiapkan beberapa hal yang akan segera ia bertemu dengan seseorang diruang meeting.Rasanya juga aneh ketika harus menyiapkan semuanya,malahan bersedekap mendongak serta menatap tanpa berkedip sampai-sampai memunculkan kalimat untuk Tuan muda.
"Ada sesuatu sama saya Tuan,dari cara anda memandang saya aneh banget!"Mengernyitkan kening bingung dengan mematung tanpa sebab.
"Aneh aja,kamu kok terlalu cantik untuk jadi asistanku,cerdas dan memikat."Menatap belakangnya sebentar dan kembali semula kembali tersenyum.
"Haaaah,ada apa lagi Tuan muda.Melihat apa?"Menoleh kebelakang kebingungan apa yang dilihatnya.
"Seksi and hotte's!"Meringis lebar memberikan senyuman renyah.
"Huuuuuh,,,ada aja yang dibahas."Setelah selesai menyusun beberapa berkas,melaporkan hasil kerjanya dengan sempurna.
"Tuan semua berkas yang Tuan minta sudah saya siapkan,ada lagi yang harus saya kerjakan?"Kembali bertanya.
"Nanti kamu kabari Delisa dan Reza kita meeting disini aja,atau lebih seru kita diruang meeting saja!"Beranjak berdiri serta mendekatinya.
Rey pun ingat saat ini ia tengah berada ditempat mana,sampai lupa ingin memeluk wanita yang menggoda ini akhirnya tidak jadi."Uuuhhh,,,lupa lagi!"Seraya menyentuh keningnya tangan kirinya menyentuh pinggangnya.
Menoleh heran,kenapa aneh lagi Tuan muda ya.Berbalik mencoba mempertanyakan hal tersebut.
"Tuan sebenarnya kenapa seeh?dari tadi kok aneh bangeeet dan tidak biasanya."Mendekap kedua pipinya.
Malahan kaget dengan sikap Joana malah lebih perhatian kepadanya,lemas juga rasanya kalau harus menjelaskan.
"Ga ada apa-apa kok,cuman aneh aja.Nanti kalau aku berbuat aneh-aneh sama kamu kan.Ini kantor jadi aku ngerasa ga enak aja sama orang-orang yang melihatnya!"Lanjutnya dengan tatapan halus.
"Oke pemikiran yang pas Tuan,mau nelpon mereka datang sekarang atau nanti kita berangkat ke ruang meeting baru saya hubungin mereka?"Mencoba memberikan tawaran yang berbeda.
"Yaaah,sekarang aja kita berangkat bareng.Ga seru tanpa mereka berdua!"Tersungging masam kearahnya.
"Ya yayaya,saya hubungin mereka sekarang?"
"Iya sekarang!"Lanjutnya menampakkan wajah serius tetapi masih ada lucunya sampai ketawa lagi Joana.
"Bisa ketawa juga kamu ya!"Menghela nafas kesal.
"Santai Tuan muda,sebentar ya!"Mengambil gagang telepon serta menghubungi Reza berlanjut dengan Delisa yang tengah sibuk dengan beberapa hal.
Setelah cukup lama sekitar 5 menit obrolan yang berupa basa-basi membuat Rey kembali menahan kejahilannya untuk tidak membuat keadaan tambah menghangatkan.Saat berbalik pun laporan selesai telah menghubungi mereka berdua,saatnya untuk berangkat tentu Reza dan Delisa sudah siap segera.
"Siap Tuan?"Kembali memastikan kesiapan dari Tuan muda.
Beranjak berdiri,mengumbar senyum siap.Rasanya ga seru kalau harus menyentuh pinggulnya dan mengajak jalan bareng,heran baru kali ini Tuan muda bersikap seperti itu kepadaku.Kadang kaku kadang pula mesrah seraya menggelengkan kepala.Saat membuka pintu,ada senyum sapa ramah dari Delisa yang tentunya membuat Joana semangat untuk menyapa dan berpelukan serta tak lupa cium pipi kanan dan kiri,membuat Rey mematung dengan sebuah harapan ingin seperti yang tengah dilakukan oleh mereka berdua.
"Haiiii,,,Delisa cantiiiiiik!"Sapanya.
"Haiiii,,,Nona Joana yang seksi heheheh!"Lanjutnya saling berpelukan.
"Cantik Vs Seksi,keren juga mereka ya!"Bisiknya pelan.
Santai untuk pujian itu tidak membuat mereka menjadi dengar serta menghakimi,lega juga saatnya jalan bareng untuk segera keruang meeting.Tapi dimana Reza,ga kelihatan dia!Sambil berjalan ia menengok kebelakang,malahan ia melambaikan tangan bergegas untuk mengejar ketinggalannya.
"Iya Tuan!"Mempercepat langkahnya untuk lebih dekat bersama mereka.
Banyak pertanyaan untuk ketiganya saat harus berada dalam satu meja meeting dengan Tuan muda.Sebenarnya apa yang akan dibahas oleh mereka ya.Pertanyaan itu mengarah pada banyak hal,tetapi belum juga sirna dari wajah serius saat mendekati ruang meeting.Dengan cekatan Reza membukakan pintu untuk masuk bersama memulai meeting pagi hari ini.
"Silahkan masuk Tuan dan Nona-nona cantik!"Puji Reza memberikan senyum hangat kepadanya.
Senyum itu kembali terkembang dengan tampilan elegan,tak ada yang tahu apa yang akan menjadi cerita baru dari seorang Rey untuk sebuah rahasia juga kejutan ketika tengah bersama dalam obrolan ringan mereka.
Diruang santai,kali ini Morgan sama sekali belum mendapatkan tugas untul kepentingan perusahaan Nona Joana dan waktu quality time sangat baik digunakan olehnya untuk lebih dekat dengan wanita pujaannya. Monalisa menjadi pilihan sebuah misi rahasia untuk mendapatkan informasi tentang Siapa sebenarnya Yoshi selama ini telah berada dibelakang sebuah sandiwara yang kelam dari Joana.Saat hangat pun dirasakan oleh Sang lelaki ketika tengah berbicara tentang lelaki tersebut.
"Sebenarnya siapa Yoshi itu sayang,apa kamu sudah mendapatkan informasi yang detail?"
"Belum,saya hanya masih membuatnya terlena oleh semua yang saya milik Tuan.Belum saatnya untuk menjebaknya terlalu jauh,itu mencurigakan sekali.Bisa curiga dan membuat saya celaka Tuan."Lanjutnya memainkan tangannya membelai hangat pipi Morgan.
"Jadi kamu masih menikmati kisah kalian yang misterius itu?ya menarik juga.Pantas saja harga yang aku berikan cukup mahal,permainan yang kamu lalukan sungguh pemuh taktik ya!"Sambil menggodanya dengan menggigit jarinya.
Monalisa pun pandai menghindar dengan senyum tipisnya,wanita berbahaya bertemu pula sosok menarik penuh intrik luar biasa.
"Sebenarnya,Tuan siapa Yoshi itu?"Kembali mencoba mengulik sebenarnya sosok tengah ia permainkan.
"Dia itu adalah orang berbahaya juga,sama sepertiku.Hanya saja dia tidak peka dengan taktik yang aku gunakan sekarang,terkadang Nona Joana pun menjadi bagian hidupnya pula sampai ia juga bisa membuatnya hancur perlahan.Karena dia yang telah membuat keluarga Nona Joana menjadi bangkrut.Saat ini aku perlahan membuat semuanya kembali baik.Dan aku sangat butuh kerja samanya sayang.Kamu bisa kan?"Menyentuh tangannya berharap Monalisa tidak mengkhianati pekerjaan ini.
"Dengan senang hati Tuan.Saya akan memberikan sebuah pekerjaan bagus untuk Tuan,"
"Kamu minta apa lagi Haaah,aku akan siapkan untuk membuatmu bahagia!"
"Untuk saat ini cukup Tuan,saya tidak mengingkan yang lain.Rumah ini cukup indah untuk saya tempati saat ini.Trus bagaimana dengan adik anda?"Kembali bertanya bingung.
"Ooooh,dia."Tertawa geli
"Dia Ganindra lelaki yang masih labil dan saat ini tengah mengalami krisis cinta dengan kekasihnya."
Heran kata Krisis itu membuatnya aneh dan tidak mungkin kalimat itu menbuatnya tak berdaya oleh seorang perempuan yang ia dambakan,mungkin ada sesuatu kah?
"Maksudnya krisis,gimana Tuan?"
"Ketika orang yang dia cintai tengah mengalami sebuah halangan hidup berupa sakit yang sangat berat sampai perpisahan menjadi sebuah solusi yang memberatkan untuknya.Karena saat ini kekasihnya tengah berjuang untuk kembali hidup dalam penyakit yang tengah menggerogotinya."Cukup sedih bila harus menjelaskan ini semua.
"Memangnya Tuan muda tahu betul seperti apa kehidupan mereka?"Kembali mempertanyakan tentang kedekatan antara Morgan dan Joana.
"Aku sangat tahu bahkan sekarang demi sebuah balas budiku kepada keluarga Nona Joana.Aku siap membantunya untuk menyelesaikan semuanya dengan baik.Jadi aku sangat beruntung bisa bersamamu saat ini!"Sambil membelai wajahnya.
"Anda memang luar biasanya!"Kembali memuji pengabdiannya kepada keluarga Joana.
"Dan kamu tahu hanya Nona Joana yang masih hidup dikeluarga Mahendra.Jadi hanya aku yang bisa melindunginya."
"Oh ya,sampai seperti itu Tuan?"Pertanyaan itu mengandung banyak makna yang akan menjadi misteri untuk Monalisa.
Karena ia tidak berani membahas wanita yang dianggap sebagai seorang pimpinna yang mungkin akan berbahaya terhadap hidupnya nanti.Ia pun mengikuti setiap alur yang berbeda dalam hidup seorang Morgan yang sisi lainnya sangat menarik hingga ia jatuh cinta.
Diruang meeting jelas sebuah pertemuan yang lebih serius dari biasanya,bahkan Delisa bingung dengan tatapan tak biasa sampai menimbulkan sebuah pertanyaan negatif dalam dirinya,sama halnya dengan Reza yang semakin penasaran dengan apa pembahasan meeting kali ini.Kenapa sampai harus melibatkan Joana dalam meeting tersebut, tetapi buat Joana ini adalah sebuah alternatif yang sering dilakukan oleh Rey untuk membuat keadaan semakin baik dan jelas bisa membuat suasana menjadi berbeda dan lebih bersahabat.
"Apa kalian siap dengan meeting kali ini?"memulai perlahan dengan khas tatapan seorang Rey.
"Siap Tuan!"Lanjut mereka dengan serius.
Mengumbar senyum,rasanya aku akan membuat sebuah perombakan yang lebih flexibel untuk pekerjaanku.Dimana ada pemain baru yang akan mengisi jabatan penting untuk aku bisa menjalankan dengan ide creativenya.
"Kali ini saya melakukan perombakan untuk kalian berdua,tepatnya Joana dan Delisa.Reza juga akan mendapat keuntungan dalam hal ini!"
"Waooow,yang benar itu?"Lanjut Reza.
"Iya betul,akan lebih mudah buat kalian berdua untuk melakukan kolaborasi dalam pekerjaan ini.Karena saat ini aku membutuhkan kalian bertiga sebagai pemain baru untuk menyelesaikan masalah yang sempat ditinggalkan oleh om Arman.Kalian tahu kan itu!"Sambil menompangkan tangan serta melihat reaksi mereka.
"Kalian adalah team yang sangat aku inginkan untuk membahas tentang masa depan perusahaan yang ternyata berada dalam jangka panjang dengan partner kita yang baru Tuan Morgan.Jadi akan lebih bagus lagi buat kita untuk membaginya karena ada dua hal project yang sempat dijalankan dengan baik-baik,jadi kita harus menjalankannya dengan baik-baik pula."
"Maksudnya Tuan!"Celetuk Delisa bingung.
"Oke,akan banyak pertanyaan,apakah perusahaan om Arman akan kolaps atau akan tetep jalan.Yaaa,,,akan jalan lagi dengan wakilnya saya serahkan kepada Joana!"Sambil mengarahkan kepada Joana.
Sontak kaget bukan main,ini sebuah tuntutan atau tantangan.Sebenarnya ini adalah tugas untuk Morgan bukan aku,gimana ini.Bisa-bisa kebongkar semuanya dan aku bisa putus hubungan dengan Tuan Rey.
"Whaaat,saya Tuan.Ga salah!"Tatapan kejutan membuat Delisa mengacungkan jempol dengan bangga.
Tapi mengherankan buat Reza,bisa juga ya Joana mendapat sebuah tempat yang prestisius kayak gini.Trus gua dapat apa dalam bisnis ini.Belum mengajukan pertanyaan keberatan,ternyata Rey respeck juga dengan tatapan serta sorot tajam dari Reza lalu dengan cermat ia menjelaskan kembali.
"Untuk Reza santai,,,akan ada tugas penting juga kok.Jangan khawatir okey!"Sambil memilah beberapa berkas,lalu menyerahkan kepadanya.
"Apa itu Tuan?"Penasaran pemberian berkas tersebut.
"Ini adalah bagian dari pekerjaan kita,kamu adalah wakil pula bersama Joana dan Delisa adalah wakil kamu juga jadi kita semua berkaitan oke,seru ga?"Menompangkan tangan serta menatap mereka berdua.
"Jadi kita berada diruang meeting ini saling kerja sama untuk melanjutkan project yang pernah hilang karena beberapa masalah.Jadi nanti disaat Thy Than dewasa dan siap dengan project yang kita tangani,Reza dan Delisa akan menjadi bagian dari perusahaan yang akan dibangun kembali oleh pemilik sesungguhnya.Gimana,setuju kan?"
Tawaran itu membuat ketiganya berfikir lebih serius bahkan ini adalah tantangan buatan khas Rey untuk menaikkan status mereka sebagai orang penting diantara kepercayaan sang pemimpin.Semakin bertanya pula Joana dengan wajah aneh pula.
"Beneran ini,kita mendapat mandat dalam jenis project yang berbeda tapi satu company?apa memang tidak membuat kita semakin bingung!"
Menoleh serta menyentuh tangan Joana,senyum itu menjadi jawaban bahwa inilah yang membuat keduanya menahan tawa atas kelakuan seorang pemimpin tengah kasmaran.
"Beneran sayang,,,ini adalah tugas yang akan kita jalankan demi satu orang yang kita sayangi.Thy Than,,,kamu bisa kan?"
Tatapan serius itu berubah pecah saat melihat mereka ketawa lepas,dan masih fokus melihat dekapan tangan Rey untuk Joana.Suasana pun hangat dan lebih santai dalam menjalankan meeting bersama.Tentu setelah pembagian tugas prestisius tersebut membuat mereka bertiga kembali mengaduk ide untuk menyelesaikan dua project salah satunya dimana Joana bekerjasama dengan Morgan.Pria yang ia kenal sebagai wakil direktur serta pemain cinta terdalam.
"Jadi ini pertama saya akan bekerjasama dengan pak Morgan ya?"Seraya mengangguk dengan beberapa gaya natural pun ditampilkan.
"Ya,,dan kita akan selalu bertemu dalam sesi yang berbeda.Kamu harus yakin untuk misi ini okey!"Kembali menatap Joana.
"Okey Tuan muda"Lanjutnya dengan tatapa manis pula untuk membuat rencana selanjutnya adalah bertemu lebih sering untuk membahas manipulasi tersebut.