
"Good morning sayang,,,gimana tidurnya?nyenyak!"Kalimat itu datang saat Joana membuka pintu kamarnya dan mendapati Thy Than tengah bersiap untuk berangkat sekolah.
Ya kali ini adalah pagi yang cerah untuk sang perempuan cantik dengan tampilan mempesona.Ia berbalik serta membalas sapaan hangat sang Joana.Dengan tampilan elegan serta menguncir rambutnya ia memastikan ingin tampil simple dan tidak terlalu menjadi perhatian siapapun.
Toh nanti juga ngobrol sama temen-temen juga kan.Apalagi pasti Ganindra yakin ada yang menarik pasti saat ia berada disampingnya dan selalu memujinya dengan kalimat sayang.
"Morning kak Joana,udah rapi juga."Sapanya sambil menarik tasnya serta berjalan mendekati dan memeluknya.
"Mulai deh manjanya,uuuuuh bikin gemeeess aja!"Sambil nyubit kedua pipinya.
"Aduuuh,,,gemes banget ya sama cabby ku kak!"
Ia membalas dengan mengangguk dan tersenyum,hehehe memang ya kalau udah sama-sama cantik itu adalah pilihan yanh ga bisa ditolak oleh siapapun.
"Boleh kan kak aku manja sama kak Joana!"Sambil mendongak dengan tatapan manis.
"Ya boleh aja,kan kamu adiknya ka Joana.Jadi kamu tuh udah boleh minta yang bisa kakak kabulkan.Tapi jangan yang satu ini ya!"
Mengernyitkan kening,bingung apa ya?
"Apa itu?"Bingung meresapi.
"Ada deh,nanti malah kepikiran lagi.Ayo kita kemeja makan sambil nunggu om Rey keluar dari kamarnya ya."Ajaknny mendekap dan ga mau lepas dari Joana.
"Memangnya om Rey ngapain seeh,kok lama sekali dikamarnya.Apa ada yang nyangkut mungkin!"
"Entahlah,apa yang dilakukan sama om Rey itu adalah keseharian yang biasa dilakukan banyak orang.Yaitu bergaya dalam style.Pasti dia bingung mencari style yang tepat."Sambil mendekati meja makan.
Melihat jam tangan,masih banyak waktu untuk lebih fokus kepada Thy Than,jelas itu membuatnya semakin dihargai sebagai keluarga baru dalam lingkar Rey dan Joana.Pastinya saat keduanya mulai duduk sebuah panggilan dari kamar pribadinya.
"JOANAAA!"Panggilnya membuat keduanya saling mendongak keatas karena sebuah panggilan mengejutkan.
"Naaah,itu belum selesai kita ngobrolin Tuan muda.Malahan ada panggilan darinya."Sambil tertawa mengingatnya.
"Heheheheh,iya juga ya.Pas banget lho!"Lanjut Thy Than.
"Kakak naik bentar ya buat bantuin Tuan muda,kayaknya ada yang ga beres deh!"Beranjak berdiri serta meninggalkan Thy Than yang mencoba untuk menunggu apa yang terjadi diantara mereka berdua.
"Beres kak,aku tungguin kok.Lagian masih jam berapa seeh!"Sambil melihat jam tangan."Masih jam enam kak!"Menunjukkan kearah Joana.
Memandangi sarapan pagi enak juga,tapi saatnya minum dulu deh.Belum nikmat kalau belum minum air mineral,segelas untuk mencerahkan hati dan fikirannya.
"Aaaahhh,segarnya!"Seraya menikmati tiada tara.
Kayaknya aneh juga Tuan muda tumben memanggilku untuk datang kekamarnya.Apakah ada sesuatu mungkin?tersungging sampai juga didepan pintu dan mengetuknya beberapa kali.
"Permisi Tuan muda,memanggil saya!"Seraya ia mengetuk pintu berkali-kali.
Jelas itu membuat Rey tersenyum dan bersiap untuk mengancingkan bajunya,berbalik mendekati pintu dan membukanya untuk Joana.Menariknya masuk kedalam serta memeluknya dengan nakal membuatnya tak bisa berbuat apa-apa dalam dekapan Tuan muda nakal.
"Tuaan,,ada apa?lepasin dong!"Pintanya mencoba melepaskan dekapannya.
"Tidak semudah itu Joana,semalam kita tidak melakukan apa-apa kan?"Mencoba menagihnya.
Tersirat sebuah permintaan yang membuatnya tertawa geli hingga menyandarkan kepalanya dipundaknya.
"Tuan muda merasa ada yang kurang ya!"Mencoba mengecohnya.
Segera ia melepaskan pelukannya,merentangkan tangan penasaran."Ya seperti yang kamu liat apa?"Sambil Menunjukkan kepadanya.
Menurutnya apa yang kurang seeh,sampai aku menatap dengan hening dan ga tahu sama sekali.
Mendongak dan tersenyum,setelah dengan mudah Rey membuat sulapan menghadirkan dasi berwarna merah maroon dengan memainkan kedua alisnya.
"Astaga Tuan muda,maaf ya.Aku sama sekali ga tahu kalau Tuan muda tidak bisa memakai dasi,heheheh!"Mendekati dan memasangkan dasinya dengan cermat dan ekstentik.
Setelah beberapa lipatan hingga selesai,seraya merapikan jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih membuatnya semakin tampi gagah.
Tersenyum memberikan kecupan kening untuk sang wanita special dihatinya.Rasanya itu adalah hadiah paling bermakna untuk Joana saat tengah bersama Tuan muda.
Menatap miring pandangan itu,segera ditepisnya oleh Joana sembari mengambilkan tas kerjanya dimeja.
"Tuan,saat kita sarapan pagi.Nanti Thy Than curiga nungguin kita lho!"Ujarnya mengingatkannya.
"Mari kita buat dia tidak curiga sama sekali dengan keintiman kita tadi ya!"Sambil menarik pinggulnya membawanya keluar berjalan menuju ruang meja makan.
"Kemana seeh kak Joana,emangnya om Rey kenapa ya?"Mendongak dan terkejut melihat mereka perlahan turun dari anak tangga dengan mesrah lagi.
Tersungging serta malu-malu melihat kedatangan mereka,pasti ada sesuatu telah mereka lakukan.Itu akan menjadi pembicaraan lebih dimeja makan.Tentu melihat ketika semuanya dalam satu meja dan tatapan Thy Than menjadi lebih serius.
"Kenapa?ada yang aneh dengan kita berdua mungkin!"Tanya Rey dengan memainkan tangan kearah Joana.
"Iya,aneh banget ada apa!"Kembali Joana menambahkan pertanyaan itu.
"Om Rey dan kak Joana habis ngapain?cinta-cinta an!"Tanya Thy Than dengan mengangkat piringnya mendapatkan menu pagi ini dengan nikmat.
"Biasalah,aktifitas pagi Om adalah minta dipasangkan dasi ini!"Sambil menunjukkan dengan bangga.
"Haaaah,om Rey ga bisa pasang dasi sendiri?aneh-aneh banget.Sama kayak Ayah,dari dulu sampai mami meninggal pun dia ga bisa pasang dasi.Jadi aku stand by dong tiap pagi buat memberikan penampilan elegan dari ayah."Jelasnya menggelengkan kepala.
"Jadi om Arman ga bisa pake dasi kayak aku?"Tanya Rey heran seraya menunjuk kearahnya.
Mengangguk dengan tawa renyahnya.
"Ada temennnya juga tuh!"Lanjut Joana dengan tatapan geli pula.
"Oooh,ya sekarang kamu ikut aku kekantor akan ada pembicaraan yang lebih penting dikantor ya."Menunjuk kearah Joana.
"Trus aku gimana Om,diajak kan!"Sahutnya semangat.
"Kamu sekolah nak,ga boleh main-main!"Lanjutnya dengan menatap serta memainkan alat makannya.
"Lhooo,kok gitu?"Lanjutnya bingung.
"Lupa ya.Sekarang kan kamu pake seragam sekolah Thy Than,sekolah yang bener ya.Nanti kalau udah lulus ada kok tawaran dari Om untuk kamu!"Lanjut Joana.
"Oke deh Om,Thy Than tahu kok heheheh!"
"Gimana udah selesia kita sarapannya?"Kembali memperhatikan dengan tatapan segar khas Rey.
"Udah Om,kak Joana gimana?"Menoleh dengan tatapan menarik.
"Udaaaah,sekarang aku beresin bentar.Lalu kita berangkat bareng-bareng!"Beranjak berdiri lalu mengumpulkan piring dan beberapa peralatan makan dan sejenisnya dibantu oleh Thy Than dan untuk Rey pasti dia menjadi seorang yang sibuk dengan beberapa hal tengah dipersiapkan.
Semua udah beres dan berangkat bersama,sebuah dering telpon pun menghentikan Thy Than yang sudah beranjak mendekati pintu keluar untuk bersama-sama berangkat sekolah dan kerja.Siapa ya,pagi-pagi gini udah ada yang nelpon."Haaaah,tumben Ganindra nelpon pagi-pagi gini.Biasanya kan engga!"
"Halooo,,,kenapa Ndra?"
"Sayaaang,lupa lagi ya."Lanjutnya mengingatkan.
"Ooh iya maaf sayaaang.Aku lupa."Kalimat sayang itu terdengar oleh kedua orang tersebut dan terhenti dengan wajah curiga penasaran.siapa yang berani panggil sayang seluwes itu.
Rey dan Joana pun saling melempar kecurigaan diantara Thy Than dan seorang pria ditelpon tersebut.
"Siapa sayang?"Bisiknya bertanya.
"Mana aku tahu Tuan!"Lanjutnya dengan mengangkat kedua pundaknya.
"Ada apa,tumben telpon jam segini.Biasanya nungguin aku disekolahan."Lanjut Thy Than santai aja.
Keduanya saling berhadapan kembali dan mengatakan kompak satu hal."Oooo,,,teman sekolah!"
"Kamu mau dijemput ga?"Tanya balik.
"Eeehhhmm,ga usah deh.Aku berangkat sama om Rey dan kak Joana.Jadi lain kali ya heheheh!"Lanjutnya sambil jalan dibelakang om Rey dan Joana.
"Kalau begitu tunggu disekolah aja ya.Awas jangan kemana-mana nanti ya!"
"Iyaaa!"Jawabnya mengangguk sabar.
"Love you sayaaang!"
"You too!"Jawabnya menutup telponnya.
Sontak Rey dan Joana pun mulai meledekin keponakananya yang tengah jatuh cinta dengan teman sekolahnya.
"Cieeee,,,yang sayang-sayangan.Ga kangen apa jalan sendiri-sendiri."Sindir Joana.
"Apaan seeh Om sama kak Joana ini!"Salah tingkah jadinya.
"Hahaha,,,yang lagi kasmaran.Karena seharian berduaan ya.Sampai ada cemistry yang datang diantara kalian."Panjut Joana semangat.
"Iya neeh,jadi cemburuuuu!"Lanjut Rey geli.
"Oooom,kok bisa seeh cemburu sama aku.Kan udah ada disampingnya om itu siapa!"Sambil nyubit lengannya.
"Aduuuuhhh,sakit banget.Ngarep banget kalau lagi nyubit ya."Kesakitan dan merangkul Thy Than dengan gemasnya.
Keluar dari pintu Lobby mereka pun berangkat menuju mobil pribadi Rey,lalu siap meluncur kesebuah sekolah dimana Tjy Than menuntut ilmunya.
Dikediaman Morgan,Ganindra terus aja melihat sosok wanita yang tengah duduk dekat dengan sang abang.Sampau bingung mau bilang apa sama dia.Kembali menoleh dan tatapan itu segera dipatahkan oleh Sang kakak dengan senyum penasaran.
"Kamu kenapa,grogi?"Tanya Morgan mengangkat kedua alisnya.
"Heeemm,,,,enggak bang.Kok bisa seeh ada makhluk secantik ini didepanku bang!"Lanjutnya bercanda membuat Monalisa menahan tawanya hampir aja tersedak.
"Uppzzz,,,bisa aja kamu Ndra.Memangnya kamu belim pernah lihat kakak?"Lanjut Mona lisa dengan tatapan lucu.
"Mana gua tahu kak,bang Morgan aja ga pernah ngenalin kakak ke gua?Disembunyiin biar ga ketahuan adiknya!"Sambil meledeknya seraya menatap geli Morgan.
"Kamu aja yang jarang kesini.Mana tahu kalau dia udah lama sama abang haaah!"
Mengernyitkan kening,bingung banget.Sejak kapan kakak satu ini berada dirumah bang Morgan,udah lama.Aneh deh kayaknya harus ada yang harus dipertanyakan lagi deh.
"Beneran itu?"Kembali pertanyaan muncul dengan santai.
"Ehemm,,,kayaknya ga perlu dibahas secepat itu deh.Nanti kita bicarakan dilain waktu saja.Kamu harus segera berangkat sekolah.Nanti telat ya!"Kata Morgan sambil melihat jam tangan waktu sudah menunjukkan waktu untuk berangkat sekolah.
"Iya om,keren juga kalimatnya hehehe!"Ujarnya membuka pintu mobil dan berada dibelakang.
Masih dalam kebingungan setelah berpamitan kepada sang Kakak dan kekasihnya,saat keluar dari rumah Morgan beranjak untuk masuk kedalam mobil.Masih saja itu jadi bahan pertimbangan dalam dirinya untuk kembali berfikir positif tentang sang kakak.Sudahlah sekarang saatnya untuk bertemu dengan sayangku,apa ada cerita menarik yang akan diberitahu kepadaku ya hehehehe.
"Sayang,,,nanti cerita apa yang kamu beritahu sama Gua.Pasti kamu ga bakalan percaya dengan apa yang gua bawa dalam misi ini heheheh."Lanjutnya.
Ada tatapan Thy Than melihat sikap yang ditunjukkan oelh Rey terhadap Joana.Dimana keduanya masih santai untuk sekedar basa-basi dengan banyak alasan.Bagiku ikut dalam obrolan hangat itu adalah pilihan,atau sekedar menjual senyum manisnya.
Pandangan Thy Than pun teringat dengan Mega,rasanya aku harus mempertanyakan kepadanya untuk membuat tahu sebenarnya ada apa dengan sahabatku yang satu ini.Telah mencoba kuat,selalu mendukungku dan membuat hatiku selalu terobati.Apa sekarang dia mencoba menutupi satu hal yang sama sekali aku ga tahu,apa ya?"
"Coba lihat,pasti Thy Than cemas akan ketemu dengan sayangnya pastinya hehehe!"Tawanya sambil melihat dispion depan.
Segera menoleh,Joana hanya terdiam dengan wajah penuh senyum kembali.Menyentuh tangan Thy Than dan bertanya mungkin ada yang tengah disembunyikan olehnya.
"Kenapa kamu sayang?kok wajahnya aneh banget!"Pertanyaan itu datang saat ia berbaring miring menatapnya.
"Ga ada kak,cuman kepikiran aja sama sahabatku,Mega. Kenapa sama dia ya?"Memikirkan dengan menatap jauh tentang apa tersembunyi dibalik senyumnya.
"Memangnya ga kamu tanyain,kan kamu udah jenguk dia kan sama itu sahabat kamu tuh!"Sambil meledeknya.
"Itu dia kak,kayaknya ada yang disembunyikan deh.Pokoknya Ganindra harus menjelaskan semuanya, supaya aku tuh ga penasaran lagi.Bahaya kan!"
"Bahaya juga itu,jadi harus tuh kamu tanyakan.Mungkin dia menyimpan sesuatu yang belum kamu ketahui.Coba aja bujuk tuh siapa?"Kembali bertanya.
"Ganindra!"Lanjutnya
"Naaah itu dia,pokoknya kamu harus bisalah mengambil hatinya dengan cara apa kek.Yang jelas taktik dan strategimu tuh lebih berarti gitu!"Jelas Rey yakin.
"Makasih om,kak atas penjelasannya.Nanti deh aku berondong deh dia.Kadang bingung kalau difikirkan lama-lama."Sambil merebahkan diri.
Sampai pula didepan sekolahan,Udah nyampek juga.Ia keluar dari mobil serta mendekati Rey dan Joana.
"Makasih Om,kak.Daaa!"Sambil melambaikan tangan.
"Hati-hati ya!"Lanjut Rey.
"Siap Om!"Berlalu membalikkan badan,ia melangkah masuk.
Belum sampai didalam ia pun sudah dihadang oleh dua cewek penganggu biasanya sudah muncul tiba-tiba mengejutkan Thy Than.
"Heiiiii,,,jangan masuk dulu.Kita mau bicara!"Tatapan sinis Lala menghujat Sang teman.
"Iya neeh seneng banget udah ada yang nganter,bagus juga mobilnya!"Sambil menyindirnya.
Tersungging lalu menjawabnya.
"Itu Om ku sama asistannya.Emangnya kenapa seeh kalian menghentikan aku,ada yang mau dibicarakan!"Mengumbar sebuah ketenangan buat Mereka berdua.
"Kita kesel lihat kamu ngapain sama Ganindra semalem?"Raisa pun mengintrogasi.
Berfikir cukup panjang hingga bingung,semalem ngapain sama Ganindra.Kan aku semalam sama kak Joana dirumah,sambil garuk-garuk kepala rasanya ada keanehan dengan mereka berdua.
"Semalam seeh aku kan dirumah udah.Ga kemana-mana!mabok neeh kalau nanya.Udah kita masuk yuuuuk!"Ajaknya berjalan sambil nabrak mereka berdua.
BRUUUUUK,agak kepental juga mereka kena labrakan khas miliknya,"Aduuuuh!"Hampir aja Raisa jatuh segera cekatan sekali Lala menahan tubuhnya yang hampir tak bisa dicegah olehnya sendiri.
Bodo amat sama mereka berdua,entah mau jatuh atau apalah terserah ga perduli akuhnya.Biarin mereka ngamuk-ngamuk ga ada guna buatku heheheh.Kabur aja ga mikirin yang aneh-aneh.
"Byeee!males denger kalian ngoceh ga jelas."Sambil melambaikan tangan meninggalkan duo pengganggu setia Thy Than.
"Heeeiii,,,berhenti.Ga nyangka nyali kamu tuh ciuuut ya,ga ada yang belain ya!"Teriak Raisa masih ga terima.
Ia hanya tersungging geli mendengar teriakan Raisa,terlalu kuno untuk menanggapi sosok yang penuh kontroversial baginya.
"Dasar kamu gaya banget deket sama Kekasihku ya.Awas ga bakalan aku maafin!"Lantang sekali ia berkata.
Saat itulah Ganindra keluar dari mobil mendengar teriakan Ala Raisa sungguh membuatnya menggelengkan kepala.Dasar sok pede banget,ngaku-ngaku gua punya siapa,belum tahu siapa neeh yang lewat.Seraya bergegas masuk kedalam area sekolahan ia melewati kemarahan keduanya saling memandang kehadiran siapa yang tengah mereka teriakin dari tadi.
"Ngapain teriak-teriak pake nama gua haaah!pede banget kalian ya!"Sembari menggeleng-gelengkan kepala.
Menatap tajam kearah Raisa dengan sinis,tak sungkan untuk menatap sebelahnya pula Lala yang langsung ciut ngelihat sosok sebenarnya Ganindra.
"Kasih tahu ya,sebelah gua ini.Gua bukan milik siapa-siapa inget itu!"Sambil nunjuk kemuka Lala.
ia mengangguk ketakutan mendapat pernyataan yang jelas membenarkan permasalahan ini.
"I-,,,,ya Ndra.Iya ya!"Jawabnya gelagapan.
Ganindra dengan tampang garangnya meninggalkan sebuah ancaman menakutkan buat mereka berdua.Rasanya udah ga ada rasa lagi gua sama mereka berdua kalau sampai membuat Thy Than sakit hati seperti yang dikatakan oleh Raisa.Ga nyangka rakus amat dia sama gua,siapa aja dianggap jadi kekasihnya.
Antara bingung dan kesal rasanya ingin menghajar Ganindra yang sok jagoan membela Thy Than.Bisa ya dia kayak gitu ama gua.Pengen banget dia ngeliat kekasihnya gua kasih pelajaran biar kapok ga bikin gara-gara sama Gua.
"Udah sabar,,,nanti ada jalan keluarnya kok ya!"Lala mencoba menenangkan emosi sang sahabat.
"Tunggu aja.Pasti dia mendapatkan hadiah special dari gua!"Lanjut Raisa dengan amarah tiada rasa.
Perlahan Ganindra pun sampai juga mendekati dan merangkul Thy Than hingga dirinya terkejut menoleh kearahnya dengan wajah sok imyutnya mancung bibir manisnya.
"Haaaiiii,,pagi kesayangku!"Tersenyum menoleh memberinya senyum pagi
"Pagi juga sayaaang,,,,kamu gimana!"Sambil menatap hangat.
"Ya gini-gini aja.Ga ada yang dipermasalahkan."Jawabnya santai dan pede.
"Beneran?yakin.Ntar aku nanya sesuatu ya!"Sambil memberikan berita yang mengejutkan buat Ganindra.
"Nanya apa?"
"Ya adalah!"Jawabnya santai.
Belum selesai ngobrol panjang lebar malahan bel berbunyi nyaring membuat mereka saling berpandangan dengan wajah tak enak.Ga ada waktu lebih neeh tadi datengnya sampai beberapa langkah aja udah waktunya masuk,gimana dong.Mereka terhenti sejenak saling berpandangan kembali.
"Yaaaah,,,udah masuk lagi."Lanjut Ganindra ga terima.
"Udah kita masuk aja,kan ada waktu nanti ketemu ya."Thy Than memberikan kesejukan dalam diri Ganindra.
Meringis kearahnya dengan gemas dan memainkan pipi cabbynya."Iyaaa sayangku,,,hati-hati ya!"
Tiba-tiba ada anak-anak yang ngeledekin keduanya dengan manis pula.
"Cieeee yang udah jadian.Sok mesrah!"
"Heemmm,traktiran jangan lupa!"Lanjutnya.
Keduanya ngakak bahagia mendengar ledekan lucu tengah mereka dapatkan,emangnya ya kalau lagi kasmaran itu sesuatu banget sampai duo sahabat nan jauh disana begitu emosi melihat kedekatan yang beneran menguras hati.