
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #9
Karena sudah bertemu dan semua orang tidak mau terlambat maka mereka memutuskan untuk masuk kelas terlebih dahulu, setelah sampai dikelas Amelia mulai berbicara. Satu persatu pertanyaan dilontarkan bahkan William harus menjawab semua pertanyaannya.
Amelia mulai penasaran dengan hubungan mereka berdua karena dirinya sering melihat mereka berangkat bersama, William menyuruh Melody untuk menjawabnya sementara dirinya pergi dari kelas tersebut menuju ke kamar mandi.
William keluar dari kelas dan menuju kamar mandi, setelah buang air dan mencuci tangannya dia keluar. Saat ingin masuk kelas lagi dirinya bertemu dengan ketua kelasnya, lalu ketua kelas tersebut menyapanya.
Natasya :"Selamat pagi William."
William :"Pagi."
Natasya :"Apa kamu baru masuk?"
William :"Aku udah di tadi, baru kembali dari kamar mandi."
Natasya :"Begitu ya, kalau begitu masuk.. Kelas sudah mau dimulai."
Mereka berdua masuk kedalam kelas, setelah itu William duduk dan langsung dijatuhi pertanyaan oleh temannya. Amelia penasaran dan karena sudah bertanya kepada Melody maka kini gilirannya William untuk menjawab, dia menjawab kalau hubungannya sama dengan yang Melody katakan walaupun dirinya tidak tahu.
Amelia langsung diam dan kembali duduk dengan tenang, sementara Melody melihat kearah William. Mereka saling pandang dan tiba tiba dosen mereka masuk ke kelas, pelajaran dimulai dan semua fokus ke depan.
Dosen :"Minggu depan kita mulai pelajaran yang sebenarnya, siap siap untuk masuk dapur.. Jadi siapkan diri kalian."
Semua orang semangat karena mendengar kata kata dari dosen tersebut, namun ada beberapa orang masih grogi karena belum pernah masuk kedalam dapur besar dana sekali. Melody menepuk tangannya William dan bertanya apakah dirinya bisa melakukannya, karena nampaknya Melody sedikit grogi.
William :"Kamu kan sudah pernah buat sesuatu, kak Lia juga mengagumimu."
Melody :"Tapi kali ini kan banyak orang."
William :"Tenang, nanti aku di sampingmu.. Kalau ada masalah tanya saja."
Melody :"Terima kasih William."
Amelia :"Kalian ini.. Jangan jangan.."
William :"Apa?"
Amelia langsung diam ketika William melihat kearahnya, pelajaran masih berlanjut. Selama pelajaran banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh dosen tersebut, banyak yang bisa menjawab maupun tidak sama sekali. Namun Amelia bisa menjawab pertanyaan sampai sampai orang mengaguminya, dosen mengerti tepuk tangan kepadanya dan diikuti para mahasiswa lainnya.
William melihatnya dan mengerti tepuk tangan dengan candaannya, dia menang muka dengan penuh kesombongan dan membuat Amelia malu. Pelajaran dilanjutkan dan setelah itu Amelia tidak menjawab lagi pertanyaan yang diberikan oleh dosen tersebut, sekarang yang menjawab pertanyaannya adalah ketua kelas yaitu Natasya.
Pelajaran bagi mahasiswa baru apalagi yang tidak tahu apa apa termasuk menyenangkan, bisa dilihat dari raut mukanya Melody yang tampaknya bahagia. William senang melihat temannya penuh semangat karena biasanya temannya tersebut selalu datar saat dalam pelajaran, setelah itu pelajaran selesai.
Dosen tersebut menutup ketiganya dan keluar dari kelas, satu persatu mahasiswa juga keluar untuk pulang maupun pergi ke suatu tempat. Sedangkan mereka bertiga masih ada didalam kelas, Melody menanyakan beberapa hal yang tidak diketahuinya kepada William.
Mereka berdua belajar bersama dan sementara Amelia melihat keduanya belajar, tidak lama Amelia mendapat panggilan dan mengangkatnya. Setelah berbicara panjang lebar Melody menanyakannya kepada temannya tersebut.
Amelia :"Oh ini, bukan.. Aku bisa pulang nanti, aku disini dulu saja bersama kalian.. Kalian masih pulang nanti kan?"
Melody :"Iya?"
Melody melanjutkan pembelajarannya bersama William, sesekali Amelia juga menanyakan hal kecil kepadanya. Mereka mulai belajar bersama karena minggu depan sudah mulai ujian praktik, setelah setengah jam berlalu Melody selesai dengan belajarnya termasuk Amelia juga.
Karena sudah siang maka mereka memutuskan untuk pulang, mereka keluar dari gedung tersebut dan saat sampai diparkiran Amelia berpisah dengan mereka berdua. Sekarang sisa mereka berdua, William mengajak Melody pulang.
Mereka berjalan bersama dan William memberikan pertanyaan kepada Melody tentang pelajaran tadi, Melody masih belum terbiasa namun kebanyakan bisa dijawab dengan tepat.
William :"Seperti biasa, kamu cepat belajar ya?"
Melody :"Siapa dulu gurunya?"
Mereka tertawa bersama dan akhirnya sampai dijalan utama lingkungan mereka, William bertanya bagaimana dengan keadaan ibunya Melody. Karena penasaran Melody mengajaknya pergi ke tempat ibunya, sudah lama tidak berkunjung namun tetap masih banyak orang yang membeli.
William disuruh duduk dan Melody mengambilkannya makanan, mereka makan siang bersama ditempat tersebut. Setelah selesai makan mereka berpamitan kepada ibunya Melody dan pulang kerumahnya, mereka masih saling memberikan pertanyaan dari sana lain.
Namun William masih memimpin dengan semua pertanyaan, sementara Melody masih ada beberapa yang tidak terjawab. Tidak lama mereka sampai didepan rumahnya William, dia menawarkan minuman jika Melody ingin mampir. Namun ditolak dan Melody memilih untuk pulang karena ingin beristirahat, setelah itu dirinya pergi meninggalkan rumah tersebut.
William masuk kedalam rumah dan melepaskan sepatunya, dia langsung mencuci kakinya dan setelah itu mengambil air minum. Setelah itu dia duduk di sofa dan membuka ponselnya, dia ingin tahu tes apa hari ini. William mendapat informasi dari pesan kak Lia kalau hari ini tesnya akan diacak, jadi setiap orang akan membuat menu yang berbeda.
Setelah itu William menutup ponselnya dan tidur sebentar, tiga puluh menit berlalu dan dia membuka matanya. Sudah jam dua belas siang, William bersiap siap untuk masuk kerja dan setelah itu dirinya keluar dari rumah. Dia berangkat menuju ketempat kerjanya, sesampainya di sana dirinya langsung masuk dan mengenakan seragamnya.
William mencari kak Lia dan setelah mencari lama dirinya tidak menemukannya sama sekali, karena sudah mau masuk kerja maka dia berdiri di posisinya. Restoran dibuka kembali dan semua orang mulai bekerja kembali, seperti biasa restoran sangat ramai dan setiap detik tangan semua orang bergerak tanpa istirahat.
Setelah bekerja lama akhirnya jam tiga datang, kini giliran William untuk ikut menguji. Namun tiba tiba kak Lia mendatanginya dan bilang kalau hari ini tidak usah ikut dalam tesnya dan fokus kerja saja, setelah itu kak Lia meninggalkannya. Karena sudah mendapat perintah maka William melanjutkan pekerjaannya sampai restoran tutup.
Setelah bersih bersih dia mencari kak Lia, karena tidak terlihat maka William naik ke atas. Saat di atas dia menemukan kak Lia sendirian sedang duduk, setelah itu dirinya mendekatinya. Namun saat sudah dekat William melihat kak Lia sedang melamun, karena tidak mau kena marah maka dia duduk disebelahnya dan ikut diam saja.
Kak Lia :"Kenapa?"
William :"... Hehe, tidak kak.. Hanya menikmati angin malam saja."
Kak Lia :"Kalau tidak ada yang mau dibicarakan maka pulang saja.."
William :"Itu, kak Lia kenapa? Nia sudah sembuh kan?"
Kak Lia :"Tidak apa apa, aku hanya membuang waktuku disini.. Nia sudah sembuh berkatmu, besok katanya mau menginap lagi bersamamu."
William :"Kalau begitu aku pulang dulu kak, kak Lia juga jangan pulang malam malam.."
Kak Lia :"Hati hati."
William turun dari lantai atas dan mengganti seragamnya, lalu dia keluar dari restoran. Namun sebelum pulang dia melihat keatas, lampu masih menyala. Karena udara semakin dingin maka William memutuskan untuk pulang, dia meninggalkan tempat tersebut.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─