
❏ #The Noble
↳ Pengenalan kampus #6
Mereka memutuskan untuk pergi ke kelas mereka terlebih dahulu sebelum membahas pembicaraan mereka, William mengajak Meody untuk berjalan bersama ke sana dan saat perjalanan mereka bertemu dengan teman mereka. Amelia sedang menunggu di suatu tempat dan sedang berteduh di sana, mereka berdua menghampirinya dan mengajaknya ke kelas bersama.
“Amelia? Mengapa kamu di sini?”
“Aku lupa membawa payung tadi, dari rumahku terang tapi sampai sini gerimis.. Makanya aku berteduh di sini..”
“Kalau begitu sini, aku bagi payungku denganmu.. Aku dan William ingin pergi ke kelas.”
“Ah, terima kasih..”
Amelia berdiri di bawah payungnya Melody dan mereka berdua mulai melangkahkan kakinya bersama, mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kelasnya. William melihat mereka berdua sedang asik membicarakan sesuatu, dia ingin ikut juga namun tidak mau mengganggu mereka.
Bisa saja yang mereka bicarakan tentang wanita dan dirinya tidak tahu sama sekali, dia juga tidak mau menyinggung masalah wanita juga. Beberapa gedung sudah mereka lewati dan bagusnya kampus mereka tidak tergenang air sama sekali.
“Bagus juga bisa menghilangkan genangan air, kurasa tanahnya rata..”
Setelah beberapa menit berjalan mereka akhirnya melihat gedungnya, mereka mempercepta jalannya dan sampai di gedung dan langsung berteduh. Setelah itu William dan Melody menutup payungnya, mereka tampak kebingungan harus menaruh di mana payungnya karena di luar tidak ada sama sekali tempat untuk menaruh payung.
Mereka juga tidak bisa membawanya ke kelas karena takut membasahi ruangan dan lantai, tiba tiba seseorang datang dari belakang mereka dan menutup payungnya. Mereka melihat seseorang tersebut masuk membawa payungnya.
“Kurasa kita masuk juga Melody.. Dia tahu di mana letak tempat menaruh payungnya..”
William masuk duluan dan melihat ada sebuah tempat payung dan seseorang tersebut menaruh payungnya, dia mengikutinya dan Melody juga. Setelah itu mereka mengeringkan sepatunya terlebih dahulu di sebuah karpet khusus di gedung tersebut, sesudah itu mereka berjalan kembali menuju ke depan lift.
Sudah ada beberapa orang yang menunggu di depan lift, mereka juga ikut menunggu pintu lift tersebut terbuka. Tidak lama pintunya terbuka dan semua orang masuk, ada yang menekan lantai dua dan tiga. Karena tidak ada yang menekan lantai empat, William menekannya sendiri.
‘Kurasa yang lain belum datang? Atau sudah ada yang di kelas..’
Sampailah mereka dilantai dua, beberapa orang keluar dari dalam lift dan pintunya tertutup lagi. Lift tersebut naik lagi dan berhenti di lantai tiga, pintunya sekali lagi terbuka dan hampir semua orang keluar hanya menyisakan mereka bertiga. Pintu tertutup lagi dan lift tersebut naik lagi, sambil menunggu sampai lantai empat mereka membicarakannya.
“Apa kita datang pertama?”
“Kurasa tidak… Mahasiswa dari lantai tiga sudah banyak orang jadi lantai empat kurasa sudah banyak orang juga..”
Mereka sampai di lantai empat dan pintu lift terbuka, mereka keluar dari lift tersebut dan berjalan menuju ke kelas. Saat sampai mereka melihat hanya ada beberapa orang yang sudah ada di dalam kelas dan sibuk dengan urusannya masing masing, mereka masuk ke dalam kelas dan sontak beberapa orang melihat ke arah mereka. Namun William menghiraukannya dan berjalan menuju ke tempat yang belum ada orangnya, mereka berhenti sebentar dan saling menanyakan sesuatu.
“Melody, kamu ingin duduk di mana?”
“Aku sih terserah.. Bagaimana denganmu Amelia?”
“Hm, aku ikut kamu saja..”
“Kita ikut William saja.. Hehe tolong..”
“Huh.. Kalau begitu di tengah atau belakang.. Pilih mana?”
“Tengah saja kalau begitu, kelasnya besar.. Aku takut tidak bisa mendengarkannya dan kalau di depan aku malu hehe..”
Dia menunggu acaranya di mulai sambil menulis sesuatu tentang kampus tersebut di buku catatannya, terkadang mereka bertiga berbicara satu sama lain dan kadang sendirian sambil menunggu orang orang datang. Satu persatu mahasiswa baru datang dan duduk di tempat mereka masing masing, tempat duduk di kelas tersebut mulai terisi.
“Hm, telat apa cuman segini?”
“Masih banyak yang belum datang ya?”
William mendengar percakapan mahasiswa yang ada di sekitarnya, namun dia menghiraukannya dan melanjutkan mencatatnya. Setelah beberapa menit para senior mulai masuk ke dala kelas mereka, semua orang langsung diam dan menghadap ke depan. Melody menepuk pundaknya William dan dia sadar langsung menghentikan menulisnya, dia melihat ke depan dan sudah banyak seniornya yang berdiri di sana.
“Terima kasih untuk para mahasiswa baru yang sudah datang.. Hari ketiga untuk para mahasiswa baru, kami di sini hanya ingin memberitahu kepada kalian semua tentan kampus ini satu persatu namun sebelum itu kami ingin memperkenalkan diri.. Kami para pengurus untuk jurusan ini, pertama dari Dea.. Perkenalkan dirimu terlebih dahulu..”
“Oke.. Halo semuanya, namaku Dea.. Aku tahun ke dua, jadi senior kalian hehe.. Kalau butuh sesuatu
langsung cari aku..”
“Selanjutnya..”
Setelah semuanya selesai perkenalan mereka mulai memberi tahu tentang kampus tersebut, mereka bercerita semua yang mereka alami selama satu tahun berkuliah di sana. Tidak lupa juga mereka membertahu mereka tentang apa saja yang akan mereka hadapi, setelah semuanya selesai mereka mulai memberikan informasi tentang acara yang akan datang di tahun ini. Mereka juga tidak lupa memberitahu acara yang akan dilakukan oleh para senior mereka.
“Oh iya.. Besok selama tiga hari ke depan akan ada acara para senior kali, akan ada lomba sesuai jurusan masing masing dan akan pesta untuk acarannya diakhir hari.. Tidak lupa akan banyak orang yang menjual makanan buatan mereka di jalan jalan menuju ke gedung ini, akan sangat ramai.. Kalau kalian ingin datang untuk lombanya akan berlangsung dua hari, hari terakhir untuk pestanya.. Jika tidak ingin juga tidak apa apa.. Terima kasih untuk medengarkan dan kami selesai dengan acara kali ini, kalian bebas hari ini.. Sampai berjumpa besok lagi..”
Para senior mulai meninggalkan ruangan mereka, namun ada beberapa yang masih tinggal di sana termasuk kak Dea yang berjalan mendekat ke arah William. Dia datang dan menyapa mereka bertiga.
“Halo.. Kalian bersama terus ya.. Ayo, aku ajak keliling..”
William dan kedua temannya bangun dari tempat duduknya, mereka berjalan bersama keluar dari kelas tersebut dan kak Dea mengajak mereka untuk naik ke lantai paling atas gedung tersebut. Namun Amelia tidak bisa ikut karena ada urusan yang mendadak, hanya tinggal William dan Melody yang ada di sana.
Akhirnya mereka bertiga naik ke lantai atas menggunakan tangga karena tidak ada lift menuju ke lantai paling atas yaitu lantai lima, mereka menaiki tangga dan akhirnya sampai di lantai paling atas. William melihat banyak orang di sana, kak Dea mengajak mereka duduk disuatu tempat dan dia menyuruh mereka duduk terlebih dahulu.
“Duduk di sini, aku pesankan sesuatu..”
Setelah itu dia pergi dan meninggalkan mereka berdua, mereka melihat ke sekililing mereka dan takjub dengan lantai paling atas tesebut. William kira lantai atas akan panas karena tidak ada penutupnya sama sekali namun pikirannya salah, di lantai atas ada penutupnya dan lampu menyala karena masih mendung di daerah tersebut.
Mereka melihat lihat lagi dan tidak begitu lama kak Dea datang dan duduk di kursinya, sementara itu seseorang mengikutinya dan menaruh makanan dan minumannya di atas meja.
“Ini.. Berhati hati, Dea suka minta sesuatu kalau memberi orang makanan..”
“Apaan sih, pergi sana..”
Seseorang tersebut pergi sambil tertawa kepadanya.
“Itu siapa kak?”
“Temanku, dia bekerja di sini… Semua yang bekerja di sini adalah mahasiswa juga, yang memasak maupun pelayannya..”
“Begitu ya..”
“Makanlah..”
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─