The Noble

The Noble
Episode 12



Dia langsung bangun dan melihat masih sama seperti tadi, dia merasa kesal dan tidak tidur lagi. Suara seseorang datang kembali ke telinga William, karena dia merasa terganggu dengan suara tersebut dia menghiraukannya. Dia tidur kembali dengan menghiraukan suara yang ada di sekitarnya, tiba tiba ada suara orang lain yang terdengar oleh dirinya. William memutuskan untuk melanjutkan tidurnya dan menghiraukannya sekali lagi


“Loh nak William kenapa tidur di sini?” kata seseorang tersebut.


Dia masih menutup matanya dan tidak ingin bangun lagi, karena sudah 2 kali dia terkena jebakan dari teman temannya.


“Bangun nak, acaranya mau dimulai.” Kata seseorang tersebut.


“Ah aku tidur lagi mungkin acaranya mau di mulai… dimulai? Kok berbeda dengan yang tadi?”


William membuka matanya dan bangun untuk melihat dari siapa suara yang didengarnya, saat bangkit dari tidur dia melihat ibunya Melody sedang duduk di sampingnya sambil mengobrol dengan Nia. Dia langsung melihat ke sekelilingnya dan nampaknya sebentar lagi acaranya akan dimulai. Tepat di sampingnya ada Ibunya Melody, kak Lia, Nia dan Melody. Karena acaranya mau di mulai William memutuskan untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci mukanya, saat berada di kamar mandi ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponselnya dan membukanya, panggilan masuk ke ponselnya dan berasal dari temannya Candy.


“Apa acaranya sudah dimulai? Aku mau ke sana..” katanya.


“Ohh acaranya akan dimulai sebentar lagi..” jawabnya.


Candy langsung menutup panggilan tersebut secara terburu buru, William bingung kenapa panggilannya di tutup dan dia melanjutkan untuk mencuci mukanya. Dia heran juga kenapa Candy menanyakan acaranya sudah dimulai atau belum kepada William, dia berpikir apakah temannya tersebut akan pergi ke tempat tersebut. Setelah selesai mencuci mukanya, dia kembali ke tempatnya semula, saat sampai di tempat duduknya dia melihat beberapa orang sedang naik ke panggung.


“Sepertinya mau dimulai..” katanya.


William duduk kembali di tempatnya dan saat dia duduk ibunya Melody menanyakan sesuatu kepada dirinya. Dia menjawab pertanyaan dari ibunya Melody dan juga membahas sesuatu dengan ibunya Melody. Saat sedang membahas sesuatu dengan ibunya Melody, kak Lia tiba tiba menanyakan sesuatu juga kepada William, dia juga ingin membahas sesuatu kepada kak Lia dan ibunya Melody menjauh dari kedua orang tersebut. Mereka selesai membahas sesuatu dan kembali ke tempat duduknya masing masing. Saat William ingin menikmati duduk dengan nyaman dan tenang, Melody datang kepadanya.


“Eh tadi kamu berbicara apa kepada ibu?” tanyanya dengan penasaran.


“Hmm.. kamu ingin tau? Tanya saja pada tante..” katanya.


“Ehhh.. kasih tau aku..” katanya memelas.


“Itu.. Candy katanya mau ke sini.. jadi aku meminta ijin kepada tante apakah masih bisa menampung orang lagii..” kata William.


“Begitu yaa..” kata Melody.


Karena sudah mendapatkan jawaban dan William, Melody duduk kembali di tempatnya. William terkejut dan tidak tau harus menjawab apa soal perbincangan dengan ibunya karena itu sesuatu yang tidak boleh Melody ketahui. Ponselnya berbunyi lagi, dia membuka dan menerima panggilan tersebut lagi.


“Aku sudah ada di tenda tadi siang… tapi kenapa sudah sepi di sini…” kata Candy.


“Sudah selesai acaranya.. aku juga sudah ada di rumah…” jawabnya bercanda.


“Ehh… padahal aku sudah pergi dia..m eh maksduku ijin kepada orang tuaku untuk ke sini..” katanya.


William menutup panggilan tersebut dan langsung mengirimkan lokasinya kepada Candy. William tertawa mendengar kebohongan dari Candy yang pergi secara diam diam tanpa ijin kepada orang tuanya, saat dia tertawa orang orang yang di sekitarnya melihat ke arah William.


“Eh William kenapa kamu tertawa sendiri.. apakah kamu sudah tidak waras?” kata kak Lia.


Dia berhenti tertawa dan hanya diam duduk dengan tenang, dia bilang kalau Candy sudah ada di tenda ibunya Melody tapi dia bercanda dengannya seakan akan sudah selesai acaranya. Mereka terkejut juga karena Candy mau ke sana lagi, Melody juga terkejut karena dia juga tau kalau Candy mempunyai jam yang sibuk di keluarganya. Saat mereka membahas Candy yang akan datang ke sana, pengumuman dari acaranya berbunyi.


“Terima kasih untuk semua warga lokal maupun warga dari luar daerah yang sudah mau datang ke sini dan ikut merayakan acara hari ini, selama setahun ini sudah banyak kejadian entah itu senang maupun sedih kita alami selama berada di daerah sini.. maka dari itu kita selalu membuat acara ini sekali dalam setahun tanpa pernah libur untuk merayakannya.. terima kasih untuk kepada warga dari daerah luar yang membantu orang orang daerah ini dengan membeli apa yang warga sediakan.. tepuk tangan untuk semuanya..” kata dari pembicara yang berada di panggung.


Semua orang bertepuk tangan.


“Sebelum kita merayakan acara paling terakhir kali ini yaitu pesta kembang api, ada sesuatu special yang akan kami hadirkan kali ini.. karena kita mendapat bantuan dana dari orang yang baik.. bisa dibilang banyak.. acara kali ini kami para panitia membuat acara sendiri yang orang orang tidak ketahui.. kami akan membagikan hadiah kepada orang orang.. contohnya kepada Ibu Melody untuk maju ke depan dan mengambil hadiah anda karena tenda anda dinilai sebagai tenda kategori makanan terenak yang berada di vestival ini.. silahkan untuk maju ke depan untuk mengambil penghargaan dan mengambil hadiah anda.. tepuk tangan buat ibu Melody..” kata pembicara.


Orang orang saling bertepuk tangan untuk ibunya Melody, sedangkan di tempat William sedang kebingungan dan terkjeut karena ibunya Melody mendapatkan penghargaan tersebut. Kak Lia berbicara emang pantas untuk ibunya Melody karena memang makanannya enak.


“Eh.. ibu.. ambil saja ibu penghargaannya..” kata Melody.


“Iya tante ambil saja..” kata William.


Ibunya Melody sangat senang karena masakannya kali ini memang berharga untuk orang lain, dia berdiri dan berjalan ke panggung untuk mengambil penghargaannya dan hadiahnya sambil orang orang bertepuk tangan untuknya. Sesampainya di atas panggung ibunya Melody mengambil dan menyapaikan terima kasih kepada para warga karena menikmati acara ini dan menikmati hidangan yang ada di vestival ini. Dia selesai dan kembali menuju tempat duduknya kembali sambil orang orang masih bertepuk tangan untuknya.


“Itu dia untuk kategori makanan enak yang ada di vestival ini.. tapi jangan sedih karena ada banyak penghargaan untuk orang orang.. selanjutnya penghargaan untuk tenda terunik..” kata pembicara.


Ibunya Melody membawa pengharagaannya dan hadiahnya ke tempat dia semula duduk, orang orang di sekelilingnya masih terkejut termasuk anaknya sendiri. Melody memeluk ibunya sendiri karena bisa menerima penghargaan tersebu dan termasuk di akui oleh orang lain. William dan lainnya bertanya kepada ibunya Melody banyak pertanyaan dan pujian kepadanya, banyak penghargaan untuk orang orang di vestival kali. Bahkan ada penghargaan untuk orang yang mengunjungi semua tenda yang ada di vestival tersebut.


Banyak penghargaan sudah diumumkan dan selanjutnya adalah acara paling akhir yaitu kembang api, saat pembicara mau mengumumkan untuk memulai kembang apinya tiba tiba mendapat pesan dari panitia.


“Sebelum dimulai acara terakhir ini mari kita… sebentar…… maaf saya lupa sesuatu.. acara penghargaan ini di danai oleh orang hebat dan baik hati.. orang tersebut bernama William.. mari kita tepuk tangan untuk orang yang sudah menyumbang untuk orang orang disini termasuk tenda para warga yang berdiri di sini.. pesta kembang apinya akan dimulai dalam satu jam karena ada tambahan kembang api yang harus di atur.. jadi kami dari pihak panitia minta maaf.. selagi menunggu persiapannya semua orang silahkan bersenang senang..” kata pembicara sambil bertepuk tangan.


Mereka semua saling bertepuk tangan sedangkan orang orang yang mengenal nama William langsung melirik kepadanya.


“William? Itu kamu yang dimaksud oleh pembicara?. William yang aku kenal cuman kamu” kata Melody.


“Nak William bukan hanya membantu tante namun juga membantu orang lain.” Kata ibunya Melody.


“Maaf tapi itu bukan aku.. aku tidak akan punya uang sebanyak itu.. namun siapa di sini yang mempunya nama William juga..” tanyanya kebingungan.


William kebingungan karena namanya mirip dengan yang di bicarakan oleh pembicara, dia tidak tau kalau ada orang yang bernama sama di sekitar dia. Sedangkan kak Lia bercanda dengan William kalau dirinya tidak akan mungkin bisa membiayai acara yang besar tersebut sendirian dan kak Lia bilang William tidak akan mampu untuk menemui panitia bahkan dia saja juga tidak tau siapa panitia acara tersebut.


“William yang di sebut tadi tidak mungkin sama dengan William yang ada di sini.. karena dia selalu membuat masalah...” kata kak Lia.


“Haha benarkah aku tidak tau William seperti itu, oh iya emang William kerja di sana sebagai apa? Aku hanya pernah diajak kesana dan tidak tau tentang pekerjaannya.” Kata Melody.


“Oh melody tidak tau ya walaupun sudah dibawa kesana? yaa karena pekerjaanya selalu berubah, dia bisa semua hal walaupun tidak sebagus orang yang fokus pada satu pekerjaan saja.” Kata kak Lia.


“Wah kamu bisa semua ya ternyata.” Kata Melody.


Mereka berbincang bincang dan kak Lia masih mengejek William, lima belas menit sudah berlalu tiba tiba ponselnya William berbunyi. Dia membukanya dan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya, pesan tersebut dari Candy yang tersesat tidak tau arah yang diberikan oleh William. Dia membalas untuk menunggu dirinya di gerbang sementara William ke sana. Dia berdiri dan bilang ke semua orang kalau dia ingin menjemput Candy terlebih dahulu. Dia akhirnya sampai di gerbang dan dirinya melihat seseorang berdiri bersender di mobil, ya siapa lagi kalau bukan Candy.


“Acaranya sudah selesai, pulang saja.” Katanya.


“Hehhhh benarkah bukannya tadi kamu bilang belum dimulai?.” Katanya.


“Tuh lihat tendanya sudah sebagian tutup.. hahaha aku hanya bercanda, ikuti saja...” kata William yang bercanda dengan Candy.


“Ihh kamu suka begitu William.. jahat kamu yaa.” Sambil menepuk punggungnya william.


“Pak aku pergi dulu.. bapak jaga sini yaa.” Katanya kepada supirnya.


“Baik nona.” Jawab dari supirnya Melody.


“Kenapa kamu tidak mengajak sopirmu saja ke sana? masih ada tempat kok.” Kata William.


“Benearkah? Baiklah. Pak ikut aja masih ada tempat.” Kata Candy.


“Tidak terima kasih nona, saya disini saja.” Kata orang tersebut.


“Aku laporin ke mama kalau bapak tidak mengikuti arahanku.” Kata Candy.


“Baiklah nona.” Kata orang tersebut.


Mereka bertiga berjalan ke tempat vestival diadakan, Candy bercerita kepada William kenapa dia sangat sibuk. Dia bercerita karena Candy sudah keluar dari pagi dan pulang di siang hari, dan papanya ingin dia ikut bersamanya untuk bertemu orang orang penting. William membalasnya bagus karena itu bisa membantu Candy yang dari dulu manja kepada orang tuanya dan bisa saja berubah jika ikut ke acara penting tersebut. Candy bilang kalau acara tersebut membosankan dan lebih baik bermain, William hanya bisa menggelengkan kepalanya. Akhirnya mereka sampai di tempatnya, William menuntun mereka ke tempat ibunya Melody berada. Sampailah mereka di sana.


“Halo nak Candy sudah datang.. sini duduk di sini.” Kata ibunya Melody.


“Halo semuanya.. maaf menggangu..” katanya.


“Halo kak Candy, apa kak Candy bawa manisan?.” Kata Nia.


“Oh tentu saja bawa.. kamu mau?” tanya sambil menawarkan manisan.


Dia langsung duduk di sampingnya Nia dan langsung akrab dengannya, sedangkan William mengenalkan supirnya Candy kepada ibunya Melody. Ibunya Melody menyuruh supir tersebut untuk duduk dan ikut menikmati acara yang akan dilaksanakan tersebut. Mereka berbicara satu sama lain sampai acaranya di mulai.


“Oke karena ini sudah waktunya, maka acara terakhir pada hari ini akan dimulai.. Mari nikmati kembang api yang kita tunggu tunggu dan rencanakan tahun ini. Mari kita mulai hitung mundur. 1…..2…..3… luncurkan kembang apinya.” Kata pembicara.


Suara kembang api mengudara, banyak kembang api yang di nyalakan dan terlihat sangat indah di langit. William melihat kembang api itu merasa pernah melihatnya di suatu tempat bersama orang tuanya. Dia teringat kembali dengan kembang api yang dibelikan oleh orang tuanya kepadanya waktu kecil dan dinyalakan bersama ibu dan Ayahnya. Dia mengeluarkan air mata dan seketika Melody menyadari air mata yang mengalir dari matanya William dan menanyakannya dengan suara pelan.


“Apa kamu baik baik saja? tapi kenapa kamu menangis?” tanyanya.


William langsung mengusap air matanya dan menjawab bahwa dia tidak apa apa, dia beralasan mungkin hanya kemasukan debu di matanya. Melody berterima kasih kepada William karena sudah membantu banyak selama ini, mereka tertawa sedangkan orang yang lain melihat kembang api sambil memakan makananya. Berlalu sangat lama hingga kembang api terkahir sudah dinyalakan dan meledak di atas langit.


“Oke itu kembang api terkahir tahun ini. Terima kasih yang sudah berpatisipasi dan terima kasih untuk orang orang yang sudah datang dari jauh sudah menikmati event ini kami ucapkan sekali lagi selamat jumpa tahun depan.”


Orang orang bertepuk tangan dan mulai berdiri dan menggulung tikarnya masing masing dan mulai meninggalkan tempat tersebut. William ikut membantu ibunya melody melipat alas sedangkan yang lain membantu membersihkan sekelilingnya.


“Sudah nak william terima kasih sudah membantu tante dari pagi.” Kata ibunya Melody.


“Ibu bagaimana dengan makanan yang masih tersisa?” tanyanya.


“Bagikan saja buat teman teman mu.” Katanya.


“Baiklah ibu.” Kata Melody.


Melody membagikan sisa makanan sama rata kepada teman temannya, semua orang mulai meninggalkan tempat tersebut dan saling berpamitan. William juga pulang dan menuju ke rumahnya, dia membuka pintu dan masuk kedalam. Dia mengunci pintunya dan langsung masuk kekamarnya dan tidur di kasurnya, dia merasa lelah hingga terlelap.