
Matahari naik ke atas tanda pagi akan datang, William bangun dari tidurnya. Dia bangun dan melihat jam yang ada di ponselnya, masih jam lima. Dia bangun dari tempat tidurnya dan melihat keluar jendela kamarnya, udara dingin dan segar masuk ke kamarnya. Setelah menghirup beberapa udara segar pada pagi hari dia menlanjutkan berjalan ke arah dapur, sesampainya di dapur dia langsung membuat segelas coffe panas untuk di minum di pagi hari yang dingin. Segelas coffe sudah dia buat, lantas dia membawanya ke sofa kesayangannya. William lupa dengan ponselnya, dia berjalan ke kamarnya dan mengambil ponselnya yang berada di samping bantal tidurnya. Dia membawa ponsel tersebut ke ruang tamu dan duduk di sofa, setelah itu dia membuat ponselnya untuk melihat apakah ada pesan untuk dirinya.
“Sepertinya semua teman teman sedang sibuk dengan urusannya masing masing.. biasanya di group chat akan ada ucapan selamat pagi setiap hari..” ucapnya.
William menutup jendela chatnya dan mulai membuka hal lain, dia membuka emailnya untuk mengecek apakah ada urusan dengan urusan kerjanya. Karena tidak ada email yang masuk dia memutuskan untuk membuka dan melihat apa yang ada di internet pada hari itu maupun hari kemarin, sembari menikmati coffe buatannya di pagi hari dia menikmati keseruan yang ada di ponselnya. Alarmnya tiba tiba berbunyi dan menandakan dia harus berangkat kerja hari itu juga, dia belum persiapan apa dan langsung berlari ke kamarnya dan mengambil pakaian yang bersih. Saat sedang berlari dari kamarnya menuju ke kamar mandi dia melihat sebuah kalender yang terpasang di dindingya, dia berhenti dan melihatnya. Karena ingin memastikan hari tersebut hari apa dia langsung berlari untuk mengambil ponselnya, dia membukanya dan ternyata hari tersebut adalah hari minggu.
“… Aku lupa kalau kemarin adalah hari sabtu.. karena hanya hari sabtu dan minggu restoran dapat di pesan..” ucapnya dengan menggaruk kepalanya.
“Tapi kemarin kak Nindy ingin mencoba sesuatu.. apakah dia juga lupa hari ini hari apa.. atau kak Nindy hari ini ada jadwal kerja?” katanya dalam hati.
Dia langsung mengirim pesan kepada kak Nindy dan bertanya apakah hari ini dia masuk kerja atau tidak, tidak ada respon sama sekali dari pesannya. William berpikiran kalau kak Nindy masih tidur karena hari ini adalah hari liburnya, Restoran William memiliki dua tim yang berbeda dari tempat lainnya. Ada yang masuk satu minggu penuh seperti kak Lia karena dia yang mengawasi para pekerja lainnya dan ada juga yang seperti kak Nindy yang hanya bekerja pada hari rabu sampai sabtu, berbeda dengan yang lainnya William mendapkan hari kerja yang bebas karena dia hanya pembantu pekerja di sana walaupun kadang mendapatkan pekerjaan sebagai koki juga. Karena hari ini libur dia memutuskan untuk pergi ke mini market untuk membeli keperluannya sehari hari, karena masih pagi dia memutuskan untuk istirahat sejenak di sofanya sambil membuka kembali ponselnya dan melihat lihat.
“Kurasa hari ini hari yang berat untuk kak Lia.. karena kemarin saja sudah sibuk apalagi hari minggu dia harus bekerja juga..” ucapnya.
Kak Lia bekerja satu minggu penuh tanpa hari libur, bukan menjadi pekerja paksa atau lainnya tapi itu yang kak Lia putuskan sendiri dan bilang kepada paman Willy untuk bekerja satu minggu penuh. Lantas bagaimana dengan hari liburnya banyak yang akan bertanya dengan kata tersebut, dengan kerja satu minggu yang penuh dia di beri keuntungan untuk mengambil hari libur kapan pun dia mau. Tidak ada yang tau kenapa kak Lia mengambil satu minggu penuh hanya untuk bekerja, mungkin kebanyakan akan menjawab karena untuk biaya dirinya dan untuk adiknya di masa depan. Mungkin saja juga untuk keperluannya yang besar atau keinginannya yang jumlahnya sangat besar, mungkin juga untuk adiknya Nia. Adiknya Nia baru berumur dua belas tahun jadi masih membutuhkan beberapa dukungan dari kakanya, dia dan kakaknya berbeda dua belas tahun dan orang tuanya memutuskan untuk memberikan jarak seperti itu karena kakaknya bisa membantu keuangan untuk adiknya bersekolah dan lain lainnya. William yang sedang asik memainkan ponselnya mendapatkan sebuah pesan.
“William yaa.. maaf aku lupa kalu hari ini aku liburr.. dan juga mungkin besok saja yaa, karena hari ini aku ada urusan lain..” pesan kak Nindy.
“Baiklah.. aku juga ada beberapa urusan, jadi besok saja… dan jangan lupa kakak bawa bahan kakak juga..” balasnya.
“Oke…” katanya.
Jam sudah menunjuka pukul tujuh yang di mana suhu sudah mulai memanas, William bersiap siap untuk pergi ke mini market untuk membeli kebutuhannya. Dia pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, setelah itu dia berjalan ke kamarnya untuk mengambil dompetnya. Saat dia berada di kamarnya, dia melihat buku catatan yang paman Willy berikan pada waktu Vestival. William membukanya sesaat dan berdoa, dia lalu menaruhnya dan meninggalkan kamarnya. Dia mengamil ponselnya dan berjalan ke arah pintu keluar, dia membuka pintunya dan berjalan ke luar rumah. Hal pertama yang selalu dia lakukan adalah melihat sekeliling rumahnya apakah ada hal yang aneh berada di sana, karena terlihat cukup normal dia memutuskan langsung berjalan ke mini market yang dekat dengan rumahnya. Sesampainya di sana dia langsung mengambil satu keranjang karena barang belanjaannya hari tersebut akan cukup banyak.
“Aku akan ambil ini.. tapi aku juga ingin yang ini..” katanya bingung yang sedang memilih makanan instant.
Setelah kebingungan tadi terjadi dia memutuskan untuk mengambil kedua barang tersebut, sesudah itu dai berkeliling lagi mencari barang kebutuhannya. Saat dia sedang berkeliling dia melihat temannya yaitu Melody yang sedang melihat barang, lalu dia mendekatinya dan menyapanya.
“Melody.. pagi..” ucapnya.
“Oh.. William.. pagi.. kamu juga ke sini yaa..” katanya.
“Iya.. barang kebutuhanku sudah mau habis..” jawabnya.
William melihat Melody yang sedang melihat lihat bahan yang berada di depannya, dia lalu melihat juga barang apa yang dari tadi Melody lihat. Ternyata barang yang mereka berdua lihat ada bahan untuk membuat kue, William teringat dengan pembelajarannya Melody dengan kak Lia dua hari yang lalu. Dia lantas menanyakan sesuatu kepada Melody.
“Karena alatnya sudah ada jadinnya kamu sudah siap membuat kuemu sendiri?” tanyanya.
“Iyaa.. terima kasih alatnya.. tapi aku juga sedikit bingung..” jawabnnya.
“Bingung kenapa? Apakah alatnya tidak cukup untukmu?” tanyanya.
“Ahhh tidak… karena aku bingung ingin membuat apa..” jawabnya.
“Buat aja yang seperti kemarin..” katanya.
Mereka berbincang bincang tentang kue cukup lama di dalam mini market, William yang sadar dengan keadaan sekitar memutuskan untuk menyuruh Melody untuk berbicara panjang lebar dengannya di luar. William bilang akan menunggu dirinya di luar mini market, dia lalu berjalan ke kasir sambil membawa kebutuhannya. Dia membayarnya dan langsung berjalan ke luar sambil menunggu Melody.