
Sopir taksi tersebut melanjutkan perjalanan mereka menuju rumahnya William, namun saat beberapa ratus meter dia menyuruh sopir taksi tersebut untuk menepi. William lupa kalau belum membelikan sesuatu kepada Nia, mobil tersebut berhenti di pinggir jalan. Mereka berdua keluar dari mobil taksi tersebut dan berjalan menjauh dari jalan raya, William mengambil ponselny untuk mencari toko untuk membelikan hadiah kepada Nia.
“Kak William.. Tadi perempuan siapa? Sepertinya teman dekat kak William?”
“..Dia cuman teman.. Bukan teman dekat.. Karena dia sekarang akan keluar negri jadi teman jauh..”
“Hm.. Begitu ya.. Tapi dia kelihatannya sedih tadi.”
“..Benarkah? Kalau begitu ayo kita mencari toko hadiah untuk Nia saja..”
“Yeay..”
Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke tempat toko yang ingin William kunjungi, tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada. Mereka berjalan ke arah toko tersebut dan akhirnya sampai di depan toko, William menggandeng Nia masuk ke toko tersebut. Saat sudah masuk ke dalam, terlihat banyak mainan yang terpajang di sana. William menyuruh Nia untuk memilih mainan, sementara dia menemaninya dari belakang. Saat sedang melihat lihat mainan yang ada, Nia mendatangi William. Dia bilang kalau sudah menemukan maianan yang menurutnya bagus, William langsung ditarik oleh Nia ke arah tempat mainan yang dipilihnya.
“Kamu mau ini? Kenapa kamu memilih ini?”
“Hehe.. Aku ingin memainkan ini bersama kak Lia dan kak William juga..”
“.. Bagus juga.. Nanti kita mainkan waktu di rumah.. Apa ada yang lainnya?”
“Udah kak.. Itu aja..”
“Oke kalau begitu kak William bayar terlebih dahulu.. Kamu lihat lihat aja dulu.. Siapa tau ada yang mau kamu pilih lagi..”
William membawa mainan tersebut ke kasir untuk membayarnya, mainan yang dipilih Nia tidak begitu mahal jadi dirinya bisa tenang. Setelah membayar dan membawa mainan tersebut, dia berjalan mencari Nia. Dia melihat Nia sedang melihat lihat mainan yang ada, lalu William mendekatinya.
“Apa kamu mau itu juga?”
“Tidak kak.. Aku sudah punya yang di rumah..”
“Kalau tidak ada yang Nia mau lagi.. Kita pulang saja.. Tapi terlebih dahulu kita beli makan malam di luar saja.. Nia mau apa?”
“Hm.. Apa ya.. Aku mau ikan..”
“Ikan ya? Di dekat rumah ada.. Kita ke sana saja."
“Baik kak..”
Mereka berdua keluar dari toko mainan tersebut sambil bergandengan tangan, mereka berhenti di tepi jalan raya sambil menunggu taksi yang dipanggil William datang. Setelah datang mereka masuk ke taksi tersebut dan langsung menyuruh sopir taksinya untuk berjalan ke arah lokasi yang William inginkan, saat diperjalanan William memberikan mainannya kepada Nia.
Dia sangat senang saat menerima hadiah tersebut, William juga ikut senang karena dirinya jarang sekali keluar jauh dari rumahnya. Tidak begitu lama mereka sampai di depan rumah makan, mereka keluar dari taksi tersebut.
“Nia mau makan ikan.. Kita makan di sini saja.. Kak William juga sering beli di sini..”
“Yeay.. Ayo kak..”
“Sepertinya kamu kelaparan.. Masuk saja..”
Mereka masuk ke rumah makan tersebut, William menyuruh Nia untuk mencari tempat duduknya dan saat sudah menemukannya mereka langsung duduk. William melihat menu yang ada dan memberikannya kepada Nia untuk memilih, Nia memilih ikan laut dan William pun memesang menu yang sama. Dia bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke meja pemesanan, setelah memesan dia kembali ke tempat duduknya.
“Bagaimana dengan Nia? Besok kak Lia sudah kembali ke rumah.. Apakah Nia senang?”
“Iya.. Aku senang karena kak Lia bisa kembali lagi.. Tapi aku juga senang tinggal dengan kak William..”
“Hm.. Semoga kak Lia bisa bermain terus bersama Nia..”
“Nanti kak William yang bilang kepada kak Lia biar kak Lia bisa bermain bersama Nia.. Bagaimana?”
“Wah beneran kak? Apa kak William berani bilang begitu ke kak Lia?”
“… Kita tunggu makanannya saja ya.. Hehehe..”
Mereka berdua menunggu makanan mereka datang sambil melihat mainan yang mereka beli tadi, akhirnya makanan pesanan mereka sampai dan ditaruh di meja mereka. Mereka berdua memakanan makanan tersebut dengan perlahan sambil menikmatinya, terlihat sangat senang saat Nia memakan makanannya membuat William ikut senang juga. Mereka menghabiskan makanan mereka dan setelah itu William membayar makanan mereka, mereka berdua keluar dari rumah makan tersebut.
“Ayo kita pulang Nia..”
“Apa kita akan naik taksi lagi?”
“Tidak.. Kita dekat dengan rumah.. Jadi kita jalan kaki.. Mumpung masih jam enam sore..”
“Baik kak..”
Merkea berdua berjalan menuju ke arah rumahnya William sambil bergandengan tangan, mereka saling bercerita saat sedang berjalan bersama. Mereka akhirnya sampai di depan rumahnya William, mereka masuk ke pekarangannya dan berada di depan pintu rumah. William mengeluarkan kuncinya dan membuka pintunya, mereka masuk kedalam tapi sebelum itu William menyalakan lampunya. Setelah itu mereka langsung duduk di sofa untuk beristirahat sebentar, William berdiri dari sofa tersebut.
“Nia mau sesuatu? Air misalnya?”
“Iya kak..”
“Baiklah kalau begitu.. Tunggu sebentar.. Kamu nonton saja telvisi..”
William berjalan ke arah dapur untuk mengambil dua gelas dan mengisinya dengan air putih, setelah itu dia kembali ke sofanya dan memberikan satu gelas air tersebut kepada Nia. Mereka meminum air tersebut sambil duduk di sofa sambil menonton televisi, William meletakan gelasnya dan mencari ponselnya di kantungnya. Dia membuka ponselnya.
“Hm.. Pesan dari Nixie ya? Dia bilang minta maaf.. Tapi kenapa? Dia juga tidak bersalah.. Orang tuanya juga tau siapa yang pantas untuknya.. Dan ada juga dari Candy….. Ya aku tau dia pasti mengirim pesan tentang manisan.. Hm.. Nia kalau kamu mau mandi duluan saja..”
“Baik kak..”
“Siapa lagi ya.. Ohh Fauna.. Jadi dia sudah membeli tanaman di dekat rumahku ya.. Kurasa dia tidak tau di mana rumahku.. Dan pesan dari kak Lia.. Dia akan pulang malam ini jadi besok pagi akan sampai.. Begitu ya.. Kurasa Nia besok akan libur juga..”
Nia selesai dengan mandinya dan menyuruh William untuk mandi juga, William meletakan ponselnya dan mengambil pakaiannya di kamarnya. Setelah itu dia mandi, sesudah mandi mereka duduk kembali di sofanya.
“Oh iya.. Kamu mau memainkan mainan yang tadi kamu beli?”
“Ayo main kak..”
Nia langsung mengeluaran mainannya dan langsung membukanya, dia membentangkan mainannya dan mereka mulai bermain. Mereka bermain bersama dan William mengambil makanan ringan yang masih tersisa dari pemberian paman Willy, mereka bermain sambil memakan makanan ringan mereka. William dan Nia bersenang senang dengan permain mereka sampai tengah malam.
“Menyenangkan bukan.. Tapi ini sudah tengah malam.. Kita sebaikanya tidur.. Kak Lia juga besok menjemput Nia ke sini.. Nanti kak William yang dimarahi kak Lia..”
“Baik kak.. Selamat malam kak William..”
“Malam Nia.”
Mereka berdua memutuskan untuk tidur, mainan dan makanan mereka belum di bereskan karena sudah mulai mengantuk. William tidur di sofanya dan Nia tidur di kamarnya, sebelum itu William mengatur alarmnya lebih pagi dan setelah itu dia tertidur di sofanya.