The Noble

The Noble
Pengenalan kampus #8



❏ #The Noble


↳ Pengenalan kampus #8


Setelah itu mereka berdua mengganti seragam mereka dan keluar dari ruang ganti, Melody ingin pulang dan William juga berpamitan kepada kak Dea. Mereka akhirnya berjalan keluar dari dapur dan tidak lupa membawa payungnya kembali menuju ke gerbang depan, saat perjalanan William sempat tertawa dengan tingkah laku temannya tadi. Melody mencubit tubuhnya dan memarahinya.


“Hehe.. Bercanda.. Tapi bagaimana dengan mencicipinya, apa yang kamu rasakan tentang kampus ini..”


“Uhm, bagus.. Aku harus banyak berlatih lagi, oh iya gedung dari senior tahun ke dua dan ke tiga berbeda ya?”


“Iya berbeda.. Namun letaknya masih di samping gedung punya kita, ada perbedaan dengan gedung kita.. Gedung milik mereka tidak memiliki dapur yang di lantai satu dan ruangan yang di lantai dua.. Jadi hanya kelas, ruang praktik dan lantai atas untuk hiburan mereka.. Makanya mereka hanya memiliki dua lantai saja, walaupun begitu kamu lihat kalau banyak senior yang datang ke gedung kita untuk bersenang senang di lantai atas karena gedung tersebut lebih tinggi dari pada gedung mereka..”


“Begitu ya.. Hm, tapi kak Dea mengambil jurusan yang berbeda ya..”


“Iya, kita mengambil jurusan baking dan pastry art sedangkan kak Dea mengambil jurusan universal.. Seangkatan kita yang di lantai bawah juga kelas untuk universal.. Untuk jurusan yang lainnya juga ada.. Nanti aku kirim peta denah kampus ini, kurasa kamu akan terkejut.”


“Oh, aku baru tahu.. Jadi kelas kita khusus untuk hidangan dessert saja, aku memang mengambil jurusan pastry karena aku baru belajar hal ini..”


“Tidak apa apa, lebih bagus untukmu.. Banyak orang yang menginginkan makanan penutup yang enak lebih dari makanan utama di tempat kerjaku.. Dan agar kamu bisa menggantikan peranku memberi makan Candy..”


“Maaf apa?”


“Tidak ada..”


Mereka berjalan sambil berbicara dan tidak sadar sampai di depan gerbang kampus tersebut, mereka berhenti sebentar dan melihat ke belakang. Setelah itu William melanjutkan perjalanannya menuju ke rumahnya dan di susul oleh temannya tersebut, Melody masih penasaran dengan denah kampus mereka dan menanyakannya kepadanya. Lalu William menceritakan semuanya kepada Melody, mereka berbicara sampai di jalan utama rumah mereka.


“Begitu ya.. Ternyata luas sekali ya.. Loh kita sudah sampai di sini..”


“Oh iya.. Ayo kita ke tempat tante..”


“Kamu lapar ya..”


“Hehe..”


Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke tempat ibunya Melody berjualan, setelah sampai Melody membantu ibunya dan William seperti biasa memesan makan siangnya. Ibunya Melody memberinya makan dan dia makan di sana, setelah itu seperti biasa dirinya menyerahkan uangnya kepada Melody. Sebelum pulang William pergi ke toko dekat tempat tersebut untuk membeli minuman dingin terlebih dahulu, saat sedang memilih minuman dari arah belakang Melody mendekatinya.


“Kamu haus juga?”


“Oh Melody.. Iya, aku haus, butuh yang dingin..”


Setelah selesai dan membayarnya William kembali ke tempat ibunya Melody dan berpamitan kepadanya, dia melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya. Dirinya sampai di depan rumah dan langsung membuka pintu rumahnya, William masuk dan langusung melepas sepatunya dan mencuci kakinya. Setelah itu dia istirahat sebentar di sofanya dan tidur terlelap.


Alarm membangunkannya, masih seperti kemarin dia ingin berangkat bekerja lagi. Setelah bersiap siap William keluar dari rumah dan mengunci pintunya lagi, dia berjalan menuju ke tempat kerjanya. Dia sampai di depan tempat kerjanya dan kali ini sudah banyak orang yang mengantri di sana, setelah itu William mempercepat jalannya dan melalui jalan belakang.


Dia masuk melalui pintu belakang dan ketika sampai di dapur dirinya langsung mengganti pakaiannya, setelah itu dia langsung pergi ke posisinya. Setelah itu kak Lia dan paman Willy mendatangi dapur, mereka menyuruh para pekerja bersiap siap. Restoran dibuka kembali dan mereka mulai bekerja termasuk William, mereka bekerja seperti biasanya sampai malam hari. Setelah itu para pekerja mulai bersih bersih dan kak Lia mendatangi dirinya.


“Eh sudah jadi?”


“Belum.. Baru setengahnya..”


“Aku kira hehe..”


Mereka mengganti seragam dan setelah itu naik ke lantai atas, saat di atas William melihat sudah ada penutup atas dan pembatas di sampingnya. Sesuai idenya atap yang ada di sana bisa tertutup dan terbuka agar malam hari bisa melihat bintang sedangkan siang bisa di tutup agar tidak panas, dia melihat sekitar dan mengecek keadaan kualitas bangunannya.


“Jadi kurang lantai, meja kursi dan alat alatnya ya..”


“Iya, kurang itu saja.. Paman Willy sedang mencari alat dan kursi mejanya.. Kita tunggu saja, kalau tidak besok ya dua hari lagi.. Bagaimana dengan kuliahmu..”


“Hm, baguslah.. Oh kuliahku bagus bagus saja kak.. Itu kak, karena aku kuliah jadi pindah kerja kan hehe..”


“Ha?...”


“Tidak jadi..”


Setelah selesai kak Lia mengajak William berbicara di atas sambil menunjukan berkas berkas darinya yang sudah paman Willy benahi, dia membaca berkasnya satu persatu dan paham di mana letak kesalahan dari idenya. Mereka berbicara sampai jam sembilan malam, karena sudah lelah William ijin pulang kepada kak Lia dan ternyata dia juga ingin pulang karena sudah ditunggu oleh Nia.


Mereka akhirnya berpisah di sana dan pulang menuju ke rumahnya masing masing, William berjalan perlahan karena tidak mau buru buru dan membuat badannya semakin lelah. Dia melewati rumahnya Melody dan temannya tersebut ada di depan rumahnya, lalu William berhenti dan menyapanya.


“Malam..”


“William, kamu baru pulang?”


“Iya.. Apa kamu tidak lelah?”


“Sudah biasa.. Aku kan terbiasa bekerja dua belas jam.. kalau di potong setengah tidak apa apa, tapi karena harus banyak bicara membuat badanku lemas..”


“Kalau begitu pulang saja, hati hati ya..”


William meninggalkan temannya dan melanjutkan perjalanannya, dia akhirnya sampai di depan rumahnya. Dia membuka pintu dan masuk ke dalam, setelah mengunci pintu dirinya melepas sepatunya dan berjalan menuju ke kamar mandinya. William melakukan rutinitasnya seperti biasa dan setelah itu dirinya memasang posisi tidur di kasurnya, sebelum itu dia mengecek ponselnya.


“… Hm, semuanya mengirim foto kampus mereka masing masing.. Oh Fauna ternyata bersama Candy orang orang menanyai di mana aku dan Melody berkuliah, kurasa akan aku abaikan.. Lebih baik aku tidur? Kurasa nanti saja.. Aku akan membalas pesan dulu.”


William selesai dengan pesannya dan karena harus dirinya berjala menuju ke dapur untuk minum air, setelah itu dia berjalan menuju pintu rumahnya dan melihat ke luar rumah. Tampak angin berhembus kencang, lalu dia mengecek ramalan cuaca di ponselnya.


“Hujan ya nanti.. Lebih baik aku tidur sekarang, agar tidak kedinginan aku pakai dua selimut.. Kuharap besok tidak hujan lagi.”


Dia langsung berjalan kembali menuju kamarnya dan mengambil satu selimut di lemarinya, setelah itu William memasang selimutnya di bawah dan dia tidur di atas selimut tersebut. Dia mengambil satu selimutnya lagi dan menaruhnya di atas badannya dan setelah selesai dirinya langsung tertidur.


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─