
William berusaha bekerja dengan keras karena dirinya sudah tiga hari sudah tidak masuk, dia terlihat bersemangat karena sudah bisa masuk kembali ke tempat kerja. Satu persatu pesanan makanan dia buat, banyak pesanan yang masuk dan dia yang harus membuatnya. Ketika semua pesanan yang dia ambil sudah selesai dan jika tidak ada yang bisa dia lakukan, biasanya William membantu nenek Widia mencuci piring bersama dengan para pekerja lainnya. Jika ada pesanan yang masuk dan kak Lia memerintahkannya, maka dia kembali bekerja untuk membuat pesanan tersebut.
‘Lebih baik aku bekerja dari pada duduk di rumah tanpa bebuat apa apa.. Pekerjaan ini menyenangkan dan membuat diriku menjadi orang yang lebih berguna.’
Sudah waktunya istirahat dan Restoran di tutup sementara, ada beberapa pelanggan yang masih memakan makanan mereka namun Restoran sudah di tutup dan tidak ada pelanggan lain yang masuk untuk makan di sana. Mereka harus menunggu waktu istirahat atau pergi ke Restoran lain yang lumayan jauh dari tempat itu, para pekerja beristirahat termasuk William yang ingin makan siang bersama nenek Widia. Dia berbicara kepada nenek Widia waktu mencuci piring bersamanya, lantas dia membuat makan siangnya dan membawanya ke tempatnya nenek Widia untuk makan bersama.
“Nek.. Sudah aku buatkan, walau seadanya.. Aku tidak bisa mengambil lebih dari ini.. Terimalah nek.”
“Terima kasih nak.. Sini duduk sama nenek.. Kita makan siang bersama.”
“Iya nek.”
Mereka makan siang bersama dan saling berbicara satu sama lain, waktu berlalu dan makan siang mereka selesai. William ingin melanjutkan pekerjaannya dan dia pergi dari tempatnya nenek Widia, dia berjalan ke arah dapur dan mulai mengambil sampah yang ada dan memilahnya.
Dia ingin membuangnya di tempat sampah yang besar, dia membawanya keluar sambil memeriksa jalan yang dia lewati dan siapa tau ada sampah yang tertinggal. Setelah membuangnya, William kembali berjalan ke dapur untuk membersihkan meja kerjanya maupun meja kerja para pekerja yang lainnya. Saat sampai di dapur dia dihadang oleh kak Lia.
“Kudengar kamu keterima di kampus pilihanmu? Bagaimana dengan kampusmu itu?”
“Haha.. Biasa saja kak.. Aku tidak mengambil kampus yang besar dan mewah..”
“.. Kalau begitu bagaimana dengan jam masukmu?”
“..Itu.. Aku mengambil pagi.. Jadi kemungkinannya aku bekerja siang hari..”
“Oh enak ya? Makanya paman Willy memintaku untuk mencari pekerja baru..”
“Iyakah? Aku sedikit ingat bahwa paman Willy ingin membuka Restorannya sampai malam hari.. Apakah berarti akan ada pergantian masuk kerja?”
“Itu baru rencana… Paman Willy juga tidak tega melihatku bekerja satu minggu penuh tanpa istirahat.. makanya rencana itu baru kita pikirkan.. Bagaimana menurutmu?”
“Itu bagus.. Kurasa para pelanggan ingin makan pada malam hari juga.. Jadi aku bisa bekerja di malam hari juga.. Bagaimana kalau kita memakai lantai ke tiga Restoran ini? Paman Willy hanya menggunakan lantai pertama dan kedua saja.. Kurasa mengubah Lantai tiga tidak masalah.. Restoran yang berada di Lantai tiga akan bisa jelas melihat langit pada malam hari..”
“Kurasa idemu bagus juga.. Akan aku kasih tau kepada paman Willy nanti.. Aku juga ingin bermain bersama Nia.”
“Oh iya sudah lama tidak melihat Nia.. Bagaimana dengannya?”
Mereka mengobrol sampai jam istirahat selesai, sesudah itu mereka lanjut bekerja lagi dan William mendapatkan pesanan yang banyak sampai dia tidak bisa istirahat sampai jam pulangnya. Pukul Tujuh dan waktu tersebut Restoran tutup, para pekerja beristirahat sebentar sambil membereskan meja kerjanya masing masing termasuk William.
Setelah selesai para pekerja pulang dan William ingin pulang juga, dia ijin pulang terlebih dahulu kepada kak Lia sebelum pulang. Sesudah itu dia berjalan keluar Restoran menuju ke arah rumahnya.
“Melelahkan namun aku masih bersemangat.. Kuharap Restoran bisa buka sampai malam dan aku bisa bekerja di malam hari.. Aku bisa berkuliah pada pagi hari.. Tapi apakah kak Lia bisa menemukan pekerja baru yang berpengalaman dengan waktu yang dekat? Kurasa akan memakan waktu yang lama..”
William berjalan pulang ke rumahnya dan sambil memikirkan tentang ide idenya, dia tidak sadar kalau sudah berada di depan rumahnya.
“… Aku sudah ada di depan rumah.. Aku bahkan tidak sadar.. Mungkin saja kalau aku tidak sadar sudah sampai di jalan raya.”
Dia masuk ke pekarangannya dan mengecek sekeliling rumahnya, karena tidak ada yang aneh maka dia berjalan ke arah pintunya. William membuka pintunya dan masuk ke dalam rumah, sebelum istirahat dia menyalakan lampu di dalam rumahnya dan luar rumahnya. Setelah itu dia keluar dari rumahnya untuk melihat bunga yang dia tanam, dia mengambil penyiram tanaman dan menyiram bunganya.
“Aku juga tidak bisa menjaga bungannya jika harus bekerja pagi sampai malam..”
Setelah selesai menyiram bunganya, William meletakan alat penyiram tersebut dan masuk ke dalam rumahnya. Dia berjalan ke arah kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci tangan dan kakinya, setelah itu dia berjalan ke kamarnya untuk mengambil pakaian yang bersih dan selanjutnya dia ingin mandi.
Setelah mandi dia duduk di kursi yang berada di ruang makan sambil menaruh segelas air di mejanya, William membuka ponselnya untuk mengecek kembali apakah ada pesan yang masuk sebelum dia pulang dari tempat kerjanya.
“Hm.. Tidak ada ya? Kurasa semua orang sudah sibuk dengan dunianya masing masing.”
“Tapi aku juga bosan… Mending aku nonton televisi saja.”
William membawa ponselnya dan duduk di sofanya, dia menyalakan televisinya dan memilih saluran yang William rasa cocok untuknya toton. Dia beristirahat sambil menunggu dirinya mengantuk, karena sudah makan malam di restoran jadi dia tidak butuh makan lagi. Karena dia rasa membosankan maka dia membuka ponselnya kembali, dia mengirimkan pesan kepada paman Willy.
“Paman Willy tadi keluar mau kemana? Apakah ada bisnis yang lain?”
William mencari hal yang membuatnya bisa santai, dia memutar musik bahkan menonton film yang ada di ponselnya. Lalu dia melihat pesan yang belum dia balas dan membacanya, ada pesan dari temannya yang belum dia baca sama sekali termasuk temannya bernama Nixie. Dia membuka pesannya dan membacanya.
“Hm.. Jadi kamu pergi keluar negeri ya untuk melanjutkan kuliahnya? Leo juga akan keluar negeri.. Ya dia kan suka berpergian.. Kurasa hanya Candy dan Fauna yang masih ada di kota.. Kalau Candy… Kurasa dia tidak bisa jauh jauh dari temannya.. dan dia bilang bahwa teman temannya berkuliah di tempat yang sama.. Bagaimana dengan Fauna? Kurasa akan aku tanyakan lain kali..”
William membaca semua pesan dari temannya namun kali ini dia membalasnya, karena merasa bersalah juga tidak membalas pesan mereka. Tidak ada pesan yang langsung di balas oleh temannya, dia memutuskan untuk tidur karena dirinya tidak sadar bahwa waktu sekarang sudah pukul sebelas malam. William mematikan televisinya dan mematikan lampu yang dia tida butuhkan, dia berjalan ke kamarnya dan langsung memasang posisi tidur. Sebelum itu dia memikirkan sesuatu dan perlahan dirinya tertidur.