
William bangun karena alarmnya berbunyi, dia bangun dari kasurnya dan mencoba meraih ponselnya. Dia mematikan alarmnya dan pergi berjalan mendekat ke jendela kamarnya, dia membukanya dan menghirup udara segar di pagi hari yang masih agak gelap. Setelah menghirup beberapa udara segar, William ingin bersiap siap dan memutuskan untuk berjalan ke ruang depan.
Sebelum dirinya berjalan ke ruangan depan, William memutuskan untuk mengirim pesan kepada kak Lia. Dirinya ingin bertanya keperluan apa saja yang harus dia siapkan jika harus menjaga Nia karena Nia masih berumur dua belas tahun, William bertanya kepadanya.
“Pagi kak Lia.. Kalau belum berangkat, aku ingin menanyakan sesuatu kepada kak Lia.. Kebutuhan untuk Nia apa saja ya?”
Setelah mengirimkan pesan, William berjalan menuju ke ruang depan sambil membawa ponselnya siapa tau pesannya langsung dibalas oleh kak Lia. Sesudah sampai di ruang depan, dirinya membuka pintu rumahnya. William keluar dari rumahnya sambil melihat lihat sekitar rumahnya yang masih dalam keadaan yang agak gelap, dia masuk ke dalam rumah dan menutup pintu tersebut.
“… Kurasa masih dingin.. Aku juga harus menyiapkan sarapanku, untung kemarin aku membelinya..”
William memutuskan untuk membuat sarapannya terlebih dahulu dan sembari membuat sarapannya, dirinya juga membuat secangkir coffe panas untuk dirinya minum di pagi hari yang masih dingin. Setelah selesai membuat sarapan dan coffe, William membawa sarapannya dan coffenya ke sofanya. Dirinya menaruh makanan dan minumannya dan setelah itu dia menyalakan televisi, sebelum itu William mengatur alarm terlebih dahulu agar dia tidak datang pada siang hari.
“…. Sudah.. Maka aku bisa makan sambil menonton televisi.”
William memakan sarapannya dan meminum coffenya sambil menonton televisi, banyak berita yang dia tonton dan tidak lupa dia catat apa saja yang penting baginya ke dalam ponselnya. Saat sedang menulis sesuatu, tiba tiba dirinya mendapat sebuah pesan, lalu William membuka pesan tersebut dan membacanya.
“Pagi William.. Aku sudah diberitau oleh Lia kalau Nia akan dititipkan kepadamu.. Kamu hari ini boleh libur, tidak usah masuk.. Tapi walaupun libur, kamu harus datang ke tempat kerja.. Paman ingin memberi sesuatu kepada Nia, jadi datanglah dan ambil barangnya.. Ada untukmu juga..”
William ingin berangkat kerja dan mengambil setengah hari namun paman Willy menolaknya, paman Willy bercerita kalau hari ini tamunya biasa saja jadi tidak akan sesulit itu. Paman Willy juga mengirim pesan soal kak Lia kepadanya, walaupun dia sudah tau namun dia membaca pesan yang pamannya kirim. Paman Willy selesai dengan pesannya dan berpamitan kepada William, dirinya melanjutkan kegiatannya tadi.
“… Kurasa aku juga harus mengeluarkan uangku selama tiga hari.. Tidak mungkin Nia akan diam saja.. Dia pasti butuh sesuatu tapi dia malu malu.. Apa aku ajak saja dia bermain nanti dan aku ajak ke tempat ibunya Melody berjualan karena aku berjanji ingin membantunya kemarin malam.. Baiklah kalau begitu.”
William selesai dengan catatannya dan sarapan beserta coffenya, dia berdiri dari tempat duduknya sambil membawa piring dan gelasnya yang kotor. Seperti biasa dia mencucinya langsung dan menaruhnya di tempat asalnya, setelah itu dirinya mandi. Sesudah mandi William memutuskan untuk keluar dari rumah karena suhunya sudah mulai menghangat dan dirinya ingin berjemur sebentar di bawah sinar matahari, dia duduk di depan rumahnya dan diam menerima sinar matahari ke badannya.
“… Sudah hangat.. Lebih baik begini.. Oh iya aku lupa dengan bunganya ibu.. Kurasa embun sudah menyiraminya..”
Tanpa sadari William sudah berjemur cukup lama, dia mulai kepanasan dan memutuskan untuk meneduh terlebih dahulu. Dia merasa haus dan akhirnya masuk ke dalam rumah untuk mengambil segelas air putih, dia berjalan ke arah dapur dan mengambil gelas dari lemarinya. William mengisi satu gelas air penuh dan langsung meminumnya, dia sangat puas meminum segelas air tersebut. Dirinya berjalan kembali untuk mengambil ponselnya yang berada di atas meja yang berada di depan sofa kesayangannya, dia terkejut karena melihat jam yang berada di ponselnya.
“…. Jam delapan.. Untung paman Willy meliburkanku.. Jika tidak maka kak Lia akan memarahiku satu hari penuh.. Jadi selama aku menunggu untuk menjemput Nia dari sekolahnya, maka aku harus berbuat apa? … Aku lupa mendapatkan kerjaan lain dari paman Willy.. Mungkin selama aku menunggu Nia lebih baik aku mengerjakannya..”
William membawa berkas berkasnya yang berada di kamarnya menuju ke meja makan, dia selalu mengerjakannya di sana. Empat jam berlalu dan William selesai dengan pekerjaannya, jam di ponselnya menunjukan pukul dua belas siang. Dia merapikan pekerjaannya sambil mengirimkan pekerjaannya kepada paman Willy, setelah selesai dia bersiap siap untuk menjemput Nia.
“.. Aku lupa menanyakan di mana sekolahnya Nia kepada kak Lia… Lebih baik aku tanyakan..”
Saat dia ingin menayakannya kepada kak Lia, William mendapatkan pesan darinya yaitu sebuah alamat.
“… Itu… Ah baiklah kak..”
'Kak Lia selalu tidak bisa ditebak.. lama lama dia menyeramkan juga.'
William melihat alamat yang dikirimkan oleh kak Lia kepadanya, dia melihatnya bahwa lokasi sekolahnya Nia lumayan jauh dari rumahnya. William memutuskan untuk naik taksi untuk menjemputnya, setelah persiapannya selesai dirinya berjalan keluar dari rumah dan mengunci pintunya.
Dia menunggu taksi dipesannya datang, tidak begitu lama sebuah mobil berhenti di depannya dan ternyata itu mobil taksinya. Dia masuk ke dalamnya dan menyuruh sopir tersebut untuk berangkat, perjalanan cukup singkat karena dia naik taksi. Sampailah William di depan sekolahnya Nia, dia turun dari mobil tersebut setelah membayarnya. Karena masih ada beberapa menit, dia akhirnya menunggu di warung dekat dengan sekolah tersebut. Karena panas dia memesan minuman.
“Buk.. Saya pesan es teh satu..”
Minumannya datang dan dia langsung meminumnya, dia habiskan langsung minuman tersebut. Karena masih haus William memesannya kembali, setelah merasa puas dia langsung membayarnya dan pergi dari warung tersebut. Dirinya menunggu di depan gerbang sekolah dan tidak begitu lama jam pulang sekolah datang, para murid keluar dari sekolahnya. Disitulah Nia keluar dari gerbang, William langsung menyapanya.
“Nia…”
“Kak William… Apakah akak menunggu lama?”
“Tidak.. Baru saja aku datang.. Bagaimana sekolahnya?”
“Seperti biasa menyenangkan..”
“Begitu ya.. Baikalah mari kita pulang.. Kamu mau pulang jalan kaki atau naik taksi?”
“Hm… Jalan kaki sajaa…”
“Kuat kamu ya.. Baiklah ayo.”
Mereka akhirnya pulang jalan kaki, mereka berjalan bersama dan William menggenggam tanggnya. Mereka seperti adik kakak yang pulang ke rumah bersama, mereka berdua bercanda bersama selama perjalan pulang. Sebelum dia sampai di depan sekolahnya Nia, dirinya mengecek map yang ada di ponselnya jika mereka ingin pulang jalan kaki dan jalan yang mereka lalui sekarang adalah jalan satu arah dengan tempat ibunya Melody berjualan.
"Nanti kita lewat di depannya tante Melody.. Kamu masih ingat kan?"
"Iyaa.. Tante yang memberikan aku makanan enak yang banyak waktu itu.."
"Baguslah kalau begitu.."