The Noble

The Noble
Hari Persiapan #3



❏ #The Noble


↳ Hari Persiapan #3


Setelah menjawab pesan William membuka dan membalas pesan lainnya juga, ada pesan untuknya dari temannya namun dia hiraukan dan akan membalasnya nanti. Masih banyak hal yang harus dia lakukan hari tersebut walaupun hari liburnya, namun karena hal tersebut lah yang membuat hidupnya menyenangkan.


Dia selesai dengan pesannya dan sekarang dirinya harus mengurus hal hal yang menyangkut pekerjaannya, sebenarnya William ingin membeli sebuah laptop untuk dirinya agar memudahkan pekerjaannya namun harga yang harus dikeluarkannya banyak.


Tapi karena dia sudah masuk kuliah maka dia mau tidak mau harus membelinya juga, bisa berfungsi untuk membantu pekerjaannya dan kuliahnya. William ingin membelinya hari ini namun karena ada Nia dirumahnya maka hal tersebut harus dia tunda, dia harus mengatur jadwalnya kembali.


"Apa aku beli saja hari ini? Tapi ada Nia.. Apa aku ajak sekalian?"


Dia bingung dengan keputusannya, antara mengajak Nia pergi atau dirinya pergi di hari yang lain. Karena tidak mau memakan banyak waktu untuk memikirkannya maka dia melanjutkan urusannya, William harus fokus saat mengerjakan pekerjaannya agar tidak membuat kesalahan yang fatal bagi tempat kerjanya.


Menit demi menit berlalu dia tetap fokus pada tujuannya, dia tidak mau kehilangan tempo saat mengerjakan sesuatu. Saat William sedang sibuk dan fokus mengerjakan tugas, Nia bangun dari tidurnya dan menghampirinya.


"Kak William sedang apa?"


Sontak suara tersebut membuat dia memalingkan wajahnya dan membuat dirinya berhenti mengerjakan tugasnya.


"Nia sudah bangun? Ada apa.."


"Ini jam berapa kak?"


"Sebentar.. Ini jam empat, sudah jam empat ya.. Kamu mandi saja dulu.. Kak William sedang mengerjakan tugas.."


Nia mengerti kalau dia sedang sibuk dan lalu meninggalkan dirinya sendirian, Nia pergi ke kamarnya dan mengambil pakaian bersih untuknya. Setelah itu Nia mandi dan sedangkan William masih sibuk mengerjakan tugasnya, tidak lama Nia keluar dari kamar mandi dan berjalan melewatinya.


Pelan dan tanpa suara sama sekali seperti Nia sudah tahu kalau seseorang yang sedang fokus tidak boleh diganggu, William melihat perilakunya berpikir kalau kak Lia juga sama sepertinya kalau sedang di rumah dan makanya Nia selalu bosan di rumah karena kak Lia selalu sibuk dengan urusan pekerjaannya.


William melanjutkan pekerjaannya dan sedangkan Nia kembali duduk di sofa, namun kali ini dia bermain permainan papan yang sempat mereka mainkan tadi malam. Dia melihat Nia yang sedang mrmainkan permainan tersebut sendirian dengan perasaan yang tidak enak, lalu dia berbicara dari kejauhan kepadanya.


"Apa Nia mau main bersama.."


"Tidak apa apa kak, kak William sedang sibuk.. Nia tidak mau menggangu dan Nia mau berlatih untuk mengalahkan kak William.."


William mendengarnya merasa kasihan namun juga bangga, karena anak yang masih berusia dua belas tahun tersebut sudah mandiri dan tahu keadaan sekitarnya. Nia sudah tahu apa yang harus dia lakukan kepada seseorang dengan melihatnya dan mungkin karena kehidupannya dengan kak Lia seperti itu.


William selesai mandi dan dia kembali ke tempatnya, saat sampai di tempatnya dia melihat Nia masih fokus ke permainannya. Dia tidak mau melihatnya bermain sendirian dan segera menyelesaikan pekerjaannya, dia menggunakan semua tenaganya dan akhirnya selesai.


Setelah itu William mendekati Nia dan mengajaknya berbicara, namun Nia menghiraukannya seperti marah kepadanya. Dia menepuk pundaknya dan Nia sadar akan sentuhan tersebut, Nia langsung menoleh ke arahnya.


"Kak William?"


"Ayo bermain bersama.."


"Lalu pekerjaannya kak William?"


"Sudah selesai kok.."


Nia terlihat senang karena bisa bermain bersamanya, lalu mereka bermain bersama sampai jam sembilan malam. Nia barasa lapar dan menghentikan permainannya, William sadar dan bangun dari tempat duduknya. dia pergi menuju dapur dan mengeluarkan bahan-bahan untuk masakannya, akhirnya dirinya membuat makan malam.


Setelah masakannya selesai dia mengajak Nia untuk makan terlebih dahulu, dia langsung menghampirinya dan duduk di meja makan. William menaruh piring makanan di depannya dan dia duduk juga di meja makan, mereka makan malam bersama.


Makan malam selesai dan mereka melanjutkan permainannya, mereka bermain bersama sampai larut malam. Nia lama kelamaan mulai mengantuk, William lalu menyuruhnya untuk berhenti dan tidur di kamarnya. Nia mengganggukan kepalanya dan bangun dari tempat duduknya, Nia berjalan menuju ke kamarnya.


Setelah itu William membereskan papan permainannya tersebut dan mengembalikannya ke tempatnya, dia pergi ke kamar mandi atau buang air kecil dan gosok giginya. Dia lupa menyuruh Nia untuk menggosok giginya, lalu dia menyusul ke kamarnya. Namun saat ingin membuka pintu Nia keluar dari kamarnya, Nia bilang kalau belum menggosok giginya.


Nia berjalan menuju kamar mandi sedangkan William masuk ke kamarnya untuk mengambil selimut, setelah itu dia membawa selimutnya ke ruang depan dan menaruhnya di atas sofa. Setelah Nia selesai menggosok giginya dan kembali ke kamarnya, dia pun pergi mengambil ponselnya.


Dia membuka ponselnya lagi untuk melihat apakah ada pesan yang masuk, namun tidak ada pesan yang masuk walaupun begitu dia harus mengirimkan pesan ke seseorang. William mengirimkan pesan kepada temannya Melody untuk menanyakan apakah mereka akan pergi bersama besok ke kampus, tidak butuh waktu lama pesannya dibalas.


Melody membalas kalau dia ingin pergi bersamanya besok, setelah itu William membalas pesannya kembali kalau besok ada sesuatu yang kak Dea ingin berikan kepada mereka. Melody penasaran apa yang ingin diberikan kepada mereka namun dia juga tidak tahu karena kak Dea tidak memberitahukannya.


Saat sedang mengirim pesan kepada Melody, kak Lia tiba tiba mengirim pesan kepadanya. Ternyata pesannya di dalamnya adalah pesan balasan dari William tadi siang, dia membacanya satu persatu karena pesan yang dikirimkan oleh kak Lia panjang.


Kak Lia bilang kalau ada barang tertentu yang harus dia ambil di rumahnya dan akan terlambat datang besok, William yang paham dan mengirimkan pesan balasannya. Mereka mengirimkan pesan satu persatu di malam tersebut karena ada banyak hal yang harus ditanyakan kepada kak Lia, setelah dia mendapat semua jawaban mereka pun berhenti mengirimkan pesan.


William perpamitan dengan kak Lia dan ingin tidur karena sudah larut malam, kak Lia menanyakan di mana Nia sekarang. Dia menjawab kalau Nia sudah tidur dari tadi, setelah tahu kak Lia mengakhiri pesannya. Dia mematikan ponselnya dan bersiap-siap untuk tidur, dia mengecek satu persatu alat yang berhubungan dengan listrik dan mematikan lampu yang tidak dibutuhkan.


Setelah itu William pergi ke sofanya dan menggunakan selimutnya, dia langsung memasang posisi tidur dan lama-kelamaan matanya mulai tertutup.


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─