
❏ #The Noble
↳ Hari Vestival #3
William pergi ke dapur dan mengambil bahan bahan masakan yang ada di lemari pendinginnya, dia mengambil bahan yang ada di sana dan mendinginkannya di dekat kompor. Setelah itu dia menunggu sebentar sambil minum air dan langsung saja membuat makan siang untuk Nia, tidak butuh lama untuk membuat makan siang yang sederhana.
Dia membawa makanan buatannya menuju ke tempatnya Nia berada, dirinya meletakan makanan tersebut di atas meja dan menyuruh Nia untuk makan terlebih dahulu.
Setelah itu dia mengambil makanan sisanya dan memakannya di dapur, karena tidak terlalu banyak dia selesai dengan cepat. Masih banyak waktu untuk menunggu Nia selesai makan dan William ingin mencuci alat masaknya terlebih dahulu, beberapa menit berlalu dan Nia menemuinya sambil membawa piring kotornya.
“Sudah selesai? Apa masih lapar?”
“Terima kasih kak, hehe tadi sudah makan sedikit di sekolah.. Sudah cukup..”
“Kalau mau tidur saja, masih ada beberapa jam lagi sebelum pergi.. Kak William juga mau mengerjakan pekerjaan, jadi tidak bisa bermain dengan Nia..”
“Iya kak nanti, aku mau nonton TV lagi..”
Nia pergi meninggalkannya dan dia melanjutkan mencuci alat serta piringnya, setelah selesai dia pergi ke meja makan dan duduk di sana. Dia mulai mengerjakan pekerjaannya lewat ponselnya, waktu berlalu dan sekarang sudah jam dua siang. William beristirahat sebentar dan ingin mengambil air minum, sesudah minum dia pergi menemui Nia di ruang depan. Saat sampai di sana dia melihat kalau Nia sudah tertidur pulas dengan keadaan TV masih menyala, dia mematikan Tvnya dan pergi dari sana dengan langkah hati hati agar tidak membangunkannya.
William melanjutkan pekerjaanya lagi dan tidak lama dia selesai dengan pekerjaannya, dia melihat jam yang ada di ponselnya dan sudah menunjukan pukul tiga sore. Dia butuh istirahat juga dan sekarang dia pergi ke sofa dan memasang posisi tidur di sana, dirinya mulai tertidur di sana.
Suara ponselnya berbunyi dan William bangun dari tidurnya, dia mengambil ponselnya dan mematikan bunyi tersebut. Dia melihat jamnya dan sudah jam empat sore, lantas dia membangunkan Nia. Setelah bangun dia menyuruhnya untuk bersiap siap untuk pergi, dia juga bersiap siap terlebih dahulu sebelum keluar rumah. Setelah semuanya selesai mereka keluar dari rumah dan sudah ada paman Willy di depan, mereka langsung saja berjalan mendekatinya.
“Maaf paman, kami tertidur..”
“Tidak apa apa, paman juga baru datang.. Halo Nia, sudah lama tidak main bersama..”
“Halo paman..”
“Oh iya di mana temanmu dan ibunya?
”
“Mungkin terlambat… Itu dia sedang berjalan ke sini..”
Mereka melihat ke arah Melody dan ibunya yang sedang berjalan menuju ke arah tempat mereka berada, tidak lama mereka sampai dan saling menyapa satu sama lain. Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil dan paman Willy menjalankan mobilnya, mereka berangkat ke tempat Vestival yang di adakan di kampusnya William dan Melody. Selama perjalanan mereka saling mengobrol terutama Melody dan paman Willy.
William menyuruh paman Willy untuk masuk saja dan menunjukan tempat parkirnya, setelah sampai di tempat parkir mereka turun dari mobil dan pergi bersama keliling di Vestival. Terlebih lagi Nia sangat antusias dengan acara tersebut dan William harus sedia di sampingnya jika Nia ingin beli sesuatu di sana karena dia yang hafal dengan tempat tersebut, sedangkan mereka bertiga mengikutinya dari belakang. Nia memberhenti disuatu tenda dan melihat ada sebuah permen kapas di sana, William mengeluarkan uangnya dan membelinya satu.
Dia memberikan permen kapas tersebut ke Nia dan dirinya sangat senang menerima permen tersebut, mereka melanjutkan perjalanannya kembali.
Tidak butuh lama Nia berhenti lagi di depan tenda yang tampaknya berjualan boneka, William sekali lagi mengeluarkan uangnya namun Nia bilang tidak ingin membelinya. Nia hanya teringat dengan kakaknya jika melihat boneka tersebut, setelah itu Nia berjalan lagi dan dia mengikutinya dari belakang. Sekilas dia melihat paman Willy berhenti sebentar dan membeli boneka yang dilihat oleh Nia tadi, dia berpikir kalau paman Willy membelikannya untuk Nia dan memberikannya nanti.
Akirnya mereka sampai di tenda yang dibangun oleh senior yang satu jurusan, William ingin berhenti sebentar dan melihat lihat di sana. Jika ada yang tertarik maka dia beli karena hal tersebut bisa membantu para seniornya, setelah melihat lihat dia akhirnya menemukan sesuatu yang berbeda. Dia ingin membelinya namun saat melihat siapa yang menjualnya William terkejut, tampaknya kak Vivi dan kak Dea yang mempunyai tenda tersebut.
“Beli semua ya..”
“Aku tidak tahu kalau kak Vivi dan kak Dea buka tenda?”
“Karena itu rahasia, aku tahu kalau kamu akan ke sini..”
“Kalau begitu aku beli ini..”
“Oke, terima kasih ya.. Jangan lupa nanti malam jam delapan..”
“Masih lama..”
Setelah membeli William membagikannya kepada semua orang, dia mulai memakannya dan rasa yang luar biasa tersebut dia rasakan saat sampai dilidahnya. Paman Willy juga nampaknya menikmati makanan tersebut, dia berjalan mendekat dan berbicara kepada mereka berdua. Sedangkan ibunya Melody juga senang memakan makanan tersebut, Melody juga ikut senang bisa makan dan sedangkan Nia terlihat ingin makan lagi. William membelinya lagi dan memberikannya kepada Nia, dia sudah puas dengan makanan tersebut.
Paman Willy selesai dengan urusannya dan mereka berjalan lagi menuju tempat duduk untuk menikmati acara yang berlangsung tersebut, tidak hanya makanan dan barang barang juga yang di sajikan di sana. Namun juga ada atraksi yang menghibur orang orang di sana, William sempat berbicara kepada kak Dea kalau tadi pagi sangat ramai sampai orang orang kesusahan berjalan. Namun karena sore orang orang mulai melonggar dan nanti malam akan ramai lagi, dia memberitahu kepada paman Willy dan ibunya Melody kalau acara akhir nanti akan di mulai jam delapan malam.
Sekarang baru jam enam sore dan masih ada dua jam lagi, tidak terasa mereka sudah berkeliling selama satu jam lebih di sana. Karena Nia masih ingin berkeliling, maka William ijin kepada mereka untuk pergi bersama Nia. Sedangkan paman Willy dan ibunya Melody duduk di kursinya, Melody ikut bersamanya untuk berkeliling.
“Kita kemana William?”
“Aku tidak tahu.. Ikuti Nia saja..”
“Aku mau ke sana kak, aku tadi lihat hal bagus..”
“Kalau begitu ayo ke sana..”
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─