The Noble

The Noble
Episode 40



William mendengar suara yang sering dia dengar di pagi hari, dia bangun dari tidurnya dan melihat Nia duduk di sampingnya.


“Kak William.. Bangun..”


“….Hm.. Jam berapa ini?”


“Jam enam kak.. Aku sudah membangunkan kak William dari tadi tapi tidak bangun bangun.. Nia juga tidak mau membangunkan kak William juga sih.”


“..Sepertinya kamu ketiduran di sini juga semalam..”


“Hehe.. Iya kak..”


William bangun dari sofanya dan beranjak dari tempat tersebut menuju kamar mandi, dia membasuh mukanya agar dirinya segar kembali. Sesudah itu dia berjalan ke pintu rumah untuk membukanya. Dia membukanya dan keluar dari rumahnya, William menghirup udara segar di pagi hari sambil berdiri di bawah sinar matahari pagi yang masih hangat.


“Wahh… Udara pagi memang yang paling enak..”


“Iya kak enak.”


“..Kaget aku.. Nia ikut keluar ya.”


“Hehe..”


Mereka berdua menikmati kegiatan pagi hari mereka, William berencana untuk melihat bunganya terlebih dahulu sebelum masuk ke rumahnya kembali. Bunga yang dia tanam masih bagus dan perlahan lahan sudah terlihat bahwa bunga baru akan mekar, dia sangat senang karena bisa merawat bunga tersebut. Dia berpikir jika bunganya sudah mekar maka bunga tersebut akan diberikan kepada orang tuanya, setelah itu dia mengajak Nia untuk masuk ke dalam untuk sarapan terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan yang berat. Seperti biasa mereka berdua ingin makan roti lapis lagi, mudah enak dan cepat untuk di makan.


“Hari ini kita akan bermain sampai Nia lelah.”


“Yeay.. Makasih kak..”


“Nih roti lapis buat Nia.. Dimakan..”


Mereka berdua memakan roti lapisnya dan tanpa menyisakan sedikit pun, setelah itu Nia mengambil pakaiannya dan mandi terlebih dahulu. Sedangkan William mengecek ponselnya untuk melihat lihat, ada beberapa pesan termasuk dari kak Lia. Lantas dia membukanya untuk melihat apa yang kak Lia kirimkan kepadanya.


“Bagaimana dengan Nia? Dia tidak membuat masalah bukan.. Kalau begitu nanti malam aku akan pulang.. Nia juga sudah aku ijinkan kepada sekolahnya.. Jadi bermainlah.. Oh iya kemungkinan besok aku akan bisa mengambil Nia kembali.. Jaga dia ya..”


“Baik kak..”


William mengecek pesan yang lain dan membalasnya, paman Willy juga mengirim pesan kepadanya untuk memastikan keadaan Nia juga. Dia membalasnya bahwa Nia baik baik saja, dia membuka pesan yang lain dan ada pesan juga dari kak Dea. Kak Dea bilang bahwa minggu depan para mahasiswa baru bisa masuk ke kampus untuk mengikuti kegiatan pembukaan bagi para mahasiswa dan mahasiswi baru yang masuk ke sana, William harus menyiapkan kebutuhannya juga tapi dirinya juga bingung.


“Kak Dea.. Minggu depan aku harus berbuat apa? Apakah ada barang yang harus aku bawa atau kegiatannya bagaimana? Terima kasih informasinya..”


“Oh iya.. Aku harus mengirimkan informasi ini kepada Melody juga..”


William mengirim pesan tentang informasi tersebut kepada temannya Melody, setelah itu dia melihat pesan pesan dari olang lain yang masuk ke ponselnya. Sesudah membuka semua pesannya, tepat Nia keluar dari kamar mandi. William meletakan ponselnya lalu berjalan ke kamarnya, dia mengambil pakaiannya yang bersih dan langsung mandi. Setelah mandi dirinya keluar dari rumah untuk mengeringkan pakaiannya yang habis dia cuci setelah mandi termasuk pakaian kotonya Nia. Sesudah itu dia masuk kembali kerumahnya, William melihat Nia duduk di sofanya sambil menonton televisi. Lantas dia mengharmpirinya.


“Hari ini Nia mau pergi ke mana?”


“Aaa… Terserah kak William saja.”


“Hm.. Kalau begitu mari kita pergi ke kota saja..”


“Yeay..”


William menyuruh Nia untuk bersiap siap dan dirinya juga bersiap siap untuk pergi, dompet dan lain lain sudah William ambil. Setelah semua keperluannya selesai, mereka langsung keluar dari rumah. Tidak lupa dirinya mengunci pintunya, setelah itu mereka menunggu taksi yang di panggil oleh William. Mereka berdua menunggu di depan rumahnya William sambil melihat lihat sekitar.


“Kak.. Lingkungan kakak sepi ya?”


“Yaa begitulah.. Banyak orang yang bekerja di pagi hari.. Jadi jam segini sudah sepi..”


“Begitu ya..”


“Itu taksinya sudah datang.”


Setelah mobil taksi berhenti di depan mereka, sopir taksi tersebut membuka pintu untuk mereka. Mereka berdua masuk ke dalam mobil tersebut, William menyuruh sopir tersebut berangkat. William mengajak Nia untuk ke pusat kota agar Nia dapat bersenang senang lebih puas dari hari harinya yang kemarin terasa membosankan bersamanya, dia berpikir juga untuk membelikan sesuatu untuk Nia karena cuman dirinya yang belum memberikan hadiah kepadanya.


‘Aku bingung ingin membelikan apa.. Paman Willy sudah memberikan pakaian untuk Nia.. Jadi apa yang akan aku berikan?’


Tidak begitu lama mereka sampai di tujuan mereka, mereka keluar dari mobil tersebut dan berhenti terlebih dahulu. William melihat lihat sekitar untuk menemukan arahnya, Nia menggandeng tangannya. Setelah menemukan arahnya, William mengajak Nia untuk pergi ke arah tujuannya. Mereka masuk ke dalam sebuah Mall yang besar, sampai di dalam Mall dan banyak orang di sana.


“Wah.. Aku belum pernah pergi ke mall dengan banyak orang seperti ini..”


“.. Apa kak Lia membawamu pada malam hari?”


“Iyaa..”


“Iyaa.. Yeay..”


Mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan, William mengajak Nia pergi ke tempat bermain anak anak terlebih dahulu di lantai tiga. Mereka bersenang senang bersama tanpa tau kapan mereka harus berhenti, William lalu mengajak Nia untuk berhenti terlebih dahulu. William ingin mengajak Nia untuk membeli makanan terlebih dahulu, dia berpikiran bahwa sarapan mereka terasa kurang. Nia mengikuti William sambil bergandengan tangan lagi, mereka berhenti di sebuah tempat makanan. William membeli dua makanan dan memberikannya satu kepada Nia, mereka duduk di suatu tempat dan memakana makanan tersebut.


“Wah.. Enak kak..”


“Nanti main lagi.. Kita makan terlebih dahulu.. Kamu mau apa lagi? Aku mendapatkan uang dari kak Lia.. Jadi kamu bisa pesan apa saja.”


“Eh benarkah?”


“Iyaa..”


‘Aku berbohong sih.. Tapi tidak apa apa aku menggunakan uangku sendiri.. Aku juga butuh jalan jalan.. Karena sendirian aku tidak bisa pergi bersenang senang sendiri, ada Nia jadi tidak apa apa.’


Mereka melanjutkan memakan makanan kedua dan ketiga mereka, setelah itu mereka melanjutkan bermain mereka. Mereka bermain di mall tersebut sampai sore hari, William bilang kepada Nia untuk berhenti terlebih dahulu dan istirahat.


“Apa Nia mau lanjut lagi atau pulang.. Kalau lanjut, Nia bermain sendiri ya.. Kak William sudah capek.. kak William akan mengawasi Nia saja..”


“Hm.. Kita pulang saja kak.”


“Baiklah kalau begitu..”


Mereka akhirnya memutuskan untuk pulang karena William juga kecapekan, mereka berjalan ke arah pintu keluar dari mall tersebut. Saat sebelum dekat dengan pintu keluar, William melihat salah satu temannya yang ingin masuk ke mall tersebut. Dia lantas menarik Nia untuk ikut bersembunyi bersama, dia ingin melihat temannya tersebut ingin berbuat apa di mall tersebut.


‘Kenapa Nixie di sini? Bukannya dia akan berkuliah di luar negri? Dan siapa itu di sampingnya? Bukankah itu laki laki yang bersamanya di kelas dulu… Kuras dia tunangannya.. Aku mendengar kalau dia akan bertunangan.. Baguslah kalau begitu.. Kalau begitu aku tinggal pulang bersama Nia’


Setelah menunggu Nixie masuk ke dalam mall dan berjalan ke arah lain, William bersama Nia berjalan keluar juga ke pintu keluar mall tersebut. Saat mereka sudah melangkahkan kaki mereka keluar dari mall, tiba tiba ada temannya yang lain datang ke tempat tersebut.


“William… Hai William.. Kamu ada di sini ya..”


“….. Hahaha.. Iya..”


“Dan anak ini… Nia yaa.. Hai Nia…”


“Halo kak Candy.. Lama tidak bertemu..”


“Hehe.. Lama tidak bertemu.. Kamu masih lucu saja.. Oh iya William kenapa kamu di sini?”


“Aku mengajak Nia bermain.. Kamu kenapa ada di sini?”


“Wah bermain ya.. Aku di sini diajak oleh Nixie.. Dia ingin membeli sesuatu di sini dan mengajakku.. Oh iya aku duluan ya.. Kurasa Nixie menungguku.. Dahh..”


Candy masuk ke mall tersebut dan William bersama Nia berjalan menjauh dari mall tersebut, mereka berhenti di depan mall sambil menunggu taksi pesanannya William. Taksi mereka akhirnya sampai di depan mereka, sebelum mereka masuk tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya.


“William…”


Lalu William menoleh ke arah suara tersebut.


“Nixie?”


“Kamu beneran ada di sini.. Jadi Candy tidak berbohong.. Apakah kamu mau pulang.. Dan siapa anak tersebut?”


“Iya.. Aku mau pulang.. Oh iya ini Nia.. Adik dari senior di tempat kerjaku.. Nia ini teman kak William.. kak Nixie..”


“Halo kak Nixie.”


“Halo juga Nia.. Aku ingin berbicara kepadamu William.. Apa boleh..”


“.. Iya silahkan..”


“Aku merasa kamu mulai menjauh dariku.. Apa aku berbuat sesuatu yang salah kepadamu?”


“Itu cuman perasaanmu.. Kamu tidak berbuat salah.. Aku hanya mendengar kalau kamu bertunangan dan akan berkuliah di luar negri.. Jadi kita hanya sebatas teman jauh saja.. Begitulah..”


“Maaf aku tidak memberitaumu..”


“Tidak apa apa.. Mereka ada di sana menunggumu.. Pergilah.. Jangan membuat mereka menunggu..”


“Tapi..”


William masuk ke dalam mobil bersama Nia, dia langsung menyuruh sopir taksi tersebut untuk pergi dari tempat tersebut. Mereka pergi dari tempat tersebut menuju ke rumahnya William.