
❏ #The Noble
↳ Pengenalan kampus #1
William bangun pagi pagi sekali dengan udara yang masih dingin, dia bangun dari kasurnya lalu berjalan ke luar dari kamar. Dia berjalan menuju ke kamar mandi untuk buang air kecil dan membasuh mukanya, setelah itu dirinya tidak tau mau berbuat apa. William bingung karena harus berbuat apa untuk bangun sepagi itu, dia memutuskan untuk keluar dari rumah terlebih dahulu.
Dia membuka pintunya dan berjalan ke luar rumah, dirinya berjalan menuju ke jalan depan rumahnya. Belum ada satupun orang yang lewat di jalan tersebut dengan pandangan yang masih gelap, dia berpikir kalau jam empat pagi belum ada yang beraktivitas.
Dirinya memutuskan untuk berolah raga di taman dekat dengan rumahnya seperti kemarin yang pernah dia lakukan, William mengunci pintunya dan berjalan ke arah taman. Dia berlari menuju ke taman tersebut sambil memanaskan tubuhnya agar tidak kedinginan, sampailah dirinya di taman. Kosong dan taman bermain di sana masih tertutup basah dari embun pagi, William pemanasan terlebih dahulu dan setelah itu dia mulai berolah raga.
“Kurasa sudah cukup..”
William selesai dengan olah raganya, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena tubuhnya penuh dengan keringat. Dia berjalan menuju ke rumahnya dengan berjalan kaki dengan langkah yang kecil karena sudah kelelahan, dengan perlahan dia mulai mengembalikan staminanya. Saat mau sampai di rumah, William melihat Melody sedang menuju ke arahnya. Lalu dia ingin menyapanya.
“Pagi.."
“Pagi.. Kemana kamu pergi sepagi ini?”
“Aku berolah raga.. Bagaimana denganmu? Kemana kamu pergi sepagi ini..”
“Mau ke depan untuk megecek saja.. Aku ingin mempersiapkan tempat jualan ibu karena nanti kita harus ke kampus bukan.”
“Oh iya.. Kalau begitu silahkan, aku juga mau mandi karena sudah berkeringat..”
Mereka berpisah di jalan, Melody menuju ke tempat ibunya berjualan sedangkan William pulang ke rumahnya. Dia akhirnya sampai di depan rumah, karena masih merasa lelah dirinya duduk dikursinya dan melemaskan tubuhnya. William ingin badannya bisa bergerak normal terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan lainnya, setelah beberapa menit akhirnya tubuhnya sudah kembali normal.
William memutuskan untuk masuk ke rumahnya dan bersiap siap untuk mandi, dia masuk ke dalam rumah dan berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil pakaian. Sampai di kamar dan membuka lemari dia merasa bingung kembali, William bingung ingin seperti biasanya atau lebih menunjukan penampilannya hari ini.
Karena merasa tidak ada waktu untuk memikirkannya, dia memutuskan untuk memaikai pakaian yang tidak seperti biasanya. Dia mengambil kebutuhannya dan membawanya ke kamar mandi, William mandi dan setelah itu dia keluar sambil memakai pakaian yang dipilihnya lalu
berdiri di depan kaca.
“Hm.. Kurasa cukup.. Sekarang.. Aku lapar..”
William memutuskan untuk membuat sarapannya, dia tidak mau makan roti lapis untuk hari ini karena sudah berolah raga dan merasa sangat lapar dan roti lapis tidak cukup untuknya. Dia mengambil telur dan mengambil sayuran, dirinya ingin makan banyak hari ini. Dia membuat sarapannya dan setelah itu memakannya, karena masih pagi dia duduk santai di sofanya dan menyalakan televisinya. Sebelum itu dia pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan membawanya ke ruang depan, dia duduk di sofanya dan menonton acara televisi.
“Masih setengah tujuh.. Apa aku berangkat jam tujuh saja?”
William membuka pesannya dan dia mendapat pesan dari temannya, Melody bilang kalau ingin berangkat bersama sama dan dia membalasnya. Setelah itu dia berjalan ke kamarnya dan mengambil keperluannya, William memasukan keperluannya ke dalam tasnya dan membawanya ke depan. Dia menaruh tasnya di meja dan duduk kembali ke sofa, setelah duduk dia kembali membuka ponselnya dan melihat pesan lainnya. Dia lupa untuk ijin kepada paman Willy untuk hari ini, karena itu dia mengirim pesan kepadanya untuk ijin hari ini.
“.. Jadwalku jadi kacau.. Jika berkas berkasnya berhasil maka jam kerjaku akan berkurang, kemungkinan aku akan kerja di malam hari..”
Setelah membaca semua pesan yang dia terima, William mendapat pesan kalau Melody sudah ada di depan rumahnya. Dia lantas mematikan televisinya dan membawa tas, William memakai sepatunya dan keluar dari rumah. Dirinya melihat temannya sudah berpakaian rapi, sebelum pergi dia mengunci pintunya terlebih dahulu. Setelah itu William berjalan menemui Melody, dia mendekat ke arahnya.
“Aku kira masih nanti.. Untung saja aku sudah persiapan..”
“Apa aku mengganggu waktu pagimu?”
“Tidak.. Aku tidak tahu kalau kamu mengajak pergi bersama, aku ingin pergi jam tujuh tapi tidak masalah jika lebih awal..”
“Begitu ya.. Penampilanmu, sepertinya kemarin membuatmu berubah ya? Kamu jadi mengubah penampilanmu…”
Mereka memutuskan untuk berjalan bersama menuju ke kampus mereka, sambil berjalan mereka berbicara sedikit untuk mengurangi rasa lelah karena jaraknya lumayan jauh. Mereka sampai di jalan raya dekat rumah mereka, sudah banyak orang yang lewat di jalan maupun tepi jalan. Melody berhenti dan memandang jauh ke arah tempat ibunya berjualan, walaupun tidak terlihat jelas namun dia melihat sudah banyak orang di sana.
“Apa ibu baik baik saja?”
“Ibumu pasti baik baik saja.. Sepulang nanti kita bisa membantu ibumu..”
“…”
William melanjutkan perjalanannya diikuti oleh Melody, perjalan mereka sudah sampai setengah jalan. Melody melihat banyak anak sekolah diperjalanannya dan salah satu anak ada yang memakai seragam sekolah lamanya, dia ingin melihat sekolah lamanya tapi jalan ke arah kampus mereka berbeda. Setelah lama mereka berjalan akhirnya sampai di gerbang kampus, sampai di sana mereka melihat banyak orang sudah menunggu sambil duduk maupun berdiri. Mereka berbicara ke teman teman mereka, William hanya kenal dengan Melody dan hanya dia temannya di sana.
“Kurasa kita harus mengambil tanda, Melody..”
“Tapi banyak orang yang mengantri, bagaimana..”
“Akan aku ambilkan.. Kamu tunggu di sini saja..”
Saat William ingin mengambil tanda untuk mereka berdua tiba tiba seseorang menepuk pundaknya, dia langsung membalikan badannya.
“Halo..”
“Kak Dea?”
“Hehe.. Melody juga di sini..”
“Halo kak..”
“Kamau mau kemana?”
“Aku ingin mengambil tanda kak.. Karena ramai aku menyuruh Melody menunggu di sini..”
“Woo.. Kamu perhatian sekali ya.. Ini tandanya, ambil..”
Kak Dea mengulurkan dua tanda untuk mereka, mereka berdua mengambilnya dan memasangnya, Seetelah itu kak Dea mengajal mereka berdua untuk ke suatu tempat agar bisa berbicara dengan tenang sambil menunggu waktu. Mereka sampai di tempat yang tidak jauh dari tempat pertama mereka namun terasa tenang, lalu kak Dea menyuruh mereka duduk dan dia pergi lagi sambil menyuruh mereka menunggu sebentar di sana. William dan Melody hanya mematuhinya, mereka menunggunya di sana
sambil duduk.
“Kira kira kak Dea ke mana?”
“Dia mengambil air..”
“Kamu tahu?”
“Kak Dea pasti begitu, dia pasti merasa tidak enak untuk para mahasiswa baru menunggu waktu sambil kehausan.. Tuh lihat, para senior lain membagikan minuman juga..”
“Oh iya.. Aku harap hari ini tidak panas..”
“Aku mengeceknya tadi.. Suhu hari ini 28 C, kurasa tidak terlalu panas.. Hari ini selasa.. Panas biasanya hari minggu.”
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─