
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #2
William bangun dari tidurnya, dia meraih ponselnya dan melihat hanya. Sudah jam enam pagi, dia bangun terlalu siang. Setelah itu dirinya bangun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, namun sebelum keluar dari kamar dia mengambil pakaian untuk kuliah hari ini.
Dia selesai memilih pakaian, William membawa posisinya menuju ke kamar mandi. Setelah mandi dia langsung membuat sarapan, selesai makan dua langsung saja mempersiapkan semua keperluannya.
Ponselnya yang ditaruh di atas meja berbunyi, William yang mendengarnya langsung bergegas mengambilnya. Dia mengatur ponselnya berbunyi hanya untuk beberapa orang saja, lalu dirinya membuka pesan tersebut.
Dirinya mendapat pesan dari paman Willy, William mendapatkan kalau hari ini para pekerja baru sudah bisa mulai masuk. Paman Willy juga menyuruhnya untuk melatih para pekerja baru di tempat baru mereka, setelah itu dia membalas pesannya.
"Baik paman.. Nanti juga aku kasih tahu kepada Melody."
William melihat jamnya, sudah jam tujuh pagi dan dia harus segera berangkat ke kampusnya. Dia bergegas meraih tasnya dan memakai sepatunya, setelah itu dirinya keluar dari rumah. Saat ingin berangkat dia bertemu dengan Melody, dirinya menyapanya dan mengajaknya berangkat bersama.
Saat di perjalanan menuju ke kampus mereka, William ingin membicarakan tentang hal tadi pagi kepada Melody.
"Melody, kamu bisa masuk kerja hari ini.. Untuk hanya sudah tahu bukan?"
"Eh benarkah?.. Kalau tidak salah jam tiga bukan?"
"Iya jam tiga.. Jangan terlambat ya."
Mereka akhirnya sampai di depan kampus, namun saat mau masuk ke dalam mereka melihat banyak orang orang sedang melihat ke arah papan pengumuman. William penasaran apa yang di tempel di papan sehingga membuat banyak orang berhenti untuk membacanya, lalu dirinya pergi mendekat untuk melihatnya dari dekat.
Namun dirinya kesusahan karena banyak orang di sana dan dia tidak mau menyela orang orang di sana, William mengurungkan niatnya dan kembali ke Melody. Namun saat ingin kembali dia bertemu dengan Amelia, dia menyapanya dan bilang kalau Melody juga ada di sana. Mereka berjalan bersama menuju ke tempatnya Melody, setelah itu mereka berdua saling menyapa dan sementara William masih penasaran.
"Kamu kenapa?"
"Kenapa banyak orang melihat papan pengumuman? Memang ada informasi apa sampai segitunya?"
"Oh itu, mereka sedang membaca berita.."
"Kamu tahu?"
"Iya, tadi aku membacanya.. Beritanya tentang kakak kelas kita yang menang kompetisi memasak di acara terkenal untuk para mahasiswa."
"Hanya itu?"
"Memangnya kamu tidak tahu? Hanya mahasiswa yang terpilih yang bisa ikut kompetisi tersebut, banyak keuntungannya juga bagi para mahasiswa yang terpilih walaupun tidak juara sekalipun.. Tentu saja yang juara pasti mendapat keuntungan lebih.."
"Apa kamu tahu? Coba ceritakan?"
"Di kelas saja, nanti terlambat masuk kelas.."
"Mahasiswa yang juara bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, tentu saja karena banyak pemilik restoran mengirimkan pegawai mereka untuk melihat kompetisi tersebut dan menyuruh mereka untuk menganalisa para pesertanya.. Dari berbagai restoran maupun hotel entah dari kota ini ataupun kita lainnya, soalnya kompetisi ini di selenggarakan oleh tiga kota yang berbeda.."
"Hebat ya.."
"Terus apalagi?"
"Hadiah tentu saja, sertifikat juga.. Pemenang juga mendapatkan tiket untuk bekerja di luar negri, kampus juga memberikan hadiah berupa beasiswa dan jika pemenang membayar uang kuliah dari awal maka pemenang bisa mendapatkan uangnya kembali.. Masih banyak lagi tapi aku lupa beberapa.."
Tidak lama setelah Amelia bercerita kelas mereka di mulai, dosen masuk ke dalam kelas mereka. Dosen tersebut bukan by Ratna tapi berbeda lagi, beliau menegaskan dirinya dan setelah itu memberitahukan kepada mahasiswa baru tentang mata perkaran kedepannya.
Dosen tersebut menulis apa saja yang akan dipelajari para mahasiswa baru di papan tulis, para mahasiswa baru termasuk William mengeluarkan bukunya dan mulai mencatat. Setelah selesai menulis di papan tulis dosen tersebut melontarkan pertanyaan kepada Allah satu seseorang di kelas tersebut, satu persatu orang lain juga di tanyai oleh beliau.
Termasuk Amelia yang duduk bersamanya juga kena, namun Amelia bisa menjawab pertanyaan dari dosen tersebut. William tidak heran karena keluarga Amelia memiliki restorannya sendiri, setelah itu para mahasiswa bertepuk tangan karena hanya Amelia yang bisa menjawab pertanyaan dari dosen.
Mungkin saja ada orang yang tahu jawaban dari pertanyaan dosen tersebut, namun karena yang di tunjuk Amelia maka tidak ada yang mengeluarkan suaranya. Dosen tersebut mulai menjelaskan tentang mata pelajarannya, beliau menjelaskannya satu persatu dengan jelas dan perlahan.
Penjelasan tentang mata pelajarannya cukup memakan waktu yang lama, dari jam setengah sembilan sampai jam sepuluh siang. Setelah selesai menjelaskan dosen tersebut berpamitan dan keluar dari kelas, namun sebelum itu beliau menyuruh untuk jangan pulang terlebih dahulu.
Para mahasiswa baru mengikuti perintahnya dosen tersebut, mereka menunggu sambil berbicara dengan teman mereka ataupun bermain ponselnya. Namun William sibuk menata apa yang dia catat tadi, dia menyusun mata pelajarannya dengan kemampuan dan pengetahuannya.
Untuk mata perkataan yang dia tahu maka dia taruh di kiri, untuk yang masih dalam tahap pemberkatan dua taruh tengah dan yang belum William tahu sama sekali di taruh di kanan. Setelah itu dirinya membuka ponselnya dan mencari mata perlahan yang asing baginya, sesudah itu dia mencatatnya di dalam buku catatan.
Satu persatu dia cari dan ditulis, namun hanya singkat saja dan jika harus lengkap maka dia tulis dan pelajari di rumah. Setelah dirinya menulis seseorang masuk ke dalam kelasnya, ternyata dosen kedua yang masuk ke dalam kelas mereka. Beliau memperkenalkan dirinya dan setelah itu menjelaskan banyak hal, yang William tangkap dari penjelasan beliau adalah tentang kelas praktek.
Setelah selesai disebut tersebut berpamitan dan keluar dari kelas, beliau bilang kalau sudah boleh pulang. Ternyata sudah jam dua belas siang, para mahasiswa mulai keluar dari kelas tersebut. Sementara mereka bertiga masih di kelas, Melody mengatakan sesuatu kepada William tentang mata pelajarannya.
"William, tolong ajari aku.."
"Nanti ambil saja buku di rumahku, ada hal juga yang belum aku pahami dan ada yang sama sekali aku tidak tahu.. Kalau kamu mau kita bisa belajar bersama.."
"Terima kasih.."
"Aku boleh ikut?"
"Iya boleh, kalau di kampus.. Mungkin besok saja kita belajar bersama, karena hari ini hari penting bagi Melody maka dia harus pulang dan beristirahat.."
"Oh selamat, berjuang Melody.."
"Terima kasih."
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─