The Noble

The Noble
Hari Vestival #2



❏ #The Noble


↳ Hari Vestival #2


Dia turun dari mobil tersebut dan berjalan menuju ke tempat ibunya Melody berjualan yang tidak jauh dari tempatnya, dia sudah bisa melihat tempatnya dari kejauhan dan sekarang sedang mendekat ke sana. Setelah beberpa langkah William sampai di tempat tersebut, ada beberpa pembeli yang sedang mengantri di sana. Dia juga ikut mengantri di sana agar tidak mengganggu orang orang, satu persatu pembeli menerima pesanannya dan sekarang gilirannya.


“Nak William, tumben kamu datang jam segini?”


“Iya tante, tadi saya habis ke pemakaman..”


“Maaf, tante seharusnya ikut ke pemakaman orang tuamu juga..”


“Tidak apa apa tante, saya pesan seperti biasa.”


“Baik tunggu ya, duduk aja.”


“Tapi di mana Melody? Aku tidak melihatnya?”


“Baru pulang ke rumah untuk mengambil sesuatu.”


William menunggu pesanannya terbuat, dia duduk sambil melihat ke sekitarnya. Tidak lama makanannya datang, dia berterima kasih kepada ibunya Melody dan menerima makanan tersebut. Dia memakannya sambil melihat ke sekitar lagi, para pelanggan mulai datang lagi dan memesan makanan mereka. Dia ingin sekali membawa ibunya Melody ke tempat kerjanya agar mendapat pekerjaan yang lebih baik namun dirinya merasa kalau itu bisa bermasalah dengan hubungan mereka, dia melihat kalau berjualan seperti ini tidak terlalu bermasalah juga untuk keluarga mereka.


Tidak mau berpikir hal lain dia pun cepat cepat menghabiskan makanannya, setelah mau selesai makan Melody pun datang ke tempat tersebut. Mereka saling menyapa satu sama lain dan setelah itu Melody membantu ibunya berjualan, William meletakan piringnya di pencucian dan diam diam mencucinya semua piring kotor yang dia lihat di sana. Setelah itu dia diam diam mendekat ke Melody dan memberikan uangnya.


“Ini seperti biasa, oh iya untuk masuk kerjanya besok senin.. Kita kuliah pagi, jadi kamu bisa masuk kerja siang hari.. Jam dua untuk masuk kerjanya, sudah aku jelaskan bukan kalau pekerjaannya sampai jam sepuluh?”


“Terima kasih.. Iya, aku juga mendapat informasi kalau kuliah kita sampai jam dua belas siang.. Jadi masih sisa dua jam untuk istirahat.. Kamu sudah menjelaskan semuanya, terima kasih ya William karena sudah memberi tahuku sebuah pekerjaan..”


“Sama sama, kalau begitu aku pulang duluan ya? Oh iya nanti jam empat kita ke Vestival kampusnya, paman Willy akan mengantar..”


“Baiklah, aku tunggu nanti jam empat bersama ibu.. Hati hati di jalan..”


Dia berpamitan kepada ibunya Melody dan setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut, dirinya berjalan semakin menjauh dari tempat tersebut dan karena ada suatu alasan William berhenti sebentar di jalan.


“Aku tidak lupa sesuatu bukan? … Kurasa tidak?”


William melanjutkan perjalanannya kembali dan sekarang dia sudah melewati jalan raya menuju ke jalan rumahnya, dia melewati taman bermain di dekat rumahnya dan tampak banyak orang di sana yang sedang bermain atau berolahraga. Karena dia sudah lama tidak berolah raga maka dirinya memutuskan untuk mampir sebentar di sana dan melakukan olah raga, dia masih bersemangat dan berenergi untuk berolah raga di pagi hari yang cerah tersebut. Setelah setengah jam berolah raga William memutuskan untuk menyudahinya, dia berdiri dan berjalan menuju ke rumahnya.


Karena merasa bosan dia membuka ponselnya dan melihat apa yang ada di dalamnya, ada beberapa pesan yang masuk termasuk pesan pekerjaannya. William menyempatkan waktunya untuk mengerjakan tugas kerjanya dan mengirimkannya kepada paman Willy, tanpa sadar sudah jam dua belas siang. Dia harus bersiap siap untuk pergi ke sekolahannya Nia dan menjemputnya pulang. Dia bangun dari tempat duduknya dan pergi bersipa siap, setelah selesai dia keluar dari rumah dan mengunci pintunya.


William pergi lagi ke tempat Nia bersekolah dengan memesan taksi lagi, dia menunggu taksi datang sambil melihat ke taman yang salah satu bidang tanahnya kosong tidak ada tanamannya. Hanya bunga kesukaan ibunya yang dia potong dan di bersihkannya, yang lainnya masih ada di tempatnya dan tidak dia potong. Tidak sangka taksinya sudah datang, dia masuk ke dalam dan mobilnya mulai berjalan menuju ke sekolahnya Nia. Tidak butuh lama dia sampai di sekolahannya Nia, masih ada beberapa menit untuk para siswa pulang. William akhirnya membuka ponselnya lagi dan membaca pesan yang ada, dia balas satu persatu termasuk miliknya Cecile temannya.


“Mungkin kapan kapan aku akan mampir ke sana, kamu masih di tempat lama kan? Soalnya dekat dengan tempat tinggal lamaku..”


Dia sadar kalau temannya akan sibuk di jam tersebut, makanya dia membalas pesannya yang lain. Pesan panjang dari temannya yang bernama Candy pun dia balas, walaupun dengan candaan yang membuatnya naik darah karena sudah lama berpisah dan tidak bisa memakan kue buatannya lagi. William senang menggoda Candy karena tidak pernah lagi dibuat pusing olehnya, dia mengejeknya terus menerus kepadanya agar Candy bisa mandiri di sana tanpa ada dia di sisinya.


Tidak lama bel sekolah berbunyi, para siswa mulai keluar satu persatu dan William melihat Nia dari gerbang tempat dia berdiri. Dia melambaikan tangannya dan Nia sadar dengan kehadiarannya, Nia langsung berlari ke arahnya.


“Kak William, beneran kakak akan ke vestival nanti sore?”


“Iya, kak Lia yang memberitahumu ya?”


“Hehe, aku mau ke sana.. Hari ini juga aku menginap lagi di rumah kak William.. Aku ingin bermain bersama kakak lagi..”


“Oke kalau begitu kita pulang dulu, kita ke vestival nanti sore..”


“Ayo kak pulang..”


William memesan taksi lagi untuk mereka pulang karena dia sudah jalan kaki terlalu banyak dan karena olah raga tadi juga, taksipun datang dan mereka masuk ke dalam. Perjalanannya kali ini berbeda karena sering di ajak oleh Nia, akhirnya mereka sampai di depan rumahnya dan turun dari taksi tersebut. Mereka langsung saja masuk ke dalam rumah, William pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian untuk Nia dan setelah itu menyuruhnya untuk mengganti pakaian di kamar mandi.


Dia keluar rumah dan melihat tamannya lagi sambil menunggu Nia selesai dengan mengganti pakaiannya, William mendengar seseorang memanggilnya dan ternyata suaranya dari dalam rumahnya. Dia langsung saja masuk ke dalam rumah dan mencari tahu kenapa Nia memanggilnya, setelah sampai di dalam dia melihat Nia sedang duduk di sofanya sambil menonton televisi.


“Ada apa Nia?”


“Kak William ke mana?”


“Maaf tadi keluar sebentar? Apa kamu lapar?”


“Iya kak hehe..”


“Sebentar kalau begitu aku buat makan siang untukmu..”


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─