
William berdiri di luar mini market sambil menunggu temannya tersebut keluar, tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu kedatangannya Melody. Mereka melanjutkan perbincangannya yang belum selesai di dalam mini market, dari beberapa bahasan akhirnya Melody mendapatkan pencerahan dari idenya William. Dia setuju dan ingin segera melakukan apa yang William sarankan kepadanya, selanjutnya mereka membahas tentang di mana Melody akan menjual kue butannya tersebut.
“Aku sudah bilang kepada paman Willy dan boleh boleh saja, hanya saja sebagai pendamping.. karena kue kering seperti itu tidak terlalu menarik banyak pelanggan.. bagaimana jika kamu menitipkannya di toko toko ataupun di café terdekat.. mungkin saja akan laku banyak..” katanya.
“Hm.. masalah itu aku juga bingung.. dulu aku sempat berpikiran akan menjualnya sambil berjalan di jalan jalan berkeliling begitu…” jawabnya.
“Itu akan membuatmu lelah dan kebanyakan orang orang di daerah sini pada waktu pagi hari sampai siang hari akan sepi.. jika mau berkeliling harus berjualan jauh dari sini dan itu menurutku akan membuatmu lelah apalagi jika tiap hari kamu ingin melakukannya..” katanya.
“Ada beberapa tempat yang ingin aku kungjungi dan minta ijin.. dan ada beberapa toko juga yang ingin aku titipkan.. oh iyaa, apalagi aku akan mengambil kuliah.. jadi aku bisa berjualan sambil berkuliah… itu yang aku pikirkan.. bagaimana denganmu William?” tanyanya.
“Yaaa bagus juga kamu memiliki beberapa ide tempat menjual kue.. apalagi di kampus yang kebanyakan orang orang muda berkumpul di sana.. boleh juga jika kamu membawanya ke sana.. tapi apa kampus tujuanmu boleh mengijinkan kamu berjualan..” jawabnya.
“Hehehe.. aku masih belum tau sih.. mungkin akan kucari nanti.. eh iya.. besok kan ya hari pendaftaran dimulainya kuliah sampai minggu depan.. mungkin besok akan kucari tau..” katanya.
“Yaa baguslah kalau begitu..” katanya.
Mereka berbincang bincang dengan tujuan kedepannya sambil memikiran di mana Melody bisa menjual kuenya, William berpikiran untuk meminta bantuan dari temannya Candy namun dia menolak pikirannya tersebut. Candy yang akan menghabiskannya kuenya Melody, bagus untuk Melody di awal namun lama kelamaan Candy juga akan bosan dengan kuenya. Dia juga berpikiran untuk meminta teman temannya yang lain namun William tidak ingin berhubungan dengan mereka lagi, hubungan mereka hanya sebatas teman sekolah dan sekarang sudah berpisah dan memiliki hidup masing masing. Karena matahari perlahan mulai naik dan suhu menjadi panas, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing dan memikirkan tujuan masing masing.
“Tempat kuliah paman Willy ada di sana kan.. apa aku akan pergi ke sana besok? Tapi aku besok masuk kerja.. apa aku ijin saja kepada paman Willy?” pikirnya saat sampai di depan rumahnya.
Dia berjalan masuk ke dalam pekarangan rumahnya sambil berpikiran dengan hari esok, dia membuka kunci pintunya dan masuk ke dalam. William masuk ke dalam rumah dan mengambil duduk di sofanya, dia memutuskan untuk mandi dan makan terlebih dahulu sebelum memikirkannya kembali. Dia berdiri dan berjalan ke dapurnya sambil membawa belanjaanya. Dia membuka lemari pendinginnya dan meletakan bahan bahan masakan ke dalamnya, setelah selesai dengan lemari pendingin selanjutnya adalah bumbu bumbu dan kebutuhan lainnya. Dia membuka lemari sebelahnya dan menaruh banyak hal ke dalamnya, William selesai dengan semuanya dan dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Dia berjalan ke kamarnya dan mengambil beberapa pakain kotor dan pakain bersihnya, dia membawa pakaian tersebut ke kamar mandi dan meletakan pakaian yang kotor ke dalam ember untuk di cuci setelah mandi.
“Tapi.. apakah paman Willy akan memberikan ijin kepadaku? Ya kurasa tidak apa apa…” katanya.
Tanpa berpikir panjang dia langsung masuk ke kamar mandi, dia mandi dan setelahnya dia keluar untuk mengeringkan rambutnya. Dia ingin membuat sarapan untuknya namun sebelum itu dia kembali ke kamarnya untuk mengambil ponselnya, dia berjalan ke kamarnya dan tiba tiba ponselnya berbunyi. Dia masuk ke kamarnya dan langsung melihat ponselnya, panggilan masuk ke ponselnya dan langsung dia terima panggilan tersebut.
“Ah iya paman Willy… ada apa..” katanya.
“Besok sudah hari pendaftaran kuliah bukan.. bagaimana dengamu nak.. apakah kamu akan berkuliah?” tanyanya.
“Yaa kurasa begitu paman Willy..” katanya.
“Ada seminggu kan… ambil libur selama seminggu.. jika kamu hanya butuh satu hari, kamu bekerja saja..” kata paman Willy.
“Tadi aku juga sempat ingin meminta ijin libur kepada paman Willy.. tapi baguslah.. terima kasih paman.. aku akan bersiap siap untuk besok..” katanya.
“Baiklah.. itu saja paman memanggil kamu.. jaga tubuhmu..” katanya.
“Terima kasih paman..” kata William.
Paman Willy langsung mematikan panggilannya dan sedangkan William langsung membawa ponselnya ke dapur, dia ingin membuat sarapan untuk dirinya karena dia sudah lapar dari tadi. Dia langsung mengeluarkan bahan bahan dari lemari pendinginnya dan mulai memikirkan apa yang akan di bikin olehya, dia bingung harus memasak apa untuk hari ini karena bahan bahan sudah banyak ia beli waktu kemarin. Karena tidak ada pikiran untuk membuat sarapan yang terlalu berat, dia memutuskan untuk membuat sebuah sarapan yang mudah di buat dan tidak berat pada pagi hari. Karena sudah mendapatkan ide untuk membuat sarapan, dia langsung membuatnya. Tidak terlalu lama akhirnya semua sarapan yang dibuatnya selesai, dia membawa sarapan tersebut dan meletakannya di atas meja makan. Sebelum makan dia mengambil segelas air putih, lalu dia duduk dan mulai melahap makanannya.
“Habis ini aku akan pergi ke tempat pendaftaran dan melihat apa saja yang harus aku sediakan untuk bisa berkuliah di sana..” ucapnya.
“Tapi jarak dari rumah ke sana lumayan untuk di tempuh dengan jalan kaki.. haruskah aku membeli sepeda?” pikirnya.
William memakan sarapannya sambil memikirkan pikirannya tersebut, tanpa dia sadar makanan yang dia makan sudah habis. Dia meminum segelas airnya dan langsung membawa piring kotornya untuk di cuci, saat sedang dia mencuci piringnya yang kotor tiba tiba ponselnya berbunyi. Dia menghiraukan bunyi tersebut karena tau bunyi tersebut adalah sebuah pesan yang bisa dia buka nanti, dia melanjutkan mencuci piringnya dan selesai dengan kegiatannya. Dia mengeringkan tangannya dan berjalan mendekat ke arah ponselnya berada, dia mengambil ponselnya dan melihat pesan apa yang dia terima. Pesan tersebut berasal dari kak Lia, dia bertanya kepada William tentang pekerjaannya. Mereka saling membalas pesan satu sama lain, karena bahasan mereka sudah selesai William langsung berjalan ke kamarnya dan mengambil jaketnya. Dia mengenakan jaketnya dan berjalan keluar dari rumahnya, dia mengunci pintu rumahnya dan berjalan keluar dari pekarangannya. Saat berada di depan rumah dia melihat Melody yang sedang terburu buru pergi ke arah berlawanan dari rumahnya, William lalu menyapanya namun Melody hanya melihat ke arah William dan pergi melanjutkan perjalanannya. Karena dia bingung dengan tingkah laku temannya tersebut dia menghiraukannya, dia lalu melanjutkan berjalan ke arah tempat yang ingin dia datangi.