
William melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah, dirinya tidak tahu kalau temannya sedang sakit karena biasanya Melody jarang sekali sakit. Dia juga lupa menanyakan sakit dari Melody, dirinya hanya bisa berjalan menuju ke rumahnya. Karena tidak mau terbebani pikiran lain, William mempercepat jalannya dan sampailah dia di depan rumahnya. Dia langsung membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam rumah, tidak lupa membuka sepatunya dan pergi ke kamar mandi dan mencuci kakinya.
“Huh… Kurasa aku juga harus menjaga kesehatan, besok aku akan bangun lebih pagi.. Untuk sekarang akan aku siapkan rancangannya.”
Setelah itu William berjalan ke kamarnya untuk mengambil berkas berkasnya, dia membawa berkas berkas tersebut ke ruang depan dan meletakannya di atas meja. Dia ingin membuat rancangannya sambil mengistirahatkan tubuhnya namun tidak dengan otaknya, sebelum itu dirinya membuat secangkir coffe panas dan meminumnya terlebih dahulu.
“Kurasa akan lama..”
William mulai mengerjakan rancangannya tanpa istirahat sama sekali dan tidak sadar dengan waktunya, dirinya hanya fokus kepada rancangannya dan setelah lama hanya terselesaikan hanya seperempatnya saja. William melihat jam yang ada di ponselnya dan sudah menunjukan tengah malam, dia menutup semua berkasnya dan bersiap siap tidur. Dia menggosok giginya terlebih dahulu dan setelah itu dirinya berjalan ke arah kamarnya, dia memasang posisi tidur dan tidak lupa memperbarui alarmnya terlebih dahulu dan setelah itu William tertidur di kasurnya.
“……..”
Alarm berbunyi membuat William terbangun, dia mulai bangkit dari kasurnya secara perlahan sembari mematikan alarm ponselnya. Dia melihat jamnya pukul empat pagi, William berencana untuk berolah raga di pagi hari agar bisa menjaga tubuhnya. Dia bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membasuh mukanya agar terasa segar walaupun dirinya harus menahan rasa dingin di pagi hari, setelah itu William mengganti pakaiannya dan berjalan menuju ke luar rumah.
“… Aku harus pemanasan terlebih dahulu agar tidak terlalu dingin..”
William melakukan beberapa gerakan untuk memanaskan tubuhnya dan agar tubuhnya tidak terlalu kaku ataupun kram saat sedang melakukan olah raga nanti, dirinya melakukan pemanasan selama beberapa menit dan akhirnya dia selesai dengan persiapannya. William memulai paginya dengan lari pagi keliling daerah rumahnya, dia melewati rumah rumah para warga yang kebanyakan masih gelap karena kemungkinan orang orang masih tertidur pulas. William merasa sudah cukup dengan berlari dan dia berniat berhenti di taman bermain dekat dengan rumahnya, dirinya melihat taman bermain tersebut dan berhenti di sana.
“Huh.. Istirahat sebentar.. Mumpung ada taman aku bisa berolah raga di sini, pas sekali.”
William mengatur nafasnya sebentar dan setelah itu dia melakukan olah raga dengan memanfaatkan alat alat bermain di taman tersebut, dirinya juga merasa senang karena bisa berolah raga di tempat tersebut. Saat sedang berolah raga, tiba tiba ada orang orang yang melewati taman tersebut. Orang orang tersebut adalah orang orang yang tinggal dekat dengannya dan biasa juga berolah raga di sana dan kebanyakan adalah orang tua yang sudah lanjut usia.
“Oh.. Sedang olah raga ya nak?”
“Pagi.. Iya, kalau nenek sama kakek juga suka berolah raga di pagi hari?”
“Pagi juga nak.. Kamu tiap hari selalu ke sini.. Jarang melihat orang datang ke sini di jam seperti ini.. Sepertinya kamu juga pertama kali datang ke sini.”
“Iya.. Saya cuman olah raga di rumah saja.. Kalau begitu saya mau melanjutkan.. Saya mau berlari berkeliling daerah sini.”
“Oh, hati hati nak.”
William berjalan menjauh meninggalkan tempat tersebut, dia melanjutkan berlari setelah dirinya beristirahat sebentar. Dia berlari menuju ke jalan raya karena dirinya ingin tahu seperti apa jalan raya jika dia lihat pada jam tersebut, William sampai di jalan raya dan hanya ada beberapa orang dan mobil yang lewat di sana.
“Berbeda sekali jika waktu siang hari..”
Dia melanjutkan berlari menuju ke tempat ibunya Melody berjualan, dia melewati beberapa toko yang ada dan sampai di tempat jualan. Tampak sepi dan belum ada kegiatan dari orang orang di sana, karena merasa kosong dirinya berlari kembali menuju ke rumahnya. William berkeringat dan sangat lelah karena sudah lama tidak berolah raga berat, dia mengatur nafasnya agar bisa sampai di depan rumahnya. Saat di depan rumah dia langsung duduk tanpa berkata apa apa, William merasa lelah dan ingin duduk sebentar sambil mengatur nafasnya. Tanpa banyak beban dia langsung memasang posisi tidur di halaman rumahnya, dia menatap langit yang masih gelap tersebut dan sambil membayangkan sesuatu.
“Nak William kenapa tidur di luar?”
Suara sesorang yang tiba tiba berbicara kepadanya, William langsung bangun dan mencari dari arah mana suara tersebut datang dan dia melihat seseorang tersebut.
“Begitu ya.. Kalau begitu tante pergi dulu.”
William melihat ibunya Melody berjalan menjauh dari rumahnya dan setelah tidak ada, dia langsung menidurkan badannya kembali. Dirinya ingin sekali tidur di sana dan lama kelamaan William mulai merasa nyaman, dia akhirnya tertidur di halam rumahnya.
“Nak.. Bangun..”
Suara tersebut membangunkannya, William bangun dari tidurnya.
“…Eeee..”
“Oh kamu sudah bangun..”
“Ini jam berapa tante?”
“Tante rasa jam enam..”
William langsung bangun dari tidurnya dan berlari menuju ke dalam rumah, dia langsung mengecek jamnya dan ternyata sudah jam enam. Dia langsung mengambil pakaiannya dan langsung mandi, setelah itu dia sarapan dan berangkat bekerja. Saat sampai di tempat kerja, dia melihat restorannya masih kosong. Dirinya merasa lega karena belum terlambat, William masuk ke dalam restoran untuk membersihkan restorannya karena hari ini dia bekerja sebagai penerima tamu jadi dia bersih bersih tempat makan terlebih dahulu. Saat mau mengambil alat pembersih, dia melihat kak Lia sedang berdiri sambil melihat ke arah jam. Dia langsung sadar akan kedatangan dari William.
“Oh kamu sudah datang.. Bersihkan..”
“Baik kak..”
William langsung mengambil alat alat pembersihnya dan membawanya menuju ke depan, dia langsung membersihkan semuanya tanpa ada noda tersisa. Saat sedang bersih bersih kak Lia mendatanginya dan mengecek pekerjaannya.
“…”
“Ada apa kak Lia kemari?”
“Bersihkan yang di atas.”
“…Baik kak..”
Lantai atas merupakan lantai khusus untuk para pelanggan yang memesan tempat, hari tersebut mungkin saja ada yang memesan di pikiran William. Walaupun hari ini bukan tugas William untuk membersihkan lantai tersebut, dia melakukannya tanpa bertanya kepada kak Lia. William membersihkan lantai ke dua tepat lima belas menit sebelum restoran di buka, dia membawa alat alatnya kembali ke tempatnya dan setelah itu dia menuju ke posisinya. Dirinya langsung berdiri tegak di antara para pekerja lainnya dan sementara itu paman Willy mengecek para pekerja, setelah semuanya aman paman Willy langsung menuju ke depan dan membuka restorannya.
Para pelanggan mulai masuk ke dalam restoran dan para penerima tamu termasuk William menuntun para pelanggan untuk duduk di kursi mereka, setelah itu dia mengambil menu dan memberikannya kepada para pelanggan. Satu persatu pesanan mulai dia tulis dan dia berikan kepada koki, dia kembali ke tempatnya dan menerima pesanan tamu yang lainnya. Pekerjaan yang berat sampai istirahat siang datang, para pekerja mulai beristirahat termasuk William. Dia duduk di meja pelanggan sambil meminum sebotol air mineral, kak Lia keluar dapur sambil membawa sebuah piring makanan dan memberikannya kepadanya.
“Ambil..”
“Waah.. Terima kasih kak..”