The Noble

The Noble
Episode 37



Mereka berjalan bersama melalui banyak toko toko maupun perumahan orang, walaupun harus berjalan kaki selama lima belas menit. Nia yang masih kecil dan penuh dengan energi tidak nampak kelelahan, dirinya sangat senang bisa pulang bersama dengan seseorang karena biasanya dia pulang hanya diantar oleh guru mereka melalui antar jemput yang disediakan oleh pihak sekolah. William juga sangat senang karena bisa merasakan seperti apa mempunyai seorang adik walaupun bukan adik kandungnya.


“.. Apa kamu capek?”


“Tidak kak..”


Mereka terus berjalan dan jalan masuk ke depan rumahnya pun kelihatan dari jauh, William bilang kepada Nia kalau rumahnya sudah dekat. Dia sangat senang karena bisa bermain bersamanya, semakin mendekat dan dianya semakin senang. Sampailah di dekat tempat ibunya Melody berjualan dan ada Melody di sana yang sedang membantu ibunya, lalu mereka mendekat untuk menyapa mereka.


“Selamat siang tante.. Melody juga..”


“Halo tante…”


“Eh.. Selamat siang William.. Ini Nia ya… Kok kalian bisa bersama?”


“Halo Nia…”


“Itu tante.. Kak Lia ada urusan dan tidak bisa membawa Nia bersamanya, makanya Nia dititipkan kepadaku.. Cuman tiga hari..”


“Begitu ya.. Nia mau makan?”


“Mau…”


“William juga ayo makan.. Melody tolong ambilkan untuk William sama Nia.. Kamu juga sekalian makan..”


“Baik bu..”


Mereka berempat makan siang bersama termasuk ibunya Melody, kadang ada pelanggan yang datang dan mereka bertiga membantunya. Tidak terasa sudah jam tiga, William memutuskan untuk pulang bersama Nia terlebih dahulu lalu nanti kembali lagi. Sebelum pulang mereka ijin terlebih dahulu tapi ibunya Melody menolak William kembali, dia ingin William bermain bersama Nia saja di rumah. Tapi sebelum itu William mengajak Melody mengobrol sebentar jauh dari tempat itu.


“Apakah kamu sudah mendapatkan ide? Soal yang kemarin?”


“.. Itu.. Aku belum sih.. Aku juga belum memberitahukan kepada ibu.. Aku takut ibu kenapa kenapa..”


“Ada sebuah tempat yang aku tau untuk ibumu berjualan.. Tapi mungkin tidak akan sebanyak tempat ini.. Bagaimana menurutmu.. Akan aku ajak nanti jika ke sana jika kamu mau melihatnya.”


“Baiklah.. Nanti aku juga akan berbicara kepada ibu..”


Setelah selesai mereka kembali ke tempat ibunya Melody berada, William berpamitan bersama Nia untuk pulang. Mereka berdua berjalan kembali ke arah rumahnya William, tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sampai di depan rumah. William mengajak Nia masuk ke dalam rumahnya, dia membuka pintu yang di kuncinya dan setelah itu mereka masuk. Nia sangat senang karena bisa tidur di rumah orang lain, William bilang kepada Nia untuk menunggunya sambil duduk di sofa. Sedangkan William kekamarnya untuk mengambil pakaian ganti untuk Nia.


“…. Aku tidak tau harus pilih yang mana.. Lebih baik aku bawa semuanya dan biarkan Nia sendiri memilihnya..”


William kembali ke ruang utama sambil membawa banyak pakaiann, Nia bingung dengan dirinya karena membawa banyak pakaian. William bilang kepadanya untuk memilih pakaiannya sendiri karena dirinya tidak tau harus memilih apa, Nia tertawa karenanya. Nia mengambil pakaiannya dan setelah itu William menunjuk ke arah kamar mandi untuk Nia mengganti pakaian, Nia berjalan ke kamar mandi dan William menunggunya sambil duduk di sofa.


“… Aku tidak tau apa apa soal mengurus orang lain, terlebih lagi perempuan.. Tapi siapa yang mempuyai adik perempuan? Tidak ada..”


William memutuskan untuk membuka ponselnya dan mencari tau bagaimana cara mengurus adik perempuan, dia mencari carinya dan membaca satu persatu. Sebelum Nia kembali dari kamar mandi, dirinya sudah tau harus berbuat apa. Karena mereka sudah makan siang maka Nia butuh tidur siang, jadi dirinya pergi ke kamarnya untuk mempersiapkan tempat tidur untuknya. Dia merapikan kasurnya dan menata semuanya, dia kembali ke ruang utama dan Nia sudah duduk kembali di sofa sambil menonton televisi.


“.. Apa Nia tidak tidur siang?”


“.. Aku belum mengantuk..”


William menemani Nia menonton televisis bersama sama, tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka. Tidak terasa sudah jam lima sore dan ketika William melihat ke arah Nia, dia sudah terlelap tidur.


Dia ingin membawanya kekamarnya namun dia juga takut membangunkannya, dia bangun dari sofanya dan duduk di ruang makan. Dia melanjutkan mencari tau tentang masalah ibunya Melody, tiba tiba dia mendapat pesan dari Melody bahwa dirinya sudah ada di depan rumahnya. William langsung keluar rumah tapi sebelum itu dirinya memberikan pesan dan di taruh di meja dekat sofa untuk Nia jika dia bangun nanti, dia keluar dari rumah secara perlahan agar tidak membangunkannya.


“Maaf.. Nia sedang tidur..”


“Tidak apa apa.. Soal tadi siang..”


“Oh iya.. Kalau begitu mari aku antar.”


Mereka berjalan bersama ke arah tempat yang William ingin datangi bersama Melody, ketika sampai di sana Melody terkejut karena mereka berhenti di depan tempat kerjanya William. Dia kebingungan dan bertanya kepada William.


“Eh.. Tempatnya di mana ya?...”


“Itu.. Kamu melihatnya.. Ada sebuah tempat kosong dari sini kelihatan.. Ibumu bisa memakainya.. Itu punya paman Willy.. Aku sudah ijin..”


“Hufff… Begitu ya.. Baiklah kalau begitu..”


“Apa kamu mau melihatnya?”


“Ah tidak usah.. Kita kembali saja..”


Mereka berdua berjalan kembali pulang, Melody pulang ke rumahnya dan William juga pulang ke rumahnya. Saat tiba di depan rumahnya, William melihat Nia sedang duduk di depan teras, dia langsung mendekatinya.


“Maaf kalau aku meninggalkan Nia sendirian..”


“.. Tidak apa apa kak.. Aku juga baru bangun..”


“Bagaimana kalau Nia membantun mengurus bunga itu..”


“Bunga.. Kakak punya bunga? Di mana?”


“Itu.. Aku juga ingin menyiramnya..”


Akhirnya mereka berkebun di sore hari sampai malam tiba, sesudah selesai mereka masuk kembali ke rumah untuk membersihkan badan mereka. William menyuruh Nia untuk mandi terlebih dahulu, dia menunggunya di sofa sambil bermain ponselnya sedangkan Nia masuk ke kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu. William berpikir untuk membuat makan malam namun dirinya bingung, dia ingin melihat resep di internet tapi tiba tiba dia mendapatkan sebuah pesan, dia melihatnya dari ibunya Melody bahwa dirinya sudah di depan rumahnya. Dia keluar dari rumahnya untuk menemui ibunya Melody.


“Ada apa tante malam malam begini ke sini?”


“Ini.. Tante bawakan makanan untukmu dan Nia.. Makanlah..”


“Maaf merepotkan tante..”


“Tante pergi dulu..”


William masuk ke rumahnya sambil membawa makanan yang diberikan oleh ibunya Melody, dia melihat Nia sudah selelai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya. William meletakan makanan tersebut di atas meja dan menyuruh Nia untuk memakan makanan tersebut terlebih dahulu, Nia langsung duduk dan mengambil makanan tersebut. William pergi ke kamarnya untuk mengambil pakaian yang bersih dan sesudah itu dia mandi.


Setelah mandi dia ikut makan bersama Nia, mereka saling bercerita satu sama lain sepanjang malam tersebut dan Nia mulai mengantuk lagi. William menggendong Nia ke kamarnya dan meletakan dia ke atas kasur, dia memberika selimutnya dan setelah itu dia pergi ke ruang depan untuk menonton televisis. William menonton televisis sebentar namun dirinya juga ikut mengantuk, dia mematikan televisinya dan tertidur di sofanya.