The Noble

The Noble
Episode 31



Alarm berbunyi membuat William bangun dari tidurnya, dia meraih ponselnya dan langsung mematikan sumber suara tersebut. Dia bangun dari kasurnya dan berjalan ke ruangan depan, William kali ini tidak membuka jendelanya dan menghirup udara segar seperti biasanya. Dia ingin langsung mengecek pekerjaannya semalam sebelum dia serahkan kepada paman Willy, dia melihat pekerjaannya sebentar dan pandangannya masih belum sempurna. William memutuskan untuk mencuci mukanya terlebih dahulu.


“Karena aku sudah keterima di kampus itu, maka hari ini aku harus bekerja.. Sudah dua hari aku tidak bekerja.”


Setelah membasuh mukanya, dia berjalan kembali ke mejanya untuk melihat pekerjaannya satu per satu. Dia mengecek semuanya dan tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul tujuh, dia sudah terlambat satu jam dari waktu jam kerjanya.


“… Paman Willy bilang kalau aku diberi waktu satu minggu kan? Tapi kenapa hari ini aku merasa tidak enak.”


William meraih ponselnya dan mencoba untuk mengirim pesan kepada paman Willy, dia bilang kalau hari ini tidak bisa masuk walaupun hari ini seharusnya bisa masuk. Dia bilang terlambat masuk kerja karena memeriksa pekerjaannya, tidak lupa juga minta maaf kepada semua pekerja. Setelah mengirim pesan, dia melanjutkan memeriksa berkas berkas pekerjaannya sampai selesai. Sudah jam sepuluh dan William belum mandi maupun sarapan, dia memutuskan untuk beristirahat sebentar sambil duduk di sofa.


“Aku tidak bisa bergerak lagi… Kurasa aku akan tidur saja di sini, bangunkan aku satu jam lagi..”


William memasang posisi tidur di sofanya dan akhirnya tertidur lelap, tidak begitu lama dia mendapatkan suara dari ponselnya. Dia bangun dari tidurnya dan mengambil ponselnya, William mendapatkan pesan dari kak Dea. Dia membukanya dan membaca pesan tersebut, dia lupa memberi tau kepada William kalau Melody juga lulus tes masuk kampus tersebut.


“Hehhh… Kenapa tidak dari kemarin..”


William mencari kontaknya Melody dan mengirim pesan kepadanya.


“Siang Melody.. Kak Dea bilang kalau kamu sudah lulus tes masuk kampus, jadi kamu tinggal tunggu tanggal masuknya saja dan persiapkan diri.”


Setelah mengirim pesan tersebut, dia melanjutkan tidurnya. Satu jam berlalu dan sekarang sudah jam sebelas, dia bangun dari sofanya dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil pakaiannya. Dia berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi, setelah mandi William ingin membuat sarapan. Setelah membuat sarapannya, dia memakan semua sarapannya sambil menonton televisi dan duduk di sofanya.


“Tidak ada yang menarik di TV.. Yang ada cuman berita tentang bahan makanan yang naik.. kira kira jualannya ibunya Melody akan berdampak tidak ya?”


Dia melanjutkan memakan sarapannya, setelah selesai dia membawa piring kotornya dan langsung mencucinya. Setelah itu dia berjalan ke luar rumah untuk memeriksa apakah dia mendapatkan sesuatu dan sekalian melihat ke bunga yang dia tanam, setelah keluar dari rumah dia tidak melihat apa apa. Dia mendekat ke arah bunganya dan melihat kalau bunga yang dia tanam agak kering, dia mengambil alat penyiramnya dan langsung menyiram bunga tersebut. Setelah menyiram tanaman, dia bergegas masuk ke dalam rumah karena hari sudah mulai panas. William melanjutkan mengecek pekerjaannya lagi dan akhirnya setelah tujuh jam selesai, dia langsung mengirimkannya kepada paman Willy. Dia duduk kembali di sofanya sambil membuka ponselnya.


“Hm.. tidak ada yang menarik."


Satu pesan masuk ke ponselnya.


“Siapa ini?”


William mengeceknya dan pesan tersebut dari temanya Candy.


“William.. apakah kamu hari ini bekerja?”


“Tidak.. Aku terlambat dan tubuhku sedang tidak enak.. Memang kenapa? Apa kamu ke restoran lagi?”


“Iya.. Aku lagi menunggu teman ayah datang dan ketika aku mencarimu, kamunya malah tidak ada.”


“Mungkin besok aku masuknya.. Memang ada apa kamu mencariku?”


“Aku ingin makan kuemu lagi yang seperti dulu waktu aku ke sini bersama orang tuaku.”


“Tapi nanti rasanya tidak seenak punyamu.”


“Yang membuatnya pasti lebih enak.. lihat saja.”


Mereka saling mengirimkan pesan satu sama lain dan ketika mereka sedang asik membalas pesan, tiba tiba ada sebuah pesan yang masuk. William langsung mengeceknya, pesan tersebut berasal dari kak Lia.


“Hey.. Kemana kamu, temanmu mencarimu.”


William hanya bisa menjawa sakit kepada kak Lia, karena jika dia bilang begitu maka kak Lia akan percaya dan tidak akan marah. Setelah itu kak Lia tidak mengirimkan pesan kepadanya lagi, dia mematikan ponselnya dan bergegas bersiap siap untuk ke luar rumah. William ingin pergi ke mini market terdekat untuk membeli persediannya, dia mengambil dompetnya yang berada di kamar dan berjalan keluar dari rumahnya. Dia mengunci pintunya dan langsung bergegas ke mini market terdekat, sesampainya di sana dia langsung mengambil keperluannya sekaligus dia ingin membeli makanan ringan untuk menemani malamnya yang sendirian.


“Ambil ini.. Ini.. Dan ini.. Kurasa sudah cukup banya.. Kuharap tidak banyak.”


Dia membawa barang bawaannya ke kasir untuk di bayar, dia melihat satu persatu barang yang dia beli dan total harga yang dia keluarkan melebihi belanjaannya setiap dia ke sana. William menghela nafas dan mengeluarkan uangnya dan membayarnya, dia keluar dari mini market dengan muka yang lesuh. Dia berjalan kembali pulang ke rumahnya dengan perasaan yang amat sedih karena mengeluarkan uang yang terlalu banyak.


“Aku harus menyimpan uang lebih untuk kuliah nanti.. Aku tidak boleh boros lagi.”


William semakin dekat dengan rumahnya dan ketika dia melihat ke depan rumahnya, ada Melody yang sedang menunggu di sana. Lalu dia mendekatinya dan bertanya kepadanya.


“Ada apa Melody?”


“Eh William.. Aku kira kamu ada di rumah.. Ini aku ingin mengembalikan pakaianmu.. Aku sudah menyetrikanya.”


“..Terima kasih..”


“Oh iya terima kasih karena sudah memberi tauku soal lulus tes kampusnya.”


“Berterima kasihlah kepada kak Dea.. Aku harus mentraktirnya juga.”


“Apa aku harus mentraktir juga?”


“Candy ada di restoran tempat kerjaku sekarang, mungkin saja kamu ingin menemuinya.”


“Eh.. begitu ya.. tapi tidak usah.”


Mereak saling mengobrol di depan rumahnya William, karena cuaca sudah mulai dingin membuat mereka betah berbicara di sana tanpa takut kepanasa. Melody akhirnya selesai dengan urusannya dan langsung pulang ke rumahnya, William masuk ke rumahnya dan menaruh semua barang belanjaanya dan istirahat sebentar. Karena menurut dia kurang tenaga, William memutuskan untuk berolah raga sebentar di rumahnya seperti push up maupun lari kecil di dalam rumahnya.


“Tidak begitu buruk.. apa mungkin besok pagi aku lari lari di taman saja sambil berolah raga.. mungkin saja itu hal bagus.. aku tidak bisa selamanya diam di rumah.”


Dia mengambil segelas air putih dan langsung meminumnya, rasa hausnya mulai hilang dan beberapa menit lagi dia melanjutkan olah raganya. Sampai dia merasa lelah dan ingin beristirahat, dia menghiraukannya dan melanjutkan olah raganya kembali samapi dia tidak bisa berdiri.