The Noble

The Noble
Episode 10



William teringat akan sesuatu yang harus dia kasih tau kepada kak Lia, paman Willy datang ke tenda ibunya Melody dan membeli makanannya.William mengajak kak Lia untuk mundur beberapa langkah menjauh dari yang lainnya, Dia membicarakan sesuatu kepada kak Lia dan memberikan informasi tentang bahasan restoran mereka. Pekerjaan harus didahulukan untuk menjaga kualitas dari tempat kerja mereka.


“Tentang paman Willy tanyakan saja padanya.. aku juga tidak tau asal usul darinya.. aku hanya ditawari kerja dulu..”katanya.


Candy masih penasaran dengan alasan paman Willy memilih mendirikan restoran kecil miliknya sendiri, walaupun begitu masakan dari paman Willy masih terkenal dikalangan orang atas yang masih suka ke sana untuk memakan masakannya. Kak Lia selesai membahas sesutau bersama William, dia memutuskan untuk pulang dan langsung mengurus sesuatu. Dia mengajak adiknya untuk berpamitan kepada orang orang yang ada di sana, sebelum pergi dia bilang bahwa nanti malam akan ke sana lagi dan bertemu dengan lainnya bersama adiknya Nia. Setelah mengatakan perkataan tersebut kak Lia langsung meninggalkan tempat tersebut bersama adiknya.


Melody penasaran dengan perkataan William, dia berbicara kalau kak Lia pintar dalam membuat kue. Dia mulai menanyakan perkataan William tentang kak Lia, William menjawab semua pertanyaannya dan membuktikan kalau perkataannya tentang kak Lia memang ada benarnya dan ada buktinya. Kak Lia membuat banyak kue idenya sendiri dan setengah dari kue masuk kedalam Menu yang ada di restoran tersebut. Melody menanyakan berapa lama kak Lia bekerja di sana dan William menjawab bahwa kak Lia sudah 6 tahun di sana, dia berusia 25 jadi ketika lulus sekolah dia langsung bekerja dan waktu itu umur William berusia 13 tahun dan masih belum bekerja di sana dan hanya menyaksikan dengan kedua matanya.


William juga bercerita tentang banyak tentang kak Lia seseorang yang pekerja keras dan selalu belajar atas kesalahannya yang sering dia buat dulu, walaupun begitu dengan usaha yang dilakukannya sampai detik ini membuatnya menjadi pengawas dapur. Sekarang dia sangat tegas kepada para pekerja yang lainnya jika mereka membuat beberapa kesalahan. Saat dia marah dia bisa berubah menjadi menakutkan, jadi semua orang di sana sangat berhati kepada pekerjaannya. William juga bercerita bahwa dasar dasar pekerjaannya juga dibantu oleh kak Lia dan sebagiannya dari paman Willy. Melody takjub dengan cerita dari William tentan kak Lia yang sangat hebat dan dapat di tunjuk untuk mengawasi dapur dengan usianya yang sangat muda, bukan pekerjaan yang bisa di lakukan semua orang dan hanya beberapa orang saja yang bisa melakukannya. Ketika mereka sedang bercerita Candy tiba tiba bangun dari tempat duduknya dan ingin berjalan mengambil segelas air untuknya.


“… Candy, dari tadi kamu hanya fokus memekaan makananmu.. tapi apakah orang tuamu mengijinkan dirimu ke sini.. aku tidak melihat supir atau penjagamu sama sekali.” Tanya William.


“Oh boleh kok.. tapi tidak boleh terlalu lama, karena mama katanya ingin mengajakku ke suatu tempat jadi paling sebentar lagi aku akan pergi.” jawabnya sambil mengambil segelas air.


Tiba tiba ponsel Candy berbunyi, dia membuka ponselnya dan mengeceknya, dia mendapat pesan dari orang tuanya dan sepertinya orang tuanya menyuruhnya untuk pulang jadi Candy meminta ijin pulang kepada teman temannya. Dia meminta ijin kepada Melody dan William karena tidak bisa terlalu lama di sana dan membantu mereka, dia juga meminta Melody untuk menyampaikan pesan ke ibunya Melody karena dia tidak bisa membantu lagi. Dia langsung meninggalkan tempat tersebut dan menuju ke rumahnya. Sekarang mereka hanya tinggal berdua, mereka menjaga tenda tersebut dan menunggu para pembeli datang ke tenda mereka tanpa berbicara satu kata pun. Tiba tiba Melody mengatakan sesuatu.


“Sepertinya kehidupan orang kaya itu tidak begitu mudah jika dibayangkan ya?.. karena harus mengurus ini itu dan ujung ujungnya uang, jadi apa artinya kaya dan miskin itu sebenarnya?” kata Melody.


“Tidak ada bedanya, karena semua orang ingin orang orang yang disayanginya maupun keturunan mereka nanti, yang hanya bisa dilakukan hanya berdoa dan bekerja keras untuk semua permintaanya terkabulkan.” kata dari Ibunya Melody yang tiba tiba muncul dari belakang mereka.


“Eh ibu.. mengagetkanku saja, ibu dari tadi disni ya?.” Tanya Melody.


“Tidak kok, ibu baru sampai.. tadi ibu bertemu nak Candy di depan gerbang.. emang dia mau kemana.” Tanyanya.


“Oh Candy ada urusan dengan keluarganya jadi dia pergi terlebih dahulu, tapi kenapa ibu baru sampai?” tanyanya.


“Tadi ibu melihat orang kesusahan di jalan jadi ibu membantu orang tersebut terlebih dahulu, kelihatannya dia tersesat jadi ibu menunjukan jalan yang tepat untuknya.” Katanya.


“Ya walaupun orang mempunyai uang sebanyak apapun tidak akan bisa mengalahkan kebaikan dari seseorang ibu, semua orang menginginkan kehidupan mereka berjalan sejalan dengan pikiran mereka, namun inilah dunia.”


“Permisi tante.. uang penjualannya sudah aku berikan kepada Melody, tolong di cek lagi.. saya mau minta ijin pulang terlebih dahulu...” katanya.


“Ah iya nak William tidak apa apa, lagian nak William sudah membantu tante berjualan, kamu butuh istirahat juga jadi sekalian aja istirahat di rumah.” Jawabnya.


“Iya tante nanti aku kan kembali lagi.” Katanya.


Selesai berpamitan William berjalan pulang ke rumahnya, dia berjalan kerumahnya dengan keadaan tubuh yang lelah namun dia tidak mau menunjukannya kepada Melody maupun Ibunya. Karena dia tidak ingin membuat keduanya khawatir kepadanya dan merasa bersalah karena menerima bantuannya, makanya dia hanya ingin pulang ke rumah untuk beristirahat saja. Saat dia sampai di depan gerbang dia berhenti terlebih dahulu untuk bersandar di pinggir pohon.


“huh.. ayah ibu.. apa kalian waktu dahulu seperti ini untuk kehidupan orang yang kalian sayangi.. maaf kalau william bersalah dan tidak bisa berbuat apa apa untuk kalian..”


“Tolong yaa.. nanti malam mungkin akan sedikit telat jadi aku meminta tolong kepada seseorang untuk mengantar Nia ke rumahmu dan bermain dengannya di sana.. aku akan menyusul nantinya setelah pekerjaanku selesai.” Inti pesannya.


Dia menyetujui permintaan dari kak Lia tanpa berpikir panjang, karena masa kecil anak anak harus bahagia dan menyenangkan. William langsung mengirim pesan persetujuan untuk bermain dengan Nia . Kak Lia bilang bahwa adiknya Nia akan ke sana sore hari pukul 6 dan kak Lia bilang kemungkinan dia datang jam 8 malam. Dia langsung melihat jam bahwa jam sekarang menunjukan pukul 3 sore hari jadi dia masih punya 3 jam untuk istirahat dan tidur di sofanya. Dia langsung meletakan ponselnya dan tidur di atas sofa sambil menunggu kedatangan adiknya kak Lia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= TIME SKIP \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


William bangun dari tidrunya dan melihat jam yang ada di rumahnya, pukul 5 dan masih satu jam lagi untuk kedatangan adiknya kak Lia. Dia mengambil ponselnya dan memerika apakah ada pesan masuk kedalamnya, tidak ada pesan yang masuk ke ponselnya. Dia memutuskan untuk mengirim pesan kepada Melody apakah di sana baik baik saja tanpa ada dirinya. Melody menjawab tidak apa apa karena jualan ibu tinggal sedikit dan pembeli di sana tidak sering datang jadi mereka bisa sambil beristirahat. William mengirimkan pesan bahwa dia akan kesana jam 6 dan membawa Nia untuk bermain lagi di sana, Melody terkejut karena bukan kak Lia yang membawa Nia namun William yang membawa Nia. Dia bertanya kenapa William yang membawa Nia dan bukan kak Lia, William menceritakan apa yang terjadi dan Melody paham dengan intinya. Dia ingin menanyakan sesutau kepada Melody.


“Apa kamu butuh sesuatu? Mungkin aku bisa ambilkan atau belikan untukmu waktu perjalan ke sana..” tanyanya.


“Tidak apa apa, di sini sudah banyak yang bisa aku dapatkan jadi tidak usah terima kasih..” jawabnya.


“kamu istirahat aja dulu ibuku juga sedang istirahat bersamaku di sini, sudah mulai menurun orang orang yang datang ke sini mungkin karena sudah sore hari. Malam hari nanti mungkin akan tambah banyak orang.” Jawabnya lagi.


“Baiklah nanti aku ke sana lagi. Aku akan siap siap..” katanya.


“Iya sampai nanti.” Jawab Melody.


Dia bangkit dari sofanya dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil segelas air untuk diminumnya, setelah minum air dia berjalan keluar rumahnya dan mengecek sekeliling rumahnya apakah ada sesuatu yang aneh. Dia tidak menemukan apa apa dan sekelilingnya tampak normal, William masuk kembali ke dalam rumahnya.


Dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena sudah mulai kotor, dia berjalan kekamarnya dang mengambil pakaian yang bersih dan kembali lagi ke dapur dan menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah mandi dia tidak tau apa yang akan dia lakukan untuk waktu senggangnya, dia duduk di sofanya kembali sambil memikirkan apa yang akan dilakukannya. Karena dia tidak mendapat satu pikiran akhirnya dia mencoba membuka ponselnya dan mulai mencari apa yang bisa dia lakukan, namun dia tidak menemukan apapun itu. Dia menaruh ponselnya dan memutuskan untuk menonton televisi, tidak ada acara yang membuatnya menemukan suatu ide. Dia mematikan televisi tersebut dan tiba tiba ponselnya berbunyi, pesan masuk ke dalam ponselnya dan berasal dari kak Lia.


“Nia sudah di perjalanan ke sana.. mungkin tidak lama.. jadi bersiaplah..” pesan kak Lia.


Dia bangun dari sofanya dan bersiap siap dengan keperluannya, dia mengecek semua peralatan yang ada di rumahnya terlebih dahulu apakah ada yang masih hidup atau tidak. Karena semuanya sudah aman dia berjalan keluar rumah dan menunggu kedatangan Nia, William duduk di depan rumahnya sambil mencari sesuatu kembali di ponsenya yang bisa membuat dia mendapat ide. Ada pesan masuk ke ponselnya.


Dia mendapat pesan dari seseorang , William membuka pesan tersebut dan berasal dari paman Willy. Dia membacanya dan pesan yang ada di dalamnya nampak terlihat panjang. Paman Willy ingin bertemu William dan membahas sesuatu lagi yang lumayan penting dalam pekerjaannya, karena William sudah berjanji untuk menemani Nia untuk bermain dia membalas pesan ke paman Willy kalau kak Lia menyuruhnya. Paman Willy juga tidak bisa berbuat apa apa, dia bilang bahwa kak Lia akan sedikit sibuk dan mungkin saja kesibukannya itu menggantikan dirimu. William juga heran kenapa kak Lia bisa berbuat seperti itu kepada dirinya, paman Willy juga heran dengan tingkah laku dari kak Lia.


Setelah mengirim banyak pesan dengan paman Willy tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan rumahnya, pintu mobil terbuka dan seseorang turun dari mobil tersebut. Dengan jelas bahwa orang tersebu Nia, dia langsung menghampiri Nia untuk menyambutnya dan bertanya juga sekalia kepadanya kenapa kak Lia tidak bisa datang. Nia juga tidak tau tentang kakaknya itu, lalu dia menanyakan kepada Nia siapa yang mengantarnya. Dia bilang pamannya yang mengantar, seseorang turun dari mobil dan mendekati ke dua orang tersebut. Ternyata paman Willy lah yang mengantar Nia ke rumahnya, William terkejut karena dia mendapat pesan dari paman Willy lalu paman Willy datang di depannya. Dia bertanya bagaiman dengan pesan tersebut, ternyata paman Willy sudah sampai dari tadi namun dia mengirim pesan saat didekat rumahnya William. Karena paman Willy masih ada kepentingan dia ingin berpamitan kepada mereka berdua. sebelum meninggalkan ke dua orang tersebut, paman mengambil sebuah kotak dari dalam mobilnya dan memberikannya kepada William. Lalu dia langsung pergi dan menjauh dari mereka berdua.


“Apa isi kotak ini? Paman Willy juga tidak berkata apa apa.. mungkinkah kado ulang tahunku? Yahh tidak mungkin..” katanya


“Kenapa kak William tidak membukanya saja?” tanya Nia.


“Mungkin nanti malam saja.. sekarang kita berangkat ke Vestival saja..” katanya sambil membawa kotak tersebut kedalam rumah.


Dia meletakann kotak tersebut di dalam rumah, setelah itu dia mengunci pintunya dan mengajak Nia pergi lagi ke Vestival sambil bergandengan tangan.