
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #3
Mereka membicarakan tentang mata pelajaran dan kekar praktik, terlebih lagi bagi Melody yang baru mengenal tentang dunia pastry kebingungan. William merasa kasihan dengan temannya tersebut, dua menanyakan sesuatu kepada Amelia tentang hal yang belum pelajari. Nampaknya Amelia tahu beberapa informasi tentang mata pelajaran yang belum William ketahui.
Setelah itu dia meminta tolong kepadanya agar membantu Melody, Amelia juga kasihan terhadap teman barunya tersebut. Karena sudah terlalu siang akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, seperti biasa Amelia selalu menghilang dari pandangan mereka berdua.
William dan Melody membicarakan banyak hal termasuk hari ini yang dimana hari pertama Melody bekerja di bidang makanan, dia melihat Melody yang masih belum siap untuk hal itu. Lalu dirinya berniat menghiburnya, dia bilang kalau hari ini masih latihan jadi tidak perlu ragu untuk membuat kesalahan.
"Tenanglah, hari ini aku dan kak Lia yang mengawasi anak baru.. Semoga saja kak Lia hari ini biasa saja dalam mengajar orang baru.."
"Memang dulu kak Lia seperti apa?"
"... Menakutkan, bahkan orang yang dipilih oleh paman Willy karena kemampuannyapun harus mengundurkan diri karena ketegasan kak Lia, paman Willy juga dulu sering kena marah oleh kak Lia.."
"Tapi aku melihatnya baik dan ceria.."
"Itu luarnya, jadi pahami keadaannya dan turuti apa perintahnya.."
"Hehe, baiklah.. Aku siap."
Mereka sampai di depan rumahnya William, namun Melody disuruh untuk jangan pulang terlebih dahulu karena William ingin memberikan buku catatan kepadanya. Dia masuk ke dalam rumah dan pergi mengambil buku catatan di kamarnya, setelah itu dirinya membawa buku catatan yang tebal tersebut keluar rumah.
William memberikan buku catatan yang tebal tersebut kepada Melody, temannya terlihat terkejut karena buku catatannya yang tebal tersebut. Sedikit kotor sampulnya namun dalamnya masih bagus karena William menyimpannya dengan rapat rapat, setelah itu Melody mencoba membukanya.
Hal pertama yang Melody lihat adalah tentang pengenalan bahan bahan pastry yang mudah hingga sudah, Melody membacanya terus karena merasa penasaran. Namun William menyadarkannya dan menyuruh membacanya di rumah, setelah itu Melody berpamitan kepadanya dan pulang ke rumahnya.
Karena senang bisa membantu temannya sampai lupa kalau dia harus bekerja juga, William langsung bergegas menuju ke tempat kerjanya dengan pakaian yang sedang dipakainya tanpa menggantinya. Dia mempercepat jalannya sampai sampai mendahului Melody, dirinya melihat temannya sedang berjalan sambil membaca bukunya.
"Hari hati, jangan sampai menabrak.."
Paman Willy masuk dan memerintahkan semua orang untuk siap siap, restoran dibuka dan semua orang sibuk dengan urusannya masing masing. Seperti biasa bekerja dan ternyata sudah jam tiga, jam di mana para pekerja baru masuk. Kak Lia mendatanginya dan dirinya sadar, William selesai dengan pekerjaannya dan di ajak kak Lia ke atas.
Saat di atas dia melihat paman Willy sedang duduk sambil mempersiapkan latihan untuk para pekerja baru, ada tiga orang yang sudah datang termasuk Melody yang sedang duduk bersama pangan Willy. Hanya ada delapan pekerja yang ditugaskan di atas, semua orang tersebut pilihannya pangan Willy.
Mereka berdua menunggu semua orang datang sambil melihat lihat dapur, walaupun kecil namun terlihat mewah dipandang. William melihat menu untuk tempat tersebut, sekarang yang dia lihat hanya ada enam menu yang dimana dua minuman dan empat makanan. Dia berpikir kalau latihannya kurang menegangkan karena menunya sedikit, tapi dirinya juga kepikiran dengan temannya juga.
Melody mendapat posisi kasir untuk saat ini karena sudah ada tiga Chef dan satu orang yang membuat minumannya, sedangkan ada tiga pelayan yang siap. Setiap bulan paman Willy akan mengevaluasi para pekerja dan setiap Minggu akan ada pergantian posisi, hal itu dilakukan saat sedang latihan agar paman Willy tahu dimana posisi yang tepat untuk para pekerja barunya.
Setelah beberapa menit semua orang sudah datang dan duduk di kursi yang ada di depannya paman Willy, William dan kak Lia juga duduk didepannya. Paman Willy mulai menjelaskan bagaimana cara kerjanya dan peraturan tentang tempat tersebut, setelah itu paman Willy menyuruh para pekerja baru untuk pergi ke posisinya masing masing.
Tes pertama yang paman Willy lakukan adalah kepada para pelayan untuk tahu bagaimana mereka melayani para tamu, tiga pelayan baru tersebut di suruh untuk melayani setiap meja. Maka dari itu paman Willy, kak Lia dan William duduk di meja masing masing secara terpisah.
Paman Willy memulainya dan para pelayan baru tadi pergi ke tiga orang penguji, seperti biasanya para pelayan memberikan buku menu dan menanyakan pesanan kepada tamu. Setelah mendapat jawaban pesanan mereka kembali ke dapur dan memberitahukan kepada chef untuk membuat pesanannya secara nyata, ketiga orang juri mulai memberikan nilai kepada orang yang melayaninya tadi.
Setelah menunggu akhirnya pesanannya selesai, para pelayan membawa pesanannya menuju ke meja tamu dan menaruhnya di atas meja. Setelah itu menilai lagi, paman Willy menyuruh mereka berdua untuk memakannya dan menilainya. Setelah makan mereka menilainya lagi untuk chefnya kali ini, untuk kasir paman Willy menyuruh kak Lia untuk menilainya.
Latihan tersebut menahan satu jam lamanya, setelah itu paman Willy menyuruh semua orang kembali ke tempat duduknya tadi dan menunjukkan hasil latihan mereka. Orang pertama yang menunjukkan hasil penilainya adalah William, dia memandang orangnya dengan pandangan yang tegas.
"Untuk kamu, maaf.. Aku tidak akan memanggilmu dengan nama terlebih dahulu karena ini masih dalam latihan agar kamu kamu bisa fokus dengan pekerjaan.. Itu membantumu agar tidak terganggu dengan sekelilingmu, untuk penilainya sudah cukup bagus.. Tapi, sepertinya paman Willy dan kak Lia juga punya penilainya yang sama kepada pelayan yang melayani mereka.. Walaupun ini cafe, tapi tetap untuk selalu menanyakan apakah para tamu perlu sesuatu saat menunggu pesanan mereka datang.. Itu saja.."
Setelah itu penilaian dari paman Willy, tidak berbeda dari punyanya William namun masih ada beberapa yang perlu dibenarkan. Setelah itu giliran kak Lia tentang penilainya, William langsung keringat dingin dan tidak sengaja melihat kearah Melody. Dia menganggukkan kepalanya seakan ingin memberitahukan sesuatu kepada temannya tersebut, namun Melody tidak paham.
William hanya pasrah dan menyiapkan mentalnya, dua sudah memberitahukan soal tadi kepada Melody dan dirinya berharap temannya tersebut siap menerima kata kata dari kak Lia. Penilainya dimulai dan kata kata kak Lia keluar, seperti dugaannya William. Kak Lia tegas sekali kepada pelayannya bahkan ketiga orang pelayan tersebut, seharusnya yang mengerti soal pelayan adalah William.
Namun sepertinya kak Lia memperhatikannya saat bekerja menjadi pelayan tamu, para pekerja baru terdiam dan merasa terpojok oleh perkataan dari kak Lia. Setelah itu gilirannya para chef, kali ini William tidak ikut karena mereka berdua lebih paham darinya.
'Semoga saja para pekerja baru ini tidak lari.. Tapi Melody tidak akan semudah itu menyerah.'
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─