
❏ #The Noble
↳ Pengenalan kampus #3
Seseorang mengangkat tangannya, William melihat ke arahnya dan wajahnya tidak asing. Ternyata seseorang tersebut adalah orang yang dia tanyai waktu pagi tadi, dia lalu mendengarkan ceritanya. Melody di sampingnya bertanya kepada William tentang seseorang tersebut, dia memberitahunya kepada Melody siapa orang tersebut.
Setelah itu senior tersebut menyuruh mahasiswa baru untuk bertepuk tangan kepada William dan seseorang tersebut, setelah itu mereka melanjutkan perjalan mereka kembali ke ruangan yang lainnya. Mereka naik ke atas lantai dua dan ruangan yang sama lagi yaitu ruangan untuk para tamu namun kali ini lebih luas seperti saku gedung penuh, senior mereka memberitahu kalau ruangan tersebut khusus untuk semua orang dari jurusan untuk acara yang akan mendatang.
Lalu senior tersebut mengajak semua mahasiswa baru berkeliling lagi dan berhenti di depan sebuah lift dan menjelaskannya lagi.
“Kurasa sudah cukup.. Keliling kali ini sudah cukup, kalian bebas.. Sudah bisa pulang atau berkeliling ke tempat lain, terima kasih karena sudah mendengarkan.. Untuk terakhir kali ada yang bertanya berapa lantai gedung ini, maka aku jawab empat lantai.. Lantai satu dapur, dua lantai untuk orang orang makan… Lantai tiga dan empat adalah kelas kalian.. Untuk mahasiswa yang akan bertanya lantai yang ada di atap apakah ada? Iya ada, itu tempat untuk mahasiswa beristirahat dan bersenang senang setelah selesai belajar jika kalian mau datang.. Kalian belum melihat kelas bukan? Silahkan naik ke atas dan temukan nama kalian..”
Para mahasiswa mulai menaiki lift tersebut, hanya ada dua lift dan hanya bisa menampung tiga puluh orang makanya orang orang bergantian. Setelah itu giliran William dan Melody masuk bersama orang lainnya, mereka sampai di lantai ke tiga, dia mengajak Melody untuk bersama sama mencari kelas mereka. Mereka berdua melihat nama nama yang ada di depan pintu kelas satu persatu tidak ada nama mereka di lantai tersebut, William mengajak Melody naik ke lantai empat.
Mereka naik lift lagi namun hanya berisi beberapa orang saja kali ini, setelah sampai mereka mulai mencarinya kembali. Papan nama yang mereka lihat dan baca terdapat nama mereka, Melody senang karena tidak harus mencari lagi. Dia mengajak William untuk masuk dan melihat kelasnya, mereka masuk dan tampak banyak kursi dan meja di sana.
“Kurasa kelas hanya terbagi menjadi dua.. Terlihat bagus, bagaimana kalau kita melihat ruangan yang ada di lantai ini Melody?”
“Aku ingin melihatnya..”
Mereka keluar dari kelas dan berjalan melihat ruangan yang ada di lantai tersebut, terdapat banyak ruangan yang terdiri dari ruangan dapur, bahan, dan ruangan untuk orang orang untuk duduk seperti di restoran biasanya. Setelah semuanya selesai William merasa lapar, dia mengajak Melody untuk makan siang di kantin kampus tersebut. Melody mengikuti William dari belakang, mereka berhenti di depan lift sambil menunggu pintunya terbuka. Saat sedang menunggu seseorang menyapanya dari belakang dan sontak mereka berdua menoleh ke belakang.
“Selamat siang..”
“Siang.. Bukannya kamu tadi pagi?”
“Iya aku tadi pagi, maaf belum memperkenalkan diri.. Namaku Amelia..”
“Ah namaku Melody..”
“Amelia ya, maaf ya tadi pagi tidak mendengarkan karena aku di panggil..”
“Tidak apa apa.. William dan Melody.. Kalian mau ke mana?”
“Kami mau ke kantin, makan siang lebih tepatnya.”
“Boleh aku ikut? Aku tidak punya teman sama sekali di sini dan aku juga tidak tahu tempat apa saja di sini..”
“Melody juga belum tahu.. Bagaimana Melody?”
“Aku tidak apa apa, temanku juga bertambah..”
“Kalau begitu kita bersama ke kantin.”
Mereka bertiga berteman di depan lift, tepat sekali pintunya terbuka dan mereka naik ke dalam. William menekan tombol ke lantai bawah dan pintunya tertutup, perlahan liftnya turun dan berhenti di lantai bawahnya untuk menampung orang lagi.
Setelah itu mereka semua turun di lantai paling bawah, semua orang berpencar satu sama lain namun mereka bertiga berencana ke kanti. William berjalan menuntun mereka menuju ke arah kantin dan mereka berdua mengikutinya, tidak terlalu jauh dan sudah kelihatan kantin di kampus tersebut.
Mereka sampai dan William mengajak mereka masuk ke dalam, mereka berdua tampak terkejut dengan apa yang mereka lihat. Dia juga merasakan yang sama lalu menyadarkan mereka berdua dan menyuruh untuk duduk ke tempat yang di tunjuk William, lalu dirinya pergi ke kasir untuk mengambil gambar menu dan memberitahu kepada mereka. Setelah itu William kembali ke tempat mereka dan menunjukan foto yang sudah dia ambil, mereka terkejut lagi lagi dengan harga dan jenis makanan di sana.
“Ternyata banyak dan harganya terjangkau.. Aku kira akan mahal..”
“Aku kan sudah pernah memberitahumu.. Kalian mau pesan apa? Akan aku pesankan jadi tidak semua orang ke sana? Atau kalian mau pesan sendiri?”
“Aku ini dan minumannya ini.. Amelia kamu pilih apa?”
“.. Aku sama saja seperti Melody.. Aku masih bingung.”
“Hehe.. Iya sih, tapi aku bingung saja..”
“Kalau begitu aku akan memesannya.. Tunggu sebentar ya..”
William pergi meninggalkan mereka berdua, dia langsung memesan makananya di kasir dan kembali setelah memesan. Dia duduk lagi di tempatnya sambil mendengar oborlan mereka berdua, dirinya tidak mau mengganggu perkenalan lebih jauh mereka. Karena bingun mau berbuat apa dirinya mengeluarkan sebuah catatan dan alat tulisnya, William mencatat semua ide yang bisa dia ambil dari sana. Dia juga tidak lupa untuk menggambar tata letak kantin tersebut dan menamainya, kedua orang tersebut berhenti berbicara dan menoleh ke arah William.
“Kamu sedang berbuat apa William?”
“Oh ini Melody, aku hanya mencatat beberapa saja..”
“Memang apa yang kamu catat?”
“Banyak hal.. Oh iya ini, alat ini akan berbunyi jika pesanan kita sudah siap.. Beritahu aku kalau bunyi ya.”
William menaruh sebuah alat di atas meja dan melanjutkan mencatat dan menggambarnya, mereka berdua melihat ke arah yang dia gambar dan hanya diam saja sedangkan William tidak terganggu oleh pandangan mereka. Tidak begitu lama alat tersebut berbunyi, Melody ingin memberitahu kepada William namun dia tidak mau mengganggunya. Lalu dia mengajak Amelia untuk mengambil pesanan mereka, mereka berdua meninggalkan William dengan berhati hati dan pelan pelan.
Saat di kasir mereka menyerahkan alat tersebut dan membayar makanannya termasuk punyanya William, Melody dan Amelia membawa makanannya kembali ke tempat mereka dan menaruhnya di atas meja. Mereka kembali duduk dan menata makananya sesuai pesanan masing masing, tepat William selesai dan melihat ke depan ada sebuah makanan. Dia mulai menanyakannya kepada Melody.
“E.. Bukannya aku yang harus mengambilnya?”
“Hehe.. Tidak apa apa.. Kami yang mengambilnya..”
“Apa kamu juga yang membayarnya Melody?”
“Iya? Kenapa?”
“Aku yang seharusnya mentraktirmu bukan.. Akan aku ganti nanti..”
“Tidak usah..”
“Harus..”
Tidak butuh lama mereka langsung memakan makanan mereka, Melody dan Amelia terkejut dengan rasanya karena harganya yang terjangkau tersebut tapi rasanya tidak kalah dengan makanan yang mahal. Sedangkan William selesai dengan makanannya dan berdiri untuk memesan lagi tanpa mereka berdua sadari, dia pergi ke kasir dan memesan kembali. Kali ini dia membelikan sesuatu kepada mereka dan menunggunya di sana, setelah menunggu beberapa menit pesanannya selesai. William membayarnya dan membawanya ke
tempatnya kembali.
“Wah.. Kamu makan siang tanpa aku ya?”
“Kak Dea? Hehe.. Aku lapar..”
“Kamu ya.. Sendirian?”
“Itu ada Melody dan temanku..”
“Aku ikut ya.. Tunggu di sana.. Aku pesan dulu..”
Kak Dea berjalan menuju ke kasir sedangkan William kembali ke mejanya sambil membawa makanannya, dia menaruhnya di atas meja dan seketika teman temannya terkejut karena dirinya kembali membawa makanan lagi.
“Lapar kamu ya?”
“Hehe.. Ini untuk kalian, kalau kurang bilang ya..”
“Terima kasih..”
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─