The Noble

The Noble
Hari Perlombaan #1



❏ #The Noble


↳ Hari Perlombaan #1


Suara hujan yang deras disertai angin membuat William terbangun dari mimpinya, dia langsung membuka matanya dan seketika melihat ke atas atapnya. Suara hujan semakin jelas di telinganya, dia memutuskan untuk bangun dari kasurnya saat sudah berdiri dirinya melihat ke arah kasurnya kembali. William melihat kalau selimut yang dia pakai berantakan, namun karena dingin dia tidak langsung merapikannya dan malah membawanya menuju ke ruang depan.


“.. Aku kira tadi malam hujannya…”


Dia berjalan menuju ke arah pintu sambil membalu tubuhnya dengan selimut, William mencari kunci rumahnya dan setelah itu dirinya membuka pintu tersebut. Dia keluar dari rumah dan yang dilihat pertama kali saat keluar adalah langit yang masih gelap serta hujan berangin, dia merasa kedinginan di luar rumah dan seketika langsung masuk ke dalam. William berjalan menuju ke sofanya dan duduk di sana, setelah itu dirinya melekatkan lagi selimut ke seluruh tubuhnya.


“… Jam berapa sekarang?..”


William lupa tidak membawa ponselnya, dia berdiri lagi membawa selimutnya dan berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Dia berjalan ke sana sambil menahan suhu dingin yang masuk ke dalam rumahnya, setelah mengambil ponselnya dia pun berpikir untuk menggunakan dua buah selimut. Karena William rasa akan berat maka dia memutuskan untuk mengenakan jaket, setelah itu dia kembali ke ruang depan.


“Walaupun sudah nyaman aku harus berhati hati..”


Dia sampai di ruang depan dan duduk kembali dia atas sofanya, sebelum melakukan apapun dirinya merapikan selimutnya kembali agar udara dingin tidak masuk. Setelah itu William menghidupkan ponselnya, dia melihat jam terpampang menunjukan jam empat pagi. Dia mengira kalau sudah jam enam pagi namun dirinya terbangun lebih awal karena alam, setelah itu dia memutuskan untuk membuat sesuatu yang hangat untuk dia minum terlebih dahulu agar membantu tubuhnya lebih baik lagi.


“Ada itu kan?”


William bangun dari sofanya dan berjalan menuju ke dapur, saat sampai di dapur kakinya merasa kedinginan. Dia lansung berlari ke depan pintu untuk mengambil sendalnya, dia lupa kalau mempunya sendal untuk cuaca dingin seperti ini karena sendal yang dirinya punya memiliki bulu yang banyak yang bisa membuat kakinya hangat. Setelah mengenakan sendal dia kembali ke dapur dan melihat lihat apa yang ada di sana, William membuka lemarinya dan terlihat ada beberapa jenis minuman dalam bentuk bubuk yang dia bisa buat.


“Coffe? Atau susu? Hm, karena aku akan pergi nanti kurasa lebih baik Coffe…”


“Sedikit mungkin..”


Dia selesai membuat segelas Coffe panas, setelah itu dirinya membawa gelas tersebut ke depan dan menaruhnya di atas meja. William duduk di sofa dan mengambil Coffe panasnya dan mencobanya, masih dalam keadaan panas dan dia menaruhnya kembali. Karena tidak tau mau berbuat apa sepagi itu dan dalam keadaan dingin dirinya membuka ponselnya kembali, yang pertama kali dia buka adalah pesan yang masuk ke dalam ponsel. Banyak pesan yang ada di pesan grupnya, William membacanya satu persatu dari paling awal dan ternyata teman temannya sudah masuk ke kampusnya dan sedang berkeliling kampus mereka.


“Ternyata lebih awal di sini ya? Kalau Nixie pergi ke kota jauh dan dekat dengan pantai pasti berkelas.. Candy dan Fauna di kota sebelah kan ya? Terlihat berkelas juga.. Leo? Dia tidak mengirim foto sama sekali, apa dia masuk ke militer?... Oh tumben Melody mengirim pesan ke grup..”


“Maaf karena tidak bisa bersama lagi, ya mau bagaimana.. Karena ekonomi Melody juga tidak mengimbangi mereka, Aku bisa saja masuk ke kampusnya Candy cuman harus bekerja lebih keras lagi agar uangku tidak cepat habis.. Tabunganku untuk masa depan tidak harus aku gunakan untuk membuang waktu di tempat berkelas itu, cukup di tempat biasa dan hidup seperti orang biasa saja cukup untukku..”


Setelah mengirim pesan William merasa lapar, dia heran bisa lapar sepagi itu. Karena tidak bisa menunggu sampai pagi nanti dirinya memutuskan untuk membuat sarapan, dia bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke dapur kembali. Dia membuka lemarinya dan masih banyak bahan yang belum dirinya gunakan, karena itu William mengambil semua bahan yang bisa membuatnya kenyang sepagi itu. Setelah semuanya berada di atas meja dia mulai memasakanya, walaupun dia melepas selimutnya dan menaruhnya di atas meja makan tidak membuat dirinya kedinginan karena sedang memasak.


“Huh.. Kurasa sudah cukup..”


Setelah selesai William membawa makanannya ke depan dan menaruhnya di atas meja, tidak lupa dia kembali ke dapur untuk mengambil selimutnya kembali. Setelah itu dia duduk dan mulai menyantap makanannya, satu persatu mulai habis dan dia merasa kenyang. Dia meminum Coffe panasnya dan setelah itu William membuka pesan yang ada di ponselnya kembali, karena semua pesan sudah dia baca dan balas membuat dirinya kebingungan lagi.


“… Terus apa?”


“Pagi William… Maaf kalau sepagi ini, apa aku mengganggumu?”


“Melody? Sepagi ini, ada apa?”


“Kurasa hujannya akan terus turun sampai pagi nanti.. Apa kamu akan pergi ke kampus lagi?”


“Mungkin akan aku tunggu sampai hujannya berhenti, atau tidak sampai mulai mereda dan bisa memakai payung untuk pergi ke sana..”


“Begitu ya..”


“Walaupun kalau telat juga tidak apa apa, aku hanya ingin melihat saja.. Kurasa kak Dea juga tidak apa apa..”


“Nanti kabari aku kalau mau pergi ya?”


“Oke.. Nanti aku kirim pesan..”


Panggilan tersebut selesai, setelah itu William melanjutkan menonton acara televisinya kembali. Jam mulai berlalu tanpa dia sadari, saat acara televisi selesai dia kembali sadar dengan dunianya. Dia melihat jam yang ada di ponselnya dan sudah menunjukan pukul tujuh, dia terkejut dan langsung bangun dari tempat duduknya. William langsung berlari menuju ke pintu rumah dan membukanya, dia keluar dari rumah dan melihat kalau cuaca semakin bagus walaupun masih hujan. Dia masuk lagi untuk mengirim pesan kepada Melody kembali.


“Cuacanya sudah semakin bagus, namun masih hujan.. Kurasa kalau berangkat nanti akan telat, jika pergi sekarang juga tidak mungkin kalau jalan kaki.. Pasti jalannya masih banyak genangan air.. Kalau kamu mau menunggu lagi juga tidak apa apa..”


Setelah itu William bersiap siap dengan mengganti pakaiannya, dia tidak mau mandi di pagi hari yang dingin tersebut. Kemudian dia mempersiapkan semua kebutuhannya dan menaruhnya ke dalam tasnya, setelah itu dia kembali ke ruang depan dan menaruh tasnya di atas meja. William mengambil ponselnya kembali dan ternyata pesannya sudah dibalas oleh Melody.


“Hehe, aku sudah ada di depan rumahmu..”


“Masuklah.. Akan aku bukakan pintunya..”


William menaruh ponselnya dan pergi menuju ke pintu, dia membuka pintunya dan Melody sudah ada di depan rumahnya dan meneduh di terasnya. Dia langsung saja mengajak temannya untuk masuk dan Melody menaruh payungnya tersebut diluar, setelah itu dia masuk ke dalam rumah. William menyuruh Melody untuk duduk terlebih dahulu dan menunggu hujannya reda, mereka mengobrol di dalam rumah sampai hujannya mereda.


“Sudah jam delapan, akan aku lihat dulu ke luar..”


Dia bangun dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke pintu rumahnya, William membuka pintunya dan keluar dari rumah. Dia melihat kalau hujannya sudah reda dan mereka bisa ke kampus dengan berjalan kaki walaupun harus menggunakan payung, dia masuk lagi ke dalam rumah untuk memberitahu kepada temannya. Setelah itu mereka sepakat untuk pergi bersama sama dan William mengambil tasnya bersama Melody keluar dari rumah.


“Oh iya payungku.. Sebentar..”


William masuk lagi ke dalam rumah dan mengambil payungnya, setelah mengambil dia keluar dan mengunci pintu rumahnya. Dia membuka payungnya dan setelah itu dirinya bersama Melody berjalan bersama menuju ke kampus mereka, mereka berdua berjalan pelan pelan agar air yang menggenang tidak membasahi pakaian.


─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─