
❏ #The Noble
↳ Awal dewasa #7
Keesokkan harinya saat William bangun tidur dirinya mendapat sebuah panggilan, dia meraih ponselnya dan menerima panggilan tersebut. Dia mendengarkan dengan seksama dan setelah percakapan yang lama akhirnya selesai, setelah itu William menaruh kembali ponselnya dan bergegas ke kamar mandi.
Dia langsung mencuci mukanya dan setelah itu mengambil ponsel beserta dompetnya, William keluar dari rumahnya menuju ketempat kerjanya di pagi hari yang masih dingin. Sesampainya ditempat kerja dia langsung menemui paman Willy diruangan, setelah itu mereka berbicara empat mata.
Cukup lama William berbicara dengan pakan Willy sampai sampai jam sudah menunjukkan pukul enam pagi hari, setelah itu dia keluar dari ruangan dan bergegas pulang kerumahnya. Sampailah William dirumahnya dan langsung masuk kerumahnya uuntuk mempersiapkan dirinya pergi ke kampusnya, setelah selesai dia keluar dari rumah.
William : "Tumben Melody belum sampai? Apa dia masih tidur atau tidak bisa masuk? Lebih baik aku bertanya.."
Dia mengeluarkan ponselnya dan mencoba memanggil temannya, panggilannya diterima dan Melody mulai berbicara.
Melody : "Ada apa William?"
William : "Kamu tidak masuk kuliah?"
Melody : "Ini aku lagi berjalan ke arah rumahmu.."
Dia menengok dan melihat Melody dari kejauhan sedang berjalan menuju ketempatnya.
William : "Oh iya itu kamu."
Dia memastikan panggilannya dan menunggu temannya tersebut mendatanginya, setelah sampai Melody meminta maaf karena datang terlambat. William heran kenapa Melody meminta maaf kepadanya karena itu bukan kesalahan temannya, setelah itu mereka berangkat bersama menuju ke kampus mereka.
Selama perjalan Melody memamerkan apa yang dirinya pelajari dirumahnya, William mengapresiasinya dengan bertepuk tangan. Dia merasa bangga kepadanya karena bisa menguasai pembelajaran yang singkat tersebut, lalu juga sering kali bertanya kepadanya.
Melody : "Oh iya, apa saja yang kamu pelajari dulu saat pertama kali bekerja?"
William : " Semua hal harus aku pelajari, tapi untung saja dulu kak Lia juga masih dalam tahap pembelajaran walaupun membantuku belajar juga.. Kak Lia sering meluangkan waktu belajarnya untuk mengajariku, makanya kita dekat."
Melody : "Sudah juga ya harus bisa semua hal dan kamu juga pintar dalam akademis."
William : "Tidak sepintar temanku ini.."
Mereka bercanda tawa selama perjalanan menuju ke kampus mereka, tidak lama mereka sampai di gerbang kampus. Saat mau masuk kedalam William melihat ada sebuah mobil yang berhenti dan seseorang keluar dari mobil tersebut, orang tersebut adalah Amelia.
Saat tau Amelia dia langsung memberitahu temannya tersebut, Melody melihatnya juga dan terkejut karena teman barunya terlihat biasa saja diluar namun diluar sangat elegan. Setelah itu mereka berdua menghampirinya untuk menyapa, Amelia terkejut karena teman barunya melihat dirinya turun dari sebuah mobil yang mewah tersebut.
Melody : "Pagi Amel."
Amelia : "Melody? William juga.. Kalian baru sampai?"
Melody : "Iya, ternyata kamu selama ini menghilang terus karena ada yang mengantar ya?"
Amelia : "Maaf karena menyembunyikannya dari kalian."
William : "Tidak apa apa, kita masuk ke kelas dulu saja."
William menceritakan kalau selama SMA mereka sudah terbiasa dengan teman temannya yang kaya dan bahkan setiap hari selalu memamerkan barang baru mereka, namun dirinya tidak merasa terganggu dan hanya menikmatinya saja termasuk Melody juga. Amelia kebingungan karena ceritanya. Lalu William menceritakan banyak hal lagi kepada Amelia tentang teman temannya yang kaya tersebut.
William : "Kadang kadang mereka juga kebingungan dengan kekayaan mereka sendiri, bahkan banyak yang membuang uangnya untuk hal hal yang konyol.. Jadi tidak masalah, malah kita seperti tidak enak kepadamu karena selalu menghilang terus tanpa sepatah kata."
Amelia : "Begitu ya? Baiklah kalau begitu, mulai sekarang aku akan lebih terbuka dengan kalian."
Melody : "Traktir kami di restoran milik keluargamu hehe.."
Amelia : "Nanti aku undang karena sebentar lagi aku ulang tahun."
Setelah lama bercerita akhirnya jam pelajaran dimulai, dosen masuk kelas dan mulai pembelajarannya. Selama pembelajaran mereka tidak berbicara satu sama sekalipun karena terlalu fokus dengan pelajarannya dan menghormati dosen mereka, tidak terasa pembelajarannya selesai.
Banyak mahasiswa baru yang keluar dari kelas dan ada juga yang masih tinggal dikelas, salah satunya adalah mereka bertiga dan ketua kelas mereka. Sementara Melody dan Amelia sedang bercerita, William sedang menulis apa saja yang dia tangkap tadi saat pembelajaran yang masih belum dirinya tulis.
Disaat sedang menulis seseorang mendatanginya, orang tersebut adalah Natasya ketua kelasnya. Natasya memberikan selembar kertas sambil meminta kontak kepada dirinya dan teman temannya untuk dimasukkan kedalam grup kelas, William mengambil kertasnya dan menuliskan nomornya. Lalu setelah itu memberikan keras tersebut kepada Melody yang ada disampingnya, dia menjelaskannya kepada mereka berdua.
Setelah selesai William mengembalikan kertasnya kembali, setelah itu Natasya mengambilnya dan berkeliling untuk meminta kontak dari teman satu kelas lainnya. Dia selesai menulis pembelajaran yang dirinya tangkap dan setelah itu karena kebingungan William ikut kedalam pembicaraan mereka berdua, tidak lama setelah itu Amelia mendapat sebuah panggilan dan panggilan tersebut dari orang tuanya.
Amelia : "Maaf, sepertinya aku harus pulang."
Melody : "Tidak apa apa, ini juga sudah siang.. Aku juga harus pulang, bagaimana denganmu William?"
William : "Pulang, memang apa yang bisa aku lakukan di sini?"
Amelia : "Kalau begitu kita keluar kelas bersama."
Mereka memasukkan buku dan alat tulis mereka dan setelah itu keluar dari kejadian menuju ke tempat parkir, ternyata Amelia sudah ditunggu oleh orang tuanya. Amelia berpamitan kepada mereka dan masuk kedalam mobilnya dan setelah itu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah itu William dan Melody juga pulang juga, selama perjalan Melody menceritakan hal menarik saat dirinya sedang belajar. Dirinya menceritakan hal konyol dan teorinya kepada William, mereka tertawa bersama sejak pejalan karena pembicaraan konyol tersebut.
William tertawa mendengar teori buatan temannya tersebut, dua juga kadang heran kepada Melody yang selama ini hanya fokus belajar sekarang bisa berbuat hal konyol. Namun dia juga menanyakan kepada dirinya sendiri, apakah dirinya yang merubah Melody seperti ini. Karena masih hal yang positif maka William tidak terlalu memikirkannya, dia ingin membalasnya karena sudah membuat harinya menyenangkan dengan memberitahukan sesuatu kepada Melody.
William : "Hari ini kamu tahu tidak apa tesnya?"
Melody : "Memang apa tesnya?"
William : "Kesukaanmu..."
Melody : "Hari ini tesnya tentang pastry?"
William : "Iya, tapi jangan beritahu kepada yang lainnya.."
Setelah pembicaraan yang lama mereka sampai didepan rumahnya William, Melody berpamitan dan meninggalkan dirinya. Dia masuk kedalam rumah untuk beristirahat sebentar, masih ada beberapa menit sebelum berangkat bekerja. Setelah beristirahat William bergegas berangkat ketempat kerjanya, sebelum itu dirinya membersihkan sampah yang ada di halaman rumahnya.
─⋅✧⋅ Terima kasih untuk yang sudah membaca ⋅✧⋅─